Random post

Showing posts with label Definisi. Show all posts
Showing posts with label Definisi. Show all posts

Thursday, June 14, 2018

√ Definisi Puluhan Referensi Kalimat Kata Penghubung (Konjungsi)

Definisi & Puluhan Contoh Kalimat Kata Penghubung (Konjungsi) – Konjungsi atau kata penghubung ialah kata yang berfungsi untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang sifatnya sederajat, kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa atau menghubungkan kalimat dengan kalimat. Berikut yaitu contoh-contoh kalimat yang menggunakan konjungsi :


1. Kata penghubung “dan”


Contoh :


– Ria dan Rani berguru matematika.

– Adik membeli susu dan permen.

– Di antara dua buah kata kerja

– Ayah pergi dan pulang dari kantor naik mobil.

– Ririn membaca dan menulis sebuah karangan baru.

– Di antara dua kata sifat yang tidak bertentangan

– Adi itu anak yang rajin dan disiplin.

– Ayahnya lebih putih dan ganteng.

– Di antara dua buah klausa (bagian kalimat) dalam sebuah kalimat mejemuk

– Guru menulis materi dan siswa membaca buku.

– Kakak berguru Bahasa Cina dan adiknya berguru Bahasa Inggris.


2. Kata Penghubung “dengan”


Fungsinya untuk menyatakan adonan biasa atau sanggup pula dipakai di antara dua buah kata benda.


Contoh :


– Burung dengan sayapnya terbang ke angkasa.

– Aku pergi ke Jakarta dengan kakakku.

– Ibu memotong sayuran dengan pisau.

– Dia berlibur ke Bali dengan sahabatnya.


3. Kata Penghubung “serta”


Fungsinya untuk menyatakan adonan biasa yang dipakai di antara dua buah kata benda.


Contoh :


– Bapak bupati serta istrinya menghadiri program di alun-alun.

– Sang raja serta permaisurinya sedang tidak bisa diganggu.

– Jangan lupa membaca buku catatan serta buku materi untuk besok.


4. Kata penghubung “atau”


Fungsinya untuk menyatakan menentukan di antara dua pilihan yang disebutkan dalam sebuah kalimat. Dapat dipakai di antara dua buah kata atau dua frasa benda.


Contoh :


– Kata benda

– Ibu resah akan membeli mangga atau pisang.

– Peserta boleh menggunakan kemeja atau kaos dikala acara.

– Boleh duduk di bangku atau di lantai.

– Kata kerja

– Peserta sanggup menentukan untuk membaca atau menulis sebuah karangan bebas.

– Dilarang makan atau minum dikala berbicara dalam diskusi.

– Kata sifat (berlawanan makna)

– Tinggi atau rendah jabatan seseorang akan sama dimata hukum.

– Kaya atau miskin yaitu sebuah nasib yang sanggup diubah.

– Mahal atau murah akan kubeli kendaraan beroda empat itu.

– Dua klausa kalimat beragam setara

– Pak Hadi harus melunasi hutangnya atau rumahnya akan disita.

– Kita akan berangkat kini atau menunggu hujan reda.

– Kamu tiba ke rumahku atau saya harus tiba ke rumahmu?

– Jika pilihan lebih dari satu, maka konjungsi ditempatkan diantara unsur terakhir

– Kamu harus menentukan mangga, pisang, jeruk, atau nanas?

– Segera tentukan tujuan liburan yaitu Jakarta, Bali, atau Jogja?


5. Kata Penghubung “tetapi”


Fungsinya untuk menyatakan adonan kontradiksi dalam sebuah kalimat yaitu menyerupai :


– Kata sifat yang kontras

– Keluarganya memang miskin tetapi baik hati.

– Dia itu anak yang cerdas tetapi malas.

– Dua klausa yang subjeknya sama, predikatnya dua kata sifat yang kontras

– Bapak itu memang kekurangan, tetapi suka menolong.

– Dia tidaklah cantik, tetapi orangnya ramah.

– Doni tidaklah pandai, tetapi beliau rajin.

– Dua klausa yang subjeknya tidak sama, predikatnya dua kata sifat berlawanan

– Kakaknya sangatlah manis tetapi adiknya terlihat jelek.

– Ibu guru masih muda tetapi suaminya sudah tua.

– Dua klausa berisi pernyataan dan pengingkaran dengan pelengkap kata “tidak”

– Tadi malam hujan lebat tetapi tidak menyebabkan banjir.

– Saya tiba ke program ulang tahunmu tetapi tidak bertemu dengan orang tuamu.

– Kata hubung “tetapi tidak” dipakai antar kalimat.

– Kiki ingin kuliah di luar negeri. Tetapi orang tuanya melarang.

– Adik ingin makan permen. Tetapi sedang sakit gigi.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


6. Kata penghubung “namun”


Fungsinya untuk menggabungkan mempertentangkan, dipakai di antara dua buah kalimat. Kalimat pertama berisi penyatuan sedangkan kalimat kedua berisi pernyataan kontras dari kalimat sebelumnya.


Contoh :


– Setiap hari ia rajin berangkat ke sekolah pagi hari dan pulang ketika sore hari. Namun, di sekolah beliau hanya banyak bermain dengan teman.

– Pak Mardi hidupnya senang alasannya yaitu berkecukupan dan banyak hartanya. Namun, ia yaitu orang yang sangat pelit.


7. Kata penghubung “bahkan”


Fungsinya mengabungkan dan menguatkan, dipakai di antara dua buah kalimat.


– Orang itu bakir meramal. Bahkan ia tahu ramalan kematiannya.

– Agnez Monica yaitu seorang artis ternama. Bahkan ia mendapat penghargaan internasional.

– Anak itu bakir menipu orang. Bahkan orang tuanya sendiri menjadi korbannya.


8. Kata Hubung “jangankan”


Fungsinya menguatkan pertentangan, gunanya yaitu dalam pola berikut ini :


– Di depan klausa pertama sebuah kalimat mejemuk setara

– Jangankan menulis, membacapun ia tidak bisa.

– Jangankan naik taksi, naik angkotpun tak bisa bayar.

– Di depan klausa pertama kalimat beragam setara, klausa kedua diawali dengan kata sedangkan

– Jangankan pergi ke luar negeri, sedangkan untuk makan saja belum cukup.

– Jangankan makan makanan bergizi, sedangkan bisa makan nasi saja sudah syukur.

