Random post

Showing posts with label konjungsi-bahasa-indonesia. Show all posts
Showing posts with label konjungsi-bahasa-indonesia. Show all posts

Thursday, August 1, 2019

√ 35 Rujukan Konjungsi Subordinatif Hubungan Waktu Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif hubungan waktu merupakan salah satu diantara jenis-jenis konjungsi yang ada. Sesuai namanya, konjungsi ini merupakan konjungsi yang menunjukan adanya kekerabatan waktu antara satu klausa dalam bahasa Indonesia dengan klausa lainnya. Konjungsi atau jenis-jenis kata penghubung ini terbagi ke dalam beberapa macam, yaitu:



  • Konjungsi batas waktu permulaan, terdiri atas sejak, dan sedari.

  • Konjungsi waktu bersamaan, terdiri atas serta (se)waktu, tatkala, ketika, selama, sambil, sementara, selagi, dan seraya.

  • Konjungsi waktu berurutan, terdiri atas sebelum, sesudah, seusai, sehabis, setelah, begitu, dan selesai.

  • Konjungsi batas waktu akhir, terdiri atas hingga dan sampai.


Supaya lebih paham, berikut ditampilkan beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan waktu dalam kalimat yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Pak Aceng menetap di Jakarta sejak tahun 1997.

  2. Pak Salim menyukai kopi sedari dia masih remaja.

  3. Hari ini, Tara akan menjalani training paskibra serta pelatihan untuk seleksi masuk akademi tinggi.

  4. Aku bertemu dengannya sewaktu aku berjalan-jalan di taman.

  5. Kamu pernah menjahilinya waktu kamu masih kecil.

  6. Kami mendengar petir menyambar tatkala langit sore tengah menghitam.

  7. Kartika pernah jatuh dari sepeda ketika dia masih kecil.

  8. Ayah berdinas ke luar kota selama beberapa pekan.

  9. Valen berkuliah sambil bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran.

  10. Ayah sedang sibuk di kantor, sementara Ibu sedang sibuk di dapur.

  11. Kami berkeliling ke aneka macam daerah wisata yang ada selagi kami ada di sini.

  12. Andi berdoa seraya memejamkan matanya.

  13. Aku akan pulang ke rumah sebelum matahari terbenam.

  14. Dia pergi meninggalkanku sesudah dia berbincang denganku.

  15. Para pemain bersalam-salaman seusai pertandingan yang seru itu.

  16. Para siswa pun berhamburan meninggalkan kelas sesudah bel pulang dibunyikan.

  17. Kami pun pulang ke rumah masing-masing selesai bermain di tanah lapang.

  18. Keluarga korban menangis tersiak begitu jenazah korban hingga di rumah duka.

  19. Pak Wahyudi bekerja di perusahaan tersebut hingga tahun 2019.

  20. Aku menungguinya sampai waktu malam tiba.

  21. Para penonton melaksanakan kerusuhan hingga mengakibatkan pertandingan tersebut tidak boleh selama beberapa menit.

  22. Kesalahannya begitu fatal sampai Pak Direktur pun memarahinya dan karenanya ia pun dipecat dari perusahaan tersebut.

  23. Wajahnya menjadi pucat tatkala polisi menanyainya soal insiden waktu itu.

  24. Dia memang dikenal sebagai anak yang baik sejak dia masih kecil.

  25. Kami sudah usang berteman sedari kami bersekolah di SD yang sama.

  26. Dia hanya melongo membisu ketika aku menanyainya soal hubungannya dengan orang absurd itu.

  27. Ia begitu sumringah ketika diberi hadiah oleh teman-temannya.

  28. Minumlah kopi tersebut selagi masih panas.

  29. Gapailah cita-citamu selagi muda.

  30. Jagalah kesehatan selagi tubuhmu belum sakit parah.

  31. Makanlah terlebih dahulu sebelum hendak meminum obat tersebut.

  32. Pendaftaran lomba pidato itu dibuka hingga tanggal 1 Februari 2018 mendatang.

  33. Dia bekerja terlalu keras sampai membuat badannya lelah sekali.

  34. Dia terlalu asyik bermain sampai dia lupa bahwa hari sudah kian malam.

