Random post

Showing posts with label Agama Islam. Show all posts
Showing posts with label Agama Islam. Show all posts

Saturday, July 28, 2018

√ Cara Mandi Junub / Mandi Wajib / Mandi Besar

 ujian nasional materi asuh materi ujian nasional pelajaran ipa mata pelajaran kisi kisi co √ Cara Mandi Junub / Mandi Wajib / Mandi Besar

Hai teman MARKIJAR, kali ini kita akan posting sesuatu yang tampaknya sepele tapi bahwasanya penting loh. pada kesempatan kali ini Kita akan membahas Mengenai Tata Cara Mandi Wajib / Mandi Junub / Mandi Besar.

Mandi wajib dilakukan kalau terjadi hal-hal di bawah ini:

  • Keluarnya mani dengan syahwat. Kebanyakan ulama beropini bahwa mandi diwajibkan hanya kalau keluarnya mani secara memancar dan terasa nikmat dikala mani itu keluar. Kaprikornus seandainya keluar lantaran sakit atau kedinginan, maka tidak ada kewajiban mandi.
  • Jika bangkit tidur dan mendapati keluarnya mani (Mimpi Basah). Ulama beropini bahwa selama kita bangkit dan mendapati adanya mani, maka kita wajib mandi, walaupun kita tidak sadar atau lupa telah mimpi berair atau tidak.
  • Setelah berafiliasi intim (walaupun tidak keluar mani).
  • Setelah berhentinya darah haidth dan nifas.
  • Ketika orang kafir masuk islam.
  • Ketika seorang muslim meninggal dunia. Tentu saja yang memandikannya yaitu yang orang yang masih hidup. Mayat muslim wajib dimandikan kecuali kalau beliau meninggal lantaran gugur di medan perang dikala berhadapan dengan orang kafir.
  • Ketika bayi meninggal lantaran keguguran dan sudah mempunyai ruh.

Cara-cara mandi wajib (atau disebut juga mandi junub atau janabah) yaitu sebagai berikut:

  1. Membaca basmalah dan membaca niat Mandi Wajib.
  2. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak 3 kali.
  3. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan sehabis membersihkan kemaluan dengan memakai sabun.
  5. Berwudhu dengan wudhu yang tepat menyerupai dikala hendak shalat.
  6. Mengguyur air pada kepala sebanyak 3 kali hingga hingga ke pangkal rambut.
  7. Mencuci kepala belahan kanan, kemudian kepala belahan kiri.
  8. Menyela-nyela (menyilang-nyilang) rambut dengan jari.
  9. Mengguyur air pada seluruh tubuh dimulai dari sisi yang kanan, kemudian kiri.
Nah, untuk wanita, ada beberapa tambahan:
  1. Menggunakan sabun atau pembersih lainnya beserta air.
  2. Melepas kepang rambut semoga air mengenai pangkal rambut (mengenai rambut secara menyeluruh).
  3. Ketika mandi sehabis masa haidh, seorang perempuan disunnahkan membawa kapas atau potongan kain untuk mengusap daerah keluarnya darah untuk menghilangkan sisa-sisanya.
  4. Ketika mandi sehabis masa haidh, disunnahkan juga mengusap bekas darah pada kemaluan sehabis mandi dengan minyak misk atau parfum lainnya. Hal ini dengan tujuan untuk menghilangkan bau yang tidak lezat lantaran bekas darah haidh
Tambahan lain mengenai mandi junub:
  • Jika sudah berniat untuk mandi junuh, kemudian beliau mengguyur seluruh badannya dengan air, maka sehabis mandi junub beliau tidak perlu berwudhu lagi, apalagi kalau sebelum mandi junub beliau sudah berwudhu.

Niat Mandi Wajib:

Niat mandi besar / mandi wajib / mandi junub itu menyerupai niat niat dalam ibadah yang lain, yaitu di dalam hati, adapun kalimat dan arti Doa Niat Mandi Wajib niatnya yaitu sebagai berikut yang di kelompkan dalam tiga bagian:
  • Jika mandi besar disebabkan junub Mimpi basah, keluar mani, senggama maka niat mandi besarnya adalah:
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL JANABATI FARDLON LILLAHI TA’ALA.
    Artinya: Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu lantaran Allah Ta’ala.

  • Jika mandi besarnya disebabkan lantaran haid maka niat mandi besarnya adalah:
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAL HAIDI FARDLON LILLAHI TA’ALA.
    Artinya: Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardlu lantaran Allah Ta’ala.

  • Jika mandi besarnya disebabab lantaran nifas, maka niyat mandi besarnya adalah:
    BISMILLAHI RAHMANI RAHIM NAWAITU GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL AKBAR MINAN NIFASI FARDLON LILLAHI TA’ALA.
    Artinya: Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu lantaran Allah Ta’ala.
Sumber: cara-muhammad.com & kamianakislam.blogspot.com

Demikianlah Artikel mengenai Mandi Wajib, semoga artikel cara mandi junuh atau mandi wajib  ini sanggup bermanfaat bagi teman MARKIJAR. Wassalamu'alaikum.

Cara Mandi Junub / Mandi Wajib / Mandi Besar
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Thursday, June 28, 2018

√ 16 Keutamaan Di Bulan Ramadhan

Keutamaan di Bulan Ramadhan - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di Bulan ini setiap amalan yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya disisi Allah SWT. Oleh hasilnya kita sebagai umat muslim janganlah hingga melewatkan kemuliaan yang ada dibulan ramadhan dengan acara yang sia-sia, biar lebih termotivasi menjalani bulan ramadhan dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita pelajari bersama salah satu Kemuliaan dan Keutamaan di Bulan Ramadhan.
merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan √ 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
Keutamaan di Bulan Ramadhan

Di antara Banyaknya kemuliaan dan keutamaan di Bulan Ramadhan, berikut 16 Keutamaan diantaranya:

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran (Lailatul Qadr)

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci Al-Qur’an pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi insan dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Di ayat lain (QS. Al-Qadar: 1) Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar.”

Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama syahrul quran (bulan Al-Quran). Pada setiap bulan Ramadhan pula Rasulullah saw selalu bertadarus (berinteraksi) dengan Al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas r.a.

"Maka, pada bulan Ramadhan ini kita digalakkan untuk memperbanyak berinteraksi dengan Al-Quran, dengan cara membacanya, memahami dan mentadabburi maknanya, menghafal dan mempelajarinya, serta mengamalkannya." (HR. Bukhari)

2. Pahala Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai seorang muslim pada bulan ramadhan kita akan mendapat tanggapan pahala yang berlipat ganda hingga sebanyak 70 kali lipat, sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada simpulan bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya menyerupai orang yang melaksanakan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melaksanakan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah ialah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

3. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada Bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. menyerupai yang terdapat pada hadits dibawah ini:

“Sesungguhnya telah tiba kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kau berpuasa, lantaran dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapat itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

Khutbah Rasululah SAW pada simpulan bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya menyerupai orang yang melaksanakan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melaksanakan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah ialah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

Tidak hanya keberkahan menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Dari aspek ekonomi, Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Pada bulan ini seorang muslim dianjurkan untuk berinfaq dan beramal kepada yang membutuhkan. dan diwajibkan membayar zakat fitrah.

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa (Maghfirah)

Pada bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang tepat pada bulan ampunan akan menimbulkan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang gres lahir. Sesuai Hadist dibawah ini:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan lantaran kepercayaan dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)


الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ، إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, kalau dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Begitu pula dengan melaksanakan shalat malam menyerupai tarawih, witir dan tahajud pada bulan Ramadhan sanggup menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi saw:
”Barangsiapa yang berpuasa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu nirwana terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat

“Jika tiba Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim dan Muslim)


إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيلَةٍ من شَهرِ رَمضَانَ صُفَّدتِ الشَّياطينِ ومَردَةُ الجنِّ وغُلِّقتْ أَبوابُ النِيرانِ فلَمْ يُفتَحْ منها بابٌ وفُتِّحتْ أَبوابُ الجنَّةِ فلَمْ يُغلَقْ منها بابٌ ويُنَادِي مُنَادٍ يا بَاغِيَ الخيرِ أَقبِلْ ويا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقصِرْ. ولله عُتَقَاءٌ من النَّارِ وذَلكَ كُلَّ لَيلَةِ
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu nirwana hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melaksanakan kejahatan! mundurlah kamu”. Akan terdapat orang-orang yang bakal dibebaskan Allah dari api neraka. Hal demikian itu berlaku pada setiap malam (di sepanjang Ramadhan).” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.)

6. Bulan Ramadhan ialah sarana bagi seorang muslim untuk berbuat kebaikan dan mencegah maksiat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu nirwana hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melaksanakan kejahatan! mundurlah kamu.” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.).
Para pelaku maksiat akan merasa dipersempit ruang geraknya di Bulan Ramadhan. Karena, pada bulan Ramadhan mereka harus menahan nafsunya. Terlebih lagi para syaithan yang menjadi guru para pelaku maksiat dibelenggu pada bulan Ramadhan. Begitu pula nafsu yang menjerumuskan insan ke neraka juga dikekang dengan ibadah puasa, lantaran Bulan Puasa merupakan penahan nafsu dan maksiat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Puasa itu Junnah (penahan nafsu dan maksiat).” (HR. Ahmad, Muslim dan An-Nasa’i)

Meskipun demikian, kalau perbuatan maksiat masih terjadi pada bulan Ramadhan, maka penyebabnya ada tiga:
Pertama, para pelaku maksiat pada bulan ini ialah murid syaithan. Mereka telah dilatih untuk berbuat maksiat sehingga perbbuatan tersebut menjadi suatu kebiasaan.

Kedua, puasa yang dilakukan oleh pelaku maksiat itu tidak benar (tidak sesuai dengan tuntunan Rasul SAW). Karena kalau ia berpuasa dengan benar, maka puasanya pasti sanggup mencegah perbuatan maksiat.

Ketiga, nafsunya telah menguasai dan menyandera dirinya. Puasa sebetulnya tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, namun juga menahan diri dari nafsu dan maksiat baik berupa ucapan maupun perbuatan. Oleh lantaran itu, tidak mengherankan bila pada bulan Ramadhan masih ada orang-orang yang berbuat maksiat.

7. Lima anugerah khusus Allah untuk umat Muhammad di bulan Ramadhan

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَاْنَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِيْ: أَمَّا الوَاْحِدَةُ فَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَاْنَ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِمْ وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا، وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفُ أَفْوَاْهُهُمْ حِيْنَ يُمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، وَأَمَّا الثَّاْلِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَأَمَّا الرَّاْبِعَةُفَإِنَّ اللهَ تعالى يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا: اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيَّنِيْ لِعِبَاْدِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعَبِ الدُّنْيَا إِلَى دَاْرِي وَكَرَامَتِيْ، وَأَمَّا الْخَاْمِسَةُفَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا، فَقَاْلَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: أَهِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ؟ قَالَ: لاَ أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ فَإِذَا فَرِغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ.

“Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu; Di permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Sesiapa Allah melihat kepadanya pasti ia tidak akan diazab selama-lamanya. Bau lisan mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari amis kasturi.

Malaikat akan memohon ampun untuk mereka di sepanjang hari. Allah menyuruh nirwana supaya bersiap-sedia dengan berkata kepadanya; “Bersiaplah kau dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Mereka hampir tiba untuk beristirahat dari kepayahan dunia menuju ke rumahKu dan kemuliaanKu”.

Pada simpulan malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa mereka. Seorang lelaki dari sobat Rosulullah bertanya; Apa itu malam Qodar ya Rosulullah ? Nabi menjawab : Tidak ! Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang berkerja. Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, pasti disempurnakan upah-upah mereka."
(Riwayat Imam Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Jabir r.a.)

8. Ramadhan bulan itqun minan nar (pembebasan dari Api neraka).

Setiap malam di bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba yang dikehendaki dari api neraka. menyerupai yang disabdakan Rasulullah SAW:
“Dan Allah membebaskan orang-orang dari api neraka pada setiap malam.” (HR. At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).

9. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Bulan Ramadhan sanggup membimbing kita mencapai ketawaan. Sesuai dalam surat Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kau biar kau bertaqwa.” (QS. Al Baqarah 183)

10. Puasa Ramadhan

Pada masa Rasulullah SAW ada 2 orang dari bani Qudha’ah yang masuk islam, kemudian salah seorang dari mereka mati syahid, sementara yang satunya wafat setahun kemudian, kemudian sobat berjulukan Thalhah bin Ubaidillah berkata: saya bermimpi melihat surga, kemudian saya melihat orang yang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga, akupun terheran – heran, maka tatkala pagi hari saya memberitahu Rasulullah, dan beliaupun bersabda:

"bukankah sesudah itu (dalam waktu setahun) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat ?." (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Albani)

11. Bau lisan orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat

Bau lisan yang ddimaksut bukan dari amis mulut, akan tetapi berasal dari lambung yang kosong. Uap tanggapan perut yang kosong naik ke atas sehingga mengakibatkan amis mulut. Ibnu Rajab Rahimahullah berkata:

"Bau yang naik berupa uap lantaran kekosongan lambung dari makanan ketika puasa. Bau yang tidak disukai oleh penciuman insan di dunia. Akan tetapi baik di sisi Allah lantaran muncul dari ketaatan dan mencari keridhaan Allah. Sebagaimana darah orang yang syahid akan tiba pada hari kiamat, warnanya warna darah tetapi baunya amis misk.” (Dinukil dari nida’ur rayyan fi fiqhi shaum, sumber: http://kanadeelfkr.com/vb/showthread.php?t=17739)
Bahkan ketika berpuasa Rasulullah SAW sering membersihkan gigi dengan siwak. Sahabat berkata:
“Aku pernah melihat Nabi SAW bersiwak beberapa kali hingga tidak sanggup kuhitung banyaknya, meskipun ketika itu ia sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 725 dan Ahmad 3/445)

Demikianlah lantaran membersihkan gigi banyak keutamaannya Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Andaikan tidak memberatkan umatku, pasti perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari, no. 887)

“Bersiwak sanggup membersihkan lisan dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Ada sebuah hadits shohih yang sering diperdengarkan ketika telah memasuki Bulan Ramadhan. Hadits tersebut diriwayatkan dari sobat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu:
"Sungguh amis lisan orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat dari pada wangi kasturi.” (HR. Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151)

12. Memasuki Surga Melalui Pintu Ar-Rayyan

"Sesungguhnya di dalam nirwana itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari qiyamat kelak. Tidak masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Diumumkan: Di manakah orang yang berpuasa? Maka mereka pun masuk melaluinya (pintu Ar-Rayyan). Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, ditutup (pintu itu) maka tiada lagi orang lain yang akan memasukinya." (HR. Bukhori dan Muslim)

13. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana pada malam tersebut alangkah baiknya diisi dengan doa-doa yang baik dan mukjizat sanggup turun pada umat Islam di malam Lailatul Qadar.


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kau apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Rasulullah SAW bersabda:
“Pada bulan Ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang dihalangi kebaikannya padanya, maka rugilah dia.” (H.R. Ahmad,An-Nasa’i & Baihaqi).

Maka kita sangat digalakkan untuk mencari malam lailatul qadar ini dengan i’tikaf, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengikuti perbuatan Rasulullah SAW.

Aisyah r.a berkata:
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (dari bulan Ramadhan), Nabi SAW menghidupkan waktu malam beliau, membangunkan keluarga ia untuk beribadah, dan mengencangkan ikat pinggang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Walaupun surah di atas tidak menjelaskan dimana munculnya malam al-Qadar, namun Rasulullah SAW bersabda;

تحرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاْخِرِ مِنْ رَمَضَاْنَ
“Carilah lailatul-Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Saidatina Aisyah r.a.)

14. Dijarakkan Wajahnya Dari Neraka

"Tidaklah seseorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah (sabiliLlah), melainkan kerananya Allah menjarakkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh 70 isu terkini luruh." (HR. Muslim)

15. Bulan Ramadhan merupakan Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan." (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) menyampaikan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.)

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi.” (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi menyampaikan bahwa hadits ini hasan.)

16. Bulan kegembiraan bagi pecinta kebaikan

Sahabat Arfah pernah berkata:
"Suatu ketika saya berada di rumah Uthbah bin Farqad, kebetulan ia sedang membicarakan puasa Ramadhan, kemudian masuk seorang laki-laki, salah seorang sobat Nabi SAW. Melihat pria itu Uthbah menaruh hormat padanya dan diam.

Tamu itupun memberikan hadis ihwal Ramadhan, la berkata, ’Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda ihwal Ramadhan, "Pada bulan itu pintu-pintu neraka ditutup, dibuka pintu-pintu nirwana dan dibelenggu syaitan-syaitan." Rasu¬lullah saw. mengulas lagi, "Dan seorang malaikat akan berseru: ’Hai pecinta kebaikan, bergembiralah! Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! Sampai Ramadhan berakhir’." (HR Ahmad, dan An- Nasa’i).



Sekian 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan, Orang yang tahu keutamaan di Bulan Ramadhan sudah pasti tidak akan mensia-siakan peluang untuk merebut Keutamaan tadi. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menegaskan;

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْخَيْرَاْتِ لَتَمَنَّوْا أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَاْنُ اَلسَّنَةَ كُلَّهَا
“Sekiranya insan benar-benar menyedari kebaikan-kebaikan yang ada di bulan Ramadhan ini, pastinya mereka akan mengharapkan supaya sepanjang tahun ialah Ramadhan.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Dalam riwayat lain:
“Nabi saw sangat ulet beribadah pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) melebihi ibadah ia pada hari-hari lainnya.” (HR.Muslim)

Mengingat banyak sekali keutamaan yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sangat disayangkan bila Ramadhan tiba dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada perjuangan maksimal dari kita untuk berlomba-lomba melaksanakan ibadah dan amal baik.