– Di depan klausa pertama kalimat beragam setara, klausa kedua diawali kata malah atau malahan

– Jangankan memberi kita hadiah, malahan kita yang dimintai hadiah.

– Jangankan mengajak kita jalan-jalan, malah kita yang membayari jalan-jalannya.


9. Kata penghubung “hanya”


Fungsi dari kata hubung “hanya” ada dua syarat sebagai berikut :


– Digunakan untuk menggabungkan-mengecualikan dalam dua buah klausa

– Semua topi berbentuk bundar, hanya topi ini saja yang berbentuk kerucut.

– Kami siap berangkat jadi TKI ke luar negeri, hanya beliau saja yang masih ragu.

– Semua orang berani naik motor, hanya beliau saja yang tidak berani.

– Mereka yaitu perempuan yang bakir berdandan, hanya saya saja yang tidak bakir dandan.

– Digunakan menggabungkan-mengoreksi, klausa pertama berisi pernyataan positif dan klausa kedua pernyataan mengurangi kepositifan klausa pertama.

– Gadis itu berwajah cantik, hanya badannya terlalu kurus tidak ideal.

– Dia sangat cerdas juga rajin, hanya saja orangnya kurang teliti.


10. Kata penghubung “sedangkan”


Fungsinya menggabungkan mempertentangkan atau mengkontraskan di antara dua klausa.


– Anak itu tidak sungguh-sungguh dikala di sekolahan, sedangkan ayahnya bekerja keras untuk menafkahinya.

– Boby badannya sangat gemuk, sedangkan ibunya badannya kurus.

– Ina anak yang pemalas, sedangkan kakaknya sangat rajin.


11. Kata penghubung “sebaliknya”


Fungsinya untuk menyatakan menggabungkan mempertentangkan dengan tegas dipakai di antara dua klausa atau di antara dua kalimat.


– Dalam bidang akademik Doni memang kurang pandai. Sebaliknya dalam bidang olahraga beliau juara nasional lomba lari.

– Di hadapan murid-muridnya beliau sangat galak. Sebaliknya dikala di rumah beliau ibu rumah tangga yang baik dan ramah.

– Adik memang belum bisa membaca. Sebaliknya beliau sangat bakir mewarnai.


12. Kata Penghubung “apalagi”


Fungsinya untuk menyatakan menggabungkan menguatkan, letaknya pada awal keterangan pelengkap ataupun kalimat tambahan.


– Untuk beli makan saja kekurangan. Apalagi mau membeli sepeda motor baru.

– Yang tinggi saja tidak bisa mencapainya. Apalagi saya yang punya tubuh pendek.


13. Kata Penghubung “itupun”


Fungsinya menggabungkan dan menguatkan, dipakai di antara dua buah kalimat yang pesannya sejalan. Biasanya kalimat pertama diawali kata hanya.


– Hanya membayar ojek sepuluh ribu rupiah saja masih hutang, itupun bila tukang ojeknya mau dihutangi.

– Hanya berbekal niat saya pergi ke ibu kota, itupun bersama-sama saya takut untuk berangkat.


Sumber :

https://id.wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Konjungsi



Baca Juga:



Pengertian dan 26 Contoh Majas Sinekdoke Totem Pro Parte

Pengertian dan 36 Contoh Majas Simbolik

Pengertian, Jenis, & Contoh Majas Perbandingan



Sumber https://ruangseni.com

Thursday, June 7, 2018

√ Perbedaan Frasa, Klausa, Penjelasannya

Perbedaan Frasa, Klausa, & Penjelasannya – Dalam konsentrasi kelimuan Bahasa dan Sastra Indonesia terdapat satuan linguistik lebih kecil dari kalimat yang bisa bangun sendiri dan mempunyai makna diantaranya ialah frasa dan klausa. Berikut klarifikasi secara definitif :


1. Frasa


Frasa ialah sekelompok kata yang tersusun atas adonan dua kata atau lebih. Gabungan kata yang tersusun menjadi frasa tersebut pada kedudukan tugas dan fungsinya tidak hingga menyamai kalimat alasannya frasa tidak mempunyai subyek dan predikat di dalamnya. Frasa mempunyai ciri sebagai berikut :


– Susunan katanya terdiri atas dua kata atau lebih

– Tidak terdapat unsur subyek dan predikat

– mempunyai makna


contoh :


rumah tangga, nasi bakar, anak rimba, rumah mewah, jalan sempit, lemari hitam, makan minum, hidup mati, dan lain sebagainya.


meski tak mempunyai subyek dan predikat, akan tetapi frasa tetaplah sebagai satuan linguistik yang mempunyai makna dan sanggup bangun sendiri. Frasa juga mempunyai inti utama yang disebut sebagai unsur utama yakni suatu unsur yang menjadi pokok utamanya (diterangkan atau “D”) dan unsur atributif yang menjadi unsur penjelas (menerangkan atau “M”).


D M = diterangakan – menerangkan

Contoh = Hidung mancung


Hidung sebagai unsur yang diterangkan dan mancung yaitu unsur yang menerangkan.


Jenis – Jenis Frasa:


Jika didasarkan pada bentuknya, frasa sanggup diklasifikasikan ke dalam dua jenis yakno frasa endosentris dan frasa eksosentris. Berikut penjelasannya:


– Frasa Eksosentris


Frasa jenis ini tidak terdapat unsur inti di dalamnya dan pada penerapannya diawali dengan kata sambung atau kata depan.


Contoh :


Ke rumah paman, untuk adik tercinta, di atap rumah, ke kolam paman dan lain sebagainya.


– Frasa Endosentris


Frasa Endosentris mempunyai unsur inti di dalamnya bisa pada salah satu unsurnya ataupun kedua unsurnya. Frasa jenis ini mempunyai dua bentuk diantaranya ialah :


a. Frasa Endosentris Koordinatif


Frasa endosentris koordinatif yaitu frasa yang mempunyai unsur yang setara. Dalam penerapannya, frasa ini menyisispkan kata dan dan atau. Contoh :


Ayah dan ibu, suami dan istri, hitam atau putih, benar dan salah, kucing dan anjing, berilmu atau bodoh, buah dan sayur, baik atau buruk, kaki dan tangan, bermain dan belajar, dan lain sebagainya.


b. Frasa Endosentris Atributif


Frasa Endosentris Atributif yaitu frasa yang tidak mempunyai kesamaan unsur atau tidak setara. Contoh : rumah mewah, cowok tampan, kendaraan beroda empat baru, sepatu rusak, uang emas, sahabat baik, anak kecil, dan lain sebagainya.


