Random post

Showing posts with label konjungsi-bahasa-indonesia. Show all posts
Showing posts with label konjungsi-bahasa-indonesia. Show all posts

Thursday, August 1, 2019

√ 35 Rujukan Konjungsi Subordinatif Hubungan Waktu Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif hubungan waktu merupakan salah satu diantara jenis-jenis konjungsi yang ada. Sesuai namanya, konjungsi ini merupakan konjungsi yang menunjukan adanya kekerabatan waktu antara satu klausa dalam bahasa Indonesia dengan klausa lainnya. Konjungsi atau jenis-jenis kata penghubung ini terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu:



  • Konjungsi batas waktu permulaan, terdiri atas sejak, dan sedari.

  • Konjungsi waktu bersamaan, terdiri atas serta (se)waktu, tatkala, ketika, selama, sambil, sementara, selagi, dan seraya.

  • Konjungsi waktu berurutan, terdiri atas sebelum, sesudah, seusai, sehabis, setelah, begitu, dan selesai.

  • Konjungsi batas waktu akhir, terdiri atas hingga dan sampai.


Supaya lebih paham, berikut ditampilkan beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan waktu dalam kalimat yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Pak Aceng menetap di Jakarta sejak tahun 1997.

  2. Pak Salim menyukai kopi sedari dia masih remaja.

  3. Hari ini, Tara akan menjalani training paskibra serta pelatihan untuk seleksi masuk akademi tinggi.

  4. Aku bertemu dengannya sewaktu aku berjalan-jalan di taman.

  5. Kamu pernah menjahilinya waktu kamu masih kecil.

  6. Kami mendengar petir menyambar tatkala langit sore tengah menghitam.

  7. Kartika pernah jatuh dari sepeda ketika dia masih kecil.

  8. Ayah berdinas ke luar kota selama beberapa pekan.

  9. Valen berkuliah sambil bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran.

  10. Ayah sedang sibuk di kantor, sementara Ibu sedang sibuk di dapur.

  11. Kami berkeliling ke aneka macam daerah wisata yang ada selagi kami ada di sini.

  12. Andi berdoa seraya memejamkan matanya.

  13. Aku akan pulang ke rumah sebelum matahari terbenam.

  14. Dia pergi meninggalkanku sesudah dia berbincang denganku.

  15. Para pemain bersalam-salaman seusai pertandingan yang seru itu.

  16. Para siswa pun berhamburan meninggalkan kelas sesudah bel pulang dibunyikan.

  17. Kami pun pulang ke rumah masing-masing selesai bermain di tanah lapang.

  18. Keluarga korban menangis tersiak begitu jenazah korban hingga di rumah duka.

  19. Pak Wahyudi bekerja di perusahaan tersebut hingga tahun 2019.

  20. Aku menungguinya sampai waktu malam tiba.

  21. Para penonton melaksanakan kerusuhan hingga mengakibatkan pertandingan tersebut tidak boleh selama beberapa menit.

  22. Kesalahannya begitu fatal sampai Pak Direktur pun memarahinya dan karenanya ia pun dipecat dari perusahaan tersebut.

  23. Wajahnya menjadi pucat tatkala polisi menanyainya soal insiden waktu itu.

  24. Dia memang dikenal sebagai anak yang baik sejak dia masih kecil.

  25. Kami sudah usang berteman sedari kami bersekolah di SD yang sama.

  26. Dia hanya melongo membisu ketika aku menanyainya soal hubungannya dengan orang absurd itu.

  27. Ia begitu sumringah ketika diberi hadiah oleh teman-temannya.

  28. Minumlah kopi tersebut selagi masih panas.

  29. Gapailah cita-citamu selagi muda.

  30. Jagalah kesehatan selagi tubuhmu belum sakit parah.

  31. Makanlah terlebih dahulu sebelum hendak meminum obat tersebut.

  32. Pendaftaran lomba pidato itu dibuka hingga tanggal 1 Februari 2018 mendatang.

  33. Dia bekerja terlalu keras sampai membuat badannya lelah sekali.

  34. Dia terlalu asyik bermain sampai dia lupa bahwa hari sudah kian malam.

  35. Sekolah itu berdiri sejak tahun 1978.


Demikianlah beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan waktu dalam kalimat. Jika pembaca ingin menambah tumpuan lainnya seputar konjungsi, pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi antar paragraf, contoh kalimat konjungsi kronologis, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat, kalimat konjungsi dan contohnya, serta jenis-jenis konjungsi temporal. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, July 31, 2019

√ 28 Pola Konjungsi Subordinatif Hubungan Tujuan Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif kekerabatan tujuan merupakan salah satu jenis konjungsi subordinatif yang menggabungan dua klausa dalam satu kalimat yang mengandung kekerabatan tujuan di dalamnya. Adapun kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah biar, untuk, agar, dan supaya. Agar pembaca lebih paham, berikut ditampilkan beberapa teladan konjungsi subordinati kekerabatan tujuan dalam kalimat di bawah ini!



  1. Andi sengaja mengambil semester pendek supaya dia cepat lulus kuliah.

  2. Jaka sengaja naik ojek berbasi aplikasi agar dia cepat hingga ke daerah kerjanya.

  3. Ayahnya sengaja menyuruhnya merantau biar dia bisa berguru hidup mandiri.

  4. Marlina berangkat ke sekolah lebih pagi supaya dia tidak terlambat hingga ke sekolah.

  5. Aku mesti minum obat secara teratur supaya badanku lekas sembuh.

  6. Amir mengikuti rajin mengikuti bimbel agar bisa masuk ke perguruan tinggi tinggi negeri dambaannya.

  7. Aku mesti pulang lebih cepat supaya tidak dimarahi Ibuku.

  8. Dia sengaja mengikuti kursus bahasa Inggris supaya kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat.

  9. Ibu sengaja membeli banyak materi masakan agar persediaan materi kuliner di rumah tidak cepat habis.

  10. Rahmi tiba ke daerah pembelian tiket lebih pagi agar dia tidak berdesak-desakkan ketika mengantre membeli tiket.

  11. Pricil mengambil kelas karyawan agar dia bisa berkuliah sambil juga bekerja.

  12. Ibu membeli banyak materi makanan untuk keperluan sehari-hari.

  13. Fahmi sengaja menggunakan masker agar flu yang ia derita tidak menular ke orang lain.

  14. Ayam itu sengaja direbus terlebih dahulu biar bumbu-bumbunya meresap dan tulang-tulangnya melunak.

  15. Egi berlatih sepakbola dengan tekun supaya dia bisa masuk ke tim sepakbola impiannya.

  16. Paman membeli beberapa potong kayu untuk dibuat menjadi sangkar ayam-ayamnya.

  17. Literasi media daring perlu dilakukan agar masayrakat sanggup membaca isu dari media daring secara bijak.

  18. Acara seminar itu diadakan untuk para mahasiswa yang hendka menciptakan sebuah perusahaan rintisan sesudah lulus kuliah nanti.

  19. Pak Bambang memberlakukan eksekusi bagi karyawannya yang terlambat supaya para karyawannya lebih disiplin dan sempurna waktu tiba ke kantor.

  20. Adik menyisihkan sebagian uang sakunya untuk dia tabung di celengan plaastik miliknya.

  21. Sosialisasi itu dilakukan agar masyarakat sanggup memahami ancaman penyakit campak dan Rubella.

  22. Harga barang-barang itu sengaja didiskon biar para pengunjung tertarik dan membeli barang-barang tersebut.

  23. Ayah menyuruh kami menghemat uang saku kami supaya kami tidak menjadi orang yang boros dalam membelanjakan uang.

  24. Dokter menyuruhku istirahat selama beberapa hari supaya kondisi kesehatanku bisa membaik.

  25. Arini berkuliah di luar negeri supaya dia bisa mengenal kebudayaan negara lain selain Indonesia.

  26. Para cowok dilibatkan dalam kerja bakti kali ini supaya mereka bisa berguru bagaimana berkontribusi di lingkungan mereka sendiri.

  27. Pak Burhan sengaja mencari pekerjaan sampingan agar penghasilan yang ia sanggup bisa jauh lebih besar.

  28. Afrizal melanjutkan jenjang pendidikannya ke S2 agar dia bisa menjadi dosen selepas lulus S2 nanti.


Demikianlah beberapa teladan konjungsi subordinatif tujuan dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan atau pembahasan lain mengenai konjungsi, maka pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, teladan konjungsi antar paragraf, contoh kalimat konjungsi kronologis, contoh kalimat konjungsi temporal, serta konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Semoga bermanfaaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 30, 2019

√ 31 Pola Konjungsi Subordinatif Konsesif Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif konsesif yakni konjungsi atau jenis-jenis kata penghubung yang menghubungkan dua klausa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna kondisi atau keadaan yang berlawanan satu sama lain. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain biarpun, walaupun, meskipun, kendatipun, dan sekalipun. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui beberapa teladan dari jenis konjungsi subordinatif yang ditampilkan dalam format kalimat. Adapun beberapa teladan tersebut adalah:



  1. Ranti tetap berangkat ke sekolah meskipun hujan deras masih mengguyur sepanjang pagi ini.

  2. Anak-anak itu masih tetap semangat belajar kendatipun ruang kelas mereka masih jauh dari laik.

  3. Karina tetap rendah hati walaupun dia sekarang sudah sukses besar.

  4. Kami tidak merasa kecewa sekalipun kami kalah di sabung selesai turnamen kali ini.

  5. Pak Kardjo dan istrinya masih tetap mesra meskipun kini mereka sudah tidak lagi muda.

  6. Hasilnya masih jauh dari harapan walapun sudah saya usahakan berulang kali.

  7. Kecepatan berlarinya masih konstan kendatipun kini ia sudah tidak semuda dulu.

  8. Andre masih saja merasa lapar meskipun dia sudah makan sebanyak empat kali.

  9. Penjahat itu masih belum jera juga walaupun sudah dipenjara berkali-kali.

  10. Dia ternyata tidak kunjung datang kendatipun aku sudah menungguinya berjam-jam.

  11. Tim sepakbola tersebut harus mengakui keunggulan lawannya sekalipun mereka sudah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan.