Celakanya, bila Bulan Ramadhan yang seharusnya diisi dengan memperbanyak ibadah diganti dengan ajang maksiat. dalam hal ini Rasulullah saw telah memberi peringatan dalam sabdanya:

“Jibril telah tiba kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, Siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun sesudah bulan ini habis dan tidak mendapat ampunan, maka ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan Amin! Aku pun menyampaikan Amin!." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Celakalah bagi orang yang masuk pada bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. At-Tirmizi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi).

Tag: Bulan Ramadhan , Puasa Ramadhan , Puasa , Menyambut RamadhanKeutamaan Bulan Ramadhan.

16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Tuesday, June 26, 2018

√ Perbedaan Nabi Dan Rasul (Lengkap)

Banyak di antara kita kurang memahami Apa Perbedaan Nabi dan Rasul. Padahal semenjak SD kita tidak absurd dengan istilah atau Pengertian Nabi dan Rasul, oleh sebab itu disini kita akan menjelaskan Perbedaan Nabi dan Rasul beserta Pengertian Nabi dan Pengertian Rasul, berikut penjelasannya:

 Banyak di antara kita kurang memahami Apa  √ Perbedaan Nabi dan Rasul (Lengkap)
Perbedaan Nabi dan Rasul

Perbedaan Nabi dan Rasul

Nabi

  • Seorang Nabi mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
  • Bertugas melanjutkan atau menguatkan syariat dari rasul sebelum nabi tersebut.
  • Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman.
  • Nabi yang pertama yakni nabi Ada ‘alaihissalam.
  • Jumlah nabi sangat banyak bahkan hingga ratusan ribu.
  • Setiap rasul yakni nabi namun tidak setiap nabi yakni rasul.
  • Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi.
  • Ada nabi yang dibunuh oleh kaumnya.

Rasul

  • Rasul mendapatkan wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya.
  • Diutus dengan membawa syariat yang baru.
  • Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).
  • Rasul yang pertama kali yakni Nuh ‘Alaihissalam.
  • Jumlah rasul lebih sedikit dibanding dengan nabi.
  • Setiap rasul yakni nabi.
  • Rasul sanggup mendapatkan wahu melalui mimpi maupun melalui malaikat dan ia sanggup melihat serta berkomunikasi secara pribadi dengan malaikat.
  • Seluruh rasul yang diutus Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya.

Sedangkan menurut Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi, Perbedaan antara nabi dan rasu yakni bahwa orang yang diberikan perintah (wahyu) dari Allah SWT, kalau ia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka ia disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul sedangkan kalau ia tidak diperintahkan untuk memberikan kepada orang lain maka ia yakni seorang Nabi dan Bukan seorang Rasul. Karena setiap rasul merupakan nabi namun tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)

Baca juga : 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
Sedangkan menurut Syeikh ‘Athiyah Saqar, nabi merupakan seorang insan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT kepadanya untuk diamalkan akan tetapi ia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya (menyebarkannya). Sedangkan Rasul merupakan seorang insan yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk diamalkan / dilakukan dan ia juga diperintahkan untuk menyampaikannya  kepada segenap umatnya. Seorang rasul merupakan nabi namun tidak semua nabi merupakan seorang rasul. berikut ayat yang menggambarkan sifat kenabian dan kerasulan (dalam diri Muhammad SAW):

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang pria di antara kamu., tetapi ia yakni Rasulullah dan epilog nabi-nabi. dan yakni Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
“Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Ahzab : 45)

Pengertian nabi dan rasul

Pengertian Nabi: Menurut bahasa arab, nabi berasal dari kata Naba. Dikatakan nabi sebab ia merupakan seseorang yang telah diberi wahyu oleh Allah SWT dan tidak diperintahkan untuk memberikan wahyu atau risalah tersebut kepada umatnya.
Pengertian Rasul: Menurut bahasa arab, rasul berasal dari kata irsal yang artinya yakni memperlihatkan arahan atau membimbing. Makara rasul merupakan nabi yang diberikan wahyu oleh Allah SWT kemudian diperintahkan oleh Allah untuk memberikan wahyu yang telah diberikan kepada umat manusia.

Tugas para rasul Allah SWT:

Allah mengutus seorang rasul pada setiap zaman umat manusia. Seperti umat pada kiamat ini Allah mengutus nabi Muhammad SAW. Tugas para rasul disetiap umat insan kurang lebihnya yakni sama. Berikut beberapa kiprah para rasul Allah:
  • Mentauhidkan atau mengesakan Allah.
  • Memberikan kabar bangga dan memperlihatkan peringatan kepada umat manusia.
  • Menyampaikan atau berbagi wahyu dari Allah.
  • Meluruskan pedoman yang menyimpang menyerupai kesyirikan yang telah dilakukan orang jahiliyah pada zaman dahulu.

Setelah anda mengetahui perbedaan antara nabi dan rasul, kini kiprah anda yakni meng kepercayaan ni atau mempercayai nabi dan rasul. Sebagaimana yang tercantum pada rukun kepercayaan yang ke 4 yang berbunyi “beriman kepada nabi dan rasul Allah”.

Perbedaan Nabi dan Rasul (Lengkap)
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

√ 20 Sifat Wajib Dan Tidak Mungkin Bagi Allah (Beserta Dalil)

Sifat Allah merupakan sifat tepat yang hanya dimili oleh Allah SWT. sebagai seorang muslim yang baik sebaiknya kita mengetahui Sifat Wajib maupun Sifat Mustahil yang dimiliki Allah SWT supaya ke kepercayaan nan kita kepada Allah semakin kuwat, berikut Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah SWT yang perlu kita ketahui:

 Sifat Allah merupakan sifat tepat yang hanya dimili oleh Allah SWT √ 20 Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah (Beserta Dalil)
Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah

20 Sifat Wajib Bagi Allah

1. Wujud (Ada) - ﻭﺟﻮﺩ

Adanya Allah itu bukan lantaran ada yang membuat nya, tetapi Allah itu ada dengan zat-Nya sendiri.