  35. Sekolah itu berdiri sejak tahun 1978.


Demikianlah beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan waktu dalam kalimat. Jika pembaca ingin menambah tumpuan lainnya seputar konjungsi, pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi antar paragraf, contoh kalimat konjungsi kronologis, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat, kalimat konjungsi dan contohnya, serta jenis-jenis konjungsi temporal. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Wednesday, July 31, 2019

√ 28 Pola Konjungsi Subordinatif Hubungan Tujuan Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif kekerabatan tujuan merupakan salah satu jenis konjungsi subordinatif yang menggabungan dua klausa dalam satu kalimat yang mengandung kekerabatan tujuan di dalamnya. Adapun kata-kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini adalah biar, untuk, agar, dan supaya. Agar pembaca lebih paham, berikut ditampilkan beberapa teladan konjungsi subordinati kekerabatan tujuan dalam kalimat di bawah ini!



  1. Andi sengaja mengambil semester pendek supaya dia cepat lulus kuliah.

  2. Jaka sengaja naik ojek berbasi aplikasi agar dia cepat hingga ke daerah kerjanya.

  3. Ayahnya sengaja menyuruhnya merantau biar dia bisa berguru hidup mandiri.

  4. Marlina berangkat ke sekolah lebih pagi supaya dia tidak terlambat hingga ke sekolah.

  5. Aku mesti minum obat secara teratur supaya badanku lekas sembuh.

  6. Amir mengikuti rajin mengikuti bimbel agar bisa masuk ke perguruan tinggi tinggi negeri dambaannya.

  7. Aku mesti pulang lebih cepat supaya tidak dimarahi Ibuku.

  8. Dia sengaja mengikuti kursus bahasa Inggris supaya kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat.

  9. Ibu sengaja membeli banyak materi masakan agar persediaan materi kuliner di rumah tidak cepat habis.

  10. Rahmi tiba ke daerah pembelian tiket lebih pagi agar dia tidak berdesak-desakkan ketika mengantre membeli tiket.

  11. Pricil mengambil kelas karyawan agar dia bisa berkuliah sambil juga bekerja.

  12. Ibu membeli banyak materi makanan untuk keperluan sehari-hari.

  13. Fahmi sengaja menggunakan masker agar flu yang ia derita tidak menular ke orang lain.

  14. Ayam itu sengaja direbus terlebih dahulu biar bumbu-bumbunya meresap dan tulang-tulangnya melunak.

  15. Egi berlatih sepakbola dengan tekun supaya dia bisa masuk ke tim sepakbola impiannya.

  16. Paman membeli beberapa potong kayu untuk dibuat menjadi sangkar ayam-ayamnya.

  17. Literasi media daring perlu dilakukan agar masayrakat sanggup membaca isu dari media daring secara bijak.

  18. Acara seminar itu diadakan untuk para mahasiswa yang hendka menciptakan sebuah perusahaan rintisan sesudah lulus kuliah nanti.

  19. Pak Bambang memberlakukan eksekusi bagi karyawannya yang terlambat supaya para karyawannya lebih disiplin dan sempurna waktu tiba ke kantor.

  20. Adik menyisihkan sebagian uang sakunya untuk dia tabung di celengan plaastik miliknya.

  21. Sosialisasi itu dilakukan agar masyarakat sanggup memahami ancaman penyakit campak dan Rubella.

  22. Harga barang-barang itu sengaja didiskon biar para pengunjung tertarik dan membeli barang-barang tersebut.

  23. Ayah menyuruh kami menghemat uang saku kami supaya kami tidak menjadi orang yang boros dalam membelanjakan uang.

  24. Dokter menyuruhku istirahat selama beberapa hari supaya kondisi kesehatanku bisa membaik.

  25. Arini berkuliah di luar negeri supaya dia bisa mengenal kebudayaan negara lain selain Indonesia.

  26. Para cowok dilibatkan dalam kerja bakti kali ini supaya mereka bisa berguru bagaimana berkontribusi di lingkungan mereka sendiri.

