Random post

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Thursday, November 29, 2018

√ Pola Kisah Cerpen Dalam Bahasa Indonesia

Cerita merupakan suatu prosa yang mengisahkan perihal seseorang atau sebuah peristiwa. Salah satu bentuk dari dongeng yaitu cerpen atau dongeng pendek. sesuai namanya, cerpen merupakan dongeng yang ditulis secara pendek dan secara khusus berkisah perihal kehidupan seseorang atau suatu peristiwa. Untuk mengetahui menyerupai apa bentuk dongeng ini, berikut ditampilkan salah satunya yang bisa disimak di bawah ini!


Gerobak itu Berhenti di Muka Rumah*


Karya: Kuntowijoyo


Kalau bukan alasannya yaitu anak saya, mungkin aku tidak berkenalan dengan kakek bau tanah yang tinggal di ujung jalan itu. Saya bekerja pada sekolah dusun dan harus berangkat pagi-pagi sekali. Saya bekerja pada sekolah dusun dan harus berangkat pagi-pagi sekali, disaat orang kampung tak ada yang berangkat sepagi itu. Jadi, hanya adakala saja aku sanggup melihat Kakek itu di atas gerobaknya, bila beliau lewat di jalan dekat kawasan aku mengajar. Saya bahagia berkenalan dengan siapa saja, alasannya yaitu itu alangkah senangnya saya, ketika–karena anak aku sanggup berkenalan dengan Kakek. Dan, semenjak itu mungkin aku atau anak sayalah orang yang paling dekat dengan Kakek. Dia telah menganggap aku sebagai anaknya dan anak aku sebagai cucunya. Hal itu bukanlah satu keanehan. Sebab, siapa saja di antara kita yang tak beraudara, pastilah tetangga kita yaitu saudara-saudara kita. Dan, setiap Muslim itu bersaudara, itulah yang mengeratkan persahabatan antara dua dan aku atau anak saya.


Saya dipindahkan dari pekerjaan di kota dan terdampar di dusun kecil ini. Istri aku hampir berteriak besar hati ketika mendengar kabar kepindahan itu. Kembali ke dusun! Di wajahnya membayang senyum kedamaian pedusunan.


“Kita akan hidup tenteram,” katanya.


“Memang, di dusun setidak-tidaknya engkau akan lebih banyak punya kawan, lebih akrab. Dan, dekat sawah yang memberi makanan.” Tetapi, aku belum menanyakan kepda istri saya, apakah beliau telah mendapat ketentraman itu. Sebab, bagi aku sama saja, kerja dari pagi hingga siang dan masih juga serba kurang.


Hanya, di dusuni itu kami punya banyak kenalan. Seluruh kampung telah mengenal kami dan kami mengenal seluruh kampung, kecuali kakek bau tanah di ujung jalan itu. Saya ulangi lagi, kalau bukan alasannya yaitu anak saya, perkenalan itu tak akan terjadi. Kabarnya, kakek itu lebih suka hidup bersama gerobak dan sapinya daripada dengan manusia. Baginya, lebih penting memandikan sapinya ke sungai daripada tiba melawat dan memandikan mayat. Lebih yummy bicara dengan sapi daripada omong dengan orang. Dan ditambah lagi, kawasan tinggalnya yang terpencil di ujung jalan itu. Saya belum tahu banyak perihal beliau sebelum aku berkenalan. Dan, tidak baik menanyakan terlalu banyak perihal tetangga, kalau kamu orang gres di kampung.


……………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Demikianlah tumpuan dongeng cerpen dalam bahasa Indonesia. JIka pembaca ingin menambah referensi soal cerita, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh mite atau mitos, contoh dongeng parabel, contoh dongeng sage, contoh fabel pendek beserta strukturnya, alur cerita, tahapan dalam alur cerita, serta artikel jenis-jenis alur cerita. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai dongeng khususnya, maupun bahasa Indonesia. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat beberapa kesalahan yang terkandung di dalam artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.


*Disadur dari buku kumpulan cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” karya Kuntowijoyo, hlm 170-172. (dengan sedikit perubahan)



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, November 28, 2018

√ Teladan Dongeng Novel Dalam Bahasa Indonesia

Novel merupakan suatu bentuk kisah yang menceritakan kisah hidup seseorang atau suatu insiden yang dikisahkan secara rumit dan panjang. Selain sebagai bentuk cerita, novel juga termasuk ke dalam golongan jenis-jenis prosa baru, jenis-jenis karangan non ilmiah, serta jenis-jenis prosa fiksi. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa bentuk dari sebuah kisah novel. Karena bentuk aslinya yang cukup panjang, maka di artikel ini kita akan melihat sebagian kecil dari bentuk novel tersebut. Adapun referensi yang dimaksud ialah sebagai berikut ini!


Sang Priyayi (Bab Sastrodarsono)*


Karya: Umar Kayam


Waktu dokar yang aku naiki membelok ke arah utara, meninggalkan jalan besar yang menghubungkan Suarakarta dan Madiun, hati aku mulai berdebar. Di depan aku jalan desa sepanjang kira-kira lima kilometer menuju eksklusif ke Kedungsimo, desa saya, kawasan orang-orang bau tanah saya. Di depansaya, lima kilometer lagi, orangtua aku akan mendapatkan aku dengan tangan terbuka lebar dan senyum yang tidak kurang pula lebarnya. Bagaimana tidak, hari itu saya–Soedarsono–anak tunggal dari Mas Atmokasan, petani Desa Kedungsimo, pulang dari Madiun dengan berhasil mengantongi beslit guru bantu di Ploso: Guru Bantu. Itu berarti sayalah orang pertama dalam keluarga besar kami yang berhasil menjadi priyayi, meskipun priyayi yang paling rendah tingkatnya. Itu tidak mengapa, yang penting kaki aku sudah melangkah masuk jenjang priyayi.


Beberapa tahun lagi, kalau aku rajin dan setia kepada gubermen, aku akan menjadi guru penuh sekolah desa. Itu akan lebih memantapkan kedudukan aku sebagai sebagai priyayi dan abdi gupermen. Dan kalau aku sudah menjadi mantri guru, wah, itu sudah boleh dikatakan menjadi priyayi yang terpandang.


Orangtua aku ialah petani desa jekek, petani desa yang benar-benar asli. Demikian juga dengan paman-paman dan pakde saya. Semuanya petani desa. Semua dari keluarga besar kami itu, menyerupai juga kebanyakan keluarga petani di desa, menginginkan pada satu waktu salah seorang anggota keluarganya bisa maju menjadi priyayi dan tidak berhenti dan puas menjadi petani desa saja. Maka mereka pun menyekolahkan bawah umur mereka ke sekolah desa. Sepupu-sepupu aku dan aku dikirim oleh orangtua kami dengan tujuan itu, tanpa terkecuali.


Tetapi, sekolah bagi kami anak desa merupakan kandang-kandang yang tersekat-sekat dengan penggembala galak yang disebut guru. Kebanyakan dari kami tidak tahan dan kerasan di sekolah. KAmi merindukan sawah, lapangan permainan kami, kerbau dan sapi kami, pohon-pohon mangga yang kami lempari dengan batu, burung-burung yang kami plintengi (diketapel dengan batu) yang lalu kami kropok (dibakar dalam onggokan daun-daun kering). Lagi pula, orangtua kami kebanyakan juga tidak tahan kehilangan kami lama-lama di sekolah.


…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..


Demikianlah referensi kisah novel dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah refrensi soal cerita, pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh kisah cerpen, contoh mite atau mitos, contoh dongeng parabel, contoh dongeng sage, contoh fabel pendek beserta strukturnya, alur cerita, tahapan dalam alur cerita, serta artikel jenis-jenis alur cerita. Semoga bermanfaat dan bisa memberi wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kisah novel khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula bila terdapat kesalahan di dalam artikel kali ini. Sekian dan juga terima kasih.


*Disadur dari Novel “Para Priyayi” karya Umar Kayam, halaman 32-33. (dengan sedikit perubahan)



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Dongeng Cerpen Dan Novel Dalam Bahasa Indonesia

Cerpen dan novel merupakan dua diantara bentuk dongeng yang ada. Cerpen atau dongeng pendek merupakan dongeng yang mengisahkan kisah seseorang atau insiden secara singkat. Sementara itu, novel merupakan dongeng yang mengisahkan seseorang, peristiwa, dan hal-hal lain di sekitarnya yang dikisahkan secara panjang dan rumit. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa pola dari kedua bentuk dongeng ini. Adapun kedua pola tersebut ialah sebagai berikut ini!


A. Contoh Cerita Cerpen


Segenggam Tanah Kuburan*


Karya: Kuntowijoyo


Inilah daerah ia mengambil tanah. Dirabanya kantong di pinggang, talinya melilit bulat perutnya. Sebentar angin menerpa di daerah terbuka itu, menyentuh baju dan celana hitamnya yang longgar, kemudian menimpa gelagah, bunyi keresak yang menjauh. Ada bunyi anjing melolong di kejauhan. Laki-laki itu melihat anjingnya menegakkan telinga, moncongnya mengarah ke bunyi itu, sementara ujung ekornya bergerak-gerak.


“Ssst, jangan disahut.” Dia tahu, bila Kliwon menyahut, akan tiba anjing berama-rami, dan mulailah keributan. Itu akan menggagalkan pekerjaannya. Tentu alasannya ialah anjing akan lebih suka pada betina daripada tuannya.


Dia mendaki dengan merangkak-rangkak, hanya rerumputan yang menutup tanah itu. Sekali-kali tanganyya mencabut rumputan dari akarnya. Bajunya menyentuh rumput, dan dingin tanah terasa di perutnya. Anjing itu telah bangkit di sana, di bantalan gumuk. Juga ia sendiri, sebentar kemudian. Anjing itu mendekam, kemudian ia sendiri. Dia duduk bersila, menulang lengan di dada. Dunia menghilang dari indranya.


B. Contoh Cerita Novel


Perahu Kertas**


Karya: Dewi “Dee” Lerstari


Amsterdam, Juni 1999….


Tidak ada alasan untuk meninggalkan Amsterdam pada demam isu panas. Inilah masa terbaik untuk bersepeda di sekitar Leidsplein dan Dam Square sambil menikmati sinar matahari yang merupakan nirwana tahuna bagi warga kota. Ia masih ingin duduk di pinggir pantai Blomendahl berbekal kancas dan alat lukis, atau menikmati koffie verkeerd di salah satu kafe di 9 Straatjes dari pagi sampai sore bersama dengan buku sketsanya.


Sambil mengosongkan baris terakhir bukunyadari rak yang bergantung di samping daerah tidur, pertanyaan yang sama seminggu terakhir ini berulang di kepalanya: umurku gres jalan delapan belas, tapi kenapa saya merasa terlalu lelah untuk semua ini?