Dalil Aqli
Adanya semesta alam yang kita lihat cukup untuk dijadikan sebagai alasan bahwa Allah itu ada, lantaran tidak masuk logika seandainya ada sesuatu yang dibentuk tanpa ada yang membuatnya.

Dalil Naqli

جلقالسموات والارض وما بينهمافي ستةايام ﷲالذى
"Allahlah membuat langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam (waktu) enam hari." (QS. AS sajdah:4)

2. Qidam (Dahulu/Awal) - ﻗﺪﻡ

Sifat Allah ini pertanda bahwa Allah sebagai Pencipta yang lebih dulu Ada daripada semesta alam (yang Ia ciptakan).

Dalil aqli
Qidam hakikatnya ialah menafikan bermulanya wujud Allah SWT. Seandainya Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, lantaran tidak ada penengah antara hadits dan qodim. Apabila Allah hadits maka mesti membutuhkan muhdits (yang membuat nya) mislakan A, dan muhdits A mesti membutuhkan Muhdits yang lain, contohnya B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, contohnya C. Begitulah seterusnya (tidak ada ujung), maka dikatakan tasalsul (peristiwa berantau), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur (peristiwa berputar). Setiap tasalsul dan daur ialah tidak mungkin berdasarkan logika sehat. Maka setiap yang menimbulkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya Allah ialah mustahil, maka Allah wajib dan pasti bersifat Qidam.

Dalil Naqli
 هوالاول والاخروالظاهروالباطن 
"Dialah yang awal dan yang final Yang zhohir dan yang bathin." (QS. Al-Hadid:3)

3. Baqa’(Kekal) - ﺑﻘﺎﺀ

Allah merupakan suatu zat yang Abadi dan Kekal Selamanya lantaran allah bersifat Baga' (Kekal).

Dalil Aqli
Seandainya Allah tidak wajib Baqa' (kekal), maka tidak akan disifati Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang ada dalam sifat Qidam (dahulu).

Dalil Naqli
 كلشئ هالك إلاوجهه 
"Tiap sesuatu akan binasa (lenyap) kecuali Dzat-nya." (QS. Qoshos:88)

4. Mukhalafatuhu Lilhawadith (berbeda dengan Ciptaannya) - ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ

Sifat ini mengatakan bahwa Allah SWT berbeda dengan yang ia ciptakan, tidak ada hal di dunia ini yang menyerupainya.

Dalil Aqli
Apabila Allah ibarat makhluknya, pasti Allah dalah gres (Hadits), sedangkan Allah gres ialah sebuah hal yang mustahil.

Dalil Naqli
 ليس كمثله شيئ وهوالسميع البصير 
"Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Nya (Allah), dan ia lah (Allah) yang maha mendengar lagi maha melihat." (QS. Asy-Syuro:11)

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri) - ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ

Artinya Bahwa Allah SWT itu bangkit dengan zat sendiri tanpa membutuhkan santunan yang lain. Maksudnya, keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.Contohnya, Allah SWT membuat alam semesta ini lantaran kehendak sendiri tanpa minta pertolongan siapapun.

Dalil Aqli
Seadainya Allah membutuhkan dzat, pasti Allah ialah sifat, lantaran hanya sifatlah yang selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain untuk berdirinya.

Apabila Allah “Sifat” ialah mustahil, lantaran apabila Allah “sifat”, maka Allah tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah, sedangkan sifat tersebut ialah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah ialah salah (Bathil), dan batal pula sesuatu yang mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya (istighna)nya Allah dari dzat.

Seandainya Allah membutuhkan sang pencipta, pasti Allah gres (Hadts), lantaran yang membutuhkan pencipta hanyalah yang gres sedangkan dzat qodim tidak membutuhkannya. Dan tidak mungkin Allah Hadits, lantaran segala sesuatu yang hadits harus membutuhkan sang pencipta (mujid) yang kelanjutannya akan menimbulkan daur (peristiwa berputar) atau tasalul (peristiwa berantau).

Dalil Naqli
إن اﷲ لغنى عن العا لمين
"Sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta." (QS. Al Ankabut:6)

Artikel Lainnya : Perbedaan Nabi dan Rasul

6. Wahdaniyyah (Tunggal/Esa) - ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ

Artinya Bahwa Allah SWT ialah Tuhan Yang Maha Esa, baik itu Esa zat-Nya, sifat-Nya, maupun perbuatannya. Esa zat-Nya maksudnya zat Allah bukanlah hasil dari penjumlahan dan asumsi atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk yang diciptakan Nya. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk lain dan tanpa membutuhkan proses atau waktu. Allah SWT berbuat lantaran kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang bisa mencampurinya.

Dalil Naqli
 لوكان فيهماالهةإلااﷲ لفسد تا
"Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, pasti langit dan bumi akan rusak." (QS. Al Anbiya:22)

7. Qudrat (Berkuasa) - ﻗﺪﺭﺓ

Kekuasaan Allah SWT, atas segala sesuatu itu mutlak, tidak ada batasnya dan tidak ada yang membatasi, baik terhadap zat-Nya sendiri maupun terhadap makhluk-Nya. Berbeda dengan kekuasaan insan ada batasnya dan ada yang membatasi.

Dalil Aqli
Jika Allah tidak berkemampuan maka Allah lemah(‘Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan bisa membuat makhluk hidup maupun seluruh alam semesta ini.

Dalil Naqli
إن اﷲعلى كل شيى قد ير
"Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah:20)

8. Iradah (berkehendak) - ﺇﺭﺍﺩﺓ

Allah SWT telah membuat alam semesta beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada campur tangan dari pihak lain, Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti akan terjadi.

Dalil Aqli
Seandainya allah tidak bersifat berkehendak pasti bersifat terpaksa (karohah), dan allah bersifat terpaksa ialah tidak mungkin lantaran tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrot ialah hal yang mustahil, lantaran hal itu akan berakibat lemahnya Alla, sedangkan lemahnya Allah merupakan hal yang mustahi, lantaran tidak akan bisa membuat sesuatu sedikitpun.