  27. Pak Burhan sengaja mencari pekerjaan sampingan agar penghasilan yang ia sanggup bisa jauh lebih besar.

  28. Afrizal melanjutkan jenjang pendidikannya ke S2 agar dia bisa menjadi dosen selepas lulus S2 nanti.


Demikianlah beberapa teladan konjungsi subordinatif tujuan dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan atau pembahasan lain mengenai konjungsi, maka pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, teladan konjungsi antar paragraf, contoh kalimat konjungsi kronologis, contoh kalimat konjungsi temporal, serta konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat. Semoga bermanfaaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 30, 2019

√ 31 Pola Konjungsi Subordinatif Konsesif Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif konsesif yakni konjungsi atau jenis-jenis kata penghubung yang menghubungkan dua klausa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna kondisi atau keadaan yang berlawanan satu sama lain. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini antara lain biarpun, walaupun, meskipun, kendatipun, dan sekalipun. Pada artikel kali ini, kita akan mengetahui beberapa teladan dari jenis konjungsi subordinatif yang ditampilkan dalam format kalimat. Adapun beberapa teladan tersebut adalah:



  1. Ranti tetap berangkat ke sekolah meskipun hujan deras masih mengguyur sepanjang pagi ini.

  2. Anak-anak itu masih tetap semangat belajar kendatipun ruang kelas mereka masih jauh dari laik.

  3. Karina tetap rendah hati walaupun dia sekarang sudah sukses besar.

  4. Kami tidak merasa kecewa sekalipun kami kalah di sabung selesai turnamen kali ini.

  5. Pak Kardjo dan istrinya masih tetap mesra meskipun kini mereka sudah tidak lagi muda.

  6. Hasilnya masih jauh dari harapan walapun sudah saya usahakan berulang kali.

  7. Kecepatan berlarinya masih konstan kendatipun kini ia sudah tidak semuda dulu.

  8. Andre masih saja merasa lapar meskipun dia sudah makan sebanyak empat kali.

  9. Penjahat itu masih belum jera juga walaupun sudah dipenjara berkali-kali.

  10. Dia ternyata tidak kunjung datang kendatipun aku sudah menungguinya berjam-jam.

  11. Tim sepakbola tersebut harus mengakui keunggulan lawannya sekalipun mereka sudah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan.

  12. Pak Guru tetap melanjutkan pelajaran meskipun ruang atap ruang kelas kami tengah bocor.

  13. Galih tetap setia menggeluti olahraga basket meskipun kakinya pernah cedera.

  14. Dia masih saja kerasa kepala kendatipun dinasihati olehku berkali-kali.

  15. Kebiasan burunya masih belum hilang sekalipun aku memaksanya untuk berhenti dari kebiasaan buruknya tersebut.

  16. Dia tetap memafkanku walaupun aku telah menyinggung perasaannya.

  17. Para warga tetap memukuli pencuri itu kendatipun si pencuri meminta ampun kepada para warga.

  18. Pak Darmo masih terus bekerja meskipun  di hari libur.

  19. Pak Parjo masih berjualan dawet walaupun usianya sekarang sudah semakin tua.

  20. Pak Nasrudin masuh setia bekerja di kantornya meskipun gajinya tidak kunjung naik juga.

  21. Pak Aceng masih betah tinggal di kota ini kendatipun cuaca di kota ini sangat panas.

  22. Para suporter masih tetap setia mendungkung tim kesayanganya kendatipun tim kesayangan mereka sekarang tengah terpuruk.

