Random post

Showing posts with label Kalimat. Show all posts
Showing posts with label Kalimat. Show all posts

Sunday, August 4, 2019

√ 16 Teladan Kalimat Keterangan Aposisi Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat keterangan aposisi tidak ibarat kalimat keterangan lainnya yang didalamnya terdapat jenis-jenis kata keterangan. Kalimat keterangan aposisi yakni kalimat yang didalamnya terdapat keterangan aposisi berupa frasa yang berfungsi membuktikan subjek atau objek. Letak keterangan aposisi tersebut yaitu sesudah subjek atau objek.


Contoh kalimat keterangan aposisi :



  1. Pak Wisnu, guru teladan, selalu berupaya memperlihatkan referensi yang baik kepada para penerima didiknya.

  2. Aw aw, si anjing berakal itu, tertabrak kendaraan beroda empat tadi siang.

  3. Nike, merk sepatu olah raga ternama, akan memproduksi model sepatu olah raga terbaru.

  4. Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, hadir di sebuah program salah satu stasiun televisi Indonesia.

  5. Putri sulung Pak Dirman, Nida, meraih predikat cumlaude.

  6. Kota kembang, Bandung, akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XIX.

  7. Artis sinetron, Yuki Kato, kini telah berhijab.

  8. Atlet dayung, Kakan, meraih medali emas pada ajang PON tahun lalu.

  9. Hera sering mencari resep ayam bakar, makanan favoritnya.

  10. Mang Uhi membersihkan kebun belakang rumah, tempat bermainku.

  11. Reni memberi makan kiti, kucing kesayangannya.

  12. Butik Ashani berpindah ke jalan asia afrika no. 45, di depan rumah Ana.

  13. Cerpen Ani akan dimuat di majalah remaja, Gadis.

  14. Kevin memukul kepala adikku, Anto.

  15. Telepon genggam milik Wiwid terjatuh di sentra perbelanjaan, Tunjungan Plaza Surabaya.

  16. Buronan itu terkena peluru milik anggota polisi, Briptu Yolanda.


Pada referensi yang disajikan dengan jenis-jenis frasa dan jenis-jenis kalimat diatas sanggup kita perhatikan letak dari frasa keterangan aposisi. Ada yang terletak, sesudah atau sebelum subjek dan ada yang terletak, sesudah atau sebelum objek dan dikedua letak itu, keterangan aposisi dipisahkan oleh tanda baca koma yang sesuai dengan contoh penggunaan tanda koma dalam kalimat. Dari contoh-contoh diatas juga sanggup kita perhatikan fungsi dari keterangan aposisi tersebut, yaitu untuk membuktikan subjek atau membuktikan objek. Dengan kata lain subjek dan objek sanggup diperluas oleh keterangan aposisi.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Referensi Kalimat Deskripsi Dalam Bahasa Indonesia

Dalam mempelajari bahasa Indonesia, kita mengenal beragam jenis-jenis kalimat. Diantaranya ialah kalimat aktif dan kalimat pasif, kalimat pribadi dan kalimat tidak langsung, contoh kalimat baku dan tidak baku, kalimat tunggal, jenis-jenis kalimat majemuk. Dan salah satu kalimat lainnya ialah kalimat definisi dan kalimat deskripsi. Contoh kalimat definisi sudah kita uraikan dalam topik sebelumnya, kali ini kita akan membahas mengenai pola kalimat deskripsi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Deskripsi” mempunyai arti pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara terperinci dan terperinci. Jadi, kalimat deskripsi merupakan kumpulan kata-kata yang membentuk kalimat dan mempunyai isi sebuah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara terperinci dan terperinci.


Contoh Kalimat Deskripsi :



  1. Cicak dianugerahkan kemampuan untuk memutuskan ekornya pada ketika dirinya merasa terancam.

  2. Ikan paus pembunuh bercorak hitam dan putih di sekujur tubuhnya.

  3. Tumbuhan kantong semar memangsa serangga-serangga kecil.

  4. Pohon bamboo panjangnya sanggup mencapai sampai 50 meter.

  5. Pencuri itu menggunakan baju berwarna merah dan menggunakan topi hitam yang menutupi seluruh wajahnya.

  6. 6 Ekor buaya sanggup menghempaskan musuhnya sampai beberapa meter.