Dalil Naqli
 ان ربك فعال لمايريد
"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang ia kehendaki." (QS. Hud:107)

9. Ilmu (Mengetahui) - ﻋﻠﻢ

Allah SWT mempunyai pengetahuan dan kepandaian akan segala hal, artinya ilmu Allah tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun yang gaib. Bahkan, apa yang dirahasiakan didalam hati insan sekali pun.

Dalil Aqli
Seandainya Allah tak cendekia pasti tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak ialah mustahil, lantaran tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot ialah mustahil, lantaran akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah ialah hal yang mustahil, lantaran tidak akan bisa membuat sesuatu sedikitpun.

Dalil Naqli
وهوبكل شيى عليم
"Dan ia (Allah) maha mengetahui segala sesuatu." (QS.Al Hadid:3 & QS.Al Baqaroh:29)

10. Hayat (Hidup) - ﺣﻴﺎﺓ

Artinya Hidupnya Allah tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan zat-Nya sendiri lantaran Allah Maha Sempurna, berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya.

Contohnya: Kambing ada yang menghidupkan. Selain itu, mereka juga mebutuhkan makanan, minum dan lainnya. Akan tetapi, hidupnya Allah SWT tidak membutuhkan semua itu. Allah SWT hidup selama-lamanya, tidak mengalami kematian.

Dalil Aqli
Seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot merupakan hal mustahil, lantaran akan berakibat lemahnya Allah, sedangkan lemahnya Allah ialah hal yang mustahil, lantaran tidak akan bisa membuat sesuatu barang sedikitpun.

Dalil Naqli
وتو كل على الحى الذ ى لايمو ت
"Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup yang tidak mati." (QS. Al-Furqon:58)

11. Sama’ (Mendengar) - ﺳﻤﻊ

Allah SWT sanggup mendengar semua bunyi yang ada di alam semesta. Tidak ada bunyi yang terlepas dari indera pendengaran Allah SWT walaupun bunyi itu sangat pelan.

Pendengaran Allah SWT berbeda dengan indera pendengaran Ciptaan-Nya lantaran Ia tidak terhalang oleh suatu apapun, sedangkan indera pendengaran Ciptaan-Nya dibatasi oleh ruang dan waktu.

”Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al Maidah:76)

12. Basar ( Melihat ) - ﺑﺼﺮ

Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. penglihatan Allah bersifat mutlak, artinya tidak dibatasi oleh jarak dan tidak sanggup dihalangi oleh penghalang (misal: dinding).

Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, sekecil apapun, tampak atau tidak tampak, pasti semuanya akan terlihat oleh Allah SWT.

”Dan Allah maha Melihat apa yang kau kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 265)

13. Kalam (Berbicara / Berfirman) - ﻛﻼ

Allah SWT bersifat kalam artinya Allah berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Pembicaraan Allah SWT tentu tidak sama dengan pembicaraan insan lantaran Allah SWT tidak berorgan (panca indra), mirip pengecap dan ekspresi yang dimiliki oleh manusia. Allah SWT berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun lantaran sifat kalam Allah sangat sempurna.

Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah SWT berupa al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.

"Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas.” (QS. AnNisa’:164)

14. Kaunuhu Qadirun - ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkuasa Mengadakan Dan Mentiadakan.

“Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.“ (QS. Al Baqarah:20).

15. Kaunuhu Muridun - ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺮﻳﺪﺍ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Menghendaki dan memilih tiap-tiap sesuatu, Ia berkehendak atas nasib dan takdir manusia.

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki."  (QS. Hud:107)


Artikel Lainnya : 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan

16. Kaunuhu ‘Alimun - ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mengetahui akan Tiap-tiap sesuatu, mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang belum terjadi, Allah pun sanggup mengetahui isi hati dan pikiran manusia.

“Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.“ (QS. An Nisa’:176)

17. Kaunuhu Hayyun - ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Hidup, Allah ialah Dzat Yang Hidup, Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah.

"Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup awet dan yang tidak mati." (QS. Al Furqon:58)

18. Kaunuhu Sami’un - ﻛﻮﻧﻪ ﺳﻤﻴﻌﺎ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Mendengar, Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, ajakan atau doa hambaNya.

“Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.“ (QS. Al Baqoroh:256)

19. Kaunuhu Basirun - ﻛﻮﻧﻪ ﺑﺼﻴﺭﺍ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Melihat akan tiap-tiap yang Maujudat ( Benda yang ada ).Allah selalu melihat gerak-gerik kita. Oleh lantaran itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.

“Dan Allah Maha Melihat apa yang kau kerjakan.“ (QS. Al Hujurat :18)

20. Kaunuhu Mutakallimun - ﻛﻮﻧﻪ ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ

Yaitu Keadaan Allah Ta’ala Yang Berkata-kata, Allah tidak bisu, Ia berbicara atau berfirman melalui ayat-ayat Al Quran. Bila Al-Quran telah kita jaikan pemikiran hidup, maka kita telah patuh dan tunduk terhadap Allah SWT.

Sifat-Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat Mustahil Bagi Allah artinya Sifat Yang Tidak Mungkin ada pada Allah Swt. Sifat Mustahil Allah merupakan Lawan Kata/Kebalikan dari Sifat Wajib Allah Berikut dibawah ini ialah 20 sifat-sifat tidak mungkin bagi Allah SWT:

1. ‘Adam - ﻋﺪﻡ

artinya tiada (bisa mati)

2. Huduth - ﺣﺪﻭﺙ

artinya baharu (bisa di perbaharui)

3. Fana’ - ﻓﻨﺎﺀ

artinya binasa (tidak awet / bisa mati)

4. Mumathalatuhu Lilhawadith - ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ

artinya ibarat akan makhlukNya.

5. Qiyamuhu Bighayrih - ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ

artinya bangkit dengan yang lain (ada kerjasama)

6. Ta’addud - ﺗﻌﺪﺩ

artinya berbilang – bilang / banyak (lebih dari satu).

7. ‘Ajz - ﻋﺟﺰ

artinya lemah (tidak kuat).

8. Karahah - ﻛﺮﺍﻫﻪ

artinya terpaksa (bisa di paksa) / Tertegah (tidak bisa menentukan).