Jika didasarkan pada kelas katanya, maka frasa sanggup dibedakan ke dalam beberapa macam diantaranya ialah :


A. Frasa Kata Kerja


Frasa kata kerja terbentuk dengan kata kerja yang berperan sebagai unsur inti (Diterangkan (D)). Contoh :


Makan banyak, minum air, jalan cepat, tidur cepat, pukul anjing, aduk semen, basuh sepatu, ambil air, bicara baik, senyum manis, dan lain sebagainya.


B. Frasa Kata Sifat


Frasa Kata Sifat terbentuk dari susunan kata sifat yang berperan sebagai unsur ini diterangkan (D). Contoh : sombong sekali, sangat cantik, begitu angku, besar kepala sekali, sangat ramah, ganteng sekali, dan lain sebagainya.


C. Frasa Kata Benda


Frasa kata benda yaitu frasa yang terbentuk atas susunan adonan dari kata benda yang berperan sebagai unsur inti (D). teladan : rumah bertingkat, gedung serbaguna, masakan basi, minuman dingin, gedung tua, sepeda ontel, sepeda motor, nasi uduk, adik baik, dan lain sebagainya.


D. Frasa Kata Keterangan


Frasa keterangan yaitu frasa yang terbentuk sebagai unsur inti yang diterangkan (D).


Contoh : tahun depan, besok pagi, kemarin sore, nati siang, nanti malam, nanti sore, esok lusa, bulan depan, besok malam, dan lain sebagainya.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


2. Klausa


Klausa merupakan kelompok kata yang mempunyai fungsi sintaksis yang di dalamnya terdiri atas unsur subyek dan predikat namun kedudukannya lebih kecil dari kalimat. Ciri-ciri klausa :


– Tidak terdapat intonasi simpulan di dalamnya

– Tidak terdapat tanda baca di dalamnya, alasannya kedudukannya yang lebih rendah dari kalimat


Contoh :


– Ayah membaca (klausa)

– abang mencar ilmu (klausa)

– nenek berolahraga (klausa)


klausa terdiri atas beberapa jenis diantaranya ialah klausa inti dan klausa bawahan, berikut penjelasannya :


1. Klausa Inti


Klausa inti ialah klausa yang mempunyai makna di dalamnya dan sanggup bangun sendiri. Kluasa inti mempunyai kedudukan sebagai induk kalimat kalau berada pada kalimat majemuk. Berikut teladan klausa inti dalam kalimat :


Contoh :


– Adik makan sambil membaca

Klausa inti: Adik makan


– Rani menangis ketika ibunya harus pergi

Klausa inti: Rani menangis


– Kucing itu menggigil kedinginan dikala hujan deras turun.

klausa inti: Kucing itu menggigil kedinginan


2. Klausa Bawahan


Klausa bawahan ialah klausa yang tidak mempunyai makna kalau bangun sendiri tanpa adanya klausa inti. Dalam kalimat majemuk, klausa bawahan berkedudukan sebagai anak kalimat yang mempunyai fungsi ekspansi obyek, subyek, keterangan, dan pelengkap. Contoh :


– Vina membaca sambil memakan cemilan.

Klausa Bawahan: sambil memakan cemilan


– Sarimin tertawa terbahak-bahak ketika menonton program lawak.

Klausa Bawahan: ketika menonton program lawak


– Surya membeli buku pada dikala tanggal gajian tiba.

Klausa Bawahan: pada dikala tanggal gajian tiba


Sumber :

http://www.kelasindonesia.com/2015/05/penjelasan-frasa-dan-klausa-lengkap.html


Baca Juga:


Pengertian Klausa Inti & Bawahan Serta Contohnya

Pengertian dan 30 Contoh Majas Satire

Pengertian dan 28 Contoh Majas Metafora



Sumber https://ruangseni.com

Thursday, May 31, 2018

√ Pola Kata Sandang Dan Pengertiannya

Contoh Kata Sandang dan Pengertiannya – Kata sandang merupakan sebuah kata tak bermakna yang difungsikan sebagai kata penjelas untuk menerangkan kata benda yang diletakkan setelahnya. Makna dari kata sandang sangat bergantung pada kata yang disertainya. Berdasarkan tugas dan fungsinya, kata sandang dibedakan ke dalam beberapa jenis diantaranya ialah :


A. Kata Sandang Menyatakan Jumlah Tunggal


Kata sandang yang menyatakan jumlah tunggal pada kalimat memakai kata semisal sri, sang, hang, hyang, atau dang. Kata sandang ini secara fungsional akan memaknai makna tunggal ada kata yang disertai setelahnya.


Contoh :


1. Sang


Kata sandang “sang” merupakan kata yang memperlihatkan makna tunggal yang dipakai untuk menaikkan derajat dan martabat seseorang. Di lain sisi kata sandang ini juga sanggup dipakai untuk sindiran bergantung dengan konteks kalimat yang ada.


Contoh :


– Kemana perginya sang jagoan itu disaat kita semua membutuhkannya?

– Wafatnya sang penguasa adil itu merupakan mengambarkan dimulainya periode gres penuh ketidakpastian niscaya bagi rakyat.

– Ketika jutaan massa umat islam ingin bertemu dengan bapak Joko Widodo, sang Presiden ini justru malah tidak berada di tempat.


2. Sri


Kata sandang “sri” sama halnya dengan kata sandang dengan pemaknaan tunggal sebelumnya. Hal yang membedakannya terletak pada fungsinya yang memperlihatkan makna kedudukan lebih tinggi pada kata yang disertainya.


Contoh :


– Sri Ratu memerintahkan kepada ajudannya untuk pergi mencari materi makanan yang akan dipakai untuk keperluan pesta besar nanti malam.

– Hukum syariat islam telah diberlakukan oleh sri Baginda Raja Ahmed Mahmudin semenjak seminggu yang lalu.

– Semua kalangan bertanya-tanya mengenai siapakah orang yang akan meneruskan kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono.