  7. Pohon jati mengurangi penguapan pada demam isu kemarau dengan cara menggugurkan daunnya.

  8. Unta mempunyai kantung air di dalam tubuhnya untuk sanggup bertahan di cuaca panas gurun.

  9. Penyanyi itu bersuara merdu dan berparas cantik.

  10. Adi mengalami obesitas sebab berat badannya mencapai 125kg pada usia 10 tahun.

  11. Kebakaran hutan di Sumatera menciptakan banyak orang mengalami ISPA.

  12. Pagi tadi saya mengantarkan adik sekolah kemudian setelahnya saya pergi ke kampus untuk menemui dosenku yang galak.

  13. Ujian tes CPNS tadi pagi berjalan lancar meskipun ada beberapa orang yang dikeluarkan dari ruangan.

  14. Stadion sepakbola yang dibangun itu mempunyai akomodasi internasional dengan kapasitas dingklik penonton sebanyak 100.000 orang.

  15. Pak Toyib mempunyai pohon mangga yang sangat tinggi dan buahnya sangat banyak di halaman depan rumahnya.


Demikianlah beberapa pola kalimat deskripsi dalam bahasa Indonesia. Semoga klarifikasi diatas sanggup membantu dalam pembelajaran Anda.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, August 3, 2019

√ 25 Pola Kalimat Definisi Dalam Bahasa Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “definisi” merupakan kata yang mengungkapkan atau memperlihatkan suatu keterangan, makna dan ciri dari sebuah objek. Objek tersebut sanggup menyerupai benda, orang, kegiatan maupun sebuah proses. Jadi, kalimat definisi merupakan kumpulan beberapa kata yang mengungkapkan suatu makna atau keterangan, dan ciri dari sebuah objek. Berikut beberapa contoh kalimat definisi.


Contoh Kalimat Definisi :



  1. Penguin yaitu jenis burung yang tidak sanggup terbang namun terpelajar berenang.

  2. Burung-burung pemangsa umumnya mempunyai cakar yang besar lengan berkuasa dan paruh yang tajam.

  3. Tempurung kura-kura berkhasiat untuk melindungi dirinya dari segala ancaman.

  4. Buaya mempunyai rahang yang sangat besar lengan berkuasa sehingga menjadi pemangsa nomor satu di sungai.

  5. Bunga Angrek tumbuh dengan cara menggantug atau menumpang dengan pohon lain.

  6. Ikan bernafas dengan menggunakan insang sebagai penyaring oksigen yang ada di air.

  7. Daun mempunyai klorofil yang sanggup menangkap sinar matahari untuk membantu dalam proses fotosintesis.

  8. Mobil-mobil balap mempunyai mesin yang telah dirancang untuk melaksanakan akselearasi yang tinggi.

  9. Semua murid Sekolah Menengan Atas di Kota Bandar Lampung menggunakan seragam dengan lambang siger di sakunya.

  10. Balita yaitu rentang usia bayi mulai dua tahun sampai lima tahun.

  11. Masyarakat yaitu sekelompok orang yang saling berinteraksi dan mendiami suatu wilayah.

  12. Kiai yaitu sebutan untuk orang yang dihormati dalam suatu daerah.

  13. Psikologi yaitu satu bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari wacana mental manusia.

  14. Kriminal yaitu sebutan untuk pelaku kriminalitas.

  15. Tersangka yaitu orang yang dicurigai melaksanakan tindak kriminal.

  16. Regnum yaitu nyanyian berupa bunyi auman dalam tari Saman.

  17. Pantun berkait merupakan pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengait antara bait pertama dan bait berikutnya.