  12. Pak Guru tetap melanjutkan pelajaran meskipun ruang atap ruang kelas kami tengah bocor.

  13. Galih tetap setia menggeluti olahraga basket meskipun kakinya pernah cedera.

  14. Dia masih saja kerasa kepala kendatipun dinasihati olehku berkali-kali.

  15. Kebiasan burunya masih belum hilang sekalipun aku memaksanya untuk berhenti dari kebiasaan buruknya tersebut.

  16. Dia tetap memafkanku walaupun aku telah menyinggung perasaannya.

  17. Para warga tetap memukuli pencuri itu kendatipun si pencuri meminta ampun kepada para warga.

  18. Pak Darmo masih terus bekerja meskipun  di hari libur.

  19. Pak Parjo masih berjualan dawet walaupun usianya sekarang sudah semakin tua.

  20. Pak Nasrudin masuh setia bekerja di kantornya meskipun gajinya tidak kunjung naik juga.

  21. Pak Aceng masih betah tinggal di kota ini kendatipun cuaca di kota ini sangat panas.

  22. Para suporter masih tetap setia mendungkung tim kesayanganya kendatipun tim kesayangan mereka sekarang tengah terpuruk.

  23. Petani di desaku masih setia memakai pacul dan kerbau sebagai alat untuk bertani meskipun kini sudah ada traktor.

  24. Dia tidak menggubris ucapanku sekalipun aku berteriak kepadanya.

  25. Dia masih murka padaku sekalipun aku telah meminta maaf kepadanya.

  26. Pak Burhan tetap diberhentikan oleh bosnya kendatipun dia bekerja sangat baik di perusahaan tersebut.

  27. Dia masih tidak percaya kata-kataku walaupun aku sudah meyakinkannya berkali-kali.

  28. Keputusannya tetap tidak bisa diubah kendatipun aku memaksanya untuk mengubah keputusannya itu.

  29. Bahar tetap jadi merantau meskipun kedua orang tuanya masih belum bisa merelakannya.

  30. Adi tetap bersikukuh untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi tinggi meskipun kondisi ekonomi orang tuanya tengah memprihatinkan.

  31. Perkuliahan hari ini tetap dilaksanakan kendatipun hanya diikuti tiga orang mahasiswa saja.


Demikianlah beberapa teladan konjungsi subordinatif konsesif dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan konjungsi lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi subodinatif relasi waktu, contoh konjungsi antar paragraf, dan contoh kalimat konjungsi perlawanan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususunya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 29 Referensi Konjungsi Subordinatif Relasi Perbandingan Dalam Kalimat

Beberapa pola konjungsi dalam kalimat sudah pernah ditampilkan di beberapa artikel sebelumnya. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain contoh konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, contoh kalimat konjungsi perlawanan, contoh kalimat konjungsi temporal, contoh kalimat konjungsi kronologis, dan kalimat konjungsi subordinatif.


Artikel kali ini pun juga akan menampilkan pola dari salah satu diantara jenis-jenis konjungsi dalam format kalimat, dimana jenis konjungsi tersebut ialah konjungsi subordinatif hubungan  perbandingan. Jenis konjungsi tersebut merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa dalam bahasa Indonesia pada suatu kalimat yang memiliki kekerabatan perbandingan antara satu dengan lainnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah laksana, sebagaimana, seakan-akan, seolah-olah, bak, bagaikan ibarat, dan seperti.


Untuk mengetahui mirip apa pola konjungsi ini dalam format kalimat, berikut ditampilkan beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan perbandingan dalam kalimat tersebut di bawah ini!



  1. Dia tidak menghiraukan diriku seolah-olah aku ini hanyalah bubuk di matanya.

  2. Dia begitu lahap menyantap semua maknan tersebut seakan-akan dia belum makan selama beberapa hari terakhir.

  3. Wajahnya begitu cantik sebagaimana wajah Ibunya sewaktu masih muda.

  4. Kulitnya begitu halus bak sebuah kain tenun.

  5. Matanya begitu bundar bagaikan sepasang bola pingpong.

  6. Kedurhakaannya kepada Ibunya itu ibarat kedurhakaan Malin Kundang kepada Ibunya sendiri.

  7. Wajahnya begitu murung seperti awan hitam yang tengah menyelimuti langit.

  8. Dia begitu anggun laksana putri dari suatu kerajaan.

  9. Senyumnya begitu mereka bagaikan sekuntum bunga yang kelopaknya tengah merekah.

  10. Dia begitu sulit dilewati oleh lawan seakan-akan dia ialah sebuah tembok tebal yang lebar.

  11. Suaranya begitu renyah didengar seperti sebuah keripik yang tengah dikunyah.

  12. Dimas berlari begitu kencang bak seekor macan yang berlari mengejar mangsanya.

  13. Pengendara itu mengendarai motornya dengan begitu kencang seolah-olah dia tengah mengendarai motornya di sebuah sirkuit balapan.

  14. Rumahnya begitu sepi seperti tidak ada penghuninya sama sekali.

  15. Rasa pedasnya begitu terasa di lidahku seakan-akan rasa pedas tersebut menendang atau mencubit lidahku.

  16. Rumahnya begitu megah bak sebuah istana di zaman Yunani kuno.

  17. Kelakuannya begitu baik sebagaimana kelakuan kedua orang tuanya.

  18. Roti ini sangat lembut seperti sebuah kapas.

  19. Saat beliau marah, dia seperti seekor harimau yang tengah mengaum dan siap untuk memangsa siapa saja yang ada di sekitarnya.

  20. Vallen termangu membisu seolah-olah mulutnya tengah terkunci dengan rapat.

  21. Wawasannya begitu luas bagaikan sebuah samudera.

  22. Kamarnya begitu  rapi seakan-akan kamarnya itu ialah kamar yang masih gres dan belum pernah ditempati.

  23. Kakek itu begitu bersemangat seakan-akan dia ialah seorang laki-laki berusia muda.

  24. Pemain bola itu bisa melewati pemain lawan dengan mudah seolah-olah ppara pemain lawan hanyalah kumpulan patung belaka.

  25. Sikapnya itu begitu masbodoh seperti sebongkah es.

  26. Dia begitu antusias menjelajahi kawasan wisata itu, seolah-olah dia gres pertama kali menginjakkan kakinya ke kawasan wisata tersebut.

  27. Dia begitu gampang menjawab soal-soal yang sulit itu seolah-olah soal-soal tersebut hanyalah soal anak Taman Kanak-kanak belaka di matanya.

  28. Di sini, kami dituntut bekerja lebih cepat seperti seekor kuda yang berlari kencang.

  29. Meskipun bukan saudara kembar, namun wajah mereka berdua begitu mirip bak pinang yang dibelah menjadi dua.


Demikianlah beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan perbandingan dalam kalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi maupun mengenai bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, July 29, 2019

√ 32 Pola Konjungsi Subordinatif Hubungan Akhir Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif akhir merupakan konjungsi subordinatif yang menghubungkan dua klausa dalam suatu kalimat yang memiliki kekerabatan akibat. Adapun kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain akibatnya, sampai-sampai, sehingga, dan maka. Supaya pembaca lebih paham, berikut ditampilkan beberapa referensi konjungsi ini dalam kalimat yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Anak itu harus dibawa ke rumah sakit akibat kecelakaan parah yang dialaminya barusan.