……………………………………………………………………………………………………………………………………………………


Jakarta, Juli 1999….


Cewek bertubuh mungil itu tak henti-hentinya bergerak, berjingkat, kadang melompat, bahkan kakinya menendangi udara. Padahal kegiatannya hanyalah mengemas buku ke dalam dus, tapi ia memutuskan unuk mengkombinasikannya dengan berjoget.


Kupingnya tersumbat earphone yang mengumandangkan musik new wave koleksi abangnya. Dia gres lulus Sekolah Menengan Atas sebulan yang lalu, tapi selera musiknya sama dengan anak Sekolah Menengan Atas lima belas tahun yang lalu. Semua orang selalu bilang, yang namanya Kugy itu luarannya doang up-to-date, tapi dalamnya out-of-date. Yang dikatai malah hambar cenderung bangga. Kugy tetap bersikeras bahwa musik ’80, terkecuali fashion-nya, sangat keren dan jenius.


…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….


Demikianlah beberapa pola dongeng cerpen dan novel dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah tumpuan soal dongeng pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng cerpen, contoh dongeng novel, contoh mite atau mitos, contoh dongeng parabel, contoh dongeng sage, contoh fabel pendek beserta strukturnya, serta jenis-jenis alur cerita. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi pembaca sekalian, baik itu mengenai cerita, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia. Sekian dan juga terima kasih.


*Disadur dari buku kumpulan cerpen “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” karya Kuntowijoyo.


**Disadur dari laman https://www.bacanovelonline.com/novel-perahu-kertas/



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, September 25, 2018

√ Pola Dongeng Singkat Dalam Bahasa Indonesia

Cerita merupakan suatu karangan yang berisi kisah suatu tokoh, entah itu fiktif atau nyata. Pada zaman dahulu, dongeng biasanya disampaikan secara lisan, baik itu didongengkan dari lisan ke mulut, maupun didongengkan dengan cara disenandungkan atau diiringi musik tertentu. Semakin berkembangnya zaman, dongeng sekarang tak hanya dilisankan saja. Namun, sekarang dongeng bisa diabadikan melalui tulisan, baik yang termaktub di buku, blog, maupun media lainnya.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui ibarat apa pola sebuah dongeng yang akan ditampilkan secara singkat di artikel kali ini, di mana dongeng yang ditampilkan ini tidak lebih panjang daripada dongeng cerpen atau novel yang panjangnya hingga berhalaman-halaman. Adapun pola dongeng singkat tersebut yakni sebagai berikut ini!


Kisah ihwal Rusa, Tapir, dan Suatu Hutan yang Dihuni oleh Banyak Pepohonan


Di suatu hutan yang dihuni oleh banyak pepohonan, hidup seekor anak rusa yang hidup sendirian di hutan ini. Sebelumnya, rusa ini pernah hidup beramai-ramai bersama dengan orangtua, kerabat dan handai taulannya di suatu hutan yang lain. Sayangnya, semua kerabat si anak rusa tersebut telah menemui ajalnya lewat tembakan dan sayatan pisau para pemburu yang mengincar tanduk mereka. Beruntuk si anak rusa sempat berlari ke hutan berpenghuni pohon ini walaupun agak ringkih. Dengan berlinangan air mata, beliau melarikan diri dari suatu hutan yang lain tersebut menuju hutan yang sekarang tengah beliau singgahi.


Tak ada binatang lain di sini, selain si anak rusa itu saja. Karena tak ada teman, si anak rusa ini hanya makan, tidur, dan bermain-main sendiri saja di hutan ini. Jika sedang jenuh, biasanya beliau akan mengajak pepohonan di hutan ini untuk berbincang. Sayang, pepohon di hutan ini hanya bisa menumbuhkan bunga, daun, dan bunga saja tanpa berucap sepatah kata pun. Sia-sia memang mengajak pepohonan berbincang. Namun, apa daya, hanya itu yang bisa dilakukan si anak rusa tersebut.


Saat si anak rusa tengah bersandar di sebuah pohon, tiba-tiba muncul seekor binatang yang hidungnya bergerak ke sana ke mari dan bentuknya nyaris ibarat mirip belalai gajah dan hidung trenggiling. Hewan tersebut yakni tapir. Si tapir ini rupanya tengah mencari dedaunan yang merupakan makanan pokoknya. Dan, ya, si tapir berhasil menemukan apa yang dicari sekaligus menemukan seekor rusa yang bersandar di seuah pohon dengan penuh kelesuan.


Singkat cerita, kedua binatang ini pun berkenalan. Dan sesudah keduanya berkenalan, karenanya diketahui bahwa si tapir memiliki nasib yang sama dengan si anak rusa; sama-sama lari dari daerah tinggal asalnya untuk menghindar dari para pemburu yang mengincar mereka. Kesamaan nasib menciptakan keduanya pun semakin dekat dan menciptakan bertekad untuk menimbulkan hutan yang mereka huni dikala ini sebagai rumah bagi hewan-hewan lain yang senasib dengan mereka, ibarat harimau jawa, rajawali, trenggiling, babi rusa, dan lain sebagainya.


Demikianlah pola dongeng singkat dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai dongeng maupun bahasa Indonesia.


Jika pembaca ingin menambah wawasan ihwal cerita, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng cerpen, contoh dongeng novel, contoh dongeng cerpen dan novel, alur cerita, jenis-jenis alur cerita, tahapan dalam alur cerita, dan contoh alur dongeng dalam cerpen. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, September 24, 2018

√ Pola Kisah Pengalaman Langsung Dalam Bahasa Indonesia

Cerita merupakan uraian suatu kisah yang dialami oleh tokoh, baik secara positif ataupun fiktif. Cerita sendiri biasa disampaikan secara ekspresi maupun tulisan. Tema dongeng pun beragam, mulai dari legenda suatu daerah, hingga pengalaman langsung seseorang. Khusus untuk artikel kali ini, kita akan mengetahui ibarat apa rujukan sebuah dongeng wacana pengalaman langsung seseorang. Contoh dongeng tersebut dapat disimak sebagaimana berikut ini!


Kisah Tentang Aku dan Perempuan di Taman Dekat Sekolahku


Setiap pagi, saya selalu melintasi sebuah taman yang tak jauh dari sekolahku. Taman tersebut seringkali saya lewati setiap saya berangkat ke sekolah. Setiap melihat taman itu, saya selalu ingin duduk dan berdiam diri di sana selama berjam-jam. Banyaknya pepohonan yang daunnya rimbun, serta kebersihan taman yang selalu terjaga yaitu dua alasan mengapa saya selalu ingin berdiam diri cukup usang di taman itu. Sayang, hal itu tak pernah saya wujudkan sama sekali seumur hidupku. Kalaupun pernah, itu pun hanya beberapa menit saja.


Ya, saya sempat berdiam diri di taman ini dalam hiutangan beberapa menit. Sayang, setiap saya berniat ingin berlama-lama di taman ini, selalu saja ada hal yang membatalkan niatku tersebut. Mulai dari masuk sekolah yang berbunyi, hingga ibu yang selalu meneleponku biar segera pulang bila selesai berguru di sekolah.


Sewaktu pulang sekolah di waktu siang, saya melihat sesuatu yang berbeda di taman itu. Aku melihat ada sesosok anak wanita yang tengah terduduk sendiri di salah satu banku taman itu. Spontan saja saya mendekati sang wanita itu dan duduk di sampingnya.


Sempat saling membisu selama kurang lebih lima belas menit, kesudahannya saya pun mengajaknya berkenalan. Nama wanita yang duduk di sampingku itu berjulukan Vira. Perempuan itu ternyata yaitu siswi pindahan dari sekolah ini. Dia gres pindah ke sekolah ini seminggu yang kemudian dan pindah ke sekolahku alasannya yaitu ayahnya tengah berdinas di kota tempat kami tinggal ketika ini.


Selama seminggu, Vira berujar bahwa beliau belum menemukan siswa atau siswi yang dapat menjadi temannya. Selain menceritakan kegelisahannya soal tak adanya orang yang dapat beliau jadikan teman, beliau juga menceritakan banyak hal wacana dirinya kepadaku. Tak ada hal lain yang kulakukan di ketika itu selain mendengarkan dan terlarut dalam ceritanya itu. Saking larutnya saya dalam ceritanya, ponselku yang bergetar saja sampai-sampai saya abaikan.


Sudah hampir dua jam saya mengobrol dengan Vira yang ternyata anak XI-E IPS itu. Selama dua jam itu, bukan hanya saya yang larut dalam ceritanya, tapi juga beliau yang larut dalam ceritaku. Ya, kami saling bercerita selama dua jam yang terasa ibarat lima belas menit itu. Dua jam yang menciptakan saya tak sadar bahwa bunyi getaran ponselku yaitu menandakan bahwa ibuku telah meneloponku dan niscaya memintaku untuk segera pulang.


Dua ahad sehabis mengobrol dengannya, saya sudah tidak pernah melihat beliau di taman akrab sekolahku lagi. Selama saya mengobrol dengannya di dua ahad yang kemudian itu, kami tidak sempat bertukar nomor telepon, sehingga kami tidak pernah saling menghubungi via telepon atau aplikasi pengirim pesan lainnya. Kami juga tak saling mengunjungi kelas masing-masing sehabis dialog di taman sekolah kami, alasannya yaitu saya (dan mungkin juga dia) punya kesibukan sendiri. Aku pun kesudahannya menyambangi kelasnya yang tak jauh dari perpustakaan sekolahku itu. Kutanyai salah seorang sahabat kelasnya. Ternyata, sekarang beliau sudah tinggal di taman yang lain untuk selamanya. Vira, wanita yang kutemui di taman sekolahku itu, sekarang tengah tertidur nyenyak di taman kematian.


Demikianlah rujukan dongeng pengalaman langsung dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah wawasan soal cerita, maka pembaca dapat membuka beberapa artikle berikut, yaitu: contoh dongeng singkat, contoh dongeng cerpen, contoh dongeng novel, contoh dongeng cerpen dan novel, tahapan dalam alur cerita, jenis-jenis alur cerita, dan alur cerita.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Dongeng Alur Maju Dalam Bahasa Indonesia

Berbagai pola dongeng telah ditampilkan di beberapa artikel yang lalu. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh dongeng singkat, contoh dongeng pengalaman pribadi, contoh dongeng novel, contoh dongeng cerpen, serta contoh dongeng novel dan cerpen. Artikel ini juga akan menampilkan pola dongeng lainnya, di mana pada artikel ini, pola dongeng yang ditampilkan di artikel kali ini memakai salah satu di antara jenis-jenis alur cerita, yaitu alur maju. Alur ini merupakan alur yang tahapan dalam alur ceritanya dimulai dari pembukaan, pengenalan masalah, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian.


Adapun pola dongeng beralur maju tersebut ialah sebagai berikut ini!