  18. Tarian yaitu salah satu wujud kebudayaan yang sanggup memperlihatkan identitas nasional.

  19. Tari Gambyong yaitu tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan.

  20. Herbivora yaitu jenis-jenis binatang pemakan rumput.

  21. Lemari yaitu benda kotak yang terbuat dari bambu dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan.

  22. Omnivora yaitu jenis-jenis binatang pemakan segala.

  23. Bunga Raflesia Arnoldi merupakan nama lain dari bunga bangkai.

  24. Olahraga badminton yaitu olahraga yang sangat menyenangkan.

  25. Kudanil yaitu salah satu binatang purba yang masih hidup sampai ketika ini.


Itulah beberapa teladan kalimat definisi dalam bahasa Indonesia. Beberapa artikel kalimat lainnya menyerupai kalimat aktif dan pasif, kalimat pribadi dan kalimat tidak langsung, kalimat denotasi dan konotasi, kalimat imperatif, kalimat deklaratif, kalimat interogatif dan contoh kalimat deskripsi sanggup menjadi tumpuan pembaca. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ Pola Kalimat Lugas Dan Kalimat Kias Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat Lugas yaitu kalimat yang mempunyai makna sebenarnya, atau sering kita sebut dengan makna denotatif dan contohnya. Sedangan kalimat kias yaitu kalimat yang mempunyai makna pengandaian atau pengibaratan dan mempunyai arti yang tidak sebetulnya yang biasa disebut makna konotasi dan contohnya. Berikut adalah makna lugas dan makna kias beserta contohnya dalam kalimat.


1. Contoh Makna Lugas :



  • Paras anak perempuan itu sangat manis. (Kata “manis” dalam kalimat tersebut mempunyai arti yang sebenarnya, yaitu cantik)

  • Es teh yang kamu buat ini rasanya terlalu manis. (Kata “manis” dalam kalimat tersebut mempunyai makna yang sebetulnya bahwa teh tersebut rasanya sangat manis alasannya yaitu terlalu banyak diberi gula)

  • Anak-anak yang bermain basket itu mempunyai postur badan tinggi dan besar.

  • Pegunungan itu menjulang tinggi di tengan-tengah perkampungan kami.

  • Layangan itu terbang tinggi di angkasa.


Pada pada dasarnya kata “manis” dalam kedua teladan kalimat diatas mempunyai makna yang sebetulnya dalam kehidupan nyata.


2. Contoh kalimat kias :



  • Bicaramu manis di bibir, namun lain di hati. (Kata “manis” di dalam kalimat tersebut bukan makna yang sesungguhnya, lain yang diucapkan lain pula maksud dihati)

  • Rino selalu mengumbar kata-kata manis kepada perempuan yang ia sukai. (Kata “manis” dalam kalimat ini bukan arti yang sebenarnya, yaitu merayu atau mengeluarkan kata-kata yang menarik perhatian)

  • Walaupun ia anak orang kaya, namun ia tidak tinggi hati. (Tinggi hati artinya sombong, angkuh)

  • Kejarlah cita-citamu setinggi langit. (Berusaha dan pantang menyerah)

  • Mendengar kebanggaan itu, jiwanya sudah terbang tinggi. (Berangan atau berkhayal atau terbuai)


Itulah beberapa teladan kalimat lugas dan kalimat kias dalam bahasa Indonesia. Sebagai tumpuan pembaca, beberapa artikel menarik lainnya, contoh kalimat denotasi dan konotasi, contoh kalimat definisi, contoh kalimat deskripsi. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, July 24, 2019

√ 15 Pola Kalimat Perintah Undangan Dalam Bahasa Indonesia

Dalam jenis-jenis kalimat perintah, kita setidaknya mengenal 8 jenis kalimat perintah, yaitu kalimat perintah biasa, kalimat perintah ajakan, kalimat perintah larangan, kalimat perintah permintaan, kalimat perintah sindiran, kalimat perintah mempersilakan, kalimat perintah saran dan kalimat perintah informasi.


Kalimat perintah dengan kalimat perintah permintaan tidak sama. Hal ini dikarenakan di dalam kalimat perintah belum tentu ada kalimat yang menunjukkan sebuah permintaan, kalau didalam kalimat perintah tersebut adanya penyataan sebuah permintaan, maka kalimat perintah tersebut dipastikan yakni kalimat perintah permintaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “perintah” mempunyai arti perkataan yang bermaksud menyuruh. Jadi, kalimat perintah permintaan yakni suatu kalimat yang berisi permintaan kepada orang lain untuk melaksanakan suatu hal.


