Random post

Showing posts with label Kalimat. Show all posts
Showing posts with label Kalimat. Show all posts

Sunday, August 4, 2019

√ 16 Teladan Kalimat Keterangan Aposisi Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat keterangan aposisi tidak ibarat kalimat keterangan lainnya yang didalamnya terdapat jenis-jenis kata keterangan. Kalimat keterangan aposisi yakni kalimat yang didalamnya terdapat keterangan aposisi berupa frasa yang berfungsi membuktikan subjek atau objek. Letak keterangan aposisi tersebut yaitu sesudah subjek atau objek.


Contoh kalimat keterangan aposisi :



  1. Pak Wisnu, guru teladan, selalu berupaya memperlihatkan referensi yang baik kepada para penerima didiknya.

  2. Aw aw, si anjing berakal itu, tertabrak kendaraan beroda empat tadi siang.

  3. Nike, merk sepatu olah raga ternama, akan memproduksi model sepatu olah raga terbaru.

  4. Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, hadir di sebuah program salah satu stasiun televisi Indonesia.

  5. Putri sulung Pak Dirman, Nida, meraih predikat cumlaude.

  6. Kota kembang, Bandung, akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XIX.

  7. Artis sinetron, Yuki Kato, kini telah berhijab.

  8. Atlet dayung, Kakan, meraih medali emas pada ajang PON tahun lalu.

  9. Hera sering mencari resep ayam bakar, makanan favoritnya.

  10. Mang Uhi membersihkan kebun belakang rumah, tempat bermainku.

  11. Reni memberi makan kiti, kucing kesayangannya.

  12. Butik Ashani berpindah ke jalan asia afrika no. 45, di depan rumah Ana.

  13. Cerpen Ani akan dimuat di majalah remaja, Gadis.

  14. Kevin memukul kepala adikku, Anto.

  15. Telepon genggam milik Wiwid terjatuh di sentra perbelanjaan, Tunjungan Plaza Surabaya.

  16. Buronan itu terkena peluru milik anggota polisi, Briptu Yolanda.


Pada referensi yang disajikan dengan jenis-jenis frasa dan jenis-jenis kalimat diatas sanggup kita perhatikan letak dari frasa keterangan aposisi. Ada yang terletak, sesudah atau sebelum subjek dan ada yang terletak, sesudah atau sebelum objek dan dikedua letak itu, keterangan aposisi dipisahkan oleh tanda baca koma yang sesuai dengan contoh penggunaan tanda koma dalam kalimat. Dari contoh-contoh diatas juga sanggup kita perhatikan fungsi dari keterangan aposisi tersebut, yaitu untuk membuktikan subjek atau membuktikan objek. Dengan kata lain subjek dan objek sanggup diperluas oleh keterangan aposisi.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Referensi Kalimat Deskripsi Dalam Bahasa Indonesia

Dalam mempelajari bahasa Indonesia, kita mengenal beragam jenis-jenis kalimat. Diantaranya ialah kalimat aktif dan kalimat pasif, kalimat pribadi dan kalimat tidak langsung, contoh kalimat baku dan tidak baku, kalimat tunggal, jenis-jenis kalimat majemuk. Dan salah satu kalimat lainnya ialah kalimat definisi dan kalimat deskripsi. Contoh kalimat definisi sudah kita uraikan dalam topik sebelumnya, kali ini kita akan membahas mengenai pola kalimat deskripsi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Deskripsi” mempunyai arti pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara terperinci dan terperinci. Jadi, kalimat deskripsi merupakan kumpulan kata-kata yang membentuk kalimat dan mempunyai isi sebuah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara terperinci dan terperinci.


Contoh Kalimat Deskripsi :



  1. Cicak dianugerahkan kemampuan untuk memutuskan ekornya pada ketika dirinya merasa terancam.

  2. Ikan paus pembunuh bercorak hitam dan putih di sekujur tubuhnya.

  3. Tumbuhan kantong semar memangsa serangga-serangga kecil.

  4. Pohon bamboo panjangnya sanggup mencapai sampai 50 meter.

  5. Pencuri itu menggunakan baju berwarna merah dan menggunakan topi hitam yang menutupi seluruh wajahnya.

  6. 6 Ekor buaya sanggup menghempaskan musuhnya sampai beberapa meter.

  7. Pohon jati mengurangi penguapan pada demam isu kemarau dengan cara menggugurkan daunnya.

  8. Unta mempunyai kantung air di dalam tubuhnya untuk sanggup bertahan di cuaca panas gurun.

  9. Penyanyi itu bersuara merdu dan berparas cantik.

  10. Adi mengalami obesitas sebab berat badannya mencapai 125kg pada usia 10 tahun.

  11. Kebakaran hutan di Sumatera menciptakan banyak orang mengalami ISPA.

  12. Pagi tadi saya mengantarkan adik sekolah kemudian setelahnya saya pergi ke kampus untuk menemui dosenku yang galak.

  13. Ujian tes CPNS tadi pagi berjalan lancar meskipun ada beberapa orang yang dikeluarkan dari ruangan.

  14. Stadion sepakbola yang dibangun itu mempunyai akomodasi internasional dengan kapasitas dingklik penonton sebanyak 100.000 orang.

  15. Pak Toyib mempunyai pohon mangga yang sangat tinggi dan buahnya sangat banyak di halaman depan rumahnya.


Demikianlah beberapa pola kalimat deskripsi dalam bahasa Indonesia. Semoga klarifikasi diatas sanggup membantu dalam pembelajaran Anda.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, August 3, 2019

√ 25 Pola Kalimat Definisi Dalam Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “definisi” merupakan kata yang mengungkapkan atau memperlihatkan suatu keterangan, makna dan ciri dari sebuah objek. Objek tersebut sanggup menyerupai benda, orang, kegiatan maupun sebuah proses. Jadi, kalimat definisi merupakan kumpulan beberapa kata yang mengungkapkan suatu makna atau keterangan, dan ciri dari sebuah objek. Berikut beberapa contoh kalimat definisi.


Contoh Kalimat Definisi :



  1. Penguin yaitu jenis burung yang tidak sanggup terbang namun terpelajar berenang.

  2. Burung-burung pemangsa umumnya mempunyai cakar yang besar lengan berkuasa dan paruh yang tajam.

  3. Tempurung kura-kura berkhasiat untuk melindungi dirinya dari segala ancaman.

  4. Buaya mempunyai rahang yang sangat besar lengan berkuasa sehingga menjadi pemangsa nomor satu di sungai.

  5. Bunga Angrek tumbuh dengan cara menggantug atau menumpang dengan pohon lain.

  6. Ikan bernafas dengan menggunakan insang sebagai penyaring oksigen yang ada di air.

  7. Daun mempunyai klorofil yang sanggup menangkap sinar matahari untuk membantu dalam proses fotosintesis.

  8. Mobil-mobil balap mempunyai mesin yang telah dirancang untuk melaksanakan akselearasi yang tinggi.

  9. Semua murid Sekolah Menengan Atas di Kota Bandar Lampung menggunakan seragam dengan lambang siger di sakunya.

  10. Balita yaitu rentang usia bayi mulai dua tahun sampai lima tahun.

  11. Masyarakat yaitu sekelompok orang yang saling berinteraksi dan mendiami suatu wilayah.

  12. Kiai yaitu sebutan untuk orang yang dihormati dalam suatu daerah.

  13. Psikologi yaitu satu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari wacana mental manusia.

  14. Kriminal yaitu sebutan untuk pelaku kriminalitas.

  15. Tersangka yaitu orang yang dicurigai melaksanakan tindak kriminal.

  16. Regnum yaitu nyanyian berupa bunyi auman dalam tari Saman.

  17. Pantun berkait merupakan pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengait antara bait pertama dan bait berikutnya.

  18. Tarian yaitu salah satu wujud kebudayaan yang sanggup memperlihatkan identitas nasional.

  19. Tari Gambyong yaitu tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan.

  20. Herbivora yaitu jenis-jenis binatang pemakan rumput.

  21. Lemari yaitu benda kotak yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan.

  22. Omnivora yaitu jenis-jenis binatang pemakan segala.

  23. Bunga Raflesia Arnoldi merupakan nama lain dari bunga bangkai.

  24. Olahraga badminton yaitu olahraga yang sangat menyenangkan.

  25. Kudanil yaitu salah satu binatang purba yang masih hidup sampai ketika ini.


Itulah beberapa teladan kalimat definisi dalam bahasa Indonesia. Beberapa artikel kalimat lainnya menyerupai kalimat aktif dan pasif, kalimat pribadi dan kalimat tidak langsung, kalimat denotasi dan konotasi, kalimat imperatif, kalimat deklaratif, kalimat interogatif dan contoh kalimat deskripsi sanggup menjadi tumpuan pembaca. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Kalimat Lugas Dan Kalimat Kias Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat Lugas yaitu kalimat yang mempunyai makna sebenarnya, atau sering kita sebut dengan makna denotatif dan contohnya. Sedangan kalimat kias yaitu kalimat yang mempunyai makna pengandaian atau pengibaratan dan mempunyai arti yang tidak sebetulnya yang biasa disebut makna konotasi dan contohnya. Berikut adalah makna lugas dan makna kias beserta contohnya dalam kalimat.