  2. Panji tidak sanggup melanjutkan pertandingan akibat cedera kaki yang dialaminya.

  3. Sakit yang dialaminya cukup parah, sampai-sampai dia harus dirawat di rumah sakit.

  4. Lukanya cukup parah sampai-sampai harus dibawa ke rumah sakit.

  5. Anak itu terlalu asyik bermain sampai-sampai dia lupa waktu.

  6. Anak itu dieksekusi oleh orang tuanya akibat mengerjai temannya.

  7. Dia bekerja terlalu keras sehingga tubuhnya pun menjadi lemas dan kemudian pingsan.

  8. Dia pingsan ketika upacara bendera akibat tidak sempat sarapan di rumah.

  9. Amir terlambat tiba ke sekolah akibat terjebak macet di jalan.

  10. Kondisi kesehatannya cukup kritis, sehingga harus dirawat di rumah sakit.

  11. Pria itu akhirnya ditilang polisi akibat tidak membawa SIM dan STNK.

  12. Dia makan terlalu banyak sehingga perutnya pun sekarang menjadi buncit.

  13. Wajah Alwi penuh memar akibat dipukuli oelh sejumlah orang yang tidak dikenal.

  14. Perusahaan itu sedang mengalami krisis keuangan sehingga harus merumahkan sejumlah karyawannya.

  15. Pak Umar dimarahi atasannya akibat kecerobohan yang dia lakukan ketika bekerja.

  16. Pertandingan kedua kesebelasan mesti dilarang sementara waktu akibat insiden kericuhan antar suporter.

  17. Kaki Luthfi mengalami cedera ketika berlatih sehingga dia terpaksa tidak diikutsertakan pada pertandingan tersebut.

  18. Marini tidur terlalu nyenyak sampai-sampai dia terlambat bangkit pagi.

  19. Pelaku begitu sulit ditangkap sampai-sampai polisi harus memakai dukungan anjing pelacak untuk menangkap pelaku tersebut.

  20. Cerita yang disajikan film itu begitu menyayat hati, sehingga para penonton pun meneteskan air matanya.

  21. Nilai matematika Alfi masih jauh dari nilai KKM, sehingga dia mesti mengikuti remedial.

  22. Keluargaku sedang krisis keuangan, sehingga kami pun harus menghemat pengeluaran kami sehari-hari.

  23. Kondisi ekonominya begitu memprihatinkan, sampai-sampai dia tak sanggup menebus biaya engobatan anaknya.

  24. Kondisi tubuhnya kian menurun, sampai-sampai berjalan pun dia tidak sanggup.

  25. Banyaknya warga desa yang melaksanakan urbanisasi ke kota adalah akibat dari pembangunan tidak merata yang dilakukan pemerintah.

  26. Amri dijauhi teman-temannya akibat dia sering ingkar janji.

  27. Dedi pun menerima sejumlah penghargaan akibat dari hasil kerja keras dan doa yang telah dia lakukan selama ini.

  28. Rumah itu hangus terbakar akibat dari kebakaran yang terjadi tadi malam.

  29. Aldi tidak sanggup mengikuti UTS kali ini, sehingga dia harus mengikuti ujian susulan ahad depan.

  30. Kami pun mesti lembur kerja akibat pekerjaan kami yang belum terselesaikan.

  31. Pak Guru tidak bisa mengajar hari ini, sehingga beliau pun mesti digantikan sementara oleh guru lain.

  32. Masakan itu begitu lesat sampai-sampai membuat air liur kami menetes.


Demikianlah beberapa referensi konjungsi subordinatif hubugan akhir dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui referensi konjungsi lainya, pembaca bisa membuka artikel referensi konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, contoh konjungsi subordinatif konsesif, contoh konjungsi subordinatif kekerabatan tujuan, contoh kalimat konjungsi temporal, kalimat konjungsi subordinatif, konjungsi intrakalimat, dan konjungsi antarkalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 23, 2019

√ 8 Tumpuan Konjungsi Antar Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Dalam jenis-jenis konjungsi, kita mengenal ada beberapa jenis konjungsi, yaitu konjungsi antar klausa, konjungsi antar kalimat dan konjungsi antar paragraf. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konjungsi adalah sebuah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarklausa, antarkalimat. Nah, pada kali ini akan membahas mengenai konjungsi antarkalimat. Konjungsi Antarkalimat yaitu kata penghubung untuk menggabungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya semoga menjadi satu kesatuan kalimat yang utuh. Contoh :


1. Sebaliknya, berbeda dengan


Konjungsi ini mempunyai makna yang bertentangan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Contoh:



  • Andi lebih menyukai minuman hangat. Sebaliknya, Anita sangat menyukai minuman dingin.

  • Yola ialah anak gadis yang pemalu, berbeda dengan kakak perempuannya yang sangat pemberani.


2. Kemudian, selanjutnya, sesudah itu


Konjungsi ini menyatakan keadaan sesudah insiden pertamanya. Contoh:



  • Hari ini, Andi akan mengikuti les piano. Setelah itu, dia akan mampir ke rumah temannya untuk mengerjakan kiprah sekolah bersama-sama.

  • Sebelum dimasak, telur harus dicuci dulu dengan air bersih. Kemudian, telur gres sanggup dimasak.

  • Pertama-tama, siapkan alat dan materi untuk memasak. Selanjutnya, alat dan materi itu dicuci dengan air bersih semoga lebih bersih ketika dipakai untuk memasak.


3. Biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian


Konjungsi ini menyatakan makna kesediaan atau kesanggupan. Contoh:



  • Pertemuan di balai desa itu hanya dihadiri oleh 3 kepala keluarga saja. Biarpun begitu, Pak Camat tetap memperlihatkan penyuluhan.

  • Banjir mengenangi hampir seluruh pemukiman warga. Meskipun demikian, warga masih enggan mengungsi.

  • Ayah belum sanggup menunaikan ibadah haji tahun ini sebab terhalang persoalan kesehatan. Walaupun demikian, Ayah tetap berdoa semoga kesehatannya segera pulih.


Selain konjungsi antarkalimat, beberapa jenis dan teladan konjungsi yang sanggup Anda pelajari ialah contoh konjungsi antar paragraf, konjungsi koordinatif, konjungsi intrakalimat, konjungsi korelatif, konjungsi kausal, konjungsi subordinatif, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat, contoh konjungsi subordinatif konsesif. Semoga bermanfaat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, July 5, 2019

√ 18 Teladan Kata Penghubung Syarat Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, tentunya kita mengenal banyak jenis-jenis kalimat. Diantaranya ialah kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Dalam membentuk kalimat, terkadang dipakai pula kata penghubung. Kata penghubung atau konjungsi ialah kata yang berfungsi untuk menghubungkan klausa dengan klausa.Kata penghubung syarat ialah kata yang menghubungkan klausa yang yang mempunyai hubungan klarifikasi syarat.


Berikut ialah beberapa referensi kata penghubung syarat dalam kalimat.



  1. Nia akan mendapat medali emas jika dia berhasil menjadi juara pertama.

  2. Sayuti sanggup bertemu dengan artis kesayangannya kalau dia tiba sempurna waktu ke konser itu.

  3. Adik akan arif kalau rajin belajar.

  4. Noni akan segera sembuh jika dia rajin minum obat.

  5. Malika akan mempunyai kulit coklat yang indah jika dia rajin berjemur.

  6. Marwah sanggup menjadi populer kalau dia ikut ajang pencarian bakat.

  7. Aku mau pinjamkan uang asalkan dia berjanji untuk mengembalikannya lusa.

  8. Andika sanggup saja menjadi artis jika dia punya wajah yang tampan.

  9. Mereka akan pergi naik gunung kalau hari cerah.

  10. Riswan akan segera berangkat ke sekolah jikalau hujan tidak turun.

  11. Gudang itu tidak akan dirobohkan bila terawat dengan baik.

  12. Pohon mangga itu akan berbuah banyak jika diberi pupuk organik.

  13. Ujian tadi akan terasa mudah bila Nita berguru tadi malam.

  14. Uangku tidak akan habis kalau saya tidak boros dikala belanja tadi.

  15. Mama akan mendapat pelanggan yang banyak kalau buka warung lebih cepat hari ini.

  16. Novelnya akan sangat laku jika dia mempromosikannya dengan baik.

  17. Ia hampir saja ditabrak kalau tidak segera mengelak tadi.

  18. Harga sembako tidak akan naik bila harga BBM tidak naik.


Itulah beberapa referensi kata penghubung syarat dalam bahasa Indonesia. Anda juga sanggup membaca artikel jenis-jenis kalimat tunggal, contoh kata kerja transitif, jenis-jenis kata sifat menurut bentuknya untuk menambah pengetahuan Anda wacana tata cara penulisan dalam bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, June 29, 2019

√ 20 Teladan Kata Penghubung Lantaran Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam penulisan kalimat di bahasa Indonesia, kita sering menemukan kata penghubung. Kata penghubung atau konjungsi yaitu kata yang berfungsi untuk menghubungkan klausa dengan klausa. Kata penghubung alasannya yaitu adalah kata yang menghubungkan klausa yang mempunyai kekerabatan klarifikasi sebab. Ada banyak contoh konjungsi antar kalimat, namun biasanya kata hubung yang dipakai dalam kalimat kata penghubung alasannya yaitu ini yaitu lantaran dan sebab. Berikut yaitu beberapa pola kata penghubung sebab:



  1. Rudi tidak jajan hari ini karena Ayah tidak memberinya uang jajan tadi pagi.

  2. Haris dieksekusi Ibu Guru sebab dia tidak mengerjakan PR.

  3. Kami harus latihan menyanyi setiap hari karena ahad depan akan tampil di konser.

  4. Sepeda motor Gilang ditarik oleh petugas karena belum membayar cicilan berbulan-bulan.

  5. Hari ini terasa sangta gerah karena sudah masuk demam isu panas.

  6. Wajahnya tampak putih bersinar sebab telah memakai krim wajah dari dokter.

  7. Perutnya tidak sakit lagi karena sudah minum obat.

  8. Kami tidak takut lagi karena ada Ayah disini.

  9. Kami belum makan siang sebab Bunda belum pulang semenjak pagi.

  10. Nilai raport Tia sangat buruk karena dia malas belajar.

  11. Gigi Nabila jadi rusak sebab sering makan permen dan coklat.

  12. Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar karena mempunyai banyak pulau.