Contoh Kalimat Perintah Permintaan :



  1. Sekiranya kamu berkesempatan, tolong antarkan saya ke rumah para korban kecelakaan.

  2. Tolong turunkan egomu demi kebahagiaan seluruh keluarga.

  3. Tolong perhatikan lagi susunan kata-katamu dalam pidato, jangan hingga ada salah kata.

  4. Tolong perbaiki semua kesalahan pada laporan keuangan ini.

  5. Tolong segera selesaikan urusan manajemen pasien ini.

  6. Tolong hentikan segala bentuk fitnah kepada ulama dan pemuka agama.

  7. Harap semua akseptor seminar memasuki ruang istirahat untuk menikmati hidangan coffe break.

  8. Tolong perbaiki komputer dan printer ini secepatnya alasannya yakni kami sangat membutuhkannya dengan segera.

  9. Tolong jauhkan segala bentuk main hakim sendiri terhadap pelaku pencurian.

  10. Saya harap kalian sanggup membanggakan nama keluarga.

  11. Bagi akseptor lomba olimpiade sains diharap segera memasuki ruangan seleksi.

  12. Sekiranya akan lebih baik kalau setiap laki-laki bisa menjaga pandangannya.

  13. Tolong dengarkan dengan secama dikala pembicara memberikan hasil penelitiannya.

  14. Pemerintah dibutuhkan sanggup menjaga dan mengakomodir persatuan warganya.

  15. Saya berharap semua masyarakat sanggup saling menjaga toleransi dan berada pada koridornya masing-masing.


Beberapa teladan kalimat tersebut hanya sebagian kecil kalimat perintah permintaan yang sering ditemukan dalam acara sehari-hari. Berhubungan dengan kalimat perintah, beberapa artikel yang berkaitan dengan hal tersebut yakni kalimat imperatif, macam-macam kalimat imperatifcontoh kalimat imperatif pembiaran, contoh kalimat imperatif transitif dan intransitif, contoh kalimat imperatif perintah halus, contoh kalimat imperatif, kalimat imperatif larangan, contoh kalimat perintah imperatif permintaan dan harapan dan kalimat imperatif, deklaratif dan interogatif.  Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, July 13, 2019

√ 3 Perbedaan Kalimat Dan Klausa Dalam Bahasa Indonesia

Kalimat dan klausa merupakan dua diantara macam-macam satuan bahasa dalam bahasa Indonesia, selain morfem, fonem, jenis-jenis kata, dan frasa dalam bahasa Indonesia. Keduanya mempunyai ciri khas masing-masing yang menciptakan keduanya begitu berbeda. Ciri khas keduanya tersebut akan dibahas pada artikel kali ini berikut dengan perbedaan diantara keduanya. Adapun pembahasan yang dimaksud yaitu sebagai berikut!


1. Kalimat


Kalimat yaitu suatu kesatuan kata, frasa, maupun klausa yang sanggup bangkit sendiri dan mempunyai makna khusus di dalamnya. Kalimat sendiri mempunyai sejumlah unsur, di mana unsur-unsur kalimat dalam bahasa Indonesia tersebut terdiri atas subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Selain unsur, kalimat pun mempunyai sejumlah pola kalimat dasar beserta contohnya, di mana pola tersebut terdiri atas S-P, S-P-O, S-P-O-K, dan lain sebagainya.


Kalimat juga mempunyai sejumlah ciri khusus, di mana ciri-ciri kalimat dalam bahasa Indonesia yang dimaksud adalah:



  • Merupakan sebuah kesatuan bahasa yang terbentuk oleh fonem, morfem, kata, frasa, dan juga klausa.

  • Dapat bangkit sendiri.

  • Mempunyai pola intonasi akhir.

  • Adanya penggunaan abjad kapital dan penggunaan tanda baca.

  • Pola dasarnya beragam, bisa S-P, S-P-O-K, maupun pola-pola lainnya.