3. Hang


Kata sandang “hang” difungsikan sebagai kata yang memperlihatkan makna penghormatan pada seseorang. Namun penggunaan kata sandang ini tak banyak dijumpai dikehidupan masa sekarang melainkan pada kultur masyarakat Melayu pada zaman dahulu.


Contoh :


– Pertemuan kedua ksatria lautan yakni Hang Matarom dan Hang Mus menciptakan gempar dan diprediksikan akan terjadi perang diantara keduanya.

– Perundingan itu dihadiri oleh Hang Tuah dan Hang Bae.

– Rakyat Melayu mengenal Hang Jebat sebagai jagoan di masanya.


4. Dang


Kata sandang “Dang” sama halnya dengan sri, sang, dang hang yang dipakai untuk penghormatan. Akan tetapi kata sandang ini secara khusus diperuntukkan bagi wanita. Contoh :


– Dang Musrinah telah dipersunting oleh datuk Musiran.

– Kecantikan paras dang Zulaikha memang tak diragukan lagi, sehingga bisa menciptakan hati lelaki manapun terpesona melihatnya.


5. Hyang


Kata sandang “hyang” secara khusus dipakai untuk sebutan nama yang dikultuskan sebagai ilahi atau dewi dalam kepercayaan tertentu. Contoh :


Hyang Widhi yakni sembahan dari umat Hindu yang ada di Indonesia.


6. Yang


Kata sandang “yang” difungsikan sebagai kata ganti Tuhan.


Contoh :


– Yang Maha Kuasa niscaya akan membalas semua kebaikanmu.

– Berdoalah kepada Yang Maha Mengabulkan!

– Memintalah kepada Yang Maha memberi rezeki.


B. Kata Sandang Menyatakan Jamak


Kata sandang jamak yakni kata sandang yang memperlihatkan makna jamak pada kata yang disertainya. Kata sandang ini sanggup berupa para, umat, dan kaum. Berikut penjelasannya :


1. Para


Kata sandang “para” memperlihatkan makna jamak pada kata yang disertainya dengan maksud penegasan terhadap suatu kelompok insan yang memiliki kesetaraan atau kesamaan dalam hal tertentu. Contoh :


– Para demonstran merangsek masuk mencoba menjebol barikade yang telah dibentuk oleh pegawanegeri kepolisian.

– Seminar pendidikan yang digelar oleh Universitas Lampung dihadiri oleh para guru dan orang bau tanah / wali murid.


2. Umat


Kata sandang “umat” berfungsi untuk menyatakan makna jamak yang diperuntukkan kepada suatu kelompok yang memiliki kesamaan dalam hal kepercayaan.


Contoh :


– Seluruh umat muslim merayakan hari raya idul fitri pada tanggal 1 syawal sesudah sebulan lamanya melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan.

– Dalam rangka menghormati umat muslim yan sedang melaksanakan ibadah puasa, pemerintah menghimbau kepada seluruh pengusaha masakan untuk tidak membuka usahanya di siang hari.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


3. Kaum


Kata sandang “kaum” memperlihatkan makna jamak yang difungsikan sebagai sebutan terhadap sekelompok orang yang memiliki visi, ideologi, dan pandangan yang sama.


Contoh :


– Kaum nabi Luth A.S. diadzab oleh Allah SWT dikarenakan telah melaksanakan dosa besar yakni dalam hal penyimpangan secual.

– Di bawah kepemimpinan muslim kaum minoritas terjamin kebebasannya.

– Hendaknya kaum menengah ke atas sedikit bisa mencicipi penderitaan orang-orang miskin.


C. Kata Sandang yang Menyatakan sebagai Penunjuk Kata Ganti Orang / Kata Benda bermaknakan seimbang atau netral


Kata sandang jenis ini berupa kata “si” dan “yang” untuk memperlihatkan makna seimbang atau netral pada kata yang disertainya. Berikut penjelasannya :


1. Kata Sandang “Si”


Kata sandang ini berfungsi untuk membendakan kata sifat yang ada pada nama seseorang atau subyek lain. Contoh :


– Si tampan itu tersenyum padaku.

– Si anggun itu sama sekali tidak memperdulikanku.

– Aku heran mengapa si gendut itu selalu saja merasa lapar.


2. Kata sandang “Yang”


Kata sandang “yang” dipakai untuk kata ganti orang.


Contoh :


– Yang paling berpengaruh yakni yang bisa menahan amarah meskipun ia bisa meluapkannya.

– Yang paling tepat imannya yakni yang paling baik akhlaknya.

– Yang paling baik hatinya yakni yang paling sering beramal.


Sumber :

http://www.kelasindonesia.com/2015/04/contoh-kata-sandang-dan-pengertian-lengkap.html


Baca Juga:


Contoh Penggunaan Huruf Kapital dengan Benar

Pengertian dan 30 Contoh Majas Ironi

Pengertian dan 42 Contoh Majas Litotes



Sumber https://ruangseni.com

Monday, May 21, 2018

√ Definisi Serta Daftar Kata Baku Dan Tidak Baku

Definisi serta Daftar Kata Baku dan Tidak Baku


A. Pengertian Kata Baku


Kata baku ialah kata yang menurut pedoman, kaidah, ataupun ejaan dalam bahasa Indonesia telah memenuhi syarat kesesuaian dan kelayakan berbahasa. Kata dalam bahasa baku secara umum seringkali dipakai dalam lembaga resmi atau formal. Dalam penulisan karya ilmiah dan segala bentuk karya non fiksi juga memakai kata baku.


Kata baku juga dipakai dalam banyak sekali hal lain semisal :


– Menulis surat lamaran pekerjaan

– Menulis surat kelembagaan (surat dinas, surat edaran resmi, dan lain sebagainya)

– Menulis laporan ilmiah.

– Menulis laporan pertanggung jawaban

– Menulis teks pidato kenegaraan atau lembaga

– Menyusun Anggaran Dasar dan Rumah Tangga sebuah lembaga (ADART)


B. Pengertian Kata Tidak Baku


Kata tidak baku ialah kata yang dipergunakan tanpa memperhatikan nilai, kaidah, dan fatwa tata bahasa serta tata ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam bahasa Indonesia. Kata tidak baku secara umum seringkali dipergunakan dalam acara sehari-hari diluar kegiatan formal. Faktor-faktor yang memperngaruhi adanya kata tidak baku yaitu sebagai berikut :


1. Penutur bahasa tidak memahami bentuk dan penulisan dari kata yang diucapkan. Misalnya saja pada kata “aktif,” seringkali diucapkan secara verbal menjadi “aktip;”

2. Penutur bahasa tidak merasa perlu untuk mencari rujukan penggunaan bahasa baku, sehingga kata tidak baku yang seringkali dipakai seakan menjadi permanen dan sulit diubah;

3. Penutur bahasa tidak baku mengembangkan efek penggunaan kata tidak baku dalam pergaulan sehari-hari sehingga secara tidak eksklusif kata tidak baku itu seolah menjadi umum di kalangan masyarakat; dan lain sebagainya.