  13. Ia tidak akan menjadi pemenang karena terlalu sombong.

  14. Iqbal jadi populer di kampus karena ketampanannya.

  15. Tania akan pulang hari ini sebab urusan bisnisnya telah selesai.

  16. Bila mendaftar di perguruan tinggi kepolisian karena undangan Ayah.

  17. Nenek penjual pecal itu pulang cepat hari ini sebab pecalnya sudah habis terjual.

  18. Rumah kami harus direnovasi sebab banyak genting yang bocor.

  19. Jenny harus berguru dengan rajin sebab dia akan mendaftar di universitas negeri.

  20. Aku akan berguru di Jepang karena berhasil menerima beasiswa.


Itulah beberapa pola kata penghubung alasannya yaitu dalam kalimat bahasa Indonesia. beberapa artikel lainnya yang berkaitan dengan kata penghubunga adalah contoh konjungsi subordinatif kekerabatan akibat, contoh konjungsi subordinatif kekerabatan perbandingan, dan contoh konjungsi subordinatif kekerabatan tujuan. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 21 Pola Kata Penghubung Akhir Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Kata penghubung atau konjungsi yaitu kata yang berfungsi untuk menghubungkan klausa dengan klausa. Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak jenis-jenis konjungsi, seperti jenis-jenis kata penghubung intrakalimatjenis-jenis kata penghubung anatarkalimat, konjungsi koordinatif, konjungsi kausal, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat dan konjungsi korelatif.  Kata penghubung akhir yaitu kata yang menghubungkan klausa yang yang mempunyai kekerabatan klarifikasi akibat. Dan kata bantu dalam kalimatnya umumnya yang digunakan yaitu sehingga atau akibatnya. Berikut yaitu beberapa rujukan kata penghubung  akibat.



  1. Rina rajin berguru sehingga dia sanggup menjadi juara kelas.

  2. Dono sangat berisik di kelas akibatnya dia dimarahai Ibu Guru.

  3. Ibu sangat sibuk hari ini sehingga tidak sempat memasak makan siang.

  4. Ayah kehujanan semalam akibatnya Ayah sakit dan tidak masuk kerja hari ini.

  5. Hari ini sangat mendung akibatnya jemuranku tidak kering.

  6. Lagunya sangat murung sehingga Lala pun menangis.

  7. Komputernya rusak sehingga dia belum sanggup mengerjakan tugas.

  8. Ika tidak masuk sekolah berhari-hari sehingga dia menerima SPO.

  9. Aku terpeleset ke parit akibatnya bukuku lembap semua.

  10. Rumahnya cukup jauh dari sini sehingga kami harus naik angkot untuk kesana.

  11. Dia sering bermain jodi akibatnya uangnya selalu habis.

  12. Ponselnya mati total semenjak pagi sehingga saya sulit menghubunginya.

  13. Tika menangis semenjak semalam sehingga matanya menjadi bengkak.

  14. Budi belum mandi semenjak dua hari kemudian sehingga badannya sangat bau.

  15. Hutang Pak Kadir belum dibayar semenjak bulan kemudian akibatnya tidak ada yang mau pinjamkan uang lagi.

  16. Bangunan itu tidak pernah dirawat sehingga menjadi sangat kotor.

  17. Dia sangat pemalas sehingga tidak ada yang mau tinggal dengannya.

  18. Bayam mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk tubuh.

  19. Pelajaran kimia itu sangat sulit sehingga saya tidak menyukainya.

  20. Dito berbohong pada Ibu akibatnya Ibu murka dan menghukumnya.

  21. Mala sudah pernah ke Berastagi sehingga dia tahu betul jalan menuju kesana.


Itulah beberapa rujukan kata penghubung akhir dalam kalimat bahasa Indonesia. Artikel lainnya yang berkaitan dengan konjungsi adalah konjungsi subordinatif, contoh konjungsi antar paragrafcontoh kalimat konjungsi kronologis, contoh konjungsi subordinatif konsensif, contoh kalimat konjungsi perlawanan, contoh kalimat konjungsi kronologiscontoh konjungsi antar kalimatcontoh konjungsi antar paragraf, konjungsi antarkalimat dan konjungsi intrakalimat. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, June 28, 2019

√ 20 Pola Kalimat Yang Memakai Kata Penghubung Bahwa

Dalam sebuah kalimat, baik itu kalimat tunggal, kalimat simpleks dan kompleks, atau kalimat pribadi dan kalimat tidak langsung, adakala kita menjumpai kata penghubung atau konjungsi. Ada banyak sekali macam-macam kata penghubung, salah satunya yakni kata penghubung bahwa. Kata penghubung bahwa bertujuan untuk menjelaskan atau memberi rincian pada kalimat. Berikut yakni beberapa referensi kalimat yang memakai kata penghubung bahwa.



  1. Siti sudah tahu bahwa itu dosa tapi tetap melakukannya.

  2. Ia menjelaskan bahwa hari ini mustahil diadakan resepsi.

  3. Rudi tidak mengerti bahwa ini bukan kesalahan adiknya.

  4. Fia memberitahukan Ibu bahwa ia pulang telat malam ini.

  5. Mama belum tahu bahwa hari ini tidak ada truk pengangkut sampah.

  6. Buku itu mengajarkan kita bahwa setiap dilema selalu ada solusinya.

  7. Tabib itu mengatakan bahwa obat hanya sanggup bekerja dengan baik kalau rutin diminum.

  8. Mukanya menunjukkan bahwa ia sedang bersedih.

  9. Mita tidak tahu bahwa bonekanya ada di bawah kolong ranjang.

  10. Juni sudah menyampaikan bahwa ia tidak mudik tahun ini.

  11. Kami berjanji bahwa kami tidak akan mengulangi kesalahan lagi.

  12. Semua agama mengajarkan bahwa setiap umat harus hidup rukun dan damai.

  13. Ekpresinya menyampaikan bahwa ia tidak suka dengan orang itu.

  14. Bapak Ibu Guru memberitahukan bahwa besok libur sekolah.

  15. Mulan akan menjelaskan bahwa ia tidak berpura-pura ketika sidang tadi.

  16. Fabel Si Kancil mengajarkan bahwa kita harus selalu cendekia dan bijaksana.

  17. Aku sudah menyampaikan bahwa saya tidak akan masuk kerja hari ini.

  18. Rika berjanji bahwa ia tidak akan melupakan teman-temannya.

  19. Ibu dan Ayah belum bilang bahwa mereka akan pergi ke pesta nanti malam.

  20. Supir angkot itu tidak tahu bahwa uang penumpang tadi kurang.


Demikianlah beberapa referensi kalimat yang memakai kata penghubung bahwa dalam bahasa Indonesia. Artikel lainnya yang sanggup menjadi referensi pembaca, diantaranya contoh kalimat simpleks berpredikat kata kerja, contoh kalimat simpleks berpredikat numeralperbedaan kalimat dan klausa, konjungsi koordinatif, konjungsi antarkalimat dan Contoh Kalimat Pasif Intransitif. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 20 Rujukan Kalimat Yang Memakai Kata Penghubung Sehingga

Terdapat macam-macam kata penghubung atau yang umum disebut konjungsi dalam kalimat bahasa Indonesia, salah satunya yakni yang akan kita bahas kali ini, yaitu kata penghubung sehingga. Kata penghubung sehingga dipakai untuk menyatakan hubungan akhir di dalam kalimat. Untuk lebih jelasnya, berikut yakni beberapa pola kalimat yang memakai kata penghubung sehingga.



  1. Ia tidak pernah masuk kerja sempurna waktu sehingga dia menerima SP.

  2. Dono malas mencar ilmu sehingga dia tidak naik kelas.

  3. Marika sangat rajin membaca sehingga dia punya wawasan yang luas.

  4. Buku itu sering dibaca oleh Ayah sehingga sampulnya menjadi lecek.

  5. Rumah bau tanah itu tidak pernah dirawat sehingga tidak ada yang mau membelinya.

  6. Komputer Rika sudah rusak sehingga dia tidak sanggup mengerjakan tugas.

  7. Harga jam tangan itu sangat mahal sehingga saya harus menabung dulu untuk membelinya.

  8. Sepatu abang sudah jebol sehingga dia tidak sanggup main futsal lagi.

  9. Dia sangat boros bulan ini sehingga uangnya sudah habis duluan.

  10. Gita mengalamai anemia sehingga wajahnya tampak pucat.

  11. Makanan itu sangat yummy sehingga banyak yang memesan.

  12. Tulisan adik menyerupai ceker ayam sehingga tidak ada yang sanggup membacanya.

  13. Masakan Ibu terlalu pedas sehingga perutku menjadi sakit.

  14. Hari sudah mendung sehingga Ibu pulang lebih cepat.

  15. Tuti rajin minum obat sehingga dia sudah sembuh.

  16. Mata Atika sudah minus sehingga dia tidak sanggup melihat dari jauh lagi.

  17. Perut Kiki sakit sehingga dia tidak sanggup mengikuti upacara.

  18. Bumi berputar di porosnya sehingga terjadi satu hari penuh.

  19. Kue itu bantet sehingga tidak ada yang mau memakannya.

  20. Baju Ina robek sehingga dia tidak jadi pergi ke pesta.


Selain pola kalimat yang menggunkaan kata penghubung sehingga, beberapa kata penghubung lainnya yang sudah pernah kita bahas yakni contoh kata penghubung syarat, contoh kata penghubung sebab, contoh kata penghubung akibat, contoh kalimat yang memakai kata penghubung bahwa dan macam-macam kata penghubung. Dan beberapa artikel lainnya sebagai rujukan pembaca, contoh kalimat simpleks berpredikat numeral, contoh kalimat simpoleks berpredikat kata kerja dan contoh kalimat tunggal preposisional. Semoga bermanfaat.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, June 14, 2019