  23. Petani di desaku masih setia memakai pacul dan kerbau sebagai alat untuk bertani meskipun kini sudah ada traktor.

  24. Dia tidak menggubris ucapanku sekalipun aku berteriak kepadanya.

  25. Dia masih murka padaku sekalipun aku telah meminta maaf kepadanya.

  26. Pak Burhan tetap diberhentikan oleh bosnya kendatipun dia bekerja sangat baik di perusahaan tersebut.

  27. Dia masih tidak percaya kata-kataku walaupun aku sudah meyakinkannya berkali-kali.

  28. Keputusannya tetap tidak bisa diubah kendatipun aku memaksanya untuk mengubah keputusannya itu.

  29. Bahar tetap jadi merantau meskipun kedua orang tuanya masih belum bisa merelakannya.

  30. Adi tetap bersikukuh untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi tinggi meskipun kondisi ekonomi orang tuanya tengah memprihatinkan.

  31. Perkuliahan hari ini tetap dilaksanakan kendatipun hanya diikuti tiga orang mahasiswa saja.


Demikianlah beberapa teladan konjungsi subordinatif konsesif dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui beberapa teladan konjungsi lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh konjungsi subodinatif relasi waktu, contoh konjungsi antar paragraf, dan contoh kalimat konjungsi perlawanan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususunya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

√ 29 Referensi Konjungsi Subordinatif Relasi Perbandingan Dalam Kalimat

Beberapa pola konjungsi dalam kalimat sudah pernah ditampilkan di beberapa artikel sebelumnya. Adapun beberapa artikel tersebut antara lain contoh konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, contoh kalimat konjungsi perlawanan, contoh kalimat konjungsi temporal, contoh kalimat konjungsi kronologis, dan kalimat konjungsi subordinatif.


Artikel kali ini pun juga akan menampilkan pola dari salah satu diantara jenis-jenis konjungsi dalam format kalimat, dimana jenis konjungsi tersebut ialah konjungsi subordinatif hubungan  perbandingan. Jenis konjungsi tersebut merupakan konjungsi yang menghubungkan dua klausa dalam bahasa Indonesia pada suatu kalimat yang memiliki kekerabatan perbandingan antara satu dengan lainnya. Adapun kata-kata yang termasuk konjungsi ini adalah laksana, sebagaimana, seakan-akan, seolah-olah, bak, bagaikan ibarat, dan seperti.


Untuk mengetahui mirip apa pola konjungsi ini dalam format kalimat, berikut ditampilkan beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan perbandingan dalam kalimat tersebut di bawah ini!



  1. Dia tidak menghiraukan diriku seolah-olah aku ini hanyalah bubuk di matanya.

  2. Dia begitu lahap menyantap semua maknan tersebut seakan-akan dia belum makan selama beberapa hari terakhir.

  3. Wajahnya begitu cantik sebagaimana wajah Ibunya sewaktu masih muda.

  4. Kulitnya begitu halus bak sebuah kain tenun.

  5. Matanya begitu bundar bagaikan sepasang bola pingpong.

  6. Kedurhakaannya kepada Ibunya itu ibarat kedurhakaan Malin Kundang kepada Ibunya sendiri.

  7. Wajahnya begitu murung seperti awan hitam yang tengah menyelimuti langit.

  8. Dia begitu anggun laksana putri dari suatu kerajaan.

  9. Senyumnya begitu mereka bagaikan sekuntum bunga yang kelopaknya tengah merekah.

  10. Dia begitu sulit dilewati oleh lawan seakan-akan dia ialah sebuah tembok tebal yang lebar.

  11. Suaranya begitu renyah didengar seperti sebuah keripik yang tengah dikunyah.

  12. Dimas berlari begitu kencang bak seekor macan yang berlari mengejar mangsanya.

  13. Pengendara itu mengendarai motornya dengan begitu kencang seolah-olah dia tengah mengendarai motornya di sebuah sirkuit balapan.