C. Contoh Daftar Kata Baku dan Tidak Baku


(Keterangan : kiri kata tidak baku dan kanan kata baku )


– Pasip = pasif

– Sportip = sportif

– Kreatip = kreatif

– Aspiratip = aspiratif

– Poto = foto

– Nopember = november

– Montor = motor

– Praktek = praktik

– Aktifitas = aktivitas

– Analisa = analisi

– Abjat = abjad

– Apotik = apotek

– Atmosfir = atmosfer

– Cabe = cabai

– Pete = petai

– Cendikiawan = cendekiawan

– Difinisi = definisi

– Pebruari = februari

– Formil = formal

– Prekuensi = frekuensi

– Frekwensi = frekuensi

– Antri = antre

– Detil = detail

– Diagnosa = diagnosis

– Gisi = gizi

– Hapal = hafal

– Apal = hafal

– Himbau = imbau

– Jadual = jadwal

– Konggres = kongres

– Katagori = kategori

– Kwantitas = kuantitas

– Kwalitas = kualitas

– Kwantitatip = kuantitatif

– Kwalitatip = kualitatif

– Ijasah = ijazah

– Hakekat = hakikat

– Ijin = izin

– Jenasah = jenazah

– Jendral = jenderal

– Komplit = komplet

– Isteri = istri

– Lobang = lubang




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">



– Ma’af = maaf

– Metoda = metode

– Milyar = miliar

– Mahluk = makhluk

– Mesjid = masjid

– Merk = merek

– Meterei = materai

– Moderen = modern

– Mulya = mulia

– Obyektip = obyektif

– Mubadir = mubadzir

– Mulya = mulia

– Museuem = museum

– Pasport = paspor

– Cangkol = cangkul

– Aret = arit

– Perduli = peduli

– Fikir = pikir

– Jumahat = jumat

– Sistim = sitem

– Propinsi = provinsi

– Rebo = rabu

– Kemis = kamis

– Senen = senin

– Resiko = resiko

– Syah = sah

– Subyek = subyek

– Sorga = surga

– Sekedar = sekadar

– Silahkan = silakan

– Nampak = tampak

– Tauladan = teladan

– Trampil = terampil

– Tehnik = tekni

– Tehnologi = teknologi

– Pinter = pintar

– Tanem = tanam

– Pantes = pantas

– Item = hitam

– Villa = vila

– Waqaf = wakaf

– Rubah = ubah

– Jaman = zaman

– Ujud = wujud

– Yudikatip = yudikatif

– Legislatip = legislatif

– Eksekutif = eksekutif

– Represip = represif

– Edukatip = edukatif

– Primitip = primitif

– Koperatip = kooperatif

– Koordinatip = koordinatif

– Aktuil = aktual

– Ajimat = azimat

– Ambeyen = ambeien

– Anestesia = anestesi

– Aplus = aplaus

– Astronot = astronout

– Batre = baterai

– Balsem = balsam

– Bengkoang = bengkuang

– Bolpen = bolpoin

– Capek = capai

– Sampe = sampai

– Dateng = datang

– Cidera = cedera

– Clien = klien

– Coklat = cokelat

– Debitur = debitor

– Disain = desain

– Duren = durian

– Faham = paham

– Genius = jenius

– Gladi = geladi

– Glondongan = gelondongan

– Gua = goa

– Hierarki = hirarki

– Utang = hutang

– Idioligi = ideologi


Sumber :

http://www.pengertianku.net/2015/09/pengertian-kata-baku-dan-tidak-baku-beserta-contohnya.html


Baca Juga:


Contoh Pidato Bahasa Indonesia perihal Pendidikan Karakter

Pengertian, Jenis, & Daftar Kata Sifat Bahasa Indonesia

Pengertian, Jenis, & Daftar Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia



Sumber https://ruangseni.com

Sunday, May 13, 2018

√ Penggunaan Tanda Baca Titik Koma Dan Contohnya

Penggunaan Tanda Baca Titik Koma dan Contohnya – Penggunaan tanda baca penulisan merupakan salah satu upaya penerapan penulisan wacana yang baik. Penerapan tanda baca sepenuhnya telah diatur dalam kaidah hukum umum ejaan yang telah disempurnakan. Tanda baca sangalah banyak macamnya, salah satunya yaitu titik koma. Tanda baca titik koma mempunyai fungsi sebagai berikut :


A. Sebagai pengganti konjungsi (kata hubung) pada kalimat beragam setara.


Contoh dalam kalimat :


– Susanti bermain boneka di kamar ; adik mendengarkan musik. (konjungsi “dan”)

– Ayah membaca koran ; ibu memasak di dapur. (konjungsi “dan”)

– Susi mengerjakan PR ; Rina bermain boneka. (konjungsi “dan”)

– Aris mengendarai sepeda ; Dimas berjalan kaki. (konjungsi “dan”)

– Sukirman memetik buah nangka ; Suparjo menunggu di bawah pohon. (konjungsi “dan”)

– Joni Iskandar bernyanyi ; Arman Maulana memetik gitar. (konjungsi “dan”)

– Soekarno sebagai penyerang ; Soeharto sebagai penjaga gawang. (konjungsi “dan”)

– Pak Guru menandakan bahan pelajaran ; murid-murid mendengarkan dengan secama. (konjungsi “dan”)

– Nina mencuci piring ; Rusmiah mencuci baju. (konjungsi “dan”)

– Budi mengaduk semen dan pasir ; Arief membawa kerikil bata merah. (konjungsi “dan”)

– Adik merengek kelaparan ; ibu menyuapi adik. (konjungsi “dan”)

– Apriyanto menulis di papan tulis ; teman-teman sekelasnya mencatat hal penting yang ditulis oleh Apriyanto. (konjungsi “dan”)

