Random post

Monday, August 13, 2018

√ Capcaisin – Senyawa Paling Diminati Dalam Makanan Indonesia

Apa kalian penggemar kuliner? Pernah mendengar istilah yang namanya Capcaisin? Apa pengertian capcaisin ? Apa hubungannya dengan kulier indonesia? Yap! Rasa ingin tau kalian akan segera terjawab oleh tulisanku di bawah ini:


 


Pengertian Capsaicin / Kapsaisin


Pengertian Capsaicin adalah senyawa aktif yang memperlihatkan rasa pedas. Senyawa capsaicin ini berada di bab luar dari cabai (kulit), dan semakin kecil (langsing) cabainya, kandungan capsaicinnya semakin tinggi (semakin pedas!).


Rumus kimia capsaicin ialah C18H27NO3, yang dalam struktur kimianya capsaicin digambarkan sebagai:


 Pernah mendengar istilah yang namanya Capcaisin √ Capcaisin – Senyawa Paling Diminati dalam Kuliner Indonesia


Selain pada cabe, senyawa capsaicin juga ditemukan dalam jumlah kecil pada beberapa bumbu dapur seperti: ketumbar, oregano dan kayu manis.


 


Rasa Pedas dari Capsaicin


Rasa pedas dari capsaicin ini sangatlah kuat, kandungan 10 ppm saja dalam cabai bisa memperlihatkan rasa pedas yang luar biasa. Konsentrasi 10 ppm itu berarti hanya 10 mg capsaicin dalam 1kg cabe.


Di dunia kuliner, tingkatan rasa pedas dari capsaicin ini diukur dengan satuan “Scoville heat”. Saat ini, cabai yang paling tidak mempunyai rasa pedas ialah Paprika, sedangkan yang paling pedas ialah Moruga Scorpion yang mempunyai skala hampir 20juta Scoville heat.


 Pernah mendengar istilah yang namanya Capcaisin √ Capcaisin – Senyawa Paling Diminati dalam Kuliner Indonesia


 


Kuliner yang Mengandung Capcaisin


Mengkonsumsi cabe yang mengandung capcaisin ini sudah hampir menyerupai kewajiban jikalau kita hidup di Indonesia. Makan tanpa sambal selalu terasa ada yang kurang, begitulah kira-kira. Bahkan inilah yang menjadikan harganya bisa melambung tinggi tak terjangkau.


Kuliner Indonesia sudah begitu dekat dengan rasa dari senyawa kimia satu ini. Bahkan rasa pedas dari capsaicin ini ada hampir di setiap masakan tradisional yang ada di Nusantara. Walaupun begitu, tapi ternyata bukan hanya dalam masakan Indonesia saja rasa dan aroma dari capsaicin digunakan.


Catatan sejarah menunjukan bahwa ekstrak cabai telah dipakai dalam kulier di Amerika Selatan semenjak 2500 tahun sebelum masehi. Dari daerah inilah cabai berasal, kemudian pada masa ke 13 barulah tanaman cabai dan penggunaanya dalam masakan tersebar di seluruh dunia.


Penggunaan capsaicin dalam masakan juga terdapat pada banyak masakan tradisional Meksiko dan wilayah India (termasuk Pakistan dan Bangladesh). Rasa dan aroma yang berpengaruh dan khas inilah yang menjadi salah satu alasannya.


Namun selain rasanya, penggunaan capsaicin dalam kuliner juga dimaksudkan sebagai langkah pengawetan makanan. Lalu apa sajakah manfaat dari capcaisin?


Baca Juga: Biografi Unsur Yodium


 


Manfaat Capsaicin


Beberapa manfaat dari capcaisin ialah:



  1. Melancarkan sistem pencernaan

  2. Membantu metabolisme tubuh sehingga sanggup menurunkan berat badan

  3. Anti-fungi

  4. Pewarna alami baik untuk kuliner maupun tekstil

  5. Anti-mikroba patogen

  6. Penawar rasa sakit. Biasanya dijual sebagai obat capcaisin yang dioleskan pada kulit. Capcaisin akan menghalangi neurotransmitter sehingga tidak mencicipi sakit.

  7. Penghilang nyeri otot. Aplikasi capsaicin ialah dengan dioleskan pada bab kulit yang sakit, persis menyerupai balsem.


Baca Juga: Fakta Ilmiah Tentang Otot


 


Rasa Panas


Kalian niscaya pernah meraskan panas sekali dikala makan cabe? Mengapa ada rasa panas padahal temperatur dari cabai sama sekali tidak panas? Ini bahwasanya alasannya ialah tugas dari senyawa capsaicin di dalam mulut.


 Pernah mendengar istilah yang namanya Capcaisin √ Capcaisin – Senyawa Paling Diminati dalam Kuliner IndonesiaLidah yang mempunyai banyak reseptor panas (dan sakit) diikat oleh molekul capsaicin, ini menstimulus reseptor panas dan sakit untuk mengirim gosip melalui neuron menuju ke otak. Hasilnya Otak mendefinisikan itu sebagai panas ataupun sakit walaupun kenyataanya tidak ada kenaikan temperatur yang ekstrim dalam insiden ini (lihat gambar).


Baca Juga: Mengapa Pasta Gigi Merusak Rasa?


 


Penawar Rasa Pedas dan Panas


Apa yang biasanya kalian lakukan kalau kepedasan? Minum air putih? Yap ini ialah salah satu langkah yang memperparah kondisi sebenarnya.


Jika kita perhatikan kembali, struktur kimia dari capcaisin ini merupakan hidrokarbon rantai panjang yang biasanya bersifat nonpolar (sehingga tidak bisa larut di air).


Ketika kepedasan, artinya ada banyak kandungan capcaisin di mulut, kemudian kita minum air putih, maka air hanya akan membuatkan capcaisin ke seluruh bab lidah, atau semakin banyak reseptor yang mencicipi pedas.


Sedangkan langkah yang sempurna ialah dengan meminum susu, makan keju, ataupun makan es krim. Ketiga kuliner dan minuman tersebut mengandung senyawa kasein (casein) yang merupakan senyawa nonpolar sehingga sanggup melarutkan capcaisin dan meredakan rasa sakit di lidah.


Selain kasein dari sumber susu, memakan serat, cokelat ataupun karbohidrat juga sanggup meredakan pedasnya capcaisin.


reff:

Rohrig, B. Hot Peppers: Muy Caliente!. www.acs.org/chemmatters. 2013

Omolo, A. M. et all. Antimicrobial Properties of Chili Pepers. Journal of Infectious Diseases and Therapy. 2014.



Sumber https://mystupidtheory.com