9. Jahlun - ﺟﻬﻞ

artinya jahil (bodoh).

10. Maut - ﺍﻟﻤﻮﺕ

artinya mati (bisa mati).

11. Syamam - ﺍﻟﺻمم

artinya tuli.

12. ‘Umyu - ﺍﻟﻌﻤﻲ

artinya buta.

13. Bukmu - ﺍﻟﺑﻜﻢ

artinya bisu.

14. Kaunuhu ‘Ajizan - ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ

artinya Keadaannya yang Lemah.

15. Kaunuhu Karihan - ﻛﻮﻧﻪ مكرها

artinya Keadaannya yang Terpaksa.

16. Kaunuhu Jahilan - ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ

artinya Keadaannya yang Bodoh.

17. Kaunuhu Mayyitan - ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ

artinya Keadaannya yang Mati.

18. Kaunuhu Asam - ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ

artinya Keadaanya yang Tuli.

19. Kaunuhu A’ma - ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ

artinya Keadaannya yang Buta.

20. Kaunuhu Abkam - ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ

artinya Keadaannya yang Bisu.


Sekian Artikel tentang 20 Sifat Wajib bagi Allah beserta sifat Mustahil nya, semoga artikel ini sanggup bermanfaat bagi kita semua.

20 Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah (Beserta Dalil)
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Tuesday, June 12, 2018

√ 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti Dan Penjelasan)

Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang indah, baik, agung dan mulia sesuai dengan sifat-sifat Nya. dalam artian perkata "Asma" berarti nama dan "husna" berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna yaitu nama nama milik Allah yang baik dan indah.
ul husna yaitu nama nama milik Allah yang baik dan indah √ 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan)
99 asmaul husna

Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, sebutan, gelar, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah dan baik. Istilah Asmaul Husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam Surat Thaha:8 yang artinya:

"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)" (Q.S. Thaha:8).

Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Baqara:31 dan Al-Ar'raaf:130, sebagai berikut:

"Milik Allahlah nama-nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut" (Al-A'raaf:180)

"Dia telah mengajari Adam seluruh nama" (Q.S Al-Baqarah:31)

Nama Allah yang mulia dan agung tersebut merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah, sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta beserta segala isinya ini. Bagi seorang muslim salah satu cara mengenal Allah yaitu dengan mempelajari sifat-sifat Allah serta mengenal 99 asma Allah (99 nama Allah).

Berikut 99 Asmaul Husna (99 nama baik allah) beserta Arti nama allah dalam bahasa indonesia:
No
Nama
Indonesia
Arab