√ 20 Jenis-Jenis Konjungsi Antar Klausa Dalam Bahasa Indonesia

Menurut laman kbbi.web.id, konjungsi atau tanda hubung diartikan sebagai kata atau ungkapan yang menghubungkan dua jenis-jenis kata, dua frasa dalam bahasa Indonesia, dua klausa dalam bahasa Indonesia, dua jenis-jenis kalimat, dan juga dua jenis-jenis paragraf. Konjungsi sendiri memiliki sejumlah jenis, entah itu jenis konjungsi yang menghubungkan dua klausa, kalimat, ataupun paragraf. Khusus untuk artikel ini, kita akan mengetahui beberapa jenis konjungsi yang menghubungkan dua macam klausa. Adapun jenis-jenis konjungsi antar klausa tersebut yaitu sebagai berikut!


1. Konjungsi Koordinatif


Menurut laman id.wikipedia.org, konjungsi koordinatif merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang memiliki kedudukan setara. Konjungsi ini sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:



  1. Konjungsi Koordinatif Penambahan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling menambahkan satu sama lain. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu kata dan.

  2. Konjungsi Koordinatif Pendampingan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klusa yang saling mendampingi satu sama lain. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu kata serta.

  3. Konjungsi Koordinatif Perlawanan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling berlawanan. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah tetapi dan melainkan.

  4. Konjungsi Koordinatif Pertentangan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang saling bertentangan. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah padahal dan sedangkan.


2. Konjungsi Subordinatif


Konjungsi subordinatif merupakan konjungsi yang menyatukan dua klausa yang memiliki kedudukan yang tidak setara. Menurut laman id.wikipedia.org, konjungsi ini terdiri atas 13 konjungsi, di mana 13 jenis tersebut adalah:



  1. Konjungsi Subordinatif Atributif: merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa utama dengan klausa penjelas. Kata yang termasuk konjungsi ini yaitu kata yang.

  2. Konjungsi Subordinatif Tujuan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tidak sederajat yang memiliki korelasi tujuan. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah agar, supaya, dan biar.

  3. Konjungsi Subordinatif Syarat: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan memiliki korelasi syarat diantara keduanya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, dan manakala.

  4. Konjungsi Subordinatif Waktu: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan memiliki korelasi waktu diantara keduanya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, begitu, sementara, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, sebelum, setelah, sesudah, sehabis, selesai, sampai, dan hingga.

  5. Konjungsi Subordinatif Pengandaian: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan memiliki korelasi pengandaian. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah: seandainya, andaikan, umpamanya, dan sekiranya.

  6. Konjungsi Subordinatif Konsesif: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat dan memiliki korelasi saling menentang. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, dan kendatipun.

  7. Konjungsi Subordinatif Pembandingan: adalah konjungsi penghubung dua klausa tak sederajat dan salah satu klausanya merupakan pembanding bagi klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, daripada, dan alih-alih.

  8. Konjungsi Subordinatif Sebab: merupakan konjungsi penghubung dua klausa tak sederajat yang dimana salah satu klausanya merupakan lantaran bagi klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah sebab, karena, oleh sebab, dan oleh karena.

  9. Konjungsi Subordinatif Hasil: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang salah satu klausanya merupakan hasil atau akhir dari klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah sehingga, hingga (-sampai), dan maka(nya).

  10. Konjungsi Subordinatif Alat: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tak sederajat yang salah satunya berisi keterangan alat untuk klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah dengan (menggunakan), dan tanpa (menggunakan).

  11. Konjungsi Subordinatif Cara: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa tak sederajat yang salah satunya berisi keterangan cara untuk klausa lainnya. Kata-kata yang termasuk klausa ini adalah dengan dan tanpa.

  12. Konjungsi Subordinatif Komplementasi: merupakan konjungsi yang menghubungkan klausa utama dengan klausa pelengkapnya. Kata yang termasuk klausa ini yaitu kata bahwa.

  13. Konjungsi Subordinatif Perbandingan: merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang tidak sederajat, di mana salah satu klausanya merupakan perbandingan bagi klausa lainnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah sama… dengan, serta lebih… dari(pada).


3. Konjungsi Korelatif


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang sederajat, di mana konjungsi ini merupakan atau terdiri atas adonan dua kata. Dalam artikel konjungsi korelatif, kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah:



  • Baik… maupun.

  • Jangankan… pun.

  • Bukan hanya… melainkan.

  • Entah… entah.

  • Sedemikian rupa… sehingga.

  • Tidak hanya… tetapi (juga).


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis konjungsi antar klausa. Semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, June 13, 2019

√ 7 Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat Dalam Bahasa Indonesia

Konjungsi antarkalimat merupakan konjungsi yang menghubungkan dua jenis-jenis kalimat yang memiliki hubungan tertentu di dalamnya. Konjungsi antar kalimat sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, di mana jenis-jenis konjungsi antar kalimat tersebut akan dibahas khusus di artikel kali ini. Adapun jenis-jenis konjungsi antarkalimat dalam bahasa Indonesia yang dilansir dari artikel jenis-jenis konjungsi tersebut yakni sebagai berikut!


1. Konjungsi Akibat atau Konsekuensi


Konjungsi ini merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang memiliki hubungan jawaban atau konsekuensi. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain dengan demikian dan juga akibatnya.


2. Konjungsi Kebalikan


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang di mana salah satu kalimatnya merupakan kebalikan bagi kalimat lainnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah sebaliknya, dan berbeda dengan.


3. Konjungsi Keadaan Setelahnya


Merupakan konjungi yang menghubungkan dua kalimat yang di mana salah satu kalimatnya berisi keterangan keadaan setelahnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah kemudian, selainjutnya, dan setelah itu.


4. Konjungsi Keadaan Sebenarnya


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang mana salah satu kalimatnya mengandung keterangan keadaan sebenarnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah sebenaranya, sesungguhnya, dan bahwasanya.


5. Konjungsi Keadaan Sebelumnya


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang mana salah satu kalimatnya mengandung keterangan keadaan sebelumnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah malahan, bahkan, dan tak hanya itu.


6. Konjungsi Pertentangan Keadaan Sebelumnya


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang berisi kontradiksi suatu keadaan yang terjadi di waktu sebelumnya. Adapun kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain akan tetapi, sayangnya, dan namun.


7. Konjungsi Kesediaan


Merupakan konjungsi yang menghubungkan dua kalimat yang mana salah satu kalimatnya berisi keterangan kesediaan untuk melaksanakan suatu hal. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain biarpun begitu, meskipun demikian, dan walaupun demikian.


Untuk lebih mengetahui konjungsi-konjungsi di atas, di bawah ini akan ditampilkan beberapa referensi dari ketujuh konjungsi antarkalimat yang telah dijelaskan di atas!



  • Rani tidak sempat sarapan di rumah. Akibatnya, dia pun pingsan ketika mengikuti upacara pengibaran bendera tadi pagi.

  • Andri mengalami penurunan prestasi akademik di semester kali ini. Sebaliknya, Andra justru mengalami kenaikan prestasi akademik di semester kali ini.

  • Pertama-tama, penerima seminar mengisi terlebih dahulu daftar hadri yang telah disediakan panitia. Setelah itu, para penerima boleh duduk di dingklik yang telah disediakan oleh pihak panitia.

  • Banyak yang menyangka bahwa Andra yakni murid yang biasa-biasa saja alasannya yakni ia selalu membisu ketika berguru di kelas. Sesungguhnya, Andra yakni anak yang memiliki kecerdasan di atas teman-temannya yang ia sembunyikan di balik perilaku diamnya.

  • Desas-desus soal hubungan antara Yuni dan Bimo sudah tersebar ke semua warga kampung. Bahkan, warga kampung sebelah pun sudah mengetahui desas-desus hubungan antara kembang desa dan jejaka kampung tersebut.

  • Denisa sebetulnya yakni anak yang cerdas. Sayangnya, kecerdasannya itu tertutupi oleh sifatnya yang selalu merendahkan dirinya sendiri.