Kemarau di Mimpi, Hujan di Nyata


Aku selalu menyukai hujan. Bukan hujan yang deras, tetapi hujan yang rintik dan menyembulkan aroma tanah yang khas. Aku sangat menyukai hujan, sampai-sampai terbawa dalam mimpiku. Aku selalu bermimpi hujan ynag rintik turun di alam mimpiku dan saya pun bermain hujan-hujanan di sana.


Hujan di mimpi itu menyenangkan. Sebab, kita dapat bermain hujan-hujanan di sana, tanpa takut dimarahi ibu atau terkena sakit demam. Tapi, hujan di mimpi itu menyebalkan. Sebab, terkadang dunia faktual selalu menyeret kita untuk kembali ke realitas; ke alam yang kita hadapi dengan penuh kesadaran.


Saat ini, hujan memang hanya dapat dinikmati dalam mimpi. Sebab, alam faktual sekarang sedang tidak hujan. Saat ini, alam faktual sedang mengalami demam isu kemarau. Menurut sejumlah andal cuaca yang kulihat di televisi, demam isu kemarau kali ini akan lebih usang dibanding beberapa tahun sebelumnya. Diperkirakan demam isu kemarau ini akan terjadi selama sepuluh bulan mendatang. Kecewa, panik, dan bahkan menyalahkan Tuhan ialah reaksi orang kebanyakan sesudah mendengar gosip jelek ini.


Aku juga sempat kecewa dan panik, bahkan ingin menyalahkan Tuhan. Tapi, sesudah kupikir lagi, kemungkinan kemarau selama sepuluh bulan itu kan baru prediksi. Mengapa harus takut? Toh, prediksi insan tidak akan dapat melampaui kedahsyatan kehendak Tuhan. Bisa saja kan kemarau tahun ini hanya berlangsung enam bulan saja menyerupai biasanya? Atau, bahkan dapat tiga bulan.


Saat yang lain panik dan galau memikirkan sumber air yang dapat digunakan ketika demam isu kemarau, saya hanya dapat berharap bahwa setiap mimpiku saya akan bertemu dengan hujan; bermain-main hujan di alam mimpiku. Benar saja, hujan di mimpiku ternyata tak ikut sirna alasannya kemarau di alam nyata. Hujan di mimpiku ternyata masih membasahi alam mimpiku yang tengah gembur dan telah menumbuhkan benih-benih imajinasiku.


Namun, bulan maduku dengan hujan di mimpi hanya sesaat. Sebab, pada suatu malam hujan, tak membasahi alam mimpiku. Hujan sekarang telah diganti oleh kemarau di mimpiku. Ah, sialan, mengapa kemarau dapat terjadi di alam mimpi juga? rutukku dalam hati. Di ruang mimpiku malam tadi, saya hanya melihat tanah-tanah yang retak dan menguning, serta sinar mentari yang panasnya duakali lipat dari biasanya. Tuhan, masihkah ada hujan di mimpiku, bahkan di alam nyataku? suara batinku berujar.


Enam bulan sesudah itu, hujan tak pernah lagi mampir di mimpiku. Ajaibnya, hujan justru malah hadir di kehidupan nyataku. Sudah kuduga, ternyata prediksi andal cuaca soal demam isu kemarau tahun ini tidak akurat. Ternyata benar, bahwa jikalau Tuhan berkehendak, maka beliau akan mematahkan seluruh prediksi insan mana pun, tak peduli bahwa prediksi insan itu akurat sekali pun. Ujarku dalam hati.


Hujan-hujanan tentu saja menjadi hal yang saya lakukan ketika hujan turun kembali di alam nyataku. Puas bermain hujan-hujanan, saya pun mengganti baju dan mengeringkan diri. Karena lelah, saya pun mengantuk dan beberapa ketika kemudian terdampar di alam mimpiku.


Di alam mimpiku itu, saya melihat sebuah telaga yang berada di depanku. Telaga itu pun kemudian berujar kepadaku, “Hai, Vira, apa kabar?” Aku pun kaget dan nyaris ingin lari terbirit-birit. Namun, ketika hendak melaksanakan hal itu, si telaga pun berujar lagi, “Jangan takut lagi, Vira. Aku ini hujan yang sering tiba ke mimpimu dan sekarang tengah berubah wujud menjadi sebuah telaga.”


“Lantas, mengapa kau mengubah wujudmu menjadi telaga dan tak menjadi hujan menyerupai biasa? Lalu, mengapa kau menghilang dari mimpiku selama enam bulan terakhir ini?” tanyaku menimpali ucapannya tadi.


“Karena Tuhan menghendakiku untuk menolong orang-orang di alam nyatamu. Karena Tuhan ingin saya kembali menghujani alam nyatamu yang tengah diselimuti oleh kemarau.”


Tak sempat kutimpali ucapannya, ibuku pun pribadi membangunkanku dan menyuruhku untuk makan malam.


Demikianlah pola dongeng alur maju dalam bahasa Indonesia. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, September 15, 2018

√ Pola Cerpen Fabel Singkat Dengan Pesan Moral

Fabel ialah salah satu dari jenis-jenis prosa dimana ceritanya memakai binatang sebagai para pemain di dalamnya. Ada banyak dongeng fabel yang beredar di Indonesia. Dan biasanya dongeng fabel selalu mempunyai pesan tersirat dan pesan budbahasa yang baik yang disampaikan di dalamnya. Berikut ialah salah satu dongeng fabel yang sanggup Anda ceritakan kepada anak-anak:


Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga serigala yang terdiri dari ibu serigala, ayah serigala, dan anak mereka, si Abu-abu. Abu-abu menjadi anak kesayangan dan selalu menerima perhatian penuh dari kedua orang tuanya. Namun suatu hari, ibu serigala melahirkan seekor serigala betina yang diberi nama si Putih. Pada mulanya Abu-abu bangga karen menjadi kakak, tapi usang kelamaan ia menjadi kesal.


Ia kesal alasannya ialah adiknya yang gres lahir menerima semua perhatian yang ia miliki dari kedua orang tuanya selama ini.  Abu-abu merasa tidak diperhatikan dan disayang lagi oleh kedua orang tuanya. Hingga suatu hari, Abu-abu meminta semoga adiknya dihilangkan saja kepada bintang di langit.


Pagi harinya, Abu-abu berdiri kesiangan dan segera menuju ke dapur alasannya ialah lapar. Ia melihat kedua orang tuanya sedang duduk di meja makan dan nampak sedih. Samar-samar ia mendengar bahwa mereka merindukan adiknya dan adiknya tidak di rumah. Abu-abu eksklusif teringat dengan permintaannya kepada bintang tadi malam. Ia bahagia permintaannya terkabul tapi juga sedih melihat kedua orang tuanya yang sedih alasannya ialah absensi adiknya di rumah.


Abu-abu pun kembali ke kamar dan menangis meratapi permintaannya. Ia berkali-kali mengucapkan doa semoga adiknya dikembalikan. Lalu tiba-tiba ibu masuk ke kamar dan keheranan melihat Abu-abu menangis.  Ia bertanya mengapa anak laki-lakinya menangis. Abu-abu pun menceritakan semuanya.


Ibu tersenyum kemudian mengelus kepala Abu-abu dengan lembut.


“Putih tidak hilang, Nak. Ia sedang di rumah nenek. Ayah dan Ibu memang merindukan adikmu tapi nanti sore Putih sudah pulang, kok.” terang Ibu sambil mencubit pipi Abu-abu.


Abu-abu pun merasa lega dan bersyukur. Sepulang adiknya dari rumah nenek, Abu-abu menjadi lebih sering menghabiskan waktu bermainnya bersama Putih,  dan kedua orang tuanya pun menjadi lebih sayang pada Abu-abu.


Itulah dongeng fabel singkat yang mempunyai pesan budbahasa untuk saling mencintai sesama saudara. Masih ada banyak artikel lain yang berkaitan dengan karangan dalam bahasa Indonesia, diantaranya ialah jenis-jenis novel, jenis-jensi prosa baru, perbedaan hikayat dan cerpen, macam-macam dongeng, contoh mite atau mitos, jenis-jenis karangan non ilmiah, contoh fabel pendek beserta strukturnya, contoh dongeng singkat, contoh dongeng alur maju, contoh dongeng cerpen dan novel dalam bahasa Indonesia, dan tahapan dalam alur cerita. Semoga bermanfaat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Dongeng Rakyat Indonesia

Cerita rakyat merupakan dongeng yang ada di suatu kawasan dan diceritakan oleh rakyat kawasan tersebut dari satu orang jke lain orang. Di Indonesia, jumlah dongeng banyak tergolong banyak, sebanyak jumlah kawasan di negara kita tersebut. Cerita rakyat sendiri biasanya disampaikan secara lisan, dari orang ke orang. Adapun isi dari dongeng rakyat sendiri biasanya berupa legenda terbentuknya kawasan mereka, atau mitos-mitos yang ada di sekitar mereka.


Pada artikelkali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa referensi dari dongeng rakyat tersebut. Contoh tersebut sanggup disimak sebagaimana berikut ini!


Cindelaras*


Suatu hari, terdapat suatu kerajaan berjulukan Kerajaan Jenggala yang dipimpin oleh raja berjulukan Raden Putra. Dalam memimpin kerajaannya, sang raja didampingi seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang jahat wataknya. Sang raja pun hidup rukun bersama kedua perempuan itu, sebelum sang selir melaksanakan suatu tindakan jelek yang merusak kerajaannya. Sang selir yang memiliki sifat iri itu ingin menjadi permaisuri sang raja, dan berniat untuk menyingkirkan permaisuri raja yang sekarang.


Untuk memuluskan rencananya tersebut, sang selir pun bekerja sama dengan seorang tabib istananya. Sang selir pun melaksanakan rencananya dengan cara berpura-pura sakit di depan sang raja. Sang raja yang melihat selirnya yang sakit itu pun segera memanggil tabib istananya. Sang tabib pun akal-akalan menilik sang selir dan lalu berkata bahwa sang selir telah diracun. Tanpa tendeng aling-aling, sang tabib pun menuduh permaisuri sang raja sebagai orang yang telah meracuin sang selir. Raja pun murka. Sang permaisuri pun dibuang dari istana. Sang raja pun mmerintahkan sang patih untuk membawa permaisurinya ke hutan untuk dibuang dan dibunuh di sana.


Sang permaisuri pun telah dibawa sang patih ke hutan. Sang permaisuri memang telah dibuang. Namun, sang permaisuri tidak dibunuh oleh sang patih alasannya yakni tak tega hati. Selain tak tega, sang patih kerjaan itu pun sudah mengetahui planning jahat selir kerajaan kepada sang permaisuri. Akhirnya sang patih pun menempatkan sang permaisuri ke sebuah gubug di hutan tersebut dan melumuri pedangnya dengan darah. Pedang tersebut sengaaja dilumuri olehnya biar beliau sanggup meyakinkan sang raja, bahwa permaisuri telah dibunuh olehnya.