2. Klausa


Klausa merupakan suatu campuran dua kata atau lebih yang mempunyai predikat dan berpotensi menjadi suatu kalimat. Klausa sendiri terkadang sering disamakan dengan frasa. Padahal, antara frasa dan klausa mempunyai sejumlah perbedaan, di mana salah satunya yaitu unsur predikat yang mana klausa mempunyai unsur tersebut, sedangkan frasa tidak mempunyainya. Seperti halnya kalimat, klausa dalam bahasa Indonesia pun juga mempunyai sejumlah ciri, yaitu:



  • Mempunyai satu predikat.

  • Tidak mempunyai pola intonasi akhir.

  • Diawali abjad kapital, namun tidak mempunyai tanda baca di dalamnya.

  • Bila diberi tanda baca dan pola intonasi akhir, maka klausa tersebut akan menjelma suatu kalimat.

  • Mempunyai pola S-P di dalamnya.


Dari pemaparan di atas, kita bisa menemukan letak perbedaan diantara dua satuan bahasa tersebut. Adapun letak perbedaan tersebut adalah:



  1. Kalimat merupakan suatu kesatuan bahasa yang dibuat oleh beberapa satuan bahasa, termasuk klausa. Sementara itu, klausa merupakan salah satu satuan bahasa yang membentuk adanya suatu kalimat.

  2. Kalimat mempunyai pola intonasi simpulan dan tanda baca di dalamnya. Sementara itu, klausa tidak mempunyai kedua unsur tersebut di dalamnya. Kalaupun klausa ditambahkan dengan dua unsur tersebut, maka klausa tersebut sudah tidak menjadi klausa lagi, melainkan sudah menjadi jenis-jenis kalimat.

  3. Baik kalimat maupun klausa, sama-sama mempunyai pola yang khusus di dalamnya. Kalimat mempunyai pola yang variatif, di mana kalimat bisa ditulis dengan pola S-P, S-P-O, S-P-K, S-P-Pel, dan pola-pola kalimat dasar lainnya. Sementara itu, klausa hanya mempunyai satu pola yang sangat sederhana dalam penulisannya, di mana klausa hanya mengandung pola S-P di dalamnya.


Secara garis besar, kita bisa simpulkan bahwa perbedaan kalimat dan klausa dalam bahasa Indonesia terdiri atas tiga faktor. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain bentuk dari kedua unsur tersebut, ada tidaknya kandungan pola intonasi simpulan dan tanda baca di dalamnya, dan yang terakhir yaitu pola-pola khusus yang dipakai dalam penulisannya.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat dan klausa dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai kalimat dan klausa maupun bahasa Indonesia. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 4 Perbedaan Kalimat Imperatif, Deklaratif Dan Interogatif

Perbedaan antara jenis-jenis kalimat sudah pernah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain apa perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif, serta perbedaan kalimat sanggahan dan penolakan. Artikel kali ini juga akan membahas perbedaan antar jenis-jenis kalimat yang ada, di mana kalimat-kalimat yang akan dibahas perbedaannya yaitu kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif. Adapun pembahasan yang dimaksud yaitu sebagai berikut!


1. Kalimat Imperatif


Kalimat imperatif atau kalimat perintah merupakan kalimat yang berfungsi untuk memerintah orang lain semoga orang lain tersebut mengikuti perintah yang kita ucapkan kepadanya. Bersama dengan kalimat deklaratif, interogatif, dan seruan, kalimat ini juga termasuk ke dalam jenis-jenis kalimat menurut fungsinya. Adapun ciri-ciri yang menempel pada kalimat ini adalah:



  • Adanya contoh penggunaan tanda seru (!) di selesai kalimatnya.

  • Sering diawali dengan kata jangan atau tolong.

  • Terkadang mengandung partikel -lah atau -kan di salah satu katanya.

  • Bertujuan untuk memerintah orang lain.

  • Intonasinya terkadang naik terkadang turun.

  • Sangat memerlukan respon dari orang lain yang dikenai kalimat ini, di mana respon tersebut yaitu diturutinya maksud yang hendak disampaikan dari kalimat peerintah yang disampaikan kepada orang lain.