  • Hujan deras masih mengguyur stadion tersebut. Meskipun begitu, pertandingan sepakbola yang dihelat di stadion tersebut tetap dilanjutkan sampai selesai.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis konjungsi antarkalimat dalam bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi dari konjungsi, maka pembaca dapat membuka artikel contoh kalimat konjungsi temporal, contoh konjungsi antar paragraf, dan contoh konjungsi subordinatif hubungan waktu. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 18 Jenis-Jenis Konjungsi Menurut Fungsinya Dalam Bahasa Indonesia

Konjungsi merupakan suatu kata atau ungkapan yang menghubungkan dua jenis-jenis kata, dua frasa dalam bahasa Indonesia, dua klausa dalam bahasa Indonesia, dua jenis-jenis kalimat, dan dua jenis-jenis paragraf. Berdasarkan fungsinya, konjungsi terbagi menurut beberapa jenis. Adapun jenis-jenis konjungsi menurut fungsinya tersebut akan dibahas khusus di artikel kali ini. Menurut artikel jenis-jenis konjungsi, jenis-jenis konjungsi menurut fungsinya adalah:


1. Konjungsi Aditif


Merupakan konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung antara duua unsur gramatikal, entah itu kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf. Kara-kata yang termasuk konjungsi ini adalah dan, serta, dan lagipula.


2. Konjungsi Pertentangan 


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur gramatikal yang saling bertentangan. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah tetapi, sedangkan, akan tetapi, sebaliknya, dan namun.


3. Konjungsi Disjungtif 


Merupakan konjungsi yang bersifat disjungsi atau konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang saling berlawanan. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain maupun, baik… baik, entah… entah, dan atau… atau.


4. Konjungsi Waktu


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang memiliki kekerabatan atau keterangan waktu. Konjungsi ini terbagi lagi menjadi dua jenis yang mana jenis-jenis konjungsi ini antara lain:



  • Konjungsi waktu setara yang terdiri atas kata sebelumnya dan setelahnya.

  • Konjungsi waktu bertingkat yang terdiri atas kata ketika, bila, sampai, demi, sementara, semenjak, tatkala, dan ketika.


5. Konjungsi Final


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang mengandung kekerabatan tujuan. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain agar, supaya, dan untuk.


6. Konjungsi Sebab


Seperti namanya, konjungsi ini merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang menyatakan kekerabatan lantaran di dalamnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain karena, sebab, lantaran itu, dan sebab itu.


7. Konjungsi Akibat


Merupakan konjungsi yang fungsinya ialah untuk menghubungkan dua unsur (kata, frasa, klausa, kalimat, ataupun paragraf) yang memiliki kekerabatan akhir di dalamnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah sehingga, akibatnya, dan sampai.


8. Konjungsi Syarat


Merupakan konjungsi yang fungsinya ialah untuk menghubungkan dua unsur yang memiliki kekerabatan syarat di dalamnya. Kata-kata yang tergolong ke dalam konjungsi ini adalah asalkan, jika, apabila, kalau, dan jikalau.


9. Konjungsi Tak Bersyarat


Kebalikan dari konjungsi syarat, konjungsi ini merupakan konjungsi yang fungsinya ialah untuk menghubungkan dua unsur yang menyatakan kekerabatan yang tidak bersyarat. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain walaupun, biarpun, dan meskipun.


10. Konjungsi Perbandingan


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang saling membandingkan atau dua unsur yang memiliki kekerabatan perbandingan. Kata-kata yang tergolong konjungsi ini adalah seperti, bagai, bagaikan, ibarat, umpama, seakan-akan, dan sebagaimana.


11. Konjungsi Korelatif


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur (khususnya klausa) yang sederajat. Tidak mirip konjungsi lainnya yang umumnya berbentuk sebuah kata dasar, kata berimbuhan pun, atau kata ulang, konjungsi korelatif ini bentuknya ialah adonan dari dua kata/konjungsi atau lebih. Selain tergolong konjungsi berdasar fungsinya, konjungsi ini juga termasuk ke dalam jenis-jenis konjungsi antar klausa. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain tidak hanya… tetapi juga, semakin… semakin, dan baik… maupun.


12. Konjungsi Penegas


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang memiliki kekerabatan penegasan. Kata-kata yang tergolong konjungsi ini adalah yakni, apalagi, misalnya, yaitu, dan akhirnya.


13. Konjungsi Penjelas


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang salah satunya merupakan unsur penjelas bagi unsur lainnya. Kata yang termasuk konjungsi ini ialah kata bahwa.


14. Konjungsi Pembenaran


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang salah satu unsurnya merupakan unsur yang membenarkan unsur lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain kendatipun, dan sekalipun. Selain dua kata tersebut, kata walaupun dan meskipun yang notabene termasuk ke dalam konjungsi tak bersyarat juga dapat dimasukkan ke dalam jenis konjungsi pembenaran.


15. Konjungsi Urutan


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang menandakan kekerabatan urutan insiden atau urutan lainnya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah lalu, kemudian, mula-mula, dan pertama(-tama).


16. Konjungsi Pembatasan


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang salah satunya merupakan unsur yang membatasi unsur lainnya. Kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah kecuali, asalkan, dan selain.


17. Konjungsi Penanda


Merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang salah satu unsurnya merupakan penanda bagi unsur lainnya. Kata-kata yang tergolong konjungsi ini diantaranya terutama, umpama, dan paling utama.


18. Konjungsi Situasi


merupakan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan dua unsur yang menandakan adanya kekerabatan situasi dianatara keduanya. Kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah padahal, sedangkan, dan sambil.


Demikianlah pembahasan mengenai jenis-jenis konjungsi menurut fungsinya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, June 1, 2019

√ 17 Pola Konjungsi Temporal Sederajat Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, kita sering menggunakan kata penghubung atau konjungsi, terutama dalam penggunaan kalimat majemuk. Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan antar klausa dalam bahasa Indonesia di dalam kalimat. Salah satu konjungsi yang sering dipakai yaitu konjungsi temporal. Konjungsi temporal dipakai untuk menyatakan keserasian relasi waktu antar dua peristiwa. Konjungsi temporal terbagi lagi menjadi dua, yakni konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat. Konjungsi temporal sederajat yaitu konjungsi yang biasanya dipakai pada kalimat beragam setara dan dilarang diletakkan di awal dan final kalimat. Beberapa pola konjungsi temporal sederajat antara lain:



  1. Ibu memasak pecel, lalu menggoreng ikan lele.

  2. Andi menuntaskan PR-nya, kemudian pergi bermain.

  3. Malik menyapu kelas, selanjutnya ia membersihkan papan tulis.

  4. Ibu Guru menyuruh untuk membuka buku cetak Biologi, sebelumnya ia mengabsen kami.

  5. Jenderal itu mengundurkan diri, lalu mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

  6. Kami telah selesai berlatih menari, kemudian kami beristirahat sejenak.

  7. Adik meminum susu, lalu kembali tidur.

  8. Bapak menggunakan sarungnya, lalu pergi ke mushola.

  9. Indra mandi, lalu mencuci bajunya.

  10. Bi Atik mencuci piring, kemudian memasak makan siang.

  11. Nikmah membayar cicilan di bank, kemudian pulang ke rumah.

  12. Mama membeli pisang di pasa, lalu menciptakan pisang goreng.

  13. Arjuna menangis dengan keras, kemudian tertidur sendiri.

  14. Nabila menyusun pakaian ke dalam koper, lalu berangkat ke Paris.

  15. Nenek memotong bawang merah, lalu ditumis sampai harum.

  16. Kami sekeluarga akan pergi ke Berastagi, selanjutnya berendam di Sidebu-debu.

  17. Pelatih tersebut menyuruh mereka berlari keliling lapangan, lalu push up 50 kali.


Itulah beberapa pola penggunaan konjungsi temporal sederajat dalam kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat. Dan untuk menambah pengetahuan Anda perihal konjungsi, Anda juga sanggup membaca artikel jenis-jenis konjungsi menurut fungsinya, jenis-jenis konjungsi antar kalimat, jenis-jenis konjungsi antar klausa, konjungsi korelatif, buatlah pola kalimat konjungsi yang menyatakan waktu dan berikan pola kalimat konjungsi perbandingan.