1. Contoh Makna Lugas :



  • Paras anak perempuan itu sangat manis. (Kata “manis” dalam kalimat tersebut mempunyai arti yang sebenarnya, yaitu cantik)

  • Es teh yang kamu buat ini rasanya terlalu manis. (Kata “manis” dalam kalimat tersebut mempunyai makna yang sebetulnya bahwa teh tersebut rasanya sangat manis alasannya yaitu terlalu banyak diberi gula)

  • Anak-anak yang bermain basket itu mempunyai postur badan tinggi dan besar.

  • Pegunungan itu menjulang tinggi di tengan-tengah perkampungan kami.

  • Layangan itu terbang tinggi di angkasa.


Pada pada dasarnya kata “manis” dalam kedua teladan kalimat diatas mempunyai makna yang sebetulnya dalam kehidupan nyata.


2. Contoh kalimat kias :



  • Bicaramu manis di bibir, namun lain di hati. (Kata “manis” di dalam kalimat tersebut bukan makna yang sesungguhnya, lain yang diucapkan lain pula maksud dihati)

  • Rino selalu mengumbar kata-kata manis kepada perempuan yang ia sukai. (Kata “manis” dalam kalimat ini bukan arti yang sebenarnya, yaitu merayu atau mengeluarkan kata-kata yang menarik perhatian)

  • Walaupun ia anak orang kaya, namun ia tidak tinggi hati. (Tinggi hati artinya sombong, angkuh)

  • Kejarlah cita-citamu setinggi langit. (Berusaha dan pantang menyerah)

  • Mendengar kebanggaan itu, jiwanya sudah terbang tinggi. (Berangan atau berkhayal atau terbuai)


Itulah beberapa teladan kalimat lugas dan kalimat kias dalam bahasa Indonesia. Sebagai tumpuan pembaca, beberapa artikel menarik lainnya, contoh kalimat denotasi dan konotasi, contoh kalimat definisi, contoh kalimat deskripsi. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, July 24, 2019

√ 15 Pola Kalimat Perintah Undangan Dalam Bahasa Indonesia

Dalam jenis-jenis kalimat perintah, kita setidaknya mengenal 8 jenis kalimat perintah, yaitu kalimat perintah biasa, kalimat perintah ajakan, kalimat perintah larangan, kalimat perintah permintaan, kalimat perintah sindiran, kalimat perintah mempersilakan, kalimat perintah saran dan kalimat perintah informasi.


Kalimat perintah dengan kalimat perintah permintaan tidak sama. Hal ini dikarenakan di dalam kalimat perintah belum tentu ada kalimat yang menunjukkan sebuah permintaan, kalau didalam kalimat perintah tersebut adanya penyataan sebuah permintaan, maka kalimat perintah tersebut dipastikan yakni kalimat perintah permintaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “perintah” mempunyai arti perkataan yang bermaksud menyuruh. Jadi, kalimat perintah permintaan yakni suatu kalimat yang berisi permintaan kepada orang lain untuk melaksanakan suatu hal.


Contoh Kalimat Perintah Permintaan :



  1. Sekiranya kamu berkesempatan, tolong antarkan saya ke rumah para korban kecelakaan.

  2. Tolong turunkan egomu demi kebahagiaan seluruh keluarga.

  3. Tolong perhatikan lagi susunan kata-katamu dalam pidato, jangan hingga ada salah kata.

  4. Tolong perbaiki semua kesalahan pada laporan keuangan ini.

  5. Tolong segera selesaikan urusan manajemen pasien ini.

  6. Tolong hentikan segala bentuk fitnah kepada ulama dan pemuka agama.

  7. Harap semua akseptor seminar memasuki ruang istirahat untuk menikmati hidangan coffe break.

  8. Tolong perbaiki komputer dan printer ini secepatnya alasannya yakni kami sangat membutuhkannya dengan segera.

  9. Tolong jauhkan segala bentuk main hakim sendiri terhadap pelaku pencurian.

  10. Saya harap kalian sanggup membanggakan nama keluarga.

  11. Bagi akseptor lomba olimpiade sains diharap segera memasuki ruangan seleksi.

  12. Sekiranya akan lebih baik kalau setiap laki-laki bisa menjaga pandangannya.

  13. Tolong dengarkan dengan secama dikala pembicara memberikan hasil penelitiannya.

  14. Pemerintah dibutuhkan sanggup menjaga dan mengakomodir persatuan warganya.

  15. Saya berharap semua masyarakat sanggup saling menjaga toleransi dan berada pada koridornya masing-masing.


Beberapa teladan kalimat tersebut hanya sebagian kecil kalimat perintah permintaan yang sering ditemukan dalam acara sehari-hari. Berhubungan dengan kalimat perintah, beberapa artikel yang berkaitan dengan hal tersebut yakni kalimat imperatif, macam-macam kalimat imperatifcontoh kalimat imperatif pembiaran, contoh kalimat imperatif transitif dan intransitif, contoh kalimat imperatif perintah halus, contoh kalimat imperatif, kalimat imperatif larangan, contoh kalimat perintah imperatif permintaan dan harapan dan kalimat imperatif, deklaratif dan interogatif.  Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, July 13, 2019

√ 3 Perbedaan Kalimat Dan Klausa Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat dan klausa merupakan dua diantara macam-macam satuan bahasa dalam bahasa Indonesia, selain morfem, fonem, jenis-jenis kata, dan frasa dalam bahasa Indonesia. Keduanya mempunyai ciri khas masing-masing yang menciptakan keduanya begitu berbeda. Ciri khas keduanya tersebut akan dibahas pada artikel kali ini berikut dengan perbedaan diantara keduanya. Adapun pembahasan yang dimaksud yaitu sebagai berikut!


1. Kalimat


Kalimat yaitu suatu kesatuan kata, frasa, maupun klausa yang sanggup bangkit sendiri dan mempunyai makna khusus di dalamnya. Kalimat sendiri mempunyai sejumlah unsur, di mana unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia tersebut terdiri atas subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Selain unsur, kalimat pun mempunyai sejumlah pola kalimat dasar beserta contohnya, di mana pola tersebut terdiri atas S-P, S-P-O, S-P-O-K, dan lain sebagainya.


Kalimat juga mempunyai sejumlah ciri khusus, di mana ciri-ciri kalimat dalam bahasa Indonesia yang dimaksud adalah:



  • Merupakan sebuah kesatuan bahasa yang terbentuk oleh fonem, morfem, kata, frasa, dan juga klausa.

  • Dapat bangkit sendiri.

  • Mempunyai pola intonasi akhir.

  • Adanya penggunaan abjad kapital dan penggunaan tanda baca.

  • Pola dasarnya beragam, bisa S-P, S-P-O-K, maupun pola-pola lainnya.


2. Klausa


Klausa merupakan suatu campuran dua kata atau lebih yang mempunyai predikat dan berpotensi menjadi suatu kalimat. Klausa sendiri terkadang sering disamakan dengan frasa. Padahal, antara frasa dan klausa mempunyai sejumlah perbedaan, di mana salah satunya yaitu unsur predikat yang mana klausa mempunyai unsur tersebut, sedangkan frasa tidak mempunyainya. Seperti halnya kalimat, klausa dalam bahasa Indonesia pun juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu:



  • Mempunyai satu predikat.

  • Tidak mempunyai pola intonasi akhir.

  • Diawali abjad kapital, namun tidak mempunyai tanda baca di dalamnya.

  • Bila diberi tanda baca dan pola intonasi akhir, maka klausa tersebut akan menjelma suatu kalimat.

  • Mempunyai pola S-P di dalamnya.


Dari pemaparan di atas, kita bisa menemukan letak perbedaan diantara dua satuan bahasa tersebut. Adapun letak perbedaan tersebut adalah:



  1. Kalimat merupakan suatu kesatuan bahasa yang dibuat oleh beberapa satuan bahasa, termasuk klausa. Sementara itu, klausa merupakan salah satu satuan bahasa yang membentuk adanya suatu kalimat.

  2. Kalimat mempunyai pola intonasi simpulan dan tanda baca di dalamnya. Sementara itu, klausa tidak mempunyai kedua unsur tersebut di dalamnya. Kalaupun klausa ditambahkan dengan dua unsur tersebut, maka klausa tersebut sudah tidak menjadi klausa lagi, melainkan sudah menjadi jenis-jenis kalimat.