Allah
Allah
الله
1
Ar Rahman
Allah Yang Maha Pengasih
الرحمن
2
Ar Rahiim
Allah Yang Maha Penyayang
الرحيم
3
Al Malik
Allah Yang Maha Merajai (bisa di artikan Raja dari semua Raja)
الملك
4
Al Quddus
Allah Yang Maha Suci
القدوس
5
As Salaam
Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan
السلام
6
Al Mu`min
Allah Yang Maha Memberi Keamanan
المؤمن
7
Al Muhaimin
Allah Yang Maha Mengatur
المهيمن
8
Al `Aziiz
Allah Yang Maha Perkasa
العزيز
9
Al Jabbar
Allah Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
الجبار
10
Al Mutakabbir
Allah Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
المتكبر
11
Al Khaliq
Allah Yang Maha Pencipta
الخالق
12
Al Baari`
Allah Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
البارئ
13
Al Mushawwir
Allah Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
المصور
14
Al Ghaffaar
Allah Yang Maha Pengampun
الغفار
15
Al Qahhaar
Allah Yang Maha Menundukkan / Menaklukkan Segala Sesuatu
القهار
16
Al Wahhaab
Allah Yang Maha Pemberi Karunia
الوهاب
17
Ar Razzaaq
Allah Yang Maha Pemberi Rezeki
الرزاق
18
Al Fattaah
Allah Yang Maha Pembuka Rahmat
الفتاح
19
Al `Aliim
Allah Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
العليم
20
Al Qaabidh
Allah Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
القابض
21
Al Baasith
Allah Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
الباسط
22
Al Khaafidh
Allah Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
الخافض
23
Ar Raafi`
Allah Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
الرافع
24
Al Mu`izz
Allah Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
المعز
25
Al Mudzil
Allah Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
المذل
26
Al Samii`
Allah Yang Maha Mendengar
السميع
27
Al Bashiir
Allah Yang Maha Melihat
البصير
28
Al Hakam
Allah Yang Maha Menetapkan
الحكم
29
Al `Adl
Allah Yang Maha Adil
العدل
30
Al Lathiif
Allah Yang Maha Lembut
اللطيف
31
Al Khabiir
Allah Yang Maha Mengenal
الخبير
32
Al Haliim
Allah Yang Maha Penyantun
الحليم
33
Al `Azhiim
Allah Yang Maha Agung
العظيم
34
Al Ghafuur
Allah Yang Maha Memberi Pengampunan
الغفور
35
As Syakuur
Allah Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
الشكور
36
Al `Aliy
Allah Yang Maha Tinggi
العلى
37
Al Kabiir
Allah Yang Maha Besar
الكبير
38
Al Hafizh
Allah Yang Maha Memelihara
الحفيظ
39
Al Muqiit
Allah Yang Maha Pemberi Kecukupan
المقيت
40
Al Hasiib
Allah Yang Maha Membuat Perhitungan
الحسيب
41
Al Jaliil
Allah Yang Maha Luhur
الجليل
42
Al Kariim
Allah Yang Maha Pemurah
الكريم
43
Ar Raqiib
Allah Yang Maha Mengawasi
الرقيب
44
Al Mujiib
Allah Yang Maha Mengabulkan
المجيب
45
Al Waasi`
Allah Yang Maha Luas
الواسع
46
Al Hakim
Allah Yang Maha Bijaksana
الحكيم
47
Al Waduud
Allah Yang Maha Mengasihi
الودود
48
Al Majiid
Allah Yang Maha Mulia
المجيد
49
Al Baa`its
Allah Yang Maha Membangkitkan
الباعث
50
As Syahiid
Allah Yang Maha Menyaksikan
الشهيد
51
Al Haqq
Allah Yang Maha Benar
الحق
52
Al Wakiil
Allah Yang Maha Memelihara
الوكيل
53
Al Qawiyyu
Allah Yang Maha Kuat
القوى
54
Al Matiin
Allah Yang Maha Kokoh
المتين
55
Al Waliyy
Allah Yang Maha Melindungi
الولى
56
Al Hamiid
Allah Yang Maha Terpuji
الحميد
57
Al Muhshii
Allah Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu)
المحصى
58
Al Mubdi`
Allah Yang Maha Memulai
المبدئ
59
Al Mu`iid
Allah Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
المعيد
60
Al Muhyii
Allah Yang Maha Menghidupkan
المحيى
61
Al Mumiitu
Allah Yang Maha Mematikan
المميت
62
Al Hayyu
Allah Yang Maha Hidup
الحي
63
Al Qayyuum
Allah Yang Maha Mandiri
القيوم
64
Al Waajid
Allah Yang Maha Penemu
الواجد
65
Al Maajid
Allah Yang Maha Mulia
الماجد
66
Al Wahid
Allah Yang Maha Tunggal
الواحد
67
Al Ahad
Allah Yang Maha Esa
الاحد
68
As Shamad
Allah Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
الصمد
69
Al Qaadir
Allah Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
القادر
70
Al Muqtadir
Allah Yang Maha Berkuasa
المقتدر
71
Al Muqaddim
Allah Yang Maha Mendahulukan
المقدم
72
Al Mu`akkhir
Allah Yang Maha Mengakhirkan
المؤخر
73
Al Awwal
Allah Yang Maha Awal
الأول
74
Al Aakhir
Allah Yang Maha Akhir
الأخر
75
Az Zhaahir
Allah Yang Maha Nyata
الظاهر
76
Al Baathin
Allah Yang Maha Ghaib
الباطن
77
Al Waali
Allah Yang Maha Memerintah
الوالي
78
Al Muta`aalii
Allah Yang Maha Tinggi
المتعالي
79
Al Barru
Allah Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)
البر
80
At Tawwaab
Allah Yang Maha Penerima Tobat
التواب
81
Al Muntaqim
Allah Yang Maha Pemberi Balasan
المنتقم
82
Al Afuww
Allah Yang Maha Pemaaf
العفو
83
Ar Ra`uuf
Allah Yang Maha Pengasuh
الرؤوف
84
Malikul Mulk
Allah Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
مالك الملك
85
Dzul Jalaali Wal Ikraam
Allah Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
ذو الجلال و الإكرام
86
Al Muqsith
Allah Yang Maha Pemberi Keadilan
المقسط
87
Al Jamii`
Allah Yang Maha Mengumpulkan
الجامع
88
Al Ghaniyy
Allah Yang Maha Kaya
الغنى
89
Al Mughnii
Allah Yang Maha Pemberi Kekayaan
المغنى
90
Al Maani
Allah Yang Maha Mencegah
المانع
91
Ad Dhaar
Allah Yang Maha Penimpa Kemudharatan
الضار
92
An Nafii`
Allah Yang Maha Memberi Manfaat
النافع
93
An Nuur
Allah Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
النور
94
Al Haadii
Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk
الهادئ
95
Al Badii
Allah Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya
البديع
96
Al Baaqii
Allah Yang Maha Kekal
الباقي
97
Al Waarits
Allah Yang Maha Pewaris
الوارث
98
Ar Rasyiid
Allah Yang Maha Pandai
الرشيد
99
As Shabuur
Allah Yang Maha Sabar
الصبور

Pengertian Asmaul Husna

Arti secara Bahasa dan Istilah

Kata asmaul husna berasal dari bahasa arab Al-Asmaau yang mempunyai arti nama-nama, beberapa nama dan al-Husnaa yang berarti yang baik, yang indah. Sedang Menurut istilah, asmaul husna berarti nama-nama yang indah bagi Allah. Asmaul Husna hanya layak disandang oleh Allah SWT, sesuai kebesaran dan keagungan-Nya. Asmaul husna Allah bersifat sempurna, sedangkan nama-nama baik bagi insan banyak mempunyai kelemahan.
ul husna yaitu nama nama milik Allah yang baik dan indah √ 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan)
nama-nama yang baik bagi Allah

Sejarah Diturunkan Ayat perihal Asmaul Husna

Di dalam kitab asbabunnuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah melaksanakan shalat di Mekah dan berdoa dengan kata-kata: "Ya Rahman, Ya Rahim". lalu Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. ketika itu kau musyrikin berkata, "Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! beliau melarang kita menyeru dua Tuhan, dan ia sendiri menyeru dua Tuhan".

Baca Juga : 20 Sifat Wajib dan Mustahil bagi Allah (Beserta Dalil)

Dari adanya ucapan tersebut, turunlah Surat Al-Isra:110:

 قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا 

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kau seru, Dia mempunyai al asmaaul husna dan janganlah kau mengeraskan suaramu dalam shalat mu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Q.S. Al-Isra:110)

Baca Juga : Perbedaan Nabi dan Rasul

Berdasarkan Surat Al-Isra:110, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah, menyebut nama Allah dan Ar-Rahman sebab sepengetahuan mereka di tempat Yamamah ada orang yang mempunyai nama Rahman. Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110, hal tersebut mematahkan dugaan mereka (kaum musyrikin). lalu Pada ayat lain, Allah SWT berfirman:

 وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

"Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan menerima tanggapan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (Q.S. Al-A’raf:180).

Ayat diatas mengajarkan kepada kita biar menyebut nama Allah SWT dengan nama kebesaranNya, yakni dengan asmaul husna.


Setelah anda mengetahui nama-nama yang baik bagi allah / 99 Asmaul Husna beserta artinya, kini kiprah anda yaitu meng keyakinan ni atau mempercayai kebesaran Allah tersebut dengan segala sifatnya. selesai kata sekian Artikel tentang 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan), semoga bermanfaat bagi Sobat

99 Asmaul Husna beserta artinya
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/