Sumber https://dosenbahasa.com

Saturday, May 25, 2019

√ 21 Rujukan Konjungsi Temporal Tidak Sederajat Dalam Kalimat

Pada pembahasan sebelumnya,  kita telah mengetahui teladan penggunaan konjungsi dalam kalimat.  Dalam jenis-jenis konjungsi, kita mengenal salah satunya jenis-jenis konjungsi temporal. Konjungsi temporal juga dibagi lagi menjadi konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Nah, pada artikel kita kali ini akan membahas mengenai teladan konjungsi temporal tidak sederajat. Berikut ialah beberapa teladan penggunaan konjungsi temporal tidak sederajat:



  1. Ketika liburan, kami sekeluarga pergi ke rumah nenek di desa.

  2. Dia telah usang pergi sejak jam 8 pagi tadi.

  3. Ibu memasak opor ayam saat Ida menyapu rumah.

  4. Bila hari telah cerah,  Budi akan pergi berkemah.

  5. Makanan itu sudah cuek sejak ditinggal begitu saja oleh adik.

  6. Saat malam tiba,  kelelawar pun berdiri dan pergi mencari makan.

  7. Masha sedang menyetrika baju ketika Bila pulang sekolah.

  8. Mulan membersihkan jendela sambil bersiul-siul kecil.

  9. Tono berlari keliling lapangan saat instruktur terus meniup peluitnya.

  10. Guru menulis keterangannya di papan tulis sambil menjelaskan pada murid-murid.

  11. Ketika jam istirahat tiba,  kami pun eksklusif pergi ke kantin.

  12. Demi kelangsungan hidup,  Pak Karto rela menjadi pemulung.

  13. Bilamana hari mulai terang,  kami akan kembali berjalan keluar hutan.

  14. Tukang ledeng itu memasang pipa air sambil menjelaskan penyebab kerusakan pipa pada Ayah.

  15. Adam menyetir kendaraan beroda empat sambil mengobrol dengan Tania.

  16. Saat semua murid sudah pulang,  Andi masih saja menunggu Ibunya di depan pagar sekolah.

  17. Malaikat pun akan turun dan mengaminkan saat ada hamba-nya yang berdoa.

  18. Didi mengambil baskom saat Nia sedang menyuci.

  19. Martha pergi ke Taman Ria ketika liburan sekolah.

  20. Hedi berjualan donat demi membiayai sekolah adiknya.

  21. Kami berjualan makanan ringan elok sambil membaca buku untuk persiapan ujian.


Itulah beberapa teladan konjungsi temporal tidak sederajat yang sanggup Anda pelajari. Anda juga sanggup membaca artikel contoh kalimat konjungsi temporal, konjungsi intrakalimat, konjungsi antar kalimat, buatlah teladan kalimat konjungsi yang menyatakan waktu, dan konjungsi korelatif. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, February 11, 2019

√ 24 Pola Konjungsi Korelatif Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Salah satu diantara jenis-jenis konjungsi yang ada yakni konjungsi korelatif. Konjungsi ini sendiri merupakan konjungsi yang menghubungkan dua jenis-jenis kata, frasa dalam bahasa Indonesia, klausa dalam bahasa Indonesia, bahkan jenis-jenis kalimat dengan memakai gabungan dua kata atau lebih. Dalam artikel konjungsi korelatif, disebutkan beberapa macam konjungsi ini, di mana beberapa macam tersebut antara lain:



  • Baik… maupun…

  • Jangankan… pun…

  • Bukan hanya… melainkan…

  • Entah… entah…

  • Sedemikian rupa… sehingga…

  • Tidak hanya… tetapi (juga)…


Untuk memahami ibarat apa penggunaan konjungsi ini–terutama dalam suatu kalimat, berikut ditampilkan beberapa referensi konjungsi korelatif dalam kalimat yang ditampilkan sebagaimana di bawah ini!



  1. Kopi bisa disajikan baik dengan memakai air panas maupun dengan memakai air dingin.

  2. Jangankan gaji, akomodasi penunjang pun tidak dipenuhi dengan baik oleh perusahaan itu.

  3. Acara itu bukan hanya menampilkan kesenian kontemporer saja, melainkan juga pertunjukkan dari musik-musik tradisional dari aneka macam tempat di Indonesia.

  4. Entah benar entah tidak, gosip itu masih saja simpang siur.

  5. Bahan-bahan itu dicampur dan diaduk sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah gabungan yang kalis dan tercampur rata.

  6. Film itu tidak hanya menampilkan aspek hiburan saja, tetapi juga aspek estetis dan juga edukasi.

  7. Baik siang maupun malam, rumah makan itu tetap ramai oleh pengunjung.

  8. Jangankan beriktikad untuk menuntaskan masalah, memperlihatkan penjelasan soal problem tersebut pun dia tidak melakukannya.

  9. Kerusuhan itu bukan hanya terjadi kali ini saja, melainkan sudah semenjak lima tahun yang lalu.

  10. Aldi mengundurkan diri dari perusahaan itu dengan alasan yang tidak jelas, entah karena jenuh entah karena ingin mencari pengalaman baru.

  11. Taman itu telah dibenahi sedemikian rupa, sehingga kini menjadi indah dan lebih menarik.

  12. Restoran itu tidak hanya menyajikan hidangan pembuka yang lezat, tetapi juga menyajikan hidangan utama dan epilog yang tak kalah enak dari hidangan pembukanya.

  13. Pemesanan tiket konser bisa dilakukan baik secara pribadi melalui gerai resmi pemesanan tiket, maupun secara daring melalui situs resmi penyedia tiket konser.

  14. Bukan hanya kali ini saja Jojo membolos, melainkan sudah semenjak kelas satu SMP.

  15. Entah karena bosan entah karena tidak suka masakan itu, beliau pun tidak menghabiskan masakan tersebut.

  16. Sudah sedemikian rupa rumah itu direnovasi, sehingga rumah itu pun sering berubah bentuk dan juga warna.

  17. Reni tidak hanya mengikuti kursus bahasa Inggris, tetapi juga menulis dan fotografi.

  18. Tidak hanya kali ini saja kerusuhan itu terjadi, tetapi juga beberapa hari bahkan tahun yang kemudian pun tindakan serupa juga pernah terjadi.

  19. Akses internet sekarang sudah bisa dinikmati di manapun, baik itu diperkotaan maupun di pedesaan terpencil sekalipun.

  20. Entah disengaja entah tidak, Windy menumpahkan secangkir kopi ke pakaian Joni.

  21. Entah dia sadari entah tidak, beliau ternyata punya talenta di bidang desain grafis.

  22. Baik di rumah maupun di stadion, masyarakat sama antusiasnya dalam menyaksikan pertandingan timnas Indonesia kali ini.

  23. Jangankan mengajak bicara, menyapa pun tidak pernah dilakukannya kepada kami sekalipun.

  24. Acara itu bukan hanya hanya hari ini saja, melainkan hingga tanggal 30 Maret nanti.


Demikianlah beberapa referensi konjungsi korelatif dalam kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi korelatif khususnya maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Thursday, February 7, 2019

√ 26 Teladan Konjungsi Korelatif “Baik Maupun” Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Konjungsi korelatif merupakan salah satu diantara jenis-jenis konjungsi yang ada, selain konjungsi koordinatif ataupun konjungsi subordinatif. Konjungsi ini sendiri merupakan suatu adonan dua kata atau lebih yang menghubungkan dua jenis-jenis kata, frasa dalam bahasa Indonesia, klausa dalam bahasa Indonesia, atau dua jenis-jenis kalimat. Salah satu bentuk konjungsi ini ialah “baik maupun” yang lazim ditulis dengan pola baik… maupun. Salah satu bentuk konjungsi ini akan ditampilkan beberapa pola diantaranya dalam kalimat pada pembahasan artikel kali ini. Adapun beberapa pola tersebut ialah ibarat berikut ini!



  1. Restoran itu tetap ramai baik di waktu siang maupun di waktu malam hari.

  2. Selaku makhluk ciptaan-Nya, kita mesti selalu mengingat-Nya baik di waktu senang maupun di waktu susah.

  3. Baik Putri maupun Chika, keduanya sudah saling kenal satu sama lain.

  4. Baik dia maupun mereka, keduanya sama-sama enggan mengakui kesalahan masing-masing.

  5. Kerja sama antara kedua perusahaan tersebut telah disepakati baik dari pihak pemohon kerja sama maupun dari pihak yang mendapatkan anjuran kerja sama.

  6. Baik aku maupun teman-temanku, tak ada yang tahu siapa orang itu.

  7. Aku selalu mengingatmu, baik itu ketika sibuk maupun dikala lapang.

  8. Hubungan keduanya sudah direstui baik oleh pihak keluarga pria maupun pihak keluarga wanita.

  9. Kegiatan berguru secara daring sanggup dilakukan di mana saja, baik itu di rumah maupun di daerah lain yang diinginkan.

  10. Wahana itu bisa dimasuki oleh siapa pun, baik itu oleh anak-anak maupun orang dewasa.

  11. Baik remaja maupun orang dewasa, semua terlibat dalam program peringatan HUT RI yang ke-73 tersebut.

  12. Akses internet kini bisa dinikmati di mana saja, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan.

  13. Baik mi goreng maupun mi rebus, keduanya sama-sama memiliki citarasanya masing-masing.

  14. Baik kami maupun mereka telah setuju untuk mengakhiri konflik yang selama ini terjadi diantara kami dan mereka.

  15. Baik dulu maupun sekarang, sikapnya tidak pernah berubah.

  16. Baik dengan air panas maupun dengan air dingin, kopi tetap lezat untuk diminum asal disajikan secara baik.

  17. Sebagai mahasiswa, Andre terbilang mahasiswa yang sukses dan berprestasi, alasannya ia bisa mengukir sejumlah prestasi penting baik di bidang akademik maupun di bidang keorganisasian yang ia geluti.

  18. Anto terbilang mahasiswa yang aktif alasannya ia banyak mengikuti organisasi baik di dalam kampus maupun di luar kampus.

  19. Film itu meraih kesuksesan besar baik secara komersil maupun secara prestise.

  20. Tolong jangan kamu ceritakan persoalan itu ke orang-orang terdekatku, baik itu ke orangtuaku maupun ke teman-temanku yang lain!

  21. Pemesanan tiket konser sanggup dilakukan baik secara pribadi melalui loket-loket tiket yang tersedia maupun secara daring melalui situs resmi penyelenggara konser.