  3. Baik kalimat maupun klausa, sama-sama mempunyai pola yang khusus di dalamnya. Kalimat mempunyai pola yang variatif, di mana kalimat bisa ditulis dengan pola S-P, S-P-O, S-P-K, S-P-Pel, dan pola-pola kalimat dasar lainnya. Sementara itu, klausa hanya mempunyai satu pola yang sangat sederhana dalam penulisannya, di mana klausa hanya mengandung pola S-P di dalamnya.


Secara garis besar, kita bisa simpulkan bahwa perbedaan kalimat dan klausa dalam bahasa Indonesia terdiri atas tiga faktor. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain bentuk dari kedua unsur tersebut, ada tidaknya kandungan pola intonasi simpulan dan tanda baca di dalamnya, dan yang terakhir yaitu pola-pola khusus yang dipakai dalam penulisannya.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat dan klausa dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat dan klausa maupun bahasa Indonesia. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 4 Perbedaan Kalimat Imperatif, Deklaratif Dan Interogatif

Perbedaan antara jenis-jenis kalimat sudah pernah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain apa perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, serta perbedaan kalimat sanggahan dan penolakan. Artikel kali ini juga akan membahas perbedaan antar jenis-jenis kalimat yang ada, di mana kalimat-kalimat yang akan dibahas perbedaannya yaitu kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif. Adapun pembahasan yang dimaksud yaitu sebagai berikut!


1. Kalimat Imperatif


Kalimat imperatif atau kalimat perintah merupakan kalimat yang berfungsi untuk memerintah orang lain semoga orang lain tersebut mengikuti perintah yang kita ucapkan kepadanya. Bersama dengan kalimat deklaratif, interogatif, dan seruan, kalimat ini juga termasuk ke dalam jenis-jenis kalimat menurut fungsinya. Adapun ciri-ciri yang menempel pada kalimat ini adalah:



  • Adanya contoh penggunaan tanda seru (!) di selesai kalimatnya.

  • Sering diawali dengan kata jangan atau tolong.

  • Terkadang mengandung partikel -lah atau -kan di salah satu katanya.

  • Bertujuan untuk memerintah orang lain.

  • Intonasinya terkadang naik terkadang turun.

  • Sangat memerlukan respon dari orang lain yang dikenai kalimat ini, di mana respon tersebut yaitu diturutinya maksud yang hendak disampaikan dari kalimat peerintah yang disampaikan kepada orang lain.


2. Kalimat Deklaratif


Kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan merupakan kalimat yang fungsinya untuk menyatakan suatu hal kepada orang lain tanpa mengharapkan akhir dari orang lain tersebut. Seperti halnya kalimat imperatif, kalimat deklaratif juga memiliki sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut antara lain:



  • Adanya penggunaan tanda titik (.) di selesai kalimatnya.

  • Intonasi kalimatnya cenderung datar atau netral.

  • Berfungsi untuk menyatakan suatu hal kepada orang lain, entah itu isu ataupun informasi penting.

  • Tidak memerlukan tanggapan atau respon dari orang yang dikenai kalimat ini.


3. Kalimat Interogatif


Kalimat interogatif atau kalimat tanya merupakan kalimat yang berfungsi untuk menanyakan suatu hal kepada orang lain, entah itu kabar ataupun informasi. Tidak menyerupai kalimat deklaratif yang tidak mengharapkan tanggapan dari orang lain, kalimat deklaratif ini sangat membutuhkan tanggapan dari orang lain yang dikenai oleh kalimat ini. Meskipun begitu, terdapat pula satu jenis kalimat interogatif yang sama sekali tidak memerlukan tanggapan dari orang lain, yaitu kalimat retorik.


Sama menyerupai kalimat imperatif dan deklaratif, kalimat interogatif juga memiliki sejumlah ciri, yaitu:



  • Menggunakan contoh penggunaan tanda tanya (?) di selesai kalimatnya.

  • Intonasi kalimatnya cenderung turun.

  • Adanya penggunaan jenis-jenis kata tanya di dalamnya.

  • Jika tidak memakai kata tanya, biasanya kata depan pada kalimat ini sering dibubuhi partikel -kah.

  • Sangat memerlukan tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini, di mana tanggapan tersebut yaitu tanggapan dari kalimat interogatif yang diajukan.

  • Khusus untuk kalimat deklaratif retorik, kalimat ini tidak perlu dijawab oleh pihak yang ditanya, sebab kalimat tersebut merupakan kalimat yang bersifat menyindir atau memotivasi dalam bentuk pertanyaan, bukan menanyakan suatu hal.


Dari pembahasan di atas, kita sanggup simpulkan bahwa perbedaan kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif adalah:



  1. Fungsi Kalimatnya


Kalimat imperatif berfungsi untuk memerintah orang lain, sedangkan kalimat deklaratif berfungsi untuk memberi informasi atau isu kepada orang lain. Adapun kalimat interogatif merupakan kalimat yang berfungsi untuk menanyakan suatu hal kepada orang lain.



  1. Penggunaan Tanda Baca di Dalamnya


Kalimat imperatif memakai tanda seru (!) di selesai kalimatnya, sedangkan kalimat deklaratif memakai tanda titik (.) di selesai kalimatnya. Di pihak lain, kalimat inetrogatif memakai tanda tanya (?) di selesai kalimatnya.



  1. Penggunaan Kata-Kata atau Partikel Khusus di Dalamnya


Kalimat imperatif sering memakai kata jangan/tolong  di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat tersebut sering dibubuhi partikel -lah/-kan. Sementara itu, kalimat interogatif sering memakai kata tanya di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat ini sering dibubuhi partikel -kah. Di lain pihak, kalimat deklaratif tidak memakai kata-kata tertentu atau partikel-partikel tertentu secara khusus di dalamnya.



  1. Tanggapan dari Orang Lain Atas Kalimat Tersebut


Kalimat imperatif sangat memerlukan tanggapan dari orang lain berupa diturutinya perintah yang disampaikan pada kalimat perintah tersebut. Sementara itu, kalimat interogatif sangat membutuhkan tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini berupa tanggapan atau keterangan. Di pihak lain, kalimat deklaratif tidak membutuhkan sama sekali tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini, entah itu berupa tanggapan ataupun perbuatan orang lain.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat imperatif, deklaratif dan interogatif dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, July 12, 2019

√ Perbedaan Kalimat Perintah Dan Permintaan Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat perintah dan kalimat seruan merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat yang ada, selain kalimat deklaratif, kalimat interogatif, kalimat inti, contoh kalimat langsung, dan kalimat tidak langsung. Sekilas, kedua kalimat tersebut memiliki kesamaan. Namun, kedua kalimat tersebut ternyata memiliki perbedaan di dalamnya. Di artikel kali ini, kita akan mengetahui perbedaan diantara kedua kalimat tersebut dengan terlebih dahulu membahas pengertian dan cirinya. Adapun pembahasan tersebut ialah sebagai berikut!


1. Kalimat Perintah


Kalimat perintah merupakan suatu kalimat yang bertujuan untuk memberi perintah kepada orang lain. Kalimat yang berjulukan lain kalimat imperatif ini termasuk ke dalam salah satu jenis-jenis kalimat menurut fungsinya. Seperti kalimat-kalimat lainnya, kalimat ini memiliki sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut antara lain:



  • Adanya contoh penggunaan tanda seru (!) di tamat kalimatnya.

  • Intonasinya terkadang naik terkadang turun.

  • Bertujuan untuk memerintah orang lain.

  • Mengandung kata tolong atau jangan.

  • Beberapa katanya ada yang memakai artikel -lah dan -kan.


2. Kalimat Seruan


Kalimat seruan merupakan suatu kalimat yang bertujuan untuk mengungkapkan mulut yang ada di dalam diri seseorang, entah itu kekaguman, kemarahan, kekecewaan, perintah, dan lain sebagainya. Sama menyerupai kalimat perintah, kalimat seruan juga termasuk ke dalam jenis-jenis paragraf menurut fungsinya. Adapun ciri-ciri yang menempel pada kalimat ini adalah:



  • Adanya penggunaan tanda seru (!) di tamat kalimatnya.

  • Intonasinya terkadang naik terkadang turun tergantung dari mulut apa yang hendak disampaikannya.

  • Bertujuaan untuk mengungkapkan mulut yang ada di dalam diri seseorang, entah itu kekaguman, kebahagian, kebingungan, kemarahan, hingga kesedihan.

  • Kalimat seruan juga bisa berfungsi sebagai kalimat permintaan dan juga larangan laiknya kalimat perintah. Namun dua fungsi itu bukanlah fungsi utama dari kalimat seruan.

  • Mengandung beberapa contoh kata seru dalam kalimat di dalamnya, seperti wow, asyik, astaga, dan lain sebagainya.

  • Kalimat ini terkadang memakai kata jangan atau tolong di dalam kalimatnya. Namun, penggunaan kata ini di kalimat seruan tidaklah terlalu banyak digunakan menyerupai halnya pada kalimat perintah.