  14. Rumahnya begitu sepi seperti tidak ada penghuninya sama sekali.

  15. Rasa pedasnya begitu terasa di lidahku seakan-akan rasa pedas tersebut menendang atau mencubit lidahku.

  16. Rumahnya begitu megah bak sebuah istana di zaman Yunani kuno.

  17. Kelakuannya begitu baik sebagaimana kelakuan kedua orang tuanya.

  18. Roti ini sangat lembut seperti sebuah kapas.

  19. Saat beliau marah, dia seperti seekor harimau yang tengah mengaum dan siap untuk memangsa siapa saja yang ada di sekitarnya.

  20. Vallen termangu membisu seolah-olah mulutnya tengah terkunci dengan rapat.

  21. Wawasannya begitu luas bagaikan sebuah samudera.

  22. Kamarnya begitu  rapi seakan-akan kamarnya itu ialah kamar yang masih gres dan belum pernah ditempati.

  23. Kakek itu begitu bersemangat seakan-akan dia ialah seorang laki-laki berusia muda.

  24. Pemain bola itu bisa melewati pemain lawan dengan mudah seolah-olah ppara pemain lawan hanyalah kumpulan patung belaka.

  25. Sikapnya itu begitu masbodoh seperti sebongkah es.

  26. Dia begitu antusias menjelajahi kawasan wisata itu, seolah-olah dia gres pertama kali menginjakkan kakinya ke kawasan wisata tersebut.

  27. Dia begitu gampang menjawab soal-soal yang sulit itu seolah-olah soal-soal tersebut hanyalah soal anak Taman Kanak-kanak belaka di matanya.

  28. Di sini, kami dituntut bekerja lebih cepat seperti seekor kuda yang berlari kencang.

  29. Meskipun bukan saudara kembar, namun wajah mereka berdua begitu mirip bak pinang yang dibelah menjadi dua.


Demikianlah beberapa pola konjungsi subordinatif kekerabatan perbandingan dalam kalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi maupun mengenai bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com

Monday, July 29, 2019

√ 32 Pola Konjungsi Subordinatif Hubungan Akhir Dalam Kalimat

Konjungsi subordinatif akhir merupakan konjungsi subordinatif yang menghubungkan dua klausa dalam suatu kalimat yang memiliki kekerabatan akibat. Adapun kata yang termasuk ke dalam konjungsi ini antara lain akibatnya, sampai-sampai, sehingga, dan maka. Supaya pembaca lebih paham, berikut ditampilkan beberapa referensi konjungsi ini dalam kalimat yang ditampilkan di bawah ini!



  1. Anak itu harus dibawa ke rumah sakit akibat kecelakaan parah yang dialaminya barusan.

  2. Panji tidak sanggup melanjutkan pertandingan akibat cedera kaki yang dialaminya.

  3. Sakit yang dialaminya cukup parah, sampai-sampai dia harus dirawat di rumah sakit.

  4. Lukanya cukup parah sampai-sampai harus dibawa ke rumah sakit.

  5. Anak itu terlalu asyik bermain sampai-sampai dia lupa waktu.

  6. Anak itu dieksekusi oleh orang tuanya akibat mengerjai temannya.

  7. Dia bekerja terlalu keras sehingga tubuhnya pun menjadi lemas dan kemudian pingsan.

  8. Dia pingsan ketika upacara bendera akibat tidak sempat sarapan di rumah.

  9. Amir terlambat tiba ke sekolah akibat terjebak macet di jalan.

  10. Kondisi kesehatannya cukup kritis, sehingga harus dirawat di rumah sakit.

  11. Pria itu akhirnya ditilang polisi akibat tidak membawa SIM dan STNK.

  12. Dia makan terlalu banyak sehingga perutnya pun sekarang menjadi buncit.

  13. Wajah Alwi penuh memar akibat dipukuli oelh sejumlah orang yang tidak dikenal.

  14. Perusahaan itu sedang mengalami krisis keuangan sehingga harus merumahkan sejumlah karyawannya.

  15. Pak Umar dimarahi atasannya akibat kecerobohan yang dia lakukan ketika bekerja.

  16. Pertandingan kedua kesebelasan mesti dilarang sementara waktu akibat insiden kericuhan antar suporter.

  17. Kaki Luthfi mengalami cedera ketika berlatih sehingga dia terpaksa tidak diikutsertakan pada pertandingan tersebut.

  18. Marini tidur terlalu nyenyak sampai-sampai dia terlambat bangkit pagi.

  19. Pelaku begitu sulit ditangkap sampai-sampai polisi harus memakai dukungan anjing pelacak untuk menangkap pelaku tersebut.