Singkat cerita, sang permaisuri yang terbuang di hutan telah melahirkan seorang anak berjulukan Cindelaras. Rupanya, ketika dibuang sang raja, sang permaisuri tengah berbadan dua. Cindelaras ppun didiknya menjadi seorang anak lelaki yang besar lengan berkuasa dan baik hatinya.


Pada suatu hari, Cindelaras jadinya sanggup menemui sang raja yang notabene yakni ayah kandungnya. Pertemua itu terjadi ketika sang raja mengadakan lomba tabrak ayam, di mana Cindelaras yakni salah satu pesertanya. Cindelaras yang menang pun jadinya menerima hadiah dari lomba tersebut, yaitu separuh kerajaan sang raja. Sebelum haadiah diberikan sang raja menanyai siapa Cindelaras sebenarnya. Sang patih yang berada di bersahabat sang raja dan CIndelaras pun berujar, bahwa Cindelaras yakni anak sang permaisuri.


Sang raja pun terkaget dan menyadari kesalahannya. Cindelaras dan sang permaisuri pun dikembalikan ke istana, sedangkan sang selir beserta sang tabib pun dieksekusi oleh sang raja.


Demikianlah referensi ceirta rakyat dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah wawasan soal cerita, maka pembaca sanggup membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng cerpen, contoh dongeng novel, contoh dongeng cerpen dan novel dalam bahasa Indonesia, contoh dongeng singkat, contoh dongeng pengalaman pribadi, contoh dongeng alur maju, serta contoh dongeng mite atau mitos. Semoga bermanfaat.


*referensi: http://www.ufroog.com/cerita-rakyat.html/5



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, September 14, 2018

√ Pola Dongeng Rakyat Dari Betawi Dalam Bahasa Indonesia

Cerita rakyat merupakan dongeng yang ada di suatu tempat dan dilestarikan oleh rakyat di tempat tersebut. Biasanya dongeng itu dilestarikan dengan diceritakan dari satu orang ke lain orang. Adapun isi sebuah dongeng rakyat biasanya ihwal legenda terbentuknya tempat mereka, mitos di tempat mereka, serta tokoh hero mereka di masa lalu. Salah satu tempat di Indonesia yang memiliki ceirta rakyat yaitu JAkarta atau yang biasa juga disebut Betawi. Pada artikel kali ini, kita akan menetahui menyerupai apa teladan dongeng rakyat dari tempat Jakarta atau Betawi, Contoh tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!


Si Pitung*


Di suatu tempat berjulukan Rawa Belong, hiduplah sesosok hero berjulukan Si Pitung. Jagoan satu ini berwatak saleh, di mana ia selalu rajin salat dan berguru mengaji. Jagoan satu ini pun juga selalu berguru agama dari ulama kesayangannya, Haji Naipin. Selain saleh dalam agama, hero satu ini pun juga bakir dalam melaksanakan beladiri silat. Setiap habis mengaji, Si Pitung selalu berlatih guna meningkatkan meampuan silatnya.


Bisa dibilang ketika itu Si Pitung hidup di masa penjajahan Belanda. Di masa itu, rakyat Betawi diperas oleh penjajah, baik harta ataupun tenaganya. Tak terhitung berpa harta dan nyawa yang diperas oleh para penjajah. Melihat hal itu, Si Pitung pun terenyuh hatinya, dan dan ia pun memutuskan untuk membela wakyat Betawi yang tertindas.


Bersama dua temannya yang berjulukan Rais dan Ji’i, Si Pitung pun menciptakan agresi membela rakyat dengan cara merampok rumah taun tanah dan tauke kaya di sekitar tempat tempatnya tinggal. Hasil rampokannya itu ia berikan kepada rakyat jelata yang telah ditindasa oleh Belanda.


Apa yang dilakukan Si Pitung pun menciptakan Kumpeni Belanda resah. Pihak Belanda pun mencoba menggali warta ihwal siapa Si Pitung dan keberadaanya kepada warga sekitar. Namun warga tak kunjung menjawab. Tak menyerah, Kompeni Belanda pun mencoba membujuk warga dengan iming-iming uang yang besar. Namun, hal itu pun tak mempan juga. Kumpeni Belanda pun terpaksa melaksanakan tindak kekerasan kepada para warga, dan dengan cara itulah mereka berhasil mengetahui warta ihwal Si Pitung.


Pihak kumpeni pun berhaisl menerima warta mengenai Si Pitung, terutama mengenai kelebihan dan kelemahannya. Si Pitung memiliki kelebihan kebal senjata dan ilmu silat yang membuatnya leluasa merampok, tanpa gampang ditangkap ataupun ditembak.


Keluarga dan ulama kesayangan Si Pitung yaitu kelemahan dari sang hero tersebut. Pihak kumpeni pun menangkap keluarga dan guru Si Pitung tersebut semoga Si Pitung muncul dihadapan mereka. Si Pitung pun karenanya muncul juga. Si Pitung mencoba melawan mereka, namun tak sanggup. Ajal pun karenanya menghampiri sang hero Betawi tersebut.


Demikianlah teladan dongeng rakyat dari Betawi dalam Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai dongeng dari Betawi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan bila terdapat kekeliruan di dlam artikel kali ini. Sekian dan terima kasih.


Jika pembaca ingin menambah rujukan soal cerita, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng cerpen, contoh dongeng novel, contoh dongeng cerpen dan novel dalam bahasa Indonesia, contoh dongeng alur maju, contoh dongeng pengalaman pribadi, dan contoh  cerpen fabel.


*referensi: http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-jakarta-jagoan-betawi/



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Teladan Kisah Rakyat Aceh Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui ibarat apa contoh kisah rakyat Indonesia dan pola kisah rakyat dari Betawi. Kali ini, kita akan mengetahui ibarat apa pola kisah rakyat dari ujung barat Indonesia, yaitu Aceh. Di kawasan ini berbagai kisah rakyat. Salah satunya akan ditampilkan sebagai pola pada artikel kali ini. Adapun kisah rakyat tersebut yaitu sebagai berikut ini!


Mentiko Betuah*


Suatu hari di negeri Simeleu, hiduplah seorang aja yang memiliki anak berjulukan Rohib. Dalam kesehariannya, sang raja selalu memanjakan anak lelakinya ini. Hal ini pun menciptakan Rohib tumbuh menjaid anak yang manja. Suatu hari, sang raja menyekolahkan anaknya itu ke sebuah sekolah di luar kota. Tak tahan berguru di sana, sang anak raja pun kembali pulang ke negeri asalnya. Sang raja yang melihatnya pun kemudian memarahinya dan memberinya kata-kata. “Hai Rohib, mana hasil belajarmu selama ini di sana? Tak adakah? Dasar anak tak tahu diuntung! Pengawal, anakku ini tolong segera kalian gantung!”


Mendengar hal itu, sang permaisuri pun mengajukan permohonan kepada sang raja. Ia meminta anaknya untuk tidak dieksekusi gantung. Ia meminta sang raja untuk memberi anaknya modal, biar si anak manja itu suatu hari bisa menjadi pengusaha yang untung. Sang raja pun menyetujui inspirasi itu. Si anak raja pun juga juga mengiyakan hal itu. Rohib pun hasilnya berpamitan kepada kedua orangtuanya itu.


Rohib pun hasilnya melaksanakan perjalanan di luar istana. Suatu ketika, si anak raja itu pun menemui beberapa anak yang menembaki burung-burung dengan ketapel di tangan mereka. Rohib pun melarang mereka dan mengiming-imingi mereka dengan uang modal perjuangan yang ada di tangannya. Mereka pun hasilnya urung menembaki burung-burung itu. Rohib pun hasilnya kehilangan semua modal perjuangan tunjangan orangtuanya itu.


Karena lelah, Rohib pun beristirahat di bawah sebuah pohon rindang. Tanpa disadari, seekor ular pun tiba ke hadapan Rohib yang tengah beristirahat dan telah kehilangan uang. Rohib pun terbangun dan ketakutan sebab kehadiran ular tersebut. Namun, Sang Uar menenangkannya dan berkata bahwa ia tak akan menerkam si anak raja tersebut. Malahan, sang ular memberi sebuah kerikil berjulukan Mentiko Bertuah kepada si anak raja yang dianggapnya sebagai anak baik yang malang.


Kata sang ular, kerikil Mentiko Bertuah itu bisa mewujudkan segala harapan Rohib. Rohib pun bahagia bukan kepalang menermia kerikil tersebut, apalagi sehabis mengetahui kekuatan dibaliknya. Rohib si anak raja pun meminta uang yang banyak kepada kerikil Mentiko Bertuah untuk dibawa pulang ke istananya.


Uang-uang tersebut kemudian berhasil dibawa Rohib ke rumah. Sang raja yang merupakan ayahnya pun bahagia bukan kepalang…


***


Demikianlah pola kisah rakyat dari Aceh dalam Bahasa Indonesia. Sebetulnya, pola di atas masih ada lanjutannya. Namun, kelanjutan dari kisah tersebut tak bisa dituliskan di sini sebab satu dan lain hal. Adapun kisah yang disampaikan pada artikel kali ini diperlukan bisa memberi manfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik mengenai kisah rakyat Aceh maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia.


Jika pembaca ingin menambah wawasan soal cerita, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh kisah cerpen, contoh kisah novel, contoh fabel pendek beserta strukturnya, contoh mite atau mitos, dan contoh kisah pengalaman pribadi.


*Referensi: http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-nanggroe-aceh-darussalam/ (cerita lengkap pada artikel ini bisa dilihat di laman yang dicantumkan ini)



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, September 13, 2018

√ Pola Kisah Rakyat Orisinil Dari Banyumas Dalam Bahasa Indonesia

Beberapa pola dari dongeng rakyat sudah ditampilkan di artikel-artikel yang lalu. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain : contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, dan contoh dongeng rakyat Aceh. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa pola dongeng rakyat yang berasal dari tempat Indonesia lainnya, ialah Banyumas. Adapun pola dongeng rakyat dari Banyumas tersebut dapat disimak sebagimana berikut ini!


Babad Pasir Luhur


Alkisah, ada seorang raja berjulukan Prabu Siliwangi yang hendak menyerahkan tahta kerajaan Pajajaran miliknya ke putra mahkotanya. Sang raja bersedia menyerahkan tahtanya kepada putra mahkotanya yang benama Prabu Banyakcatra tersebut jikalau sang putra mahkota sudah punya istri. Sayangnya, Prabu Banyakcatra belum memiliki istri ketika itu. Akhirnya, ia pun berkelana ke banyak sekali tempat untuk mencari pendamping hidup yang diinginkannya.