2. Kalimat Deklaratif


Kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan merupakan kalimat yang fungsinya untuk menyatakan suatu hal kepada orang lain tanpa mengharapkan akhir dari orang lain tersebut. Seperti halnya kalimat imperatif, kalimat deklaratif juga memiliki sejumlah ciri, di mana ciri-ciri tersebut antara lain:



  • Adanya penggunaan tanda titik (.) di selesai kalimatnya.

  • Intonasi kalimatnya cenderung datar atau netral.

  • Berfungsi untuk menyatakan suatu hal kepada orang lain, entah itu isu ataupun informasi penting.

  • Tidak memerlukan tanggapan atau respon dari orang yang dikenai kalimat ini.


3. Kalimat Interogatif


Kalimat interogatif atau kalimat tanya merupakan kalimat yang berfungsi untuk menanyakan suatu hal kepada orang lain, entah itu kabar ataupun informasi. Tidak menyerupai kalimat deklaratif yang tidak mengharapkan tanggapan dari orang lain, kalimat deklaratif ini sangat membutuhkan tanggapan dari orang lain yang dikenai oleh kalimat ini. Meskipun begitu, terdapat pula satu jenis kalimat interogatif yang sama sekali tidak memerlukan tanggapan dari orang lain, yaitu kalimat retorik.


Sama menyerupai kalimat imperatif dan deklaratif, kalimat interogatif juga memiliki sejumlah ciri, yaitu:



  • Menggunakan contoh penggunaan tanda tanya (?) di selesai kalimatnya.

  • Intonasi kalimatnya cenderung turun.

  • Adanya penggunaan jenis-jenis kata tanya di dalamnya.

  • Jika tidak memakai kata tanya, biasanya kata depan pada kalimat ini sering dibubuhi partikel -kah.

  • Sangat memerlukan tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini, di mana tanggapan tersebut yaitu tanggapan dari kalimat interogatif yang diajukan.

  • Khusus untuk kalimat deklaratif retorik, kalimat ini tidak perlu dijawab oleh pihak yang ditanya, sebab kalimat tersebut merupakan kalimat yang bersifat menyindir atau memotivasi dalam bentuk pertanyaan, bukan menanyakan suatu hal.


Dari pembahasan di atas, kita sanggup simpulkan bahwa perbedaan kalimat imperatif, deklaratif, dan interogatif adalah:



  1. Fungsi Kalimatnya


Kalimat imperatif berfungsi untuk memerintah orang lain, sedangkan kalimat deklaratif berfungsi untuk memberi informasi atau isu kepada orang lain. Adapun kalimat interogatif merupakan kalimat yang berfungsi untuk menanyakan suatu hal kepada orang lain.



  1. Penggunaan Tanda Baca di Dalamnya


Kalimat imperatif memakai tanda seru (!) di selesai kalimatnya, sedangkan kalimat deklaratif memakai tanda titik (.) di selesai kalimatnya. Di pihak lain, kalimat inetrogatif memakai tanda tanya (?) di selesai kalimatnya.



  1. Penggunaan Kata-Kata atau Partikel Khusus di Dalamnya


Kalimat imperatif sering memakai kata jangan/tolong  di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat tersebut sering dibubuhi partikel -lah/-kan. Sementara itu, kalimat interogatif sering memakai kata tanya di dalamnya. Jika tidak, biasanya kata depan kalimat ini sering dibubuhi partikel -kah. Di lain pihak, kalimat deklaratif tidak memakai kata-kata tertentu atau partikel-partikel tertentu secara khusus di dalamnya.



  1. Tanggapan dari Orang Lain Atas Kalimat Tersebut


Kalimat imperatif sangat memerlukan tanggapan dari orang lain berupa diturutinya perintah yang disampaikan pada kalimat perintah tersebut. Sementara itu, kalimat interogatif sangat membutuhkan tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini berupa tanggapan atau keterangan. Di pihak lain, kalimat deklaratif tidak membutuhkan sama sekali tanggapan dari orang lain yang dikenai kalimat ini, entah itu berupa tanggapan ataupun perbuatan orang lain.


Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan kalimat imperatif, deklaratif dan interogatif dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com