  20. Cerita yang disajikan film itu begitu menyayat hati, sehingga para penonton pun meneteskan air matanya.

  21. Nilai matematika Alfi masih jauh dari nilai KKM, sehingga dia mesti mengikuti remedial.

  22. Keluargaku sedang krisis keuangan, sehingga kami pun harus menghemat pengeluaran kami sehari-hari.

  23. Kondisi ekonominya begitu memprihatinkan, sampai-sampai dia tak sanggup menebus biaya engobatan anaknya.

  24. Kondisi tubuhnya kian menurun, sampai-sampai berjalan pun dia tidak sanggup.

  25. Banyaknya warga desa yang melaksanakan urbanisasi ke kota adalah akibat dari pembangunan tidak merata yang dilakukan pemerintah.

  26. Amri dijauhi teman-temannya akibat dia sering ingkar janji.

  27. Dedi pun menerima sejumlah penghargaan akibat dari hasil kerja keras dan doa yang telah dia lakukan selama ini.

  28. Rumah itu hangus terbakar akibat dari kebakaran yang terjadi tadi malam.

  29. Aldi tidak sanggup mengikuti UTS kali ini, sehingga dia harus mengikuti ujian susulan ahad depan.

  30. Kami pun mesti lembur kerja akibat pekerjaan kami yang belum terselesaikan.

  31. Pak Guru tidak bisa mengajar hari ini, sehingga beliau pun mesti digantikan sementara oleh guru lain.

  32. Masakan itu begitu lesat sampai-sampai membuat air liur kami menetes.


Demikianlah beberapa referensi konjungsi subordinatif hubugan akhir dalam kalimat. Jika pembaca ingin mengetahui referensi konjungsi lainya, pembaca bisa membuka artikel referensi konjungsi subordinatif kekerabatan waktu, contoh konjungsi subordinatif konsesif, contoh konjungsi subordinatif kekerabatan tujuan, contoh kalimat konjungsi temporal, kalimat konjungsi subordinatif, konjungsi intrakalimat, dan konjungsi antarkalimat. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca sekalian, baik itu mengenai konjungsi khususnya, maupun bahasa Indonesia pada umumnya. Sekian dan terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Tuesday, July 23, 2019

√ 8 Tumpuan Konjungsi Antar Kalimat Dalam Bahasa Indonesia

Dalam jenis-jenis konjungsi, kita mengenal ada beberapa jenis konjungsi, yaitu konjungsi antar klausa, konjungsi antar kalimat dan konjungsi antar paragraf. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konjungsi adalah sebuah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarklausa, antarkalimat. Nah, pada kali ini akan membahas mengenai konjungsi antarkalimat. Konjungsi Antarkalimat yaitu kata penghubung untuk menggabungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya semoga menjadi satu kesatuan kalimat yang utuh. Contoh :


1. Sebaliknya, berbeda dengan


Konjungsi ini mempunyai makna yang bertentangan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Contoh:



  • Andi lebih menyukai minuman hangat. Sebaliknya, Anita sangat menyukai minuman dingin.

  • Yola ialah anak gadis yang pemalu, berbeda dengan kakak perempuannya yang sangat pemberani.


2. Kemudian, selanjutnya, sesudah itu


Konjungsi ini menyatakan keadaan sesudah insiden pertamanya. Contoh:



  • Hari ini, Andi akan mengikuti les piano. Setelah itu, dia akan mampir ke rumah temannya untuk mengerjakan kiprah sekolah bersama-sama.