  • Kata-katanya tidak terlalu sering memakai partikel -lah atau -kan di dalamnya.


Dari pembahasan di atas, kita bisa meemukan letak perbedaan dari kedua kalimat tersebut. Adapun letak perbedaan diantara keduanya tersebut antara lain:


1. Fungsinya


Kalimat perintah merupakan kalimat yang bertujuan untuk menawarkan perintah kepada orang lain, sedangkan kalimat seruan bertujuan untuk mengungkapkan mulut yang ada di dalam diri seseorang. Meski begitu, terkadang kalimat seruan bisa juga digunakan untuk memerintah atau juga mengajak laiknya kalimat perintah. Hanya saja, kedua fungsi itu tidaklah terlalu dominan.


2. Penggunaan Kata-Kata atau Imbuhan Tertentu di Dalamnya


Kalimat perintah sering memakai kata jangan atau tolong di dalamnya. Selain itu, penggunaan artikel -lah atau-kan pun juga terkadang digunakan pada salah satu kata di dalamnya. Di pihak lain, kalimat seruan lebih banyak menggunaan aneka macam kata seru di dalamnya, meski terkadang juga memakai kata jangan/atau dan juga partikel -lah/-kan di dalamnya.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat perintah dan seruan dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahuii beberapa jenis kalimat perintah dan teladan dari kalimat seruan, maka pembaca bisa membuka artikel jenis-jenis kalimat perintah, macam-macam kalimat imperatif dan contohnya, serta contoh kalimat seruan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, July 10, 2019

√ 23 Pola Kalimat Simpleks Berpredikat Numeral

Kita mengenal banyak jenis-jenis kalimat dalam bahasa Indonesia, menyerupai kalimat aktif dan pasif, kalimat simpleks dan kompleks, kalimat pribadi dan tidak langsung, dan kalimat denotasi dan konotasi. Dalam kalimat simpleks, salah satunya yang akan kita bahas kali ini yaitu kalimat simpleks berpredikat numeral. Kalimat simpleks yaitu kalimat yang hanya memiliki satu kata kerja utama atau satu predikat, kadang disebut juga kalimat tunggal. Sedangkan kalimat simpleks berpredikat numeral yaitu kalimat simpleks yang predikatnya berupa kata bilangan. Untuk memahami kalimat simpleks berpredikat numeral ini, berikut yaitu beberapa contohnya:



  1. Sapi Anto ada banyak.

  2. Pensil Lita ada dua buah.

  3. Kami sudah berhari-hari disini.

  4. Korban yang meninggal sebanyak 25 orang.

  5. Sawah Pak Kadir ada 5 petak.

  6. Gorengan yang dijual Andi tinggal 10 buah.

  7. Puding Fika tinggal separuh.

  8. Lebar hutan lindung itu lebih dari 15 ha.

  9. Proposal itu sudah berbulan-bulan di atas meja.

  10. Ponsel Afina ada tiga buah.

  11. Mangga Kakek Dalang tinggal 2 kg lagi.

  12. Sandal Bella yang berwarna merah tinggal sebelah saja.

  13. Kucing Nia yang berwarna hitam ada 7 ekor.

  14. Rumah konglomerat gres itu ada 3 unit.

  15. Gula Nenek tinggal setengah kg.

  16. Ulos Opung Anik Butar ada 8 buah.

  17. Baju kotorku sudah hampir sebulan di dalam ember.

  18. Galon air minum di kantor kami hanya ada 2 buah.

  19. Pembangunan gedung gres itu sudah bertahun-tahun.

  20. Murid yang menggunakan pakaian olahraga hanya ada 4 orang.

  21. Tanaman di kebun Pak Dika ada 27 jenis.

  22. Objek wisata di kampungku ada banyak sekali.

  23. Spidol yang ada di ruang kelas tinggal 1 buah.


Itulah beberapa pola kalimat simpleks berpredikat numeral. Semoga artikel yang singkat ini sanggup bermanfaat bagi Anda. Beberapa artikel lainnya yang sanggup menjadi tumpuan Anda, diantaranya jenis-jenis kalimat tunggal, berikan pola kalimat tunggal berpredikat numeral, ciri-ciri kalimat tunggal, dan sebutkan macam-macam kalimat tunggal. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 23 Pola Kalimat Simpleks Berpredikat Kata Kerja

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal jenis-jenis kalimat, menyerupai kalimat simpleks dan kompleks. Kalimat simpleks ialah kalimat yang hanya mempunyai satu subjek dan satu predikat saja, kadang disebut juga sebagai kalimat tunggal. Kalimat simpleks juga dibagi lagi menjadi beberapa bagian, yakni kalimat simpleks berpredikat verbal, kalimat simpleks berpredikat adjektival, kalimat simpleks berpredikat nominal, kalimat simpleks berpredikat numeral, dan kalimat simpleks berpredikat frasa preposisional. Pada artikel kali ini, kita akan melihat beberapa pola dari kalimat simpleks berpredikat kata kerja. Berikut ialah beberapa contohnya:



  1. Dika bermain gitar di depan rumah.

  2. Ibu memasak gulai ayam di dapur.

  3. Hana sedang berlari menuju rumahnya.

  4. Arjuna meminum susunya sampai habis.

  5. Mata Aisyah melirik kesana kemari.

  6. Pintu rumah Atika diketuk berkali-kali oleh tamu itu.

  7. Kiki sedang bermain game online di warnet.

  8. Para pendaki gunung itu berjalan menyusuri hutan lindung.

  9. Jilbab merah delima Nita sedang dicuci oleh ibu.

  10. Ibu Santi mengajar di sekolah yang di ujung jalan.

  11. Virus malware telah merusak seluruh sistem dalam komputerku.

  12. Haris sudah mengenal Tia semenjak lama.

  13. Juragan beras itu menghitung uang yang akan dibayarkan pada petani.

  14. Sapi Pak Umar sedang memakan rumput di lapangan.

  15. Sartinah menganyam tikar di teras rumahnya.

  16. Matahari menyinari Bumi.

  17. Ikan-ikan berenang dengan gembiranya di sungai.

  18. Buku itu terbakar dikala tragedi kebakaran tadi malam.

  19. Dia mengeluarkan uang selembar sepuluh ribuan.

  20. Kakinya terus mengeluarkan darah sehabis kecelakaan.

  21. Tangan copet itu mengambil dompet seorang anak sekolah di sebelahnya dengan cepat.

  22. Masakan ibu membuat perutku sakit.

  23. Maria menyanyi dengan sangat merdu di panggung.


Itulah beberapa pola kalimat simpleks berpredikat kata kerja atau verbal. Untuk lebih menambah pengetahuan Anda wacana kalimat simpleks, Anda sanggup juga membaca berikan pola kalimat tunggal berpredikat verbal, contoh kalimat tunggal preposisional, dan ciri-ciri kalimat tunggal.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 9, 2019

√ 17 Pola Kalimat Pasif Transitif Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat pasif transitif merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat pasif dan jenis-jenis kalimat menurut subjeknya. Kalimat ini sendiri merupakan bentuk pasif dari kalimat aktif transitif. Salah satu ciri khas dari kalimat ini yakni adanya imbuhan di- atau di-an pada bab predikatnya. Selain tu, kalimat ini memiliki pola yang khas, di mana pola kalimat dasar beserta contohnya yang terkanding pada kalimat ini yakni O-P-S dan O-P-S-K. Untuk mengetahui ibarat apa bentuk kalimat ini, berikut ditampilkan beebraapa pola kalimat pasif transitif dalam bahasa Indonesia!