Suatu ketika, sang putra mahkota hingga di sebuah tempat berjulukan Kadipaten Pasirluhur. Dia memasuki tempat tersebut dengan memakai nama samaran Kamandaka dan menyamar sebagai seorang rakyat jelata. Kebetulan, di tempat tersebut ada seorang putri adipati yang belum menikah. Adapun putri raja tersebut berjulukan Dewi Ciptarasa yang merupakan putri dari adipati Kandhadhaha. Untuk mendekati putri bungsu adipati tersebut, Prabu Banyakcatra pun mendekati patih Kadipaten Pasirluhur dan ia pun berhasil diangkat menjadi anak oleh patih tersebut.


Singkat cerita, Prabu Banyakcatra yang tengah menyamar menjadi Kamandaka pun berhasil erat dengan Dewi Ciptarasa. Kedekatan keduanya pun semakin intim. Suatu ketika, kedekatan sepasang manusia itu diketahui oleh kaka Dewi Ciptarasa dan pribadi mengadukannya ke Adipati Kandhadhaha.


Mendengar hal itu, Adipati Kandhadhaha pun marah dan menyuruh Patih Kadipaten Pasirluhur untuk membunuh Kamandaka. Sang Adipati marah sebab merasa anaknya tak pantas berdekatan dengan Kamandaka yang seorang rakyat jelata. Patih Pasirluhur pun ragu untuk membunuh anak angkatnya tersebut.


Patih Pasirluhur pun membiarkan Kamandaka untuk kabur dari Paasirluhur. Tindakan itu pun diketahui Adipati Kandhadhaha selaku Adipati atau pemimpin utama Pasirluhur. Dia pun memerintahkan prajuritnya untuk mengejar Kamandaka. Kamandaka berhasil dikerja para prajurit adipati Kandhadhaha. Karena terdesak, Kamandaka pun terjun ke sungai. Setelah terjun ke dalam sungai, sebuah usus pun mengambang ke permukaan sungai tersebut. Para prajurit pun menerka itu usus Kamandaka yang diduga dimakan buaya sungai tersebut. Para prajurit itu pun segera melaporkan insiden tersebut ke adipati Kandhadhaha.


Ternyata Kamandaka tidak tewas. Dia sekarang malah berencana kembali ke Pasirluhur. Dia kembali ke tempat itu tidak dengan memakai nama samaran ‘Kamandaka.’ Selama kembali dari Pasirluhur, ia telah mengganti identitasnya beberapa kali, dimulai menjadi Si Sulap sang hebat s4bong 4yam, hingga menjadi seekor lutung yang membuatnya berhasil mendekati dan mendapat Dewi Ciptarasa.


Demikianlah pola dongeng orisinil dari Banyumas dalam bahasa Indonesia. Contoh di atas hanyalah versi ringkas dari dongeng aslinya. Adapun versi panjangnya, dapat dilihat di laman http://www.grandkartech.com/manajemen/foto/1385361506.pdf. Dengan ditampilkannya pola dongeng tersebut, maka pembahasan artikel kali ini dicukupkan saja hingga di sini. Semoga dapat memberi manfaat untuk para pembaca sekalian. Sekian dan juga terima kasih.


Jika pembaca ingin menambah wawasan soal cerita, maka pembaca dapat membuka artikel: pola dongeng singkat, contoh cerpen fabel, contoh mite atau mitos, serta contoh dongeng cerpen dan novel dalam bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Kisah Rakyat Bali Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui dongeng Babat Pasirluhur yang merupakan salah satu contoh dongeng rakyat orisinil Banyumas. Cerita tersebut berkisah perihal Prabu Banyakcatra yang berjuang mendapat cinta Dewi Ciptarasa. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui teladan dongeng rakyat dari kawasan lainya, yaitu Bali. Cerita yang ditampilkan pada artikel kali ini bukanlah dongeng rakyat bertema percintaan layaknya Babad PAsirluhur. Namun, teladan dongeng rakyat kali ini temanya condong ke arah legenda. Adapun teladan dongeng rakyat Bali tersebut ialah sebagai berikut ini!


Danau Batur*


Alkisah, hiduplah sepasang suami istri yang belum beranak meski sudah usang menikah. Tak henti-hentinya mereka berdoa kepada Tuhan supaya sanggup dikaruniai seorang anak. Doa mereka pun karenanya dikabulkan. Dari rahim sang istri, lahirklah seorang anak laki-laki. Sayang, sepasang suami istri itu malah meningal dunia tatkala anak mereka gres lahir ke dunia.


Sang anak bayi itu pun bertumbuh dengan pesat. Sang anak bayi itu memiliki kebiasaan makan yang lahap, yang membuatnya tumbuh besar dengan cepat. Semua sumber kuliner yang beliau sanggup berasal dari para warga yang kasihan kepadanya. Sang anak yang lalu bertumbuh cukup umur itu pun diberi nama Kebo Iwa.


Setelah dewasa, Kebo Iwa pun menjadi sesoso insan bertubuh besar yang pemarah. Hal itu membuatnya ditakuti oleh warga sekitar. Namun, meski begitu, beliau tak pernah sungkan untuk membantu warga di sekitarnya bila memang dibutuhkan.


Suatu hari, warga desa di tempat Kebo Iwa berada tengah berdiskusi. Dari hasil diskusi tersebut, diambil kesimpulan bahwa mereka akan membangun sebuah bak persediaan air untuk memenuhi kebutuhan air mereka, terutama ketika isu terkini kekeringan nanti.


Hasil diskusi itu pun disampaikan oleh salah satu warga ke Kebo Iwa. Setelah hasil diskusi disampaikan, salah satu warga tersebut lalu meminta dukungan Kebo Iwa untuk membangun bak yang dimaksud. Kebo Iwa pun mengiyakan saja undangan tersebut.


Kebo Iwa pun memulai pekerjaannya. Pekerjaan itu ia mulai dengan menggali tanah yang telah dilakukan oleh kepala desa. Lokasi tersebut tergolong sulit untuk digali, alasannya ialah terdapat banyak bebatuan kapur di dalamnya. Meski sulit, namun hal itu tak menciptakan Kebo Iwa gentar. Malahan, Kebo Iwa berhasil mengeluarkan bebatuan kapur tersebut dan melemparkannya ke pinggir lubang.


Pekerjaan yang dilakukan Kebo Iwa tersebut karenanya menuai hasil. Air pun memancar dari tanah yang telah digali tersebut. Para warga pun besar hati dan memberi imbalan Kebo Iwa berupa kuliner yang banyak. Kebo Iwa pun menyantap makanan-makanan tersebut di tanah galian tersebut.


Akibat kekenyangan, Kebo Iwa pun tertidur di tanah galian tersebut. Lambat laun, tanah galian Kebo Iwa tersebut kian meluruh alasannya ialah tak sanggup menahan beban Kebo Iwa. Air di tanah galian pun mulai bertambah volumenya, bahkan menenggelamkan rumah para warga. Batu-batu kapur yang dilemparkan Kebo Iwa pun perlahan karam ke lubang bak tempat Kebo Iwa tenggelam. Bebatuan tersebut kelak dinamai menajdi Bukit Batur, sedangkan air yang menenggelamkan warga sekitar tersebut telah menjelma danau dan dinamai dengan Danau Batur.


Demikianlah teladan dongeng rakyat Bali dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca hendak menambah acuan soal dongeng rakyat dan jenis dongeng lainnya, maka pembaca sanggup membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Aceh, contoh dongeng singkat, teladan cerpen fabel, dan contoh mite atau mitos.


*Referensi: http://dongengceritarakyat.com/kumpulan-cerita-rakyat-bali-paling-terkenal/



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, September 12, 2018

√ Pola Kisah Rakyat Bengkulu Dalam Bahasa Indonesia

Bengkulu merupakan salah satu darah di Indonesia yang memiliki dongeng rakyat. Sama menyerupai dongeng rakyat pada umumnya, dongeng rakyat dari tempat ini juga diceritakan secara ekspresi dari orag ke lain orang, dan dari generasi ke generasi. Salah satu dongeng rakyat yang populer di sana ialah asal-usul dari nama kota mereka sendiri. Khusus untuk artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa dongeng asal seruan nama Bengkulu yang merupakan tumpuan dongeng rakyat dari tempat yang berada di barat daya Pulau Sumatera tersebut.


Adapun dongeng rakyat yang dimaksud sanggup disimak sebagaimana berikut ini!


Asal Muasal Nama Bengkulu*


Alkisah, berdirilah sebuah kerajaan yang berjulukan Kerajaan Serut. Kerajaan ini dipimpin oleh Ratu Agung yang memiliki tujuh orang anak. Anak sulungnya berjulukan Pangeran Anak Dalam, sedangkan anak bungsunya berjulukan Putri Gading Cempaka.


Saat Ratu Agung wafat, sang anak sulung karenanya dinobatkan sebagai pemimpin gres Kerajaan Serut. Ia pun meneruskan tahta dari orangtuanya tersebut dengan baik, adil, dan bijak. Di bawha kepemimpinannya, sektor perdagangan kerajaannya tersebut berkembang dengan begitu pesat.


Seiring waktu berjalan, Putri Gading Cempaka tumbuh sampaumur dan berkembang menjadi menjadi seorang putri yang cantik. Kecantikannya itu pun termahsyur dan menciptakan pangeran dari banyak sekali kerajaan ingin meminang adik dari penerus Ratu Agung tersebut.


Salah satu yang berminat melamar Putri Gading ialah seorang pangeran dari kerajaan Aceh. Sang pangeran itu pun mengirim utusan guna melamar sang adik bungsu Kerajaan Serut tersebut. Sayangnya, lamaran itu ditolak mentah-mentah oleh Pangeran Anak Dalam selaku abang dari Putri Gading Cempaka.


Mengetahui penolakan tersebut, sang pangeran Aceh pun menjadi murka. Tak usang kemudian, pangeran kerajaan Aceh pun memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang Kerajaan Serut pimpinan Pangeran Anak Dalam.


Mengetahui rencana pangeran Aceh tersebut, Pangeran Anak Dalam pun kemudian menyediakan sejumlah seni administrasi untuk meredam serangan musuhnya tersebut. Taktit tersebut ia lakukan dengan menebang pepohonan di sekitar wilayah kerajaannya. Batang pepohonan tersebut lantas dibuang ke sungai semoga sanggup menghambat laju pasukan Aceh yang menyerang lewat jalur air.


Saat pasukan Aceh datang, mereka terkejut bukan kepalang. Mereka melihat sungai yang seharusnya sanggup dimasuki, kini telah dihambat oleh banyaknya batang pepohonan. Meski terkejut, mereka ternyata tidak gentar. Malahan, mereka pun berusaha sekuat tenaga untuk melewati semua batang pohon tersebut, sembari berteriak “Empang Ka Hulu!”, “Empang Ka Hulu!”. Dengan perjuangan keras tanpa henti, mereka pun berhasil melewati semua batang pohon tersebut.