– Ginanjar berpidato di atas podium ; para hadirin mendengarkan dengan secama. (konjungsi “dan”)

– Luna memetik buah rambutan ; adiknya menangkap buah rambutan yang dipetik Luna. (konjungsi “dan”)

– Supir bus memacu kendaraan dengan sangat kencang ; semua penumpang menjerit ketakutan. (konjungsi “sehingga”)

– Dinda menggoreng daging ayam ; Linda memotong sayuran. (konjungsi “dan”)

– Faris mengaji Al-Qur’an ; Ali membacakan terjemahnya. (konjungsi “dan”)

– Nino membeli novel ; Fandi membeli DVD film Ketika Cinta Bertasbih. (konjungsi “dan”)

– Dino selalu melaksanakan shalat malam ; semua orang sedang tertidur lelap. (konjungsi “ketika”)

– Sarima berjanji akan menuntaskan semua kewajibannya ; urusan dengan keluarganya selesai. (konjungsi “setelah”)

– Meskipun berlatar belakang pengusaha sukses dan kaya raya ; Sudirman tetap bersahaja. (konjungsi “tetapi”)

– Ayahnya susah payah mencari nafkah ; Dino selalu saja asyik bermain. (konjungsi “tetapi”)

– Sampah-sampah menumpuk dan menyumbat selokan ; berpotensi mengakibatkan banjir. (konjungsi “sehingga”)

– Irfan tak pernah sekalipun mencar ilmu ; ia tak naik kelas. (konjungsi “sehingga”)

– Perangi narkona ; jiwamu akan rusak karenanya. (konjungsi “atau”)

– Gian membersihkan halaman sekolah ; ia akan merapikan daerah duduk di kelas. (konjungsi “selanjutnya”)

– Kakek itu marah-marah tanpa lantaran ; ia eksklusif pergi. (konjungsi “lalu”)




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


B. Sebagai pembatas frasa atau kata pada suatu peryataan yang bersifat merincikan sesuatu.


Contoh dalam kalimat :


– Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bergabung dengan forum privat juara edukasi sebagai tenaga pengajar yaitu sebagai berikut :


1. Minimal sedang duduk di semester 7 fakultas Keguruan (diutamakan yang telah mempunyai ijazah S1 dan pengalaman mengajar);

2. Sehat jasmani dan rohani ;

3. Tidak merokok (bagi laki-laki) ;

4. Berjilbab syar’I (bagi perempuan) ;

5. Bersedia mengikuti segala hukum yang berlaku.


– Hubungan interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya terbagi atas 3 macam simbiosi diantaranya ialah :


1. Simbiosis mutualisme ;

2. Simbiosis parasitisme ;

3. Dan simbiosis komensalisme.


– Kegiatan ekonomi mencakup banyak sekali hal semisal :


1. Kegiatan produksi ;

2. Kegiatan konsumsi ;

3. Dan acara distribusi.


– Beberapa pesyaratan berkas yang harus dilengkapi untuk mengajukan beasiswa Peningkatan Potensial Akademik (PPA) yaitu :


1. Foto copy KTM ;

2. Pas photo 3 x 4 (4 lembar) ;

3. Surat keterangan tidak bisa ;

4. Surat keterangan belum menikah ;

5. Foto copy transkrip akademik ;

6. Surat keterangan PA (Pembimbing akademik) ;

7. Dan Surat peryataan.


– Para demonstran tidak akan beranjak dari daerah mereka melaksanakan unjuk rasa sebelum tuntutan mereka yang berupa 1) peniadaan sistem kerja kontrak ; 2) menyesuaikan upah buruh dengan nominal UMK yang telah ditetapkan pemerintah ; dan 3) menunjukkan upah lembur.


– Peryaratan umum untuk mendaftarkan diri sebagai petugas keamanan di PT. Anugerah Utama diantaranya yakni :


1. Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter) ;

2. Tidak merokok dan mengonsumsi narkona (dibuktikan dengan surat keterangan bebas narkoba) ;

3. Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) ;

4. Ijazah terakhir ;

5. Foto copy KTP ;

6. Pas Photo 4×6 (5 lembar) ;

7. Dan Sertifikat bela diri.


– Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam merawat mesin sepeda motor yaitu 1) perawatan bersiklus ; 2) penggantian oli secara bersiklus ; 3) dan sayangi kendaraan anda.

– Lingkup kajian satra mencakup 1) teori sastra ; 2) sejarah sastra ; 3) dan kritik sastra.


Sumber :

http://www.kitapunya.net/2015/04/penggunaan-tanda-baca-titik-koma-titik-dua.html


Baca Juga:


Contoh Surat Pembaca Tentang Kebersihan Lingkungan Sekolah

Contoh Surat Pembaca Tentang Kantin dan Perpustakaan Sekolah

2 Contoh Surat Pembaca Tentang Fasilitas Umum



Sumber https://ruangseni.com

Wednesday, May 2, 2018

√ Tanda Baca Titik Dua: Pengertian, Penggunaan, Teladan Kalimat

Tanda Baca Titik Dua: Pengertian, Penggunaan, & Contoh Kalimat – Tanda titik dua (:) merupakan salah satu dari tanda baca yang seringkali dijumpai dalam kalimat atau wacana. Tanda baca titik dilambangkan oleh dua titik dengan ukuran sama yang diletakkan di tengah garis vertikal yang sama pula. Penggunaan tanda baca titik dua mempunyai hukum umum, tanda titik dua memberitahukan pembaca bahwa uraian sesudah ada tanda titik dua memberi bukti atau menjelaskan. Juga merupakan unsur dari apa yang sudah dijelaskan atau disampaikan terlebih dahulu sebelum tanda titik dua tersebut. Berikut beberapa jenis penggunaan menurut fungsinya diantaranya ialah :


1. Tanda Titik Dua Setelah Pernyataan Diikuti Rangkaian atau Pemerian.


Penggunaan titik dua ini terdapat di final suatu pernyataan lengkap yang diikuti rengkaian atau pemerian. Pemerian yaitu deskripsi, penggambaran, klarifikasi atau penguraian unsur-unsur. Fungsinya yaitu menjelaskan semoga pembaca lebih paham mengenai pernyataan lengkap yang sudah diungkapkan sebelum tanda titik tersebut.


Contoh :


– Hari ini abang akan menjenguk temannya yang sedang sakit dan membawakan buah-buahan : pisang, jeruk, apel, anggur, jambu.