  1. Ikan asin itu telah dimakan kucing peliharaanku, (O= ikan asin, P= telah dimakan, S= kucing peliharaanku)

  2. Emas Bu Susan telah dibeli Bu Musworo. (O= emas Bu Susan, predikat= telah dibeli, S= Bu Musworo)

  3. Kalung itu diberikan Winda untuk saudara kembarnya yang tengah berulang tahun. (O= kalung itu, P= diberikan, S= Winda, K= untuk saudara kembarnya yang tengah berulang tahun)

  4. Mobil itu telah dibeli Pak Daniel dengan biaya yang cukup mahal. (O= kendaraan beroda empat itu, P= dibeli, S= Pak Daniel, K= dengan biaya yang cukup mahal)

  5. Kalung itu ditemukan Shani di pinggir jalan. (O= kalung itu, P= ditemukan, S= Shani, K= di pinggir jalan)

  6. Gelang dan kalung itu digadaikan Ibu ke pegadaian. (O= gelang dan kalung itu, P= digadaikan, S= Ibu, K= ke pegadaian)

  7. Gitar itu dilelang Ivan di program amal tersebut. (O= gitar itu, P= dilelan, S= Ivan, K= di program amal tersebut)

  8. Puisi itu dibacakan Indah dengan sangat baik. (O= puisi itu, P= dibacakan, Indah, K= dengan sangat baik)

  9. Puisi itu digubah Haris dengan sepenuh hatinya. (O= puisi itu, P= digubah, S= Haris, K= dengan sepenuh hatinya)

  10. Pagar itu dicat Paman dengan memakai cat berwarna krem. (O= pagar itu, P= dicat, S= paman, K= dengan memakai cat berwarna krem)

  11. Penjahat itu telah ditangkap polisi tadi pagi. (O= penjahat itu, P= telah ditangkap, S= polisi, K= tadi pagi)

  12. Sejumlah barang bukti ditemukan polisi di kamar indekos pelaku. (O= sejumlah barang bukti, P= ditemukan, S= polisi, K= di kamar indekos pelaku)

  13. Putra dijenguk teman-temannya kemarin sore. (O= Putra, P= dijenguk, S= teman-temannya, K= kemarin sore)

  14. Fitri dtelepon Ayahnya ketika jam istirahat sekolah. (O= Fitri, P= ditelepon, S= Ayahnya, K= ketika jam istirahat sekolah)

  15. Lani dibawa petugas PMR ke UKS. (O= Lani, P= dibawa, S= petugas PMR, K= ke UKS)

  16. Korban tubruk lari itu dibawa warga ke rumah sakit terdekat. (O= korban tubruk lari itu, P= dibawa, S= warga, K= ke rumah sakit terdekat)

  17. Soal-soal ujian itu telah dikerjakan Ika dengan sangat baik. (O= soal-soal ujian itu, P= telah dikerjakan, S= Ika, K= dengan sangat baik)


Demikianlah beberapa pola kalimat pasif transitif dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin melihat beberapa pola dari jenis-jenis kalimat pasif ataupun dari jenis-jenis kalimat lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, contoh kalimat aktif intransitif, contoh kalimat aktif semitransitif, dan contoh kalimat aktif dwitransitif beserta polanya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat khususnya, maupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 15 Pola Kalimat Pasif Intransitif Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat pasif intransitif merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat pasif serta jenis-jenis kalimat menurut subjeknya. Kalimat pasif ini merupakan kalimat yang tidak memiliki objek dan predikatnya dibubuhi dengan imbuhan di-, di-kan, ataupun ter-Biasanya, pola kalimat dasar beserta contohnya yang terkandung pada kalimat ini yaitu S-P-K atau S-P-Pel. Supaya pembaca lebih paham, di artikel kali ini akan ditampilkan beberapa pola kalimat pasif intransitif tersebut. Adapun contoh-contoh yang dimaksud yaitu sebagai berikut!



  1. Emas itu digadaikan ke toko emas. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= emas itu, P= digadaikan, K- ke toko emas)

  2. Sayur-sayuran itu tengah dijual di pasar. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= sayur-sayuran itu, P= tengah dijual, K= di pasar)

  3. Korban berkelahi lari itu dilarikan ke rumah sakit terdekat. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= korban berkelahi lari itu, P= dilarikan, K= ke rumah sakit terdekat)

  4. Sepeda motor itu tertabrak sebuah kendaraan beroda empat bus antarkota. (pola kalimat= S-P-Pel, di mana S= sepeda motor itu, P= tertabrak, Pel= sebuah kendaraan beroda empat bus antarkota)

  5. Rumah-rumah itu telah tertimpa tanah longsor. (pola kalimat= S-P-Pel, di mana S= rumah-rumah itu, P= telah tertimpa, Pel= longsor)

  6. Mobil itu terperosok ke dalam jurang. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= kendaraan beroda empat itu, P= terperosok, K= ke dalam jurang)

  7. Mobil itu tertimpah oleh sebuah pohon yang besar. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= kendaraan beroda empat itu, P= tertimpa, K= oleh sebuah pohon yang besar)

  8. Sejumlah barang bukti telah ditemukan di kamar indekos korban. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= sejumlah barang bukti, P= ditemukan, K= di kamar indekos korban)

  9. Anak itu dibesarkan oleh orang renta tirinya. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= anak itu, P= dibesarkan, K= oleh orang renta tirinya)

  10. Tindak kejahatan itu telah terekam kamera CCTV. (pola kalimat= S-P-Pel, di mana S= tindak kejahatan itu, P= telah terekam, Pel= kamera CCTV)

  11. Produk kosmetik itu telah didistribusikan ke semua toko kosmetik yang ada. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= produk kosmetik itu, P= telah didistribusikan, K= ke semua toko kosmetik yang ada)

  12. Daun-daun yang berjatuhan itu telah terhempas oleh angin. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= daun-daun yang berjatuhan itu, P= telah terhempas, K= oleh angin)

  13. Kaset musik itu dijual di gerai-gerai musik terdekat. (pola kalimat= S-P-K, di mana S= kaset musik itu, P= dijual, K= di gerai-gerai musik terdekat)

  14. Pelaku telah tertangkap polisi. (pola kalimat= S-P-Pel, di mana S= pelaku, P= telah tertangkap, Pel= polisi)

  15. Keberadaan pelaku tengah dilacak sejumlah kepetangan dan anjing pelacak. (pola kalimat= S-P-Pel, di mana S= keberadaan pelaku, P= tengah dilacak, Pel= sejumlah kepetangan dan anjing pelacak)


Demikianlah beberapa pola kalimat pasif intransitif dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui contoh-contoh lain dari kalimat pasif ataupun dari jenis-jenis kalimat lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, contoh kalimat aktif transitif, contoh kalimat aktif intransitif, contoh kalimat definisi, dan contoh kalimat definisi perihal hewan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat khususnya, ataupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, July 8, 2019

√ 45 Pola Kalimat Pasif Zero Dalam Bahasa Indonesia

Beberapa teladan dari aneka macam jenis-jenis kalimat sudah pernah ditampilkan di artikel-artikel sebelumnya. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain contoh kalimat definisi, contoh kalimat definisi perihal hewan, contoh kalimat aktif transitif, dan contoh kalimat aktif intransitif. Artikel kali ini juga akan menampilkan beberapa teladan kalimat, di mana jenis kalimat yang ditampilkan misalnya tersebut ialah kalimat pasif zero. Kalimat pasif zero sendiri merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat pasif yang predikatnya berakhiran -kan. Adapun beberapa teladan dari kalimat pasif zero ini ialah sebagai berikut!



