Majas sindiran merupakan kelompok majas yang mengungkapkan maksud atau gagasan dengan cara menyindir guna meningkatkan kesan dan makna kata terhadap pembaca. Rumpun majas sindiran terbagi lagi ke dalam beberapa majas, yaitu:
1. Ironi ialah gaya bahasa untuk menyampaikan suatu maksud memakai kata-kata yang berlainan atau bertolak belakang dengan maksud tersebut.
Contoh:
a. Rapi sekali kamarmu sampai-sampai tidak satupun sudut ruangan yang tidak ditutupi sampah kertas.
b. Bagus benar kinerja abdnegara pemerintah kini ini sehingga jumlah pengangguran dan angka kemiskinan semakin meningkat.
2. Sarkasme ialah gaya bahasa yang berisi sindiran kasar.
Contoh:
a. Mulutmu harimaumu.
b. Aku tidak sudi jikalau harus tinggal di rumahmu yang seolah-olah sangkar domba itu.
c. Anda makan sangat rakus, selera makan saya jadi hilang.
3. Sinisme ialah sindiran yang berbentuk kesangsian dongeng mengandung ajukan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati.
Contoh:
a. Sudah, hentikan buju rayumu sebab hanya membuatku semakin sakit.
b. Memang Anda ialah seorang gadis yang tercantik di seantero jagad ini yang bisa menghancurkan seluruh isi jagad ini
(Diksi dan Gaya Bahasa, Gorys Keraf)
4. Antifrasis ialah gaya bahasa ironi dengan kata atau kelompok kata yang maknanya berlawanan.
Contoh:
a. "Awas, si Bule datang", dikala Ido yang berkulit hitam mendekati mereka.
b. "Ha...ha...si kurus resah mencari ukuran baju untuk menutupi perutnya yang buncit itu."
5. Ineuendo ialah sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
Contoh:
a. Bu Karni berjuang mengumpulkan sebutir dua butir beras yang tercecer di pasar beras untuk menghidupi anak-anaknya.
b. Mari kita simak sepatah dua patah kata sambutan dari kedua panitia. Sumber http://bukueyd.blogspot.com