– Pada perayaan hari Kemerdekaan Indonesia, di alun-alun terdapat ekspo masakan daerah. Berbagai macam dan jenis masakan tempat : gudeg, rujak cingur, pempek, rendang, soto.

– Ketika gres saja pindah rumah, Pak Rudi membeli banyak sekali perabotan rumah tangga : meja, kursi, lemari, kompor, televisi.

– Peserta lomba menggambar diwajibkan membawa peralatan gambar : pensil, penghapus, penggaris, spidol, pewarna.


Catatan : tanda titik dua tidak sanggup digunakan jikalau rangkaian atau pemerian merupakan suplemen yang mengakhiri pernyataan.


Contoh :


– Kita memerlukan buku, bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, spidol.

– Fakultas itu mempunyai jurusan sastra tempat dan sastra inggris.


2. Tanda Titik Dua Setelah Ungkapan yang Memerlukan Pemberian.


Ungkapan merupakan kata yang maknanya sudah mempunyai makna dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Tanda titik dua digunakan sesudah ungkapan, gunanya untuk menambahkan informasi.


Contoh :


– Dalam suatu surat usul baik formal ataupun non formal.


Hari, tanggal : Selasa, 28 Oktober 2015

Waktu : 09.00 – 13.00

Tempat : ruang seminar perpustakaan sentra Universitas Indonesia


– Dalam sebuah susunan kepanitiaan untuk menuntukkan stratifikasi atau struktur.


Ketua : Yudha Pramono

Sekertaris : Nur Laili

Bendahara : Puput Nurmala


3. Tanda Titik Dua dalam Naskah Drama


Penggunaan tanda baca titik dua dalam nasakah drama, digunakan seseudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Biasanya digunakan dalam nasakah drama sesudah penulisan nama atau tokoh yang memainkan.


Contoh 1 :


Anto : “Apa rencana kau liburan semester tahun ini?”

Anti : “Aku mau pergi liburan ke rumah nenek di desa”

Titin : “Wah yummy sekali, dimana nenekmu tinggal?”

Anti : “Di Yogyakarta potongan selatan, tepatnya di Gunung Kidul bersahabat pantai selatan”

Anto : “Wahhh… serunya, jangan lupa buah tangan ya”


Contoh 2 :


Gerry : “Eh lihat itu, siapa yang datang?”

Dian dan Tari : hah ahah ahah (menertawakan)

Gerry : “haiii,,, kalian kena apa sanggup hingga kotor menyerupai ini?


Contoh 3 :


Ayah : (masuk ke dalam rumah) “Ibumu dimana?”

Tati : “Sedang ke rumah bu Ratih untuk meminjam uang”

Ayah : “Apakah kau sudah makan?”

Tati : (menggelengkan kepala).




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


4. Tanda Titik Dua dalam Karya Ilmiah


Penggunaan tanda titik dua dalam sebuah karya ilmiah, baik karya tulis ilmiah, tawaran penelitian, laporan penelitian, makalah, skripsi, tesis dan lain sebagainya. Penggunaan tanda titik dua terletak di antara (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara potongan dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul dalam suatu karangan.


Contoh :


(i) Kompas, XII, (1999) : 13

(ii) Surah Al-Maidah : 51

(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi.


5. Tanda Titik Dua dalam Daftar Pustaka


Masih bekerjasama dengan karya ilmiah, niscaya terdapat daftar pustaka. Dalam penyusunan daftar pustaka mempunyai aturan. Aturan pembuatan daftar pustaka yang saumbernya dari buku yaitu Nama pengarang diakhiri tanda titik, tahun buku tersebut diterbitkan diakhiri tanda titik, judul buku kemudian diakhiri tanda titik, kota terbit kemudian diakhiri tanda titik dua diteruskan dengan perusahaan penerbitan buku.


Contoh :


– Subandi.2012.Sistem Ekonomi Indonesia.Bandung : Alfabeta

– Schaefer Richard T.2012.Sosiologi.Jakarta : Salemba Humanika

– Suharto. 1996. Hukum Pidana Materiil (Unsur-Unsur Objektif Sebagai Dasar Dakwaan). Jakarta : Sinar Grafik

– Ismatullah, Deddy, dkk. 2007. Ilmu Negara Dalam Multi Perspektif . Bandung : Pustaka Setia


6. Tanda Titik Dua Digunakan dalam Perbandingan


Menggunakan tanda titik dua untuk membuktikan nisbah atau angka banding atau perbandingan. Perbandingan yaitu istilah matematika untuk membandingkan dua objek atau lebih memakai angka, biasanya bekerjasama dengan jumlah dalam matematika.


Contoh :


– Perbandingan antara jumlah murid pria dan wanita di kelas ini yaitu 1 : 3.

– Selisih uang Andi dan Tono Rp. 16.00,00. Perbandingan uang Andi dan Tono 5 : 3. Jumlah uang Andi dan Tono….


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_penulisan_tanda_baca#Tanda_Titik_Dua_.28:.29


 


Baca Juga:


 


55 Contoh Kalimat Obyek & Pengertiannya

Pengertian, Ciri Teks Eksplanasi, Struktur, & Contohnya

Pengertian Kata Majemuk Setara & Bertingkat, Serta Contoh



Sumber https://ruangseni.com

Saturday, April 28, 2018

√ Pengertian Dan 2 Teladan Teks Eksposisi Perbandingan

Pengertian dan 2 Contoh Teks Eksposisi Perbandingan – Teks eksposisi ialah teks yang di dalamnya berisikan rangkaian kalimat yang tersusun menjadi sebuah wacana atau teks yang mempunyai tujuan untuk memberikan gosip secara objektif dan rinci. Sedangkan teks eksposisi perbandingan yakni teks eksposisi yang pada gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan satu hal dengan hal yang lainnya. Berikut ini merupakan teladan teks eksposisi perbandingan :


Contoh 1 :


Perbedaan Desa dan Kota


Tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok bagi mahluk hidup di muka bumi ini, terutama lagi bagi manusia. Dua pilihan untuk daerah tinggal yaitu di desa tau di kota. Ada banyak sekali faktor yang menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk memilih di mana ia akan bertempat tinggal. Faktor yang harus dipertimbangkan antara lain yakni faktor lingkungan termasuk air, udara, tanah, kemudian faktor kehidupan sosial mencakup kelompok dan pertemanan, faktor yang tak kalah penting yakni faktor ekonomi mencakup cara atau perjuangan insan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.