  1. Aku serahkan hasil pekerjaanku kepada atasan.

  2. Telah aku relakan kepergiannya untuk selama-lamanya.

  3. Telah aku laporkan tindak kenakalannya ke guru BP.

  4. Akan aku sampaikan salammu padanya.

  5. Telah mereka padamkan api yang mengkremasi rumah-rumah tersebut.

  6. Sedang aku kerjakan tugas-tugas sekolah dari guru-guru yang mengajar hari ini.

  7. Belum aku tuntaskan novel yang saya baca semenjak seminggu kemudian itu.

  8. Telah dia sajikan sebuah sup ayam yang amat lezat.

  9. Sedang pihak kampus sediakan fasilitas penunjang untuk laboratorium gres itu.

  10. Telah kami selesaikan permasalahan pelik yang kami alami kemarin.

  11. Sudah Ami bereskan skripsi yang tengah dibuatnya itu.

  12. Sudah Jenny ajukan judul skripsi yang akan dibuatnya ke pihak dosen pembimbing.

  13. Kami kabarkan berita jelek itu kepada saudaranya yang ada di kampung.

  14. Telah aku ceritakan keadaan Reihan kini kepada kedua orang tuanya.

  15. Mari kita rayakan keberhasilan kita dalam mencapai sasaran yang kita tuju.

  16. Mari kita sisihkan sebagian rezeki kita ke pada fakir miskin dan bawah umur yatim!

  17. Ayo kita tumbuhkan minat baca kepada bawah umur kita semenjak dini!

  18. Telah kuberangkatkan kedua orang tuaku ke tanah suci.

  19. Telah kunasihatkan soal hal itu kepadanya tadi siang.

  20. Sudah kita tanamkan ladang itu dengan tanaman palawija.

  21. Sudah aku antarkan ia hingga ke rumahnya.

  22. Belum aku bayarkan utangku kepadanya.

  23. Mesti saya ingatkan dia soal keputusannya itu.

  24. Sedang aku siapkan materi untuk presentasi besok.

  25. Telah dia sarangkan lima gol sekaligus ke gawang lawan itu.

  26. Akan kami sumbangkan dana tersebut kepada pihak yang membutuhkan.

  27. Akan aku adukan perbuatannya itu ke pihak yang berwajib.

  28. Kalian kembalikan saja barang itu kepada yang punya!

  29. Akan aku tanyakan soal itu ke pihak panitia program tersebut.

  30. Mari kita amalkan ilmu-ilmu yang kita sanggup selama ini!

  31. Jangan kau salahkan dia terus soal persoalan itu!

  32. Akan aku titipkan barangmu kepadanya.

  33. Sudah aku kirimkan barang pesananmu melalui layanan paket kilat.

  34. Jangan kamu remehkan orang itu sekalipun!

  35. Jangan kau sepelekan masalah tersebut!

  36. Jangan kalian ledakkan bom itu ke dalam lautan!

  37. Telah kami nobatkan dia sebagai penerima terbaik tahun ini.

  38. Telah kami amanahkan dia sejumlah tanggung jawab yang harus ia emban.

  39. Kami mohonkan ampun atas kesalahan kami Ya Tuhan.

  40. Akan aku nantikan kehadirannya di taman kota ini.

  41. Akhirnya aku tamatkan kuliahku di tahun ini.

  42. Jangan engkau paksakan egomu kepada orang lain!

  43. Kami andalkan kalian untuk lomba kali ini.

  44. Kami kerahkan segenap tenaga kami untuk pagelaran seni ini.

  45. Akan aku sempatkan diri untuk berkunjung ke rumahmu.


Demikianlah beberapa teladan kalimat pasif zero dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat pasif maupun bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 34 Teladan Kalimat Pasif Keadaan Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat pasif memiliki sejumlah jenis, di mana salah satu diantara jenis-jenis kalimat pasif tersebut yaitu kalimat pasif keadaan. Kalimat pasif ini merupakan kalimat yang menandakan adanya suatu keadaan yang dialami oleh suatu subjek. Ciri khas utama kalimat ini yaitu adanya penggunaan imbuhan ke-an di dalam predikatnya. Untuk mengetahui menyerupai apa bentuk kalimat ini, berikut ditampilkan beberapa pola kalimat pasif keadaan dalam bahasa Indonesia!



  1. Rumah Pak Broto kemalingan tadi malam.

  2. Bupati itu kedapatan korupsi Rp. 1 miliar.

  3. Tubuh Egi keletihan sehabis latihan keras yang dijalaninya tadi siang.

  4. Dewi telah kecopetan di angkot tadi pagi.

  5. Anak itu ketahuan mencuri oleh bawah umur lainnya.

  6. Kaki Anny kesemutan karena terlalu usang duduk.

  7. Tubuh Putri kepanasan kibat sinar mentari yang begitu panas di siang hari ini.

  8. Badan Deden kelelahan setelah bermain futsal dengan teman-temannya.

  9. Michel ketiduran di dalam kereta, sehingga beliau pun tidak bisa turun di stasiun yang beliau tuju.

  10. Tubuh Andik kedinginan karena tidak menggunakan jaket ketika keluar rumah di malam yang hambar ini.

  11. Kami ketakutan sekali ketika gempa bumi itu terjadi.

  12. Buku dan ponselku ketinggalan di rumah, sehingga saya pun harus pulang lagi ke rumah untuk mengambil kedua barang tersebut.

  13. Terdapat banyak keganjilan pada pelaksanaan pemilihan ketua OSIS kali ini.

  14. Terdapat banyak kesalahan yang diperbuat Egi ketika pertandingan krusial kemarin.

  15. Andri begitu kebingungan saat pakian mana yang hendak dipakainnya.

  16. Baju Susi kebasahan akibat terkena air hujan.

  17. Andini kehujanan saat berangkat ke sekolah, sehingga pakaian seragamnya pun menjadi lembap karenanya.

  18. Mobil itu kejatuhan pohon besar yang ada di dekatnya.

  19. Matanya kemasukkan debu, sehingga saya pun harus meniup matanya itu.

  20. Kaki Bella kecipratan air genangan lubang jalan yang dilindas oleh ban kendaraan beroda empat itu.

  21. Tim lawan begitu kerepotan saat menjaga Veri yang lincsh sekali pergerakannya.

  22. Rumah Pak Sobri kerampokan kemarin malam.

  23. Kami begitu kesulitan menjawab soal-soal ujian itu.

  24. Kaki Ferdy kesakitan usai ditekel oleh pemain lawan.

  25. Masakan Yuni keasinan karena terlalu banyak garam di dalamnya.

  26. Kami begitu kepayahan dalam menghadapi serangan tim lawan yang seolah tidak berhenti juga.

  27. Aku begitu kewalahan mengurus keponakanku yang masih balita itu.

  28. Panitia begitu keteteran dalam mengurus program tersebut.

  29. Penonton begitu kegirangan melihat agresi panggung penyanyimuda bertalenta itu.

  30. Kami telah kehilangan sosok abang sekaligus sahabat di badan organisasi kami.

  31. Dia tengah kerasukan jin jahat dan sekarang tengah diruqyah oleh Pak Ustaz Sobri.

  32. Rambutnya itu begitu kepanjangan, sehingga dahi dan matanya pun tertutupi karenanya.

  33. Kami pun kehausan karena cuaca yang begitu gersang ini.

  34. Kami sekarang tengah kehabisan ide untuk konsep program di bulan bulan mulia nanti.


Demikianlah beberapa pola kalimat pasif keadaan dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui pola kalimat pasif atau pola jenis-jenis kalimat lainnya, maka pembaca bisa membuka artikel contoh kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, contoh kalimat pasif transitif dan intransitif, contoh kalimat definisi, contoh kalimat definisi wacana hewan, contoh kalimat klasifikasi, contoh kalimat aktif transitif, contoh kalimat aktif intransitif, dan contoh kalimat deklaratif aktif transitif. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat khususnya, maupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, July 6, 2019

√ 15 Teladan Kalimat Kompleks Dalam Bahasa Indonesia

Ada aneka macam jenis-jenis kalimat yang telah kita pelajari semenjak di dingklik Sekolah Dasar, contohnya kalimat eksklusif dan kalimat tidak langsung, kalimat aktif dan pasif, serta kalimat simpleks dan kompleks. Namun pada artikel kali ini, kita akan membahas beberapa teladan kalimat kompleks. Kalimat kompleks yaitu kalimat yang mempunyai lebih dari satu struktur kalimat atau mempunyai banyak subjek, predikat, objek, dan keterangan dalam satu kalimat utuh. Berikut yaitu beberapa teladan kalimat kompleks:



  1. Adik menyapu rumah sedangkan abang mencuci piring.

  2. Ayah bekerja sebagai satpam di bank sedangkan Bunda bekerja sebagai pegawai di universitas.

  3. Ivan tidak masuk sekolah hari ini alasannya neneknya meninggal tadi pagi.

  4. Abang tidak menyukai masakan ringan manis coklat padahal masakan ringan manis coklat sangat yummy rasanya.

  5. Ibu tidak memasak hari ini tapi Ibu membeli nasi bungkus di rumah makan.

  6. Ayah Arjuna berjualan ayam di pasar sedangkan Ayah Yusuf berjualan telur di depan rumah.

  7. Nenek menceritakan masa lalunya sedangkan saya sudah mengantuk dari tadi.

  8. Ali sedang berjalan menuju ke sekolah ketika Fika memanggilnya sambil berlari.

  9. Kurnia menyanyi di atas panggung sedangkan Bagus menari di sebelahnya.

  10. Banyak nyamuk berkeliaran di kamarku padahal adik sedang tidur di dalamnya.

  11. Susi sedang memasak gulai ayam ketika Ibu sedang menciptakan masakan ringan manis bolu di dapur.

  12. Mita menulis puisi perihal ibu sedangkan Ardi menulis kisah perihal pahlawan.

  13. Ina pergi ke sekolah dengan angkot sedangkan Agil pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.

  14. Joko tidak masuk kerja hari ini padahal pimpinan sedang memerlukan bantuannya untuk proyek lapangan.

  15. Ika sedang mengikuti audisi menyanyi ketika Budi sedang mengerjakan ujian semesternya.


Itulah beberapa teladan kalimat kompleks yang sanggup Anda pelajari. Untuk menambah pengetahuan Anda mengenai kalimat, Anda juga sanggup membaca artikel contoh kalimat deskripsi, contoh kalimat definisi, dan kalimat imperatif.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, June 28, 2019

√ 27 Teladan Kalimat Tanya Konfirmasi Dalam Bahasa Indonesia

Pada artikel sebelumnya kita sudah pernah membahas mengenai jenis-jenis kalimat tanya dan contohnya. Salah satu dari jenis kalimat tanya tersebut ialah kalimat tanya konfirmasi. Kalimat tanya konfirmasi merupakan kalimat tanya yang bertujuan untuk mencari ketegasan atau kejelasan akan suatu hal atau kejadian. Untuk lebih jelasnya berikut contohnya.



