Random post

Friday, January 20, 2017

√ Majas Perbandingan

KRPOSGAzfnIHxpxRhypkVmHpmFSbsKMbIzbkYvSUbo √ Majas Perbandingan
1. Metafora ialah gaya bahasa yang membandingan dua hal benda secara singkat dan padat.
Contoh:
a. Buku ialah jendela ilmu.
b. Bumi ini perempuan jalang yang menarik pria jantan dan pertapa ke rawa-rawa mesum ini.
    ("Dewa telah mati", Subagio Sastrowardjojo)
c. Tuhan ialah warga negara paling modern.
    ("Katekhisasi", Subagio Sastrowardjojo)
d. Rino jatuh hati pada kembang desa Tegal Sari.

2. Sinestesia ialah gaya bahasa yang mempertahankan dua indera yang berbeda.
Contoh:
a. Kamu sangat bagus ketika menggunakan baju kebaya.
   (manis= indera pengecapan bertukar dengan indera penglihatan)
b. Wajahnya hambar ketika mendengar kabar maut anaknya.
   (dingin = indera peraba bertukar dengan indera penglihatan)

3. Simile ialah gaya bahasa perbandingan yang ditandai dengan kata depan penghubung ibarat layaknya, bagaikan, seperti, bagai.
Contoh:
a. Hubungan kedua orang itu tidak pernah akur, bagai anjing dan kucing.
b. Jalani saja hidup ini ibarat air mengalir
c. Layaknya padi yang berisi, pak Rahmat tidak pernah sombbong dengan ilmu yang dimilikinya.

4. Alegoeri ialah gaya bahasa untuk mengungkapkan suatu hal melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh:
Teratai
Kepada ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai;
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu
Akarnya tumbuh di hati dunia,
Daun bersemi Laksmi mengarang,
Biarpun ia diabaikan orang,
Serodja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o Teratai bahagia,
Berseri di kebun Indonesia,
Biar sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat,
Biarpun engkau tidak diminati,
Engkaupun turut menjaga zaman.
("Teratai", Sanusi Pane)

"Teratai" menyimbulkan Ki Hajar Dewantara yang menjaga bumi Indonesia dengan ajarannya yang bersifat kebangsaan dengan semangat keindonesiaan asli.

5. Alusio ialah gaya bahasa yang berusaha menyugestikan kesamaan antara orang, tempat, atau peristiwa.
Contoh:
a. Semangat Bandung Lautan Api menggelora di hati kami.
b. Hamparan permadani hijau terbentang luas melingkupi tempat Masjid At Taawun di puncak, Bogor.

6. Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama brand atau atribut tertentu untuk menyebut suatu benda.
Contoh:
a. Celana Levi's membalut kakinya yang panjang dan langsing.
b. Honda Jazz selalu setia menemani dokter muda itu menemui para pasiennya.
c. Sesekali ia melihat Seiko yang melingkar di tangannya
d. Kata lebih tajam dari mata pedang.

7. Antonomasia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama diri, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri.
Contoh:
a. Menteri PU akan meresmikan jalan Lingkar Nagreg, Jawa Barat
b. Presiden bersilaturahim dengan ratusan anak yatim di Kabupaten Bandung
c. Terima kasih, dokter!
d. Dengan gesit, si Meong menyambar dendeng ikan mujahir yang sedang dijemur di halaman rumah

8. Antropomorfisme ialah bentuk metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berafiliasi dengan insan untuk hal bukan manusia.
Contoh:
a. Ia menungggu kekasihnya di lisan gang.
b. Mata pisau nyaris menyambar tubuhnya yang kekar.
c. Jakarta menjadi jantung perekonomian Indonesia

9. Aptronim ialah gaya bahasa yang mengandung penyebutan seseorang sesuai dengan sifat atau pekerjaan orang.
Contoh:
a. Setiap pagi ia mangkal di mushola stasiun kereta api memperlihatkan jasa semir sepatu. Tak heran orang-orang memanggilnya "Jang Emir"
c. Si cebol berlari kencang sambil membawa bola melewati lawan-lawannya.