Pertama, kita akan melihat perbandingan lingkungan alam desa dan kota. Di desa tanahnya masih luas untuk perkebunan, pertanian, peternakan sehingga masih asri dan indah. Udara yang ada masih alami dan segar tanpa adonan bahan-bahan kimia berbahaya, sehingga menciptakan suasana desa menjadi nyaman dan membawa ketenangan. Untuk mencari sumber air bersihpun masih melimpah, biasanya air higienis diambil dari air tanah dengan membangun sumur. Dengan begitu, ekosistem alam tetap terjaga dengan baik dan alam kembali memperlihatkan hasil buminya kepada masyarakat desa. Kedua, dari segi kehidupan sosial di desa masih secara kekerabatan atau paguyuban, kekerabatan akrab dan intim. Antar warga berbondong-bondong saling tolong menolong, diwujudkan dengan tolong-menolong ketika kerja bakti kalau ada yang kesusahan. Berbanding terbalik dengan kehidupan di kota yang bersifat petembayan, antar individu saling hirau tak acuh. Lebih tepatnya yakni individualisme yaitu menuntaskan suatu pekerjaan secara sendiri tidak melibatkan tetangga atau lingkungan sekitar, lebih suka memakai jasa bayaran. Tetapi ada untungnya juga yaitu tidak ada yang mengganggu dan meminta tolong sewaktu-waktu, sehingga tidak menganggu pekerjaan yang sedang dikerjakan. Umumnya orang kota selalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan masih-masing, sehingga kurang peka terhadap lingkungan sosialnya. Ketiga, bidang ekonomi yaitu banyak sekali cara insan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di desa pemenuhan kebutuhan berasal dari alam, contohnya melalui pertanian, perkebunan dan peternakan. Jika orang desa bebuat baik kepada alam, alam akan menghasilkan manfaat bagi insan begitu sebaliknya. Jauh dari hal tersebut, di kota lebih banyak didominasi pekerjaan yakni industri di pabrik memakai mesin atau alat berat untuk menghasilkan produk-produk. Namun dalam bekerjaannya juga bercampur dengan materi kimia yang mengahasilkan efek jelek bagi badan dan lingkungan manusia. Untuk duduk perkara upah, bekerja di kota mendapat upah yang lebih tinggi, namun harga kebutuhan pokok lebih mahal di kota dari pada di desa.


Perbandingan kehidupan di desa dan di kota ini hanylah sebagian kecil yang sanggup diuraikan, masih banyak lagi faktor yang mensugesti prtimbangan daerah tinggal. Semua tergantung individu lebih nyaman di kota atau di desa. Masyarakat desa dan kota bukanlah dua komunitas yang terpisah satu dengan yang lainnya. Keduanya saling bergantung, lantaran diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi materi pangan. Dan desa membutuhkan kota untuk menghasilkan produk-produk yang tidak bisa dibentuk secara manual yang bisa memudahkan pekerjaan manusia, misal pembuatan traktor untuk membajak sawah.




style="display:inline-block;width:336px;height:280px"
data-ad-client="ca-pub-1973764693216878"
data-ad-slot="5881289326">


Contoh 2 :


Perbandingan Ilmu Alam dan Ilmu Sosial


Ilmu yakni seluruh perjuangan sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman insan dari banyak sekali segi kenyataan dalam alam manusia. Juga bisa diartikan ilmu yakni suatu pemahaman yang diperoleh insan melalui inovasi atau penelitian yang tersusun secara sistematik sehingga sanggup diuji melali metode. Ilmu merupakan kunci utama insan dalam kehidupan di bumi ini. Manfaat ilmu diantaranya yakni bisa membedakan salah dan benar dan menjadi hal yang berharga sepanjang hidup. dalam ilmu dibagi menjadi dua yaitu ilmu alam dan ilmu sosial.


Ilmu alam merupakan ilmu yang mempelajari objek-objek empiris di alam semesta ini. Mampelajari banyak sekali tanda-tanda dan insiden menurut objek telaahnya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena objek telaahnya, maka ilmu alam sanggup disebut sebagai pengetahuan empiris. Memiliki perkiraan mengenai objek antara lain. Menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lainnya, objek yang dipelajari tek pernah mengalami perubahan baik dalam perspektif waktu dan tempat, menganggap setiap tanda-tanda bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan.


Ilmu sosial yakni ilmu yang mempelajari insan dalam segaka aspek kehidupannya, yaitu ciri khasnya, tingkah laku, kekerabatan dengan yang lain. Terjadi baik dari lingkup perseorangan maupun bersama baik secara jumlah kecil maupun jumlah yang besar. Objek ilmu sosial lain sekali dengan objek ilmu alam. objek materialnya dalam ilmu sosial yakni berupa tingkah laris dalam tindakan khas manusia, bebas, dan tidak deterministik. Beberapa aksara objek penelaahan ilmu sosial yaitu objek penelaahan yang kompleks, kesukaran dalam pengamatan lantaran objek selalu berubah, objek penelaahan yang tidak terulang lagi, kekerabatan antara peneliti dan objek peneliti sosial yang susah diprediksikan. Dalam menjelaskan ilmu sosial diharapkan penjelaskan yang lebih dalam untuk bisa menunjukan tanda-tanda tersebut.


Perbedaan ilmu alam dan ilmu sosial terletak di pecahan penggunaan mekanisme ilmiah. Ilmu alam terkait mempelajari yang objektif, tidak hidup dan dunia fisik, sehingga tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan ilmu sosial merupakan hasil logika manusia, subjektif dan emotif, yaitu ialah tingkah laris khas manusia. Namun keduanya mempunyai manfaat yang sama pentingnya untuk kelangsungan hidup manusia.


Sumber :


http://www.kelasindonesia.com/2015/05/macam-macam-paragraf-eksposisi-dan.html

http://anakbertanya.com/apa-perbedaan-kehidupan-di-desa-dan-kota-g/


Baca Juga:


4 Contoh Paragraf Sebab Akibat & Pengertiannya

2 Contoh Teks Deskripsi Tentang Rumah Terbaru

3 Contoh Teks Eksposisi Tentang Teknologi Terbaru



Sumber https://ruangseni.com