  1. Apa benar beliau yang mencuri mangga Pak Anto?

  2. Bukankah beliau ialah mantan pacar Susi?

  3. Apa benar Ibu yang memberi makan ikan di bak tadi pagi?

  4. Benarkah gosip perihal rumah Bobi yang disita pihak bank?

  5. Apa benar itu orangnya?

  6. Apa kau yakin kalau Sinta yang mengambil bukumu?

  7. Benarkah jikalau Budi akan pindah ke Amerika?

  8. Apakah saudaramu ada dua orang?

  9. Apakah benar rumah Rita ada di ujung jalan?

  10. Apakah ini benar dompet Anda?

  11. Bukankah ini ialah sepatu kakak?

  12. Benarkah isu perihal kecelakaan yang dialami Bu Guru?

  13. Apa benar itu ialah kekasihnya?

  14. Bukankah ini ialah saputanganmu?

  15. Benarkah kabar burung perihal kedekatan Romi dan Linda?

  16. Apa benar lelaki itu sudah menikah?

  17. Bukankah rumah yang berwarna hijau itu ialah rumah Yanti?

  18. Apakah ini benar laptopmu?

  19. Bukankah topi yang berwarna putih ini milik Yoshida?

  20. Benarkah jam tangan ini mahal harganya?

  21. Bukankah baju ini milikmu?

  22. Apakah benar jikalau anak itu ialah putri seorang konglomerat?

  23. Benarkah jikalau komputer Ina rusak lagi?

  24. Apakah ini ialah pianika Siti?

  25. Bukankah grup musik itu ialah grup musik lokal asal Medan?

  26. Benarkah toko makanan ringan cantik itu milik Nabila?

  27. Bukankah jaket itu dibeli di toko Afifah?


Artikel lainnya yang bekerjasama dnegan kalimat tanya yang sanggup Anda pelajari ialah contoh kalimat tanya klarifikasi, contoh kalimat tanya dalam percakapan, contoh kalimat tanya, contoh penggunaan tanda tanya, sebutkan ciri-ciri kalimat tanya, berikan pola kalimat tanya siapa, berikan pola kalimat tanya dimana, berikan pola kalimat tanya yang senilai dengan perintah, berikan pola kalimat tanya berapa, berikan pola kalimat tanya biasa, berikan pola kalimat tanya retoris, berikan pola kalimat tanya tersamar, berikan pola kalimat tanya bagaimana dan sebutkan macam-macam kalimat tanya. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, June 19, 2019

√ 18 Pola Kalimat Tanya Tersamar Dalam Bahasa Indonesia

Ada berbagai jenis-jenis kalimat tanya dan contohnya dalam bahasa Indonesia. Kalimat tanya tersamar yakni kalimat tanya yang diajukan secara tidak pribadi dan tidak memerlukan tanggapan atau gosip apapun. Tujuan dari kalimat tanya tersamar yakni memohon, meminta, mengajak, menyindir. Berikut yakni beberapa pola dari kalimat tanya tersamar:



  1. Apakah kau tuli hingga tidak menyahut panggilanku? (menyindir)

  2. Apakah tas itu berat? Mau saya bantu? (menawarkan)

  3. Hari ini tampak cerah, bagaimana jika kita pergi ke pantai? (mengajak)

  4. Bagaimana sanggup kau jatuh alasannya tersandung kaki sendiri? (menyindir)

  5. Apa kau yakni orang terpelit di dunia hingga tidak mau menyumbang seperak pun? (menyindir)

  6. Besok yakni hari ulang tahun Bila, bagaimana jika kau ikut dengan kami? (mengajak)

  7. Apa ada orang yang tidak jatuh cinta dengan melihat wajahmu, Dik? (menggoda)

  8. Koper ini tidak mengecewakan berat, maukah kau membawanya untukku? (memohon)

  9. Besok kami akan pergi berkemah, maukah kau ikut? (mengajak)

  10. Dimana matamu hingga menabrak mobilku? (menyindir)

  11. Apa kau tidak punya hati hingga tega dengan adik sendiri? (menyindir)

  12. PR ini sangat sulit, maukah abang membantuku? (memohon)

  13. Dunia ini sempit, ya. Bagaimana sanggup kita bertemu di daerah ini? (menyetujui)

  14. Kita sudah setuju akan menggunakan topi hitam, kan? (menyetujui)

  15. Turnamen sepak bolak akan berlangsung ahad depan, maukah kau ikut menonton bersama? (mengajak)

  16. Apa kau sudah pikun, bagaimana sanggup lupa letak dompet sendiri? (menyindir)

  17. Apa perutmu berisi Anaconda hingga sanggup makan hingga 3 piring? (menyindir)

  18. Tia akan menikah bulan depan, maukah kau kesana bersama kami? (mengajak)


Itulah beberapa pola kalimat tanya tersamar dalam bahasa Indonesia. Anda juga sanggup menambah pengetahuan Anda ihwal kalimat tanya melalui artikel contoh kalimat tanya konfirmasi, contoh kalimat tanya dalam percakapan, contoh kalimat tanya klarifikasi, pola kalimat tanya, contoh penggunaan tanda tanya, berikan pola kalimat tanya tersamar, berikan pola kalimat tanya berapa, berikan pola kalimat tanya biasa, dan sebutkan ciri-ciri kalimat tanya.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, June 18, 2019

√ 26 Teladan Kalimat Simpleks Berpola S-P-O Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh kalimat simpleks berpola S-P-O-K. Kali ini, kita akan mengetahui pula pola kalimat simplek yang mana kalimat simpleks pada artikel kali ini memiliki pola S-P-O di dalamnya. Pengertian kalimat simpleks sendiri–yang dinukil dari artikel kalimat simpleks dan kompleks–adalah salah satu jenis-jenis kalimat yang hanya memiliki satu predikat dan hanya menjelaskan satu insiden saja di dalamnya.


Untuk mengetahui ibarat apa kalimat simpleks berpola S-P-O, berikut ditampilkan beberapa pola diantaranya yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Adik mengemudikan sepeda. (S= adik, P= mengemudikan, O= sepeda)

  2. Ibu membeli sayur-sayuran. (S= ibu, P= membeli, O= sayur-sayuran)

  3. Kucing menangkap serangga. (S= kucing, P= menangkap, O= serangga)

  4. Kucing itu tengah melompati pagar. (S= kucing itu, P= tengah melompati, O= pagar)

  5. Bibi sedang memasak gulai kambing. (S= bibi, P= sedang memasak, O= gulai kambing)

  6. Ayah sedang membaca koran. (S= ayah, P= sedang membaca, O= koran)

  7. Dia menjual perhiasannya. (S= dia, P= menjual, O= perhiasannya)

  8. Dia membeli kertas satu rim. (S= dia, P= membeli, O= kertas satu rim)

  9. Para petani sedang memanen padi-padinya. (S= para petani, P= sedang memanen, O= padi-padinya)

  10. Bu Aminah menjual cincinnya. (S= Bu Aminah, P= menjual, O= cincinnya)

  11. Bu Arimbi sedang memasak opor ayam. (S= Bu Arimbi, P= sedang memasak, O= opor ayam)

  12. Andini sudah mencuci seragam sekolahnya. (S= Arimbi, P= sudah mencuci, O= seragam sekolahnya)

  13. Para wartawan sedang mewancarai Pak Presiden. (S= para wartawan, P= sedang mewawancarai, O= Pak Presiden)

  14. Pak Guru sedang mengajari para siswa. (S= Pak Guru, P= sedang mengajari, O= para siswa)

  15. Kami semua telah menjenguk Pak Guru. (S= kami semua, P= telah menjenguk, O= Pak Guru)

  16. Para siswa sedang mengerjakan soal ujian. (S= para siswa, P= sedang mengerjakan, O= soal ujian)

  17. Ibu Susan sedang memasak nasi goreng. (S= Ibu Susan, P= sedang memasak, O= nasi goreng)

  18. Devina sedang mengerjakan kiprah kuliahnya. (S= Devina, P= sedang mengerjakan, O= kiprah kuliahnya)

  19. Hanif sudah menuntaskan kiprah sekolahnya. (S= Hanif, P= sudah menyelesaikan, O= kiprah sekolahnya)

  20. Sepedamotor itu telah menabrak sebuah pohon besar. (S= sepeda motor itu, P= telah menabrak, O= sebuah pohon besar)

  21. Anak kecil itu tengah mengejar layang-layang. (S= anak kecil itu, P= tengah mengejar, O= layang-layang)

  22. Aisyah sedang menulis puisi. (S= Aisyah, P= sedang menulis, O= puisi)

  23. Bu Inem sedang menyapu lantai. (S= Bu Inem, P= sedang menyapu, O= lantai)

  24. Adik meminta uang saku. (S= adik, P= meminta, O= uang saku)

  25. Anak monyet itu sedang memanjat pohon kelapa. (S= anak monyet itu, P= sedang memanjta, O= pohon kelapa)

  26. Para petani itu sedang menanam bibit padi. (S= para petani itu, P= sedang menanam, O= bibit padi)


Demikianlah beberapa pola kalimat simpleks berpola S-P-O dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa pola kalimat simpleks atau pola kalimat lainnya, maka pembaca bisa membuka beberapa artikel berikut, yakni: contoh kalimat simpleks berpredikat kata kerja, contoh kalimat simpleks berpredikat numeral, contoh kalimat klasifikasi, dan contoh kalimat oratoris. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat maupun mengenai bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, June 17, 2019

√ 28 Tumpuan Kalimat Kompleks Parataktik Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat kompleks parataktik merupakan salah satu diantara jenis-jenis kalimat yang ada, selain kalimat inti, kalimat pasif, kalimat aktif transitif, kalimat aktif intransitif, dan kalimat deklaratif. Menurut artikel kalimat simpleks dan kompleks, kalimat kompleks parataktik merupakan adonan dua jenis-jenis kata atau dua klausa dalam bahasa Indonesia pada suatu kalimat yang digabungkan oleh konjungsi setara atau konjungsi koordinatif. Adapun kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi setara yang digunakan pada kalimat ini antara lain tetapi, dan, atau, serta, beserta, dan melainkan.