Para prajurit pasukan Aceh pun karenanya hingga di daratan kerajaan Serut. Tak usang kemudian, mereka pun disambut oleh serangan pasukan kerajaan Serut yang sengaja disediakan untuk menyerang pasukan Aceh. Peperangan keduanya pun terjadi dan berlangsung begitu sengit. Sangking sengitnya, tak ada satu pun yang menang atau kalah pada peperangan tersebut. Yang ada hanyalah banyaknya korban yang berjatuhan dari kedua belah pihak.


Melihat peperangan yang tak kunjung usai tersebut, Raja Anak Dalam pun menjadi begitu sedih. Ia sudah tak sanggup lagi melihat korban-korban yang berjatuhan akhir perang tak kesudahan tersebut. Perang itu pun karenanya berakhir dengan komitmen tenang antara dua [ihak, dan Pangeran Anak Dalam beserta enam adiknya pun berpindah tempat tinggal ke Gunung Bungkuk.


Wilayah bekas peperangan dua kerajaan itu pun karenanya berubah nama menjadi Bengkulu, yang diambil dari semboyan “Empang Ka Hulu” yang diujarkan oleh pasukan Aceh dikala peperangan terjadi. Semboyan tersebut selalu berganti penyebutannya di tiap waktunya, sehingga pada karenanya semobyan tersebut pun kini menjadi Bengkulu yang kita kenal menyerupai sekarang.


Demikianlah tumpuan dongeng rakyat Bengkulu dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah referensi soal dongeng rakyat dan jenis dongeng lainnya, maka pembacabisa membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Aceh, contoh certa rakyat orisinil dari Banyumas, contoh dongeng rakyat Bali, contoh dongeng cerpen, dan contoh cerpen fabel.


*Referensi: https://histori.id/legenda-asal-mula-nama-bengkulu/



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Dongeng Rakyat Cianjur Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui menyerupai apa asal seruan kota kawasan Bengkulu dalam artikel contoh dongeng rakyat Bengkulu. Kali ini, kita juga akan mengetahui kisah asal seruan kawasan lainnya yang disajikan dalam suatu dongeng rakyat. Adapun kawasan tersebutadalah Cianjur. Daerah ini merupakan salah satu kawasan penghasil beras berkualitas di Indonesia, dan letaknya berdekatan dengan kawasan Bogor. Adapun teladan dongeng rakyat dari kawasan ini sendiri yaitu sebagai berikut ini!


Asal Muasal Cianjur*


Suatu hari di kawasan Jawa Barat, hiduplah seorang lelaki yang paling kaya di desanya. Semua sawah dan ladang di desanya yaitu miliknya sendiri. Adapun warga di desa tersebut yaitu buruh tani dari si lelaki kaya tersebut. Selain kaya, si lelaki tersebut dikenal pula sebagai sosok yang kikir. Oleh karenanya, sosok lelaki itu oleh sering dipanggil Pak Kikir oleh warga sekitar.


Pak Kikir si lelaki kaya nan kikir itu memiliki seorang anak lelaki. Berbeda dengan ayahnya, si anak justru memiliki sifat yang baik lagi dermawan. Tak jarang, anak Pak Kikir tersebut suka membantu para warga yang tengah kesusahan.


Menurut tradisi di kawasan Pak Kikir tinggal, para warga mesti merayakan pesta syukuran jikalau ingin menerima hasil panen yang melimpah. Khawatir hasil panennya buruk, Pak Kikir pun kesannya mau tak mau mengadakan program syukuran tersebut.


Semua penduudk desa diundangnay untuk menghadiri syukuran tersebut. Penduduk desa menduga bahwa mereka akan diberi jatah makan yummy oleh Pak Kikir. Namun, kenyataan berkata lain. Mereka justru hanya menerima makanan yang a la kadarnya. Saking a la kadarnya, makanan yang disediakan pun tak bisa dinikmati oleh semua warga desa yang hadir. warga desa yang tak menerima hidangan pun hanya bisa mengelus dada melihat tingkah laris Pak Kikir tersebut.


Sebagian warga lain pun mengunjingkan perilaku jelek Pak Kikir tersebut. Bahkan, ada di antara mereka yang mengutuk biar hasil panen Pak Kikir gagal semua. Di tengah keramaian pesta sykuran, tiba-tiba datanglah sesosok nenek-nenk tua yang meminta sedekah kepada pemilik hajat pesta tersebut, yang tak lain yaitu Pak Kikir.


Pak Kikir yang dimintai sedekah oleh nenek itu justru murka dan mengusir sang nenek. Tak kuasa menahan air mata, sang nenek pun menangis dan meninggalkan rumah Pak Kikir. Melihat hal itu, anak Pak Kikir pun rahasia membungkus jatah makan siangnya, dan memberikannya pada si nenek yang sudah berada di ujung desa.


Sang nenek pun mendapatkan pemberian dari anak Pak Kikir. Dalam hatinya, sang nenek pun berseru “awas kau, Pak Kikir, kamu akan mendapatkan ganjaran dari perbuatanmu!” Sang nenek itu pun menancapkan tongkat yang dibawanya ke tanah kemudian mencabutnya kembali.


Dari bekas tancapan tongkat tersebut, muncullah air yang pelahan semakin besar volumenya. Lambat laun, air itu pun mulai membanjiri rumah warga. Anak Pak Kikir yang melihat hal itu lantas menyuruh warga desa untuk menyelamatkan nyawa mereka, termasuk kepada ayahnya.


Saat semua orang menyelamtkan diri ke dataran yang lebih tingi, Pak Kikir justru tidak mengikutinya. Dia justru menentukan untuk mengambil semua hartanya terlebih dulu dibanding nyawanya. Akibatnya, ia pun ditenggelamkan oleh pedoman air itu bersama dengan harta bendanya.


Anak Pak Kikir yang selamat pun memutuskan untuk mencari kawasan lain. Singkat cerita, mereka pun berhasil mendapatkannya. Para warga pun menunjuk anak Pak Kikir sebagai pemimpin mereka. Anak Pak Kikir berhasil menjalani kepercayaan itu dengan baik. Keputusan-keputusannya yang bijaksana tersebut bisa selalu menjadi tawaran yang dianut oleh warganya. Hal itu pun menciptakan kawasan gres mereka menjadi kawasan yang subur dan cukup air.


Daerah itu pun kemudian dinamai “Cianjur” yang berasal dari dua kata, “Ci” dan “Anjur”. Kata “Ci” yang berarti “air”, merujuk dari melimpahnya sumber air di kawasan itu, dan “Anjur” yang bermakna “Anjuran” diambil dari anjuran-anjuran anak Pak Kikir yang menjadi salah satu faktor berhasilnya pembangunan kawasan tersebut.


Dekikianlah teladan dongeng rakyat CIanjur dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah rujukan soal dongeng rakyat dan ceritalainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Aceh, contoh dongeng rakyat orisinil dari Banyumas, contoh dongeng rakyat Bali, dan contoh dongeng singkat.


*Referensi: http://kanaljabar.com/cerita-rakyat-asal-mula-kota-cianjur/



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, September 11, 2018

√ Teladan Kisah Rakyat Dari Sumatera Utara Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui menyerupai apa contoh-contoh dongeng rakyat di beberapa artikel yang lalu. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain: contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Aceh, contoh dongeng rakyat orisinil dari Banyumas, contoh dongeng rakyat Bengkulu, contoh dongeng rakyat Bali, dan contoh dongeng rakyat Cianjur.


Artikel kali ini pun juga akan menampilkan referensi dongeng rakyat dari kawasan lainnya. Adapun kawasan tersebut yaitu Sumatera Utara. Contoh dongeng rakyat dari kawasan ini sendiri bisa disimak sebagaimana berikut ini!


Asal Muasal Tanjung Morawa*


Suatu hari, terdapat sebuah kampung yang berjulukan Kampung Pematang Panjang. Kampung ini terletak di tepi sungai Blumei. Sungai ini merupakan sarana kemudian lintas perdagangan yang menghubungkan Pusat Perdagangan Rantau Panjang dengan Kampung Talun Kemas. Masyarakat Kampung Talun Kemas sering sekali singgah ke Kampung Pematang Panjang bila hendak berdagang ke Rantau Panjang.


Entah apa pasalnya, tiba-tiba warga Rantau Panjang bertengkar dengan warga Talun Kemas yang berkunjung ke kampung mereka. Pertengkaran kedua pihak itu sulit untuk dilerai. Singkat cerita, warga Talun Kemas pun kalah dan mengadukan hal itu ke ke kepala kampung mereka. Mereka pun berniat untuk membalaskan dendam mereka ke warga Kampung Pematang Panjang.


Aksi balas dendam pun dimulai dengan mengirim dua kepetangan ke kampung tersebut. Kedua kepetangan tersebut hingga di kampung yang terletak di sungai Blumei tersebut. Karena lelah, keduanya pun beristirahat sejenak di salah satu pohon yang di bab bawahnya terdapat daun-daun pohon tersebut yang meluruh ke tanah.


Daun-daun tersebut ternyata yaitu daun nyiru yang populer sanggup memberi dampak gatal bagi kulit. Tentu sja kulit kedua kepetangan tersebut menjadi gatal dan mereka pun kemudian menggarkuknya. Nahas, bukannya hilang, rasa gatal tersebut justru bermetamorfosis rasa perih yang tak tertahankan.


“Celaka, tampaknya warga ini sudah tahu kita akan membalaskan dendam kita. Jangankan warganya, pohonnya saja sudah tahu rencana kita. Jangan-jangan, nanti mereka akan merawar (memarahi) kita habis-habisan,” ujar asalah satu dari mereka.


Mereka pun kesannya pulang dan melaporkan bencana tersebut ke pemimpin mereka. “Tuan, tampaknya kita batalkan saja rencana balas dendam kita. Dari pada nanti Tanjung (warga Kampung Pematang Panjang) merawa kita,” saran salah seorang kepetangan tersebut kepada sang pemimpin desa.


Singkat cerita, pemimpin warga Talun Kemas beserta warganya mendatangi warga Kampung Pematang Panjang untuk meminta maaf. Permintaan maaf pun diterima. Kedua mata-matayang kulitnya perih akhir pohon nyiru pun diperintakan oleh warga Pematang Panjang untuk menggosokkan luka mereka ke tanah. Hal itu dilakukan biar rasa sakit pada kulit mereka hilang. Kedua kampung itu pun kembali berdamai dan hidup rukun menyerupai semula.


Sejak bencana tersebut, kampung Pematang Panjang pun berganti nama menjadi kampung Tanjung Merawa. Sejak Belanda menjajah kawasan ini, nama kampung itu pun berganti lagi menjadi Kampung Tanjung Morawa.