  22. Dia sangat sukar memaafkan kesalahan orang lain, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

  23. Sikap pemain bola itu sangat bertolak belakang baik di dalam maupun di luar lapangan.

  24. Tempat wisata itu ramai diunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

  25. Hutan itu tetap asri baik dulu maupun sekarang.

  26. Semoga ceramah kali ini bermanfaat, baik itu untuk penceramah sendiri maupun untuk para hadirin sekalian.


Demikianlah beberapa pola konjungsi korelatif “baik maupun” dalam kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi korelatif maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 28 Rujukan Konjungsi Korelatif “Entah” Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Salah satu diantara jenis-jenis konjungsi yang ada ialah konjungsi korelatif. Konjungsi ini merupakan suatu adonan dua kata atau lebih yang menghubungkan jenis-jenis kata, frasa dalam bahasa Indonesia, klausa dalam bahasa Indonesia, atau jenis-jenis kalimat. Konjungsi ini memiliki beberapa bentuk, di mana salah satunya ialah “entah” yang lazim ditulis dengan pola entah… entah…. Di artikel kali ini, salah satu bentuk konjungsi korealtif itu akan ditampilkan beberapa pola diantaranya dalam kalimat. Adapun beberapa pola konjungsi korelatif “entah” dalam kalimat yang dimaksud ialah sebagai berikut ini!



  1. Entah benar entah tidak, kabar burung itu telah tersebar ke seluruh penduduk desa.

  2. Entah terwujudkan entah tidak, saya akan tetap mewujudkan cita-citaku ini.

  3. Entah diterima entah tidak, saya akan tetap melamar ke perusahaan tersebut.

  4. Entah jadi entah tidak, saya tetap merencanakan liburan ke Bali besok.

  5. Entah sadar entah tidak, beliau telah tertipu oleh laki-laki berkepala plontos tersebut.

  6. Entah disengaja entah tidak, Windy menumpahkan kopi ke kemeja Erwin.

  7. Entah kebetulan entah tidak, saya dan Pinkan sama-sama menggunakan baju berwarna biru muda.

  8. Entah tahu entah tidak, saya telah mengirimkan kado ke rumahnya.

  9. Entah kenyang entah tak enak, kuliner buatanku tidak dihabiskan olehnya.

  10. Entah percaya entah tidak, beliau bisa mengerjakan soal itu hanya dalam waktu sekejap saja.

  11. Entah paham entah tidak, beliau hanya menatap kosong saja dikala saya menjelaskan hal itu kepadanya.

  12. Entah lupa entah sengaja, beliau tidak membawa buku kepunyaanku yang hendak dikembalikan olehnya kepadaku.

  13. Entah serius entah tidak, beliau menyatakan perasaan sukanya kepadaku dikala saya bertemu dengannya di taman tadi siang.

  14. Entah asli entah palsu, saya tak bisa membedakannya.

  15. Entah bisa entah tidak, saya tak bisa menjanjikannya kepada kalian semua.

  16. Entah marah entah bosan, beliau hanya menanggapi ucapakan sekadarnya saja.

  17. Entah lulus entah tidak, saya harus tetap mengikuti tes pembuatan SIM tersebut.

  18. Entah sengaja entah tidak, kendaraan beroda empat berwarna hitam itu menabrak kendaraan beroda empat berwarna merah yang berjalan berlawanan dengannya.

  19. Entah terbaca entah tidak, beliau tetap berusaha menuliskan kembali apa yang telah ditulis pak guru di papan tulisnya.

  20. Entah esok entah lusa, saya akan berkunjung ke rumah kedua orangtuanya.

  21. Entah terlaksana entah tidak, sekolah kami akan mengadakan acara darma wisata ke Palangkaraya.

  22. Entah karena suka entah karena lapar, kuliner telah beliau santap dengan lahap sampai habis.

  23. Entah terpaksa entah tidak, beliau mengembalikan bukuku dengan raut muka yang tidak menyenangkan.

  24. Entah temannya entah bukan, beliau dekat sekali berbincang dengan orang itu.

  25. Entah iya entah tidak, beliau masih belum menawarkan jawabannya kepadaku.

  26. Entah setuju entah tidak, beliau tidak kunjung menjawabnya.

  27. Entah mendengarkan entah tidak, beliau hanya membisu saja dikala saya berbincang dengannya.

  28. Entah sedang melamun entah tidak, beliau sedari tadi hanya duduk berdiam diri dengan tatapan kosong di kursi taman itu.


Demikianlah beberapa pola konjungsi korelatif “entah” dalam kalimat bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan gres bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi dan konjungsi korelatif pada khususnya, maupun bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya. Jika terdapat kesalahan penulisan ataupun klarifikasi dalam artikel kali ini, mohon dimaafkan oleh oara pembaca sekalian. Sekian dan juga terima kasih banyak kepada para pembaca sekalian.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, February 6, 2019

√ 31 Teladan Konjungsi Korelatif “Jangankan Pun” Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Beberapa contoh konjungsi korelatif dalam kalimat sudah ditampilkan di beberapa artikel yang lalu. Adapun artikel-artikel tersebut antara lain contoh konjungsi korelatif “baik maupun” serta artikel contoh konjungsi korelaltif “entah”. Artikel ini pun juga akan menampilkan beberapa referensi salah satu jenis konjungsi korelatif dalam format kalimat, di mana jenis tersebut yaitu “jangankan pun” yang biasa ditulis dengan format jangankan… pun…. Adapun contoh-contohnya yaitu ibarat yang ada di bawah ini!



  1. Jangankan sungai, laut pun pasti akan saya seberangi.

  2. Jangankan sehari, satu tahun pun aku akan tetap menungumu.

  3. Jangankan mobil mewah, sepiring nasi pun aku tak bisa membelinya.

  4. Jangankan berbicara, bertegur sapa pun tak pernah dilakukannya sekalipun.

  5. Jangankan berkenalan, menatap matanya pun aku tak pernah sanggup.

  6. Jangankan menelepon, mengirim pesan singkat pun tak pernah ia lakukan.

  7. Jangankan mengirim uang bulanan, menanyakan kabarku di sini saja pun tdak pernah mereka lakukan kepadaku.

  8. Jangankan aku, teman-temanmu pun juga niscaya tak tahu duduk kasus tersebut.

  9. Jangankan mobil, sepeda pun aku tak punya.

  10. Jangankan mengajak bicara, menatap matanya pun aku tak sanggup.

  11. Jangankan soal matematika, soal fisika pun dengan gampang ia kerjakan.

  12. Jangankan kamu, saya yang duduk sebangku dengannya pun tak pernah diajak bicara olehnya.

  13. Jangankan membeli sepeda motor, membeli kendaraan beroda empat yang harganya selangit pun pasti ia bisa melakukannya.

  14. Jangankan musik pop masa kini, musik pop masa lampau pun tak lupt didengar olehnya.

  15. Jangankan sebongkah berlian, sebongkah bulan pun pasti akan kuberikan padamu.

  16. Jangakan engkau, saya yang sudah kenal dengannya pun tak dipinjaminya uang walau hanya satu rupiah.

  17. Jangankan satu juta, satu miliar rupiah pun pasti akan saya pinjamkan.

  18. Jangankan orang biasa ibarat kita, preman-preman pasar yang seram pun dia tak takut.

  19. Jangankan membayar uang sekolah, untuk makan sehari-hari pun mereka begitu kesusahan.

  20. Jangankan satu juta, seratur rupiah pun tak pernah dipinjamkannya kepadaku.

  21. Jangankan setiap hari, satu hari pun dia tidak pernah berkunjung ke sini.

  22. Jangankan untuk berobat, untuk melunasi utang-utangnya pun dia begitu kerepotan.

  23. Jangankan untuk berlibur, tidur nyenyak pun kini begitu sukar kelakukan alasannya banyaknya pekerjaan yang mesti saya selesaikan.

  24. Jangankan diberi pesangon, gajiku yang kemarin masih menunggak pun tak kunjung dibayarkan oleh perusahaan tempatku bekerja.

  25. Jangankan memberi hadiah, mengucapkan selamat ulang tahun pun tak diucapkannya kepadaku.

  26. Jangankan korupsi, tiba terlambat ke kantor pun tak pernah dilakukannya.

  27. Jangankan sepiring nasi, sepotong roti pun enggan ia bagi kepada kami.

  28. Jangankan untuk membeli perhiasan, membeli kebutuhan sehari-hari pun kami masih kelimpungan.

  29. Jangankan memfitnah, menghina fisik orang pun tak pernah sekalipun ia lakukan seumur hidupnya.

  30. Jangankan untuk seminggu ke depan, untuk hari ini pun kami belum punya materi masakan yang mencukupi.

  31. Jangankan memanjat pohon, mendaki gunung tertinggi pun akan saya lakukan untukmu.


Demikianlah beberapa referensi konjungsi korelatif “jangankan pun” dalam kalimat bahasa Indonesia. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa referensi konjungsi lainnya, pembaca bisa membuka beberapa artikel ini, yaitu: contoh konjungsi temporal sederajat, contoh konjungsi temporal tidak sederajat, dan contoh konjungsi antar paragraf. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan tersendiri bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi korelatif khususnya, maupun mengenai bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan juga terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com