Untuk lebih memahami menyerupai apa kalimat ini, berikut ditampilkan beberapa rujukan kalimat kompleks parataktik dalam bahasa Indonesia!



  1. Aku memang sempat berjumpa dengannya, tetapi aku tidak sempat berbinccang-bincang dengannya.

  2. Ibu membeli sayur-sayuran dan beberapa bumbu kuliner di pasar tadi pagi.

  3. Lamaran itu bisa dikirim lewat pos atau bisa juga dikirim melalui surat elektronik atau surel.

  4. Saat ke sekolah, Ami biasanya membawa bekal makanan beserta bekal minuman ke sekolahnya.

  5. Kerjakanlah soal-soal tersebut dengan sungguh-sungguh serta periksa kembali balasan yang telah ditulis kalau soal sudah simpulan dikerjakan!

  6. Lita bukanlah adik dari Novan, melainkan sepupu dari Novan.

  7. Ami tidak suka membaca komik, melainkan dia sangat suka membaca novel fiksi ilmiah.

  8. Pemesanan tiket tidak dilakukan secara eksklusif di daerah pemesanan, melainkan dipesan melalui situs resmi penyedia tiket.

  9. Periksa kembali barang-barang Anda serta berhati-hatilah ketika turun dari kereta!

  10. Pak Broto beserta keluarga besarnya akan berlibur ke pulau Derawan.

  11. Sebelum berangkat, periksa kembali barang bawaan Anda serta berdoalah terlebih dahulu.

  12. Dalam karya wisata nanti, para siswa diwajibkan membawa alat tulis serta perbekalan dari rumah.

  13. Dalam kiprah kelompok kali ini, Hanifa dan Gendhis berada dalam satu kelompok yang sama.

  14. Pemesanan tiket sanggup dilakukan eksklusif di lokasi penyedia tiket atau bisa juga melalui situs penyedia tiket.

  15. Kami beserta segenap staf perusahan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

  16. Pak kepala sekolah beserta para guru tengah melaksanakan rapat pada hari ini.

  17. Gea merupakan anak yang cerdas, tetapi sifat angkuhnya menciptakan banyak siswa menjauhi dirinya.

  18. Kopi bisa disajikan panas-panas atau bisa juga disajikan dengan memakai es.

  19. Setelah digoreng, ayam kemudian ditiriskan dan setelah barulah ayam bisa disajikan di atas piring.

  20. Buku itu bukanlah milik Nicolas, melainkan milik dari Adelbaran.

  21. Kereta api itu tidak menuju Yogyakarta, melainkan menuju kota Surabaya.

  22. Witri dan Delima merupakan sobat semenjak masih di taman kanak-kanak.

  23. Pak direktur beserta karyawan lainnya tengah melaksanakan rapat penting semenjak pagi tadi.

  24. Di pasar, Ibu membeli banyak sekali macam sayuran serta bahan kuliner lainnya.

  25. Di kamar indekos pelaku, polisi menemukan sejumlah bukti kejahatan serta beberapa lembar uang yang berantakan di lantai kamar.

  26. Untuk menuju ke daerah tersebut, kita bisa memakai alat transportasi umum atau kita bisa menyewa jasa ojek berbasis aplikasi.

  27. Aku sudah berulang kali membujuknya untuk menceritakan apa yang diresahkannya ketika ini, tetapi dia masih saja tidak mau menceritakannya kepadaku.

  28. Sampah-sampah botol plastik sanggup didaur ulang menjadi barang yang lebih berguna dan mempunyai nilai jual.


Demikianlah beberapa rujukan kalimat kompleks parataktik dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat maupun mengenai bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 28 Pola Kalimat Kompleks Hipotaktik Dalam Bahasa Indonesia

Sebelumnya, kita telah mengetahui beberapa contoh kalimat kompleks parataktik. Di artikel kali ini, kita juga akan mengetahui beberapa pola dari salah satu diantara jenis-jenis kalimat kompleks, di mana jenis kalimat kompleks yang dimaksud yaitu kalimat kompleks hipotaktik. Dalam artikel kalimat simpleks dan kompleks, kalimat kompleks hipotaktik merupakan kalimat kompleks yang memakai konjungsi subordinatif di dalamnya. Dengan demikian, kalimat kompleks ini merupakan adonan klausa dalam bahasa Indonesia yang tidak setara dan kemudian dihubungkan dengan konjungsi bertingkat atau jenis-jenis konjungsi subordinatif. Untuk mengetahui ibarat bentuk kalimat ini, berikut ditampilkan beberapa pola kalimat kompleks yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Pak Mulyadi merupakan orang yang akan menjadi pembicara di seminar kali ini.

  2. Agus sengaja berangkat ke kampus lebih pagi agar dia tidak terlambat hingga ke kampus.

  3. Ibu akan menawarkan adik hadiah jika adik mau mencar ilmu lebih rajin dibanding sebelumnya.

  4. Pak Sulaiman sudah menetap di Probolinggo sejak tahun 1999.

  5. Ayah pulang ke rumah tatkala kami sudah tidur.

  6. Ayah sedang bekerja di kantor, sementara adik sedang mencar ilmu di sekolah.

  7. Kami gres bisa pulang ke rumah setelah hujan deras itu berhenti.

  8. Paman sedang bertugas di luar kota sampai akhir bulan nanti.

  9. Aku tidak akan menyesal ibarat ini jika dahulu saya tidak mengambil keputusan yang tidak tepat.

  10. Semangat mencar ilmu mereka tidak pernah surut meskipun fasilitas di sekolah mereka jauh dari kata memadai.

  11. Dia tidak mengacuhkanku seolah-olah aku hanyalah debu di matanya.

  12. Pengendara sepeda motor itu tidak menaati peraturan kemudian lintas, sehingga dia pun harus rela kena tilang polisi.

  13. Anak-anak di kampung itu belaja dengan menggunakan fasilitas seadanya.

  14. Makanan itu laik dikonsumsi alasannya makanan tersebut dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet buatan.

  15. Kemarin, saya melihat gadis itu berjalan dengan seorang pria.

  16. Tidak ibarat biasanya, Rachel berjalan-jalan ke luar rumah tanpa mengenakan jaket birunya.

  17. Dia menyampaikan kepadaku bahwa semua yang telah diceritakannya itu janganlah diceritakan lagi kepada orang lain.

  18. Aku berharap semester kali ini bisa lebih baik daripada semester sebelumnya.

  19. Kecerdasan yang dimiliki Lintang sama baiknya dengan kecerdasan yang dimiliki kakaknya.

  20. Rumah itu sengaja diberi pagar yang amat tinggi dan berduri di bab atasnya supaya pagar tersebut tidak gampang dipanjat oleh para pencuri atau perampok.

  21. Kenzo bisa diterima di perguruan tinggi tinggi idamannya asalkan nilainya bisa mencapai stadar nilai yang dipatok oleh perguruan tinggi tinggi idamannya tersebut.

  22. Para siswa berhamburan ke luar kelas ketika bel istirahat dibunyikan.

  23. Putri bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran sambil tetap menjalankan acara mencar ilmu mengajarnya di sebuah perguruan tinggi tinggi swasta.

  24. Aku tidak akan menyampaikan hal itu kepadanya seandainya aku tahu bahwa ia akan membenciku ibarat ini.

  25. Kharis tidak sanggup mengikuti acara mencar ilmu mengajar hari ini karena saat ini ia tengah dirawat di sebuah rumah sakit.

  26. Wajahnya begitu cantik sebagaimana wajah ibunya dikala masih muda.

  27. Jenny terlalu terburu-buru berangkat ke sekolah, sampai-sampai buku dan perbekalannya pun lupa ia bawa ke sekolah.

  28. Ayah berjanji akan pulang ke rumah sebelum waktu magrib tiba.


Demikianlah beberapa pola kalimat kompleks hipotaktik dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com