Demikianlah referensi dongeng rakyat dari Sumatera Utara dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawsan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai dongeng rakyat yang berasal dari Sumatera Utara pada khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula jikalau terdapat kekeliruan di dalam artikel kali ini. Sekian dan juga terima kasih.


*Referensi: http://dongengceritarakyat.com/dongeng-cerita-rakyat-sumatera-utara-asal-tanjung-morawa/



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Dongeng Rakyat Dari Jawa Tengah Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui menyerupai apa contoh dongeng rakyat dari Sumatera Utara. Kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa pola dongeng rakyat dari provinsi lainnya. Adapun provinsi tersebut yakni Jawa Tengah. Provinsi di tengah pulau Jawa itu memiliki sejumlah dongeng rakyat yang terkenal. Salah satu di antaranya akan ditampilkan pada artikel kali ini. Contoh dongeng rakyat tersebut sanggup disimak sebagai berikut ini!


Joko Kendil*


Alkisah, hiduplah seorang awantita renta bersama dengan seorang anak lelakinya. Anak lelakinya itu buruk dan juga pendek. Maka tak heran, jikalau anak tersebut sering dipanggil Joko Kendil oleh orang-orang di sekitarnya. Kendil sendiri merupakan sebuah periuk yang digunakan untuk menanak nasi. Kesamaan bentuk tubuh anak itu dengan kendillah yang menciptakan si anak dinamai Joko Kendil oleh orang-orang.


Meskipun tubuh anaknya tak sempurna, namun perempuan tersebut tetap mencintai anaknya tersebut. Bahkan, segala undangan sang anak selalu dituruti oleh dirinya. Suatu ketika, si anak pun meminta kepada perempuan tersebut biar beliau dinikahkan dengan seorang putri raja. Mendengar hal itu, perempuan tersebut menjadi kaget tak kepalang. Ia pun lantas berujar:


“Ingatlah siapa dirimu, Joko. Dan ingatlah pula menyerupai apa bentuk tubuhmu itu.”


“Semua ‘kan baik-baik saja, Bu. Pokoknya, saya minta tolong ke ibu untuk melamar seorang putri raja,” jawab Joko Kendil.


Dengan perasaan khawatir, perempuan itu pun menuruti impian si Joko Kendil.


Singkat cerita, ia pun telah menghadap seorang raja. Raja ini memiliki tiga orang anak. Kebetulan, ketiga anaknya yakni sosok putri yang berparas cantik. Dengan penuh ragu, perempuan itu  pun mengutarakan maksudnya kepada sang raja. Dia ingin salah satu putri raja dinikahkan dengan anaknya yang berjulukan Joko Kendil.


Mendengar hal itu, sang raja tidak murka sama sekali. Justru beliau mengungkapkan maksud perempuan itu kepada ketiga putrinya. Di antara ketiga putrinya tersebut, hanya putri bungsunya lah yang mau mendapatkan lamaran tersebut. Adapun keduanya tidak menyanggupi lamaran tersebut, sebab mereka mengetahui siapa Joko Kendil sebenarnya.


Pernikahan [utri bungsu dan Joko Kendil pun dilaksanakan. Setelah menikah, hinaan pun selalu bermunculan kepada diriputri bungsu sang raja, terutama dari kedua kakaknya. tentu saja hal itu membuatnya sedih.


Singkat cerita, sang raja mengadakan sebuah lomba ketangkasan. Semula, Joko Kendil ingin mengiuti lomba tersebut. Namun, hal itu urung dilakukan sebab kondisi kesehatannya yang tak memungkinkan. Lomba itu sendiir diikuti oleh para panglima yang gagah. Pangeran itu pun dikagumi oleh semua perempuan yang hadir ketika itu, termasuk kedua abang sang putri bungsu.


Kedua kaka putri bungsu itu pun lantas mengejek adinknya. Rasa murung sang putri bungsu pun tak tertahankan. Karena murung dan kesal, beliau pun menendang sebuah kendil yang ada di depannya. Mendengar bunyi sebuah kendil yang pecah, tiba-tiba sang pangeran pun mendekati sang putri bungsu tersebut.


Awalnya sang putri bungsu terkaget-kaget didekati oleh pangeran tersebut. Setelah sang pangeran menceritakan bahwa dirinya yakni Joko Kendil, sang putri bungsu pun balasannya luluh hatinya. Ternyata, selama ini Joko Kendil terkena kutukan yang menciptakan sosoknya menjadi buruk rupa.


Akhirnya, sepasang sejoli itu pun hidup berbahagia.


Demikianlah pola dongeng rakyat dari Jawa Tengah dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah wawasan soal dongeng rakyat, maka pembaca sanggup membuka beberapa artikel berikut, yaitu: contoh dongeng rakyat Indonesia, contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Bali, contoh dongeng rakyat Bengkulu, contoh dongeng rakyat Aceh, dan contoh dongeng orisinil dari Banyumas.


*Referensi: http://dongengceritarakyat.com/kumpulan-cerita-legenda-indonesia-dongeng-joko-kendil/



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, September 10, 2018

√ Teladan Dongeng Rakyat Dari Jawa Barat Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa pola dongeng rakyat dari banyak sekali provinsi. Contoh-contoh tersebut antara lain: contoh dongeng rakyat dari Sumatera Utara, contoh dongeng rakyat Bali, contoh dongeng rakyat Aceh, dan contoh dongeng rakyat dari Jawa Tengah.


Artikel kali ini juga akan menampilkan conth dongeng rakyat dari provinsi lainnya, ialah Jawa Barat. Adapun pola dongeng rakyat tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!


Ciung Wanara*


Di suatu tempat di Jawa Barat, berdirilah sebuah kerajaan yang berjulukan kerajaan Galuh. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja bijaksana berjulukan Raja Barma Wijaya Kusuma. Sang raja sendiri memiliki dua orang permaisuri, ialah Nyimas Dewi Naganingrum, dan Nyimas Dewi Pengreyep.


Suatu ketika, Nyimas Dewi Pengreyep melahirkan seorang anak pria yang tampan. Beberapa waktu berselang, Nyimas Dewi Naganingrum pun juga melahirkan anak pria yang tampan. Nyimas Dewi Pengreyep pun membantu proses persalinan salah satu permaisuri raja tersebut. Di lubuk hatinya, Nyimas Pengreyep menaruh iri hati pada Nyimas Naganingrum. Bahkan, ia punya rencana untuk menyingkirkan permaisuri satu ini.


Rencana jahatnya pun dimulai. Tanpa sepengetahuan Nyimas Naganingrum, Nyimas Pengreyep menukar anak Nyimas Naganingrum dengan seekor anak anjing. Sontak, seluruh lingkungan istana pun terkaget-kaget, termasuk Sang Baginda Raja.


Tanpa tendeng aling-aling, raja pun mmerintahkan pensihatnya untuk membunuh Nyimas Naganingrum dan membuang mayatnya jauh-jauh. Sang penasihat begitu tak tega untuk membunuh salah satu permaisuri raja itu. Akhirnya, ia pun tetapkan untuk menyelamtkan Nyimas Naganingrum ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain ia dan permaisuri raja tersebut.


Adapun anak orisinil dari Nyimas Naganingrum sudah dibuang Nyimas Pengreyep ke sungai dengan memasukkannya ke dalam sebuah keranjang. Anak orisinil Nyimas Naganingrum pun dipungut oleh sepasang suami istri yang tak sengaja melihat keranjang berisi bayi tersebut.


Singkat cerita, anak itu pun tumbuh besar dan diberi nama dengan Ciung Wanara. Ciung Wanara tumbuh menjadi seorang anak lelaki yang berpengaruh nan gagah. Suatu ketika, Ciung Wanara ingin berkelana ke Kerajaan Galuh. Kedua oangtua angkatnya pun menyetujui impian itu.


Dengan membawa ayam mahir peliharaannya, Ciung Wanara pun berkelana ke Kerajaan Galuh. Sesampainya di sana, ia bertemu dengan dua patih raja yang tertarik akan ayam mahir yang dibawa Ciung Wanara. Kedua patih itu pun mengadu ayam milik mereka dengan ayam milik Ciung wanara. Ayam milik Ciung Wanara itu pun berhasil mengalahkan dua ayam milik kedua patih tersebut.


Kedua patih tersebut melapor kepada sang raja, bahwa ada seorang cowok ganteng yang mahir langgar ayam di kerajaan Galuh. Beberapa dikala sehabis mendengar informasi tersebut, sang raja pun mengadakan lomba langgar ayam dengan iming-iming separuh kerajaan miliknya.


Lomba itu pun dimulai, dan sang raja pun alhasil menjumpai Ciung Wanara yang tak lain adlaah anak kandungnya.


Demikianlah pola dongeng rakyat dari Jawa Barat dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai ceritar rakyat khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.


Jika pembaca ingin menambah rujukan soal dongeng rakyat, amak pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yakni: contoh dongeng rakyat dari Betawi, contoh dongeng rakyat Bengkulu, dan contoh dongeng rakyat orisinil dari Banyumas.


*Referensi: http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-sunda-dongeng-ciung-wanara/



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 4 Jenis-Jenis Sudut Pandang Dalam Dongeng Bahasa Indonesia

Selain alur cerita, ada satu unsur penting yang mesti digunakan dalam penulisan sebuah cerita. Adapun unsur tersebut ialah sudut pandang. Sudut pandang sendiri ialah cara seorang penulis menempatkan dirinya dalam suatu cerita; apakah berperan sebagai pelaku, ataukah berperan sebagai saksi atas kisah tersebut.


Sudut pandang sendiri terbagi atas beberapa jenis. Adapun jenis-jenis sudut pandang dalam kisah sendiri akan dibahas khusus pada artikel ini, di mana pembahasan tersebut ialah sebagai berikut ini!


1. Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Pelaku Utama


Jenis-jenis sudut pandang yang pertama ialah sudut pandang orang pertama sebagai pelaku. Lewat sudut pandang ini, si penulis sengaja melibatkan diri dalam kisah yang dibuatnya sendiri, dan si penulis pun berperan sebagai pelaku dalam ceritanya. Salah satu ciri khas sudut pandang ini ialah adanya penggunaan kata aku atau saya pada tokoh utama ceritanya.


Misalnya:


Aku di sini masih duduk terdiam di dingklik taman ini. Aku masih mencerna apa maksud dari ucapannya tadi. Apakah ia sudha tak inginkanku lagi? Atyau, saya selama ini hanya dianggap bubuk baginya?


2. Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Pelaku Sampingan


Dalam sudut pandang ini, penulis masih melibatkan diri dalam sebuah kisah yang dibuatnya. Hanya saja, si penulis tak berperan sebagai tokoh utamanya. Melainkan, sebagai tokoh pendamping dari tokoh utama dari kisah yang dibuatnya.