10.Hiperbola ialah gaya bahasa yang bersifat melebih-lebihkan suatu kenyatan.
Contoh:
a. Amarahnya tiba-tiba menggelegar di tengah suasana rapat  yang tenang.
b. Senyuman gadis itu melemahkan sendi-sendi tubuhku hingga saya tak berdaya.
c. Hujan turun mengiringi langkahku.
Serbuan panah kecil itu menusuk-nusuk tubuhku.
padamu Jua
Habis kikis
Segala cintaku hilang terbang
....
("Nyanyi Sunyi", Amir Hamzah)

11. Litotes ialah gaya bahasa yang maknanya mengecilkan fakta dengan tujuan untuk merendahkan diri.
Contoh:
a. Goresan pena ini ialah hadiah untuk ibu. (Pada kenyataannya, ia menyerahkan ijazah kesarjanaan kepada ibunya).
b. Mohon maaf, kami hanya sanggup menjamu dengan sajian alakadarnya. (Pada kenyataanya, di meja makan telah tersedia aneka masakan dan minuman).

12. Hipokorisme ialah gaya bahasa yang menggunakan nama timangan atau kata yang mengandung relasi karib antara pembicara dengan topik yang dibicarakan.
Contoh:
a. "Kehidupan itu kejam, Nduk. Sadis! Bahkan hingga di luar nalar manusia. Untung kau tidak perlu melihat itu semua".
("Pelangi Kinkin", Asma Nadia)
"Nduk" ialah sapaan untuk anak atau orang yang lebih muda.
b. " Tetapi Mas Wied kan tidak merokok."
"Aku yang melarang. Masak tukang becak ibarat ia merokok, bisa-bisa uangnya habis beli rokok, terus ... mau makan apa? Kalau Mas kan cukup kaya."
("Seorang Lelaki dan Selingkuh," Afifah Afra)
"Mas" ialah kata sapaan untuk saudara tua.

13. Personifikasi ialah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak bernyawa seperti mempunyai sifat-sifat kemanusiaan.
Contoh:
a. Matahari gres saja kembali ke peraduannya, ketika kami datang di sana.
b. Kaulah kandil kemerlap
Pelita jendela di malam gelap
Melambai pulang perlahan
Sabar, setia selalu
("Nyanyi Sunyi", Amir Hamzah)
c. Sajak Putih
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air bak jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
("Deru Campur Debu", Chairil Anwar)

14. Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian, tetapi yang dimaksud ialah seluruh atau sebaliknya. Sinekdoke terbagi atas pars prototo (sebagian untuk seluruh bagian) dan totum pro parte (keselurugan untuk sebagian).
Contoh:
a. Pak Imran memerlihara sepuluh ekor kambing (pars prototo)
b. Pertandingan sepak bola antara Brazil melawan Bolivia berakhir seri 0-0 (totum pro parte)
c. Setiap kepala dikenakan biaya Rp 50.000,- (pars prototo
d. Chikungunya menyerang Jawa Barat. (totum pro parte)

15. Eufemisme ialah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata halus atau lebuh pantas untuk mengganti kata-kata yang dipandang tabu atau kasar.
Contoh:
a. Para penyandang tuna netra dan tuna rungu menerima beasiswa dari pemerintah/
(Tuna netra lebih halus daripada buta, tuna rungu lebih halus daripada tuli).
b. Pembicara utama akan memaparkan materinta, para hadirin dimohon untuk mengkondisikan alat komunikasinya.
(mengkondisikan lebih halus dari pada mematikan).

16. Perifrase ialah gaya bahasa untuk menggantika suatu kata atau kelompok kata lain. Kata atau kelompok kata tersebut sanggup berupa nama tempat, negara, benda, atau sifat tertentu.
Contoh:
a. Berlibur di pulau Dewata ialah impianku. (Pulau Dewata=Bali)
b. Provinisi dengan julukan "Serambi Mekah" itu ketika ini sedang berbenah. (Serambi Mekah = Nanggroe Aceh Darussalam)

17. Simbolik ialah gaya bahasa untuk melukiskan suatu maksud dengan menggunakan simbol atau lambang.
Contoh:
a. Banyak tikus berkeliaran di gedung rakyat.
(Tikus merupakan simbol koruptor)
b. Kupu-kupu malam beterbangan di malam hari mencari mangsa
(kupu-kupou malam merupakan simbil perempuan tuna susila)


Sumber http://bukueyd.blogspot.com