  • Sebelum dimasak, telur harus dicuci dulu dengan air bersih. Kemudian, telur gres sanggup dimasak.

  • Pertama-tama, siapkan alat dan materi untuk memasak. Selanjutnya, alat dan materi itu dicuci dengan air bersih semoga lebih bersih ketika dipakai untuk memasak.


3. Biarpun begitu, meskipun demikian, walaupun demikian


Konjungsi ini menyatakan makna kesediaan atau kesanggupan. Contoh:



  • Pertemuan di balai desa itu hanya dihadiri oleh 3 kepala keluarga saja. Biarpun begitu, Pak Camat tetap memperlihatkan penyuluhan.

  • Banjir mengenangi hampir seluruh pemukiman warga. Meskipun demikian, warga masih enggan mengungsi.

  • Ayah belum sanggup menunaikan ibadah haji tahun ini sebab terhalang persoalan kesehatan. Walaupun demikian, Ayah tetap berdoa semoga kesehatannya segera pulih.


Selain konjungsi antarkalimat, beberapa jenis dan teladan konjungsi yang sanggup Anda pelajari ialah contoh konjungsi antar paragraf, konjungsi koordinatif, konjungsi intrakalimat, konjungsi korelatif, konjungsi kausal, konjungsi subordinatif, konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat, contoh konjungsi subordinatif konsesif. Semoga bermanfaat. Terima kasih.



Sumber https://dosenbahasa.com

Friday, July 5, 2019

√ 18 Teladan Kata Penghubung Syarat Dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, tentunya kita mengenal banyak jenis-jenis kalimat. Diantaranya ialah kalimat simpleks dan kalimat kompleks. Dalam membentuk kalimat, terkadang dipakai pula kata penghubung. Kata penghubung atau konjungsi ialah kata yang berfungsi untuk menghubungkan klausa dengan klausa.Kata penghubung syarat ialah kata yang menghubungkan klausa yang yang mempunyai hubungan klarifikasi syarat.


Berikut ialah beberapa referensi kata penghubung syarat dalam kalimat.



  1. Nia akan mendapat medali emas jika dia berhasil menjadi juara pertama.

  2. Sayuti sanggup bertemu dengan artis kesayangannya kalau dia tiba sempurna waktu ke konser itu.

  3. Adik akan arif kalau rajin belajar.

  4. Noni akan segera sembuh jika dia rajin minum obat.

  5. Malika akan mempunyai kulit coklat yang indah jika dia rajin berjemur.

  6. Marwah sanggup menjadi populer kalau dia ikut ajang pencarian bakat.

  7. Aku mau pinjamkan uang asalkan dia berjanji untuk mengembalikannya lusa.

  8. Andika sanggup saja menjadi artis jika dia punya wajah yang tampan.

  9. Mereka akan pergi naik gunung kalau hari cerah.

  10. Riswan akan segera berangkat ke sekolah jikalau hujan tidak turun.

  11. Gudang itu tidak akan dirobohkan bila terawat dengan baik.

  12. Pohon mangga itu akan berbuah banyak jika diberi pupuk organik.

  13. Ujian tadi akan terasa mudah bila Nita berguru tadi malam.

  14. Uangku tidak akan habis kalau saya tidak boros dikala belanja tadi.

  15. Mama akan mendapat pelanggan yang banyak kalau buka warung lebih cepat hari ini.

  16. Novelnya akan sangat laku jika dia mempromosikannya dengan baik.

  17. Ia hampir saja ditabrak kalau tidak segera mengelak tadi.

  18. Harga sembako tidak akan naik bila harga BBM tidak naik.


Itulah beberapa referensi kata penghubung syarat dalam bahasa Indonesia. Anda juga sanggup membaca artikel jenis-jenis kalimat tunggal, contoh kata kerja transitif, jenis-jenis kata sifat menurut bentuknya untuk menambah pengetahuan Anda wacana tata cara penulisan dalam bahasa Indonesia.



Sumber https://dosenbahasa.com