Misalnya:


Aku melihat semburat air mata di mata Devi. Apakah ia bersedih? Aku pun memberanikan diri untuk bertanya padanya. Dia pun menjawab pertanyaanku. Bukan lewat tanggapan lisan, tapi lewat senyumnya yang ia paksakan.


3. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat


Jenis-Jenis sudut pandang slanjutnya ialah sudut pandang orang ketiga pengamat. Dalam sudut pandang ini, penulis sama sekali tak terlibat dalam ceritanya. Dia hanyalah berperan sebagai orang yang benar-benar menceritakan isi dari ceritanya. Dalam sudut pandang ini, si penulis mencoba mengisahkan kehidupan satu tokoh secara fokus tanpa menceritakan tokoh-tokoh lainnya.


Penggunaan kata ia dan dia adalah ciri khas dari sudut pandang ini. Akan tetapi, si penulis kisah juga kadang lansung menyebutkan nama tokoh dalam penggambaran sudut pandang ini.


Misalnya:


(a) Dia masih termenung di dingklik taman itu. Dia masih tertusuk oleh ucapan lelaki itu. Sebegitu kecilkah saya di matamu? gerutunya di dalam hati.


(b) Marrissa masih termenung di dingklik taman itu. Dia masih tertusuk oleh ucapan lelaki itu. Sebegitu kecilkah saya di matamu? Gerutu wanita berusia 20 tahun itu dalam hatinya.


4. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu


Jenis-jenis sudut pandang yang terakhir ialah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Jenis sudut pandang ini sebenarnya hampir sama dengan jenis sudut pandang yang ketiga. Hanya saja, dalam sudut pandang ini, si penulis tidak hanya menceritakan satu tokoh saja, melainkan semua tokoh yang ada di dalam ceritanya.


Misalnya:


Marrissa masih menangis tersedu di taman itu. Dia masih terpukul atas apa yang diucapkan Jordan kepadanya. Di sisi lain, Jordan yang mengucapkan hal itu juga menangis tersedu tatkala ia meninggalkan taman itu.


Demikianlah beberapa jenis sudut pandang dalam kisah bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin menambah rujukan soal cerita, maka pembaca dapat membuka beberapa artikel berikut, yaitu: jenis-jenis alur cerita, tahapan dalam alur cerita. unsur intrinsik dan ekstrinsik, contoh kisah singkat, contoh kisah pengalaman pribadi, dan contoh kisah alur maju. Sekian dan juga terima kasih.


Referensi:


Pengertian Sudut Pandang Dan Jenisnya Pembahasan Terjelas




Sumber https://dosenbahasa.com

Sunday, September 9, 2018

√ Pola Kisah Sudut Pandang Orang Pertama Sebagai Pelaku Utama

Salah satu di antara jenis-jenis sudut pandang dalam cerita yakni sudut pandang orang pertama sebagai [elaku utama. Dalam sudut pandang ini, si penulis menempatkan dirinya sebagai tokoh utama dalam kisah yang beliau buat sendiri. Penggunaan kata aku atau saya menjadi ciri khas utama sudut pandang ini.


Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa rujukan sebuah kisah yang memakai sudt pandang ini. Adapun rujukan tersebut yakni sebagai berikut ini!


Di Sebuah Halte


Seperti biasa, saya selalu menunggu di halte bus ini untuk menunggu dapat yang mengantarku pulang. Meski sekarang sudah ada kendaraan berbasis daring, saya masih tetap setia menaiki bus kota. Tak ada alasan spesifik mengapa saya masih suka menaiki bus kota. Kenyamanan. Mungkin itu yakni salah satu alasannya.


Seumur hidupku, saya tak pernah sekalipun naik bus kota bersama sahabat atau keluargaku. Teman-temanku semuanya sebagian sudah punya kendaraan sendiri, meski kendaraan yang mereka punya yakni derma orangtua mereka. Keluargaku juga sama. Mereka sudah punya kendaraan langsung masing-masing. Toh, kalau mereka malas naik kendaraan pribadi, mereka biasanya sering menaiki ojek daring.


Meski di halte dan bahkan di bus sesak oleh banyak orang, namun tak pernah sekalipun saya merasa di dalam keramian. Suasana di sekitarku memang bramai. Namun, jauh di sudut hatiku, saya merasa kesepian. Ingin rasanya saya punya sahabat yang dapat saya ajak bicara, entah di halte atau bahkan di bus.


Di tengah permenunganku, sesosok wanita duduk di sampingku. Aku ingin seakali menanyainya. Tapi saya takut, takut dikira saya ada niat jelek dengannya. Dan di tengah rasa takut itu, wanita itu justru berinisiatif mengenalkan dirinya padaku.


Namanya Gita. Dia seumuran denganku. Dia sedang menggu bus yang ternyata sejurusan denganku. Sebuah kebetulan? Ah, entahlah! Selepas perkenalan itu, kami pun berbincang-bincang secara intim. Banyak hal yang kami perbincangkan, mulai dari sekolah kami, hobi, hingga hal-hal yang menciptakan kami fobia.


“Wah, bus kita telah tiba,” ungkapnya tatkala sebuah bus berwarna biru bau tanah tiba menghampiri halte kami. Kami pun menaikki bus itu. Aku dan beliau duduk di sebelah kanan baris keempat. Setelah duduk, kami tak banyak berbincang. “Wah, gedung itu manis ya, kalau dilihat dari sini, ” ucapnya memulai pembicaraan. “Wah, iya juga ya,” timpalku.


Singkat cerita, kami pun hingga ke halte tujuan kami. “Aku pulang duluan ya,” ungkapnya dengan ramh kepaku. “Oke, hati-hati ya,” timpalku.


Setelah berpisah dengannya, hanya ada satu perasaan yang membuncah di dadaku: senang. Akhirnya, ada juga yang dapat kuajak berbincang, baik di halte maupun di bus.


Aku pun hingga di rumah. Tatkala saya memasuki ruang keluarga, saya melihat ayah sedang menonton isu di televisi. “Seorang gadis berusia 17 tahun tewas tertabrak sepeda motor dikala hendak menyeberangi Jalan Kenangan,” ujar reporter isu itu.


Tungu, Jalan Kenangan? Bukankah itu jalan yang akan dilalui Gita sesudah meniki bus tadi? Apakah gadis yang dimaksud reporter itu yakni Gita?


Semburat air mata pun mulai muncul di dua bola mataku.


Demikianlah rujukan kisah sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama. Jika pembaca ingin menambah wawasan soal cerita, maka pembaca dapat membuka artikel contoh cerrita singkat, contoh kisah alur maju, contoh kisah pengalaman pribadi, contoh kisah rakyat Bali, contoh kisah rakyat Aceh, dan contoh kisah rakyat Bengkulu. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, September 8, 2018

√ Pola Kisah Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Salah satu di antara jenis-jenis sudut pandang dalam cerita yakni sudut pandang orang pertama pelaku sampingan. Dalam sudut pandang ini, penulis dongeng melibatkan diri menjadi salah satu tokoh dalam dongeng buatannya. Bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai pendamping dari tokoh utama cerita. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui menyerupai apa tumpuan dongeng yang memakai sudut pandang ini. Contoh dongeng tersebut bisa disimak sebagaimana berikut ini!


Tentang Curhatan Sahabatku


Aku masih melihatnya termenung di sebelahku. Aku merasa, beliau tengah bersedih, Tetapi, saya tak tahu apa yang membuatnya bersedih. Untuk memecah ketidaktahuanku itu, saya pun lantas bertanya kepadanya. “Kau, kenapa?” Dia masih terdiam, belum juga menjawab tanya. Setakat, beliau pun berujar, “aku baik-baik saja.”


Ah, kau pembohong! ujarku dalam hati. Bagaimana tak bohong, mulutnya berujar tak apa, tapi mukanya mengisyaratkan kalau beliau tengah ada apa-apa. “Ya, sudah kalau begitu. Kalau ada yang ingin kau ceritakan, ceritakan saja kepadaku. Aku niscaya siap mendengarkanmu,” ujarku menimpalinya. Aku pun pergi meningalkannya sesudah itu.


bebebrapa hari kemudian, beliau pun mengirim pesan via WhatsApp kepadaku. Alya, hari ini kau sibuk, nggak? Aku mau ketemu, mau curhat sama kamu, suara pesannya kepadaku. Aku pun mengiyakan pesan itu seraya bertanya, mau curhat di mana? Kapan? Beberapa menit kemudian beliau membalas di rumahmu saja. Nanti sore. Aku pun mengiyakan saja permintaannya itu.


Sorenya, beliau pun tiba ke rumahku. Ada pemandangan asing yang kulihat dari dirinya. Aku melihatnya adanya kantung matanya yang menghitam, dan lebam biru di pipinya yang sebelah kiri. Dia pun juga membawa tas yang kelihatannya isinya banyak itu.


“Yuk, masuk saja eksklusif ke kamarku,” ungkapnya kepadaku.


Steelah berbasa-basi sejenak, beliau pun eksklusif memburaikan apa yang ada di hatinya selama ini.


“Ya, kau tahu, nggak, aku tuh selama ini selalu disiksa oleh orangtuaku. Aku selalu saj menjadi pelampiasan dari setiap kemarahan mereka. Setiap mereka marah, entah alasannya yakni pekerjaan mereka, atau alasannya yakni kakaku bermasalah, niscaya saya yang menjadi kambing hitamnya. Mulai dari dimarahi, hingga dipukul sudah saya rasakan. Ini juga tdai saya dipukul oleh mereka. Aku sudah nggak kuat lagi, Ya. Ini juga saya kabur rahasia dari u\rumah….”


Ceritanya pun terhenti oleh isakan tangisnya sendiri. Aku pun ikut tersedu karenanya. Di ketika menyerupai ini, saya tak bisa menasihati beliau atau memotivasinya dengan kata-kata bijak. Percuma, murung dan sakit hatinya itu takkan luruh oleh motivasi dan kata bijak yang sumir. Aku pun hanya bisa merangkulnya, sembari pelan-pelan memeluk tubuhnya yang rapuh itu. Sungguh malangnya dirimu, sahabatku.


Demikianlah tumpuan dongeng sudut pandang orang pertama pelaku sampiingan dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai dongeng dan sudut pandang khusnya, maupun mengenai bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Mohon dimaafkan pula kalau terdapat kekeliruan yang terkandung di dalam artikel kali ini. Sekian dan juga terima kasih.


Jika pembaca ingin menambah referensi soal cerita, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut ini, yaitu: contoh dongeng sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama, contoh dongeng orisinil dari Banyumas, alur cerita, jenis-jenis alur cerita, tahapan dalam alur cerita, dan contoh dongeng singkat.



Sumber https://dosenbahasa.com