Random post

Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

Monday, July 16, 2018

√ Pengertian To Be (Is Are Am) Dan Penggunaannya

Dalam bahasa inggris to be berfungsi sebagai kata penghubung antara object dan subject. dalam bahasa indonesia to be (is,are,was,were dll) berarti "adalah" atau tidak mempunyai arti sama sekali. Secara harfiah, to be berarti ada atau adalah. kali ini MARKIJAR akan menjelaskan bagaimana penggunaan to be dalam kalimat present tense.

 Dalam bahasa inggris to be berfungsi sebagai kata penghubung antara object dan subject √ Pengertian To be (Is Are Am) dan Penggunaannya

Penggunaan to be dalam bahasa inggris

To be dipakai sebagai penghubung antara subjek dan predikat. namun perlu kalian ketahui terlebih dahulu to be apa yang harus dipakai sesuai dengan subject kalimat
  • Is: Digunakan jikalau subject ialah orang ketiga tunggal Contoh: She,He,It.
  • Am: Digunakan untuk subject orang pertama tunggal pola : I
  • Are: Digunakan jikalau subject berbentuk jamak contoh: They,We, dapat dipakai juga untuk orang kedua tunggal pola :You.

Penggunaan sebagai penghubung kata benda (noun).
Is:
  • She IS a girl (dia ialah seorang anak perempuan). She dipakai untuk kata ganti perempuan.
  • He IS a boy (dia ialah seorang anak laki laki) He ialah kata ganti untuk laki-laki.
  • It Is a lion (ini ialah seekor singa) It dugunakan untuk kata ganti hewan atau benda.
Are:
  • They ARE human (mereka ialah manusia)
  • We are human (kita ialah manusia)
  • You are a student. (Anda seorang siswa)
Am:
  • I am a human (saya ialah manusia)

Penggunaan sebagai penghubung kata sifat (adjective).
Is:
  • He is handsome (dia tampan)
  • She is beautiful (dia cantik)
  • It is Nice (ini bagus)
Are:
  • They ARE good
  • You are beautiful. (Kamu cantik)
Am:
  • I AM good
  • I am sad. (saya sedih, bukan aku ialah sedih)

Penghubung kata Keterangan (adverb).
Is:
  • She is in the park. (Dia berada di taman)
  • He Is at the parking zone
Are:
  • We are at home. (Kami di rumah)
  • They are at school
  • You are in My house
Am:
  • I am at home (Saya sedang dirumah)
  • I am in the class. (Saya di dalam kelas)

Penghubung Kata kerja yang menyatakan sedang melaksanakan sesuatu.
Is:
  • He is watching television (Dia sedang menonton televisi)
  • Rabbit is eating grass. (Kelinci sedang makan rumput)
Are:
  • You are reading a book. (Anda sedang membaca buku)
Am:
  • I am studying English. (Saya sedang mempelajari bahasa Inggris)

Mohon diingat, to be di atas bermetamorfosis was/were bila dipakai dalam bentuk lampau.

Kesimpulan
Inti dari penggunaan to be ialah kita harus mengetahui kapan to be itu akan di gunakan. contohnya pada sebuah kalimat "She ARE at home" penggunaan "ARE" disini salah, seharusnya subject "She" harus di ikuti dengan to be "IS" bukan "ARE".

Pengertian To be (Is Are Am) dan Penggunaannya
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Saturday, June 30, 2018

√ Sejarah Lengkap Organisasi Kebijaksanaan Utomo

Organisasi Budi Utomo (juga disebut Boedi Oetomo) merupakan sebuah organisasi cowok yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. yang Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. sejatinya organisasi ini Dipelopori oleh pemuda-pemuda dari STOVIA, Sekolah Peternakan dan Pertanian Bogor, Sekolah Guru Bandung, Sekolah Pamong Praja Magelang dan Probolinggo serta Sekolah Sore untuk Orang Dewasa di Surabaya. Para pelajar terdiri dari Soeradji, Muhammad Saleh, Soewarno A., Goenawan Mangoenkoesoemo, Suwarno B., R. Gumbreg, R. Angka, dan Soetomo. Nama Budi Utomo sendiri diusulkan oleh Soeradji dan semboyan yang dikumandangkan ialah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (Jawa Maju).

Pergerakan Budi Utomo bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya organisasi ini menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada ketika itu organisasi ini hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. dimasa kini tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei).

Pendiri Budi Utomo

Wahidin Sudirohusodo (1852-1917) merupakan Penggagas Budi Utomo. Kendati ia tidak termasuk pendiri Budi Utomo (20 Mei 1908), namanya selalu dikaitkan dengan organisasi kebangkitan nasional itu. Sebab, sebetulnya dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar STOVIA Jakarta itu.

 merupakan sebuah organisasi cowok yang didirikan oleh Dr √ Sejarah Lengkap Organisasi Budi Utomo
Dr Soetomo - Dr Sutomo

Pada tanggal 20 Mei 1908, Sutomo dan kawan-kawannya (Salah satunya ialah Mangoenkoesoemo dan Soeraji) mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Inilah organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia.

Sejarah

Pembentukannya berawal dari perjalanan dokter Wahidin Sudirohusodo yang mengadakan kampanye di kalangan priayi Jawa antara tahun 1906-1907. Tujuannya ialah meningkatkan martabat rakyat dan bangsa. Peningkatan ini akan dilaksanakan dengan membentuk Dana Pelajar (Studiefonds) yang merupakan forum untuk membiayai cowok pemuda yang cerdas tetapi tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Pada final tahun 1907, dr. Wahidin bertemu dengan Sutomo. dari pertemuan tersebut, Sutomo kemudian menceriterakan kepada teman-temannya di STOVIA maksud dan tujuan dr. Wahidin kala itu.

Tujuan yang semula hanya mendirikan suatu dana pelajar, diperluas dengan jangkauan yang kelak memungkinkan berdirinya organisasi Budi Utomo. Istilah Budi Utomo terdiri atas, kata kebijaksanaan yang berarti perangai atau watak dan utomo yang berarti baik atau luhur. Jadi istilah Budi Utomo sanggup diartikan sebagai perkumpulan yang akan mencapai sesuatu menurut keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat.

Pada hari Minggu, tanggal 20 Mei 1908, pada pukul 9 pagi, bertempat di STOVIA, Sutomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo (Budi Utomo). Namun, para cowok juga menyadari bahwa kiprah mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh sebab itu, mereka beropini bahwa "kaum tua" yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para cowok sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.
 merupakan sebuah organisasi cowok yang didirikan oleh Dr √ Sejarah Lengkap Organisasi Budi Utomo
Monumen Kebangkitan Nasional di Solo.

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal kalangan "priayi" atau para ningrat dari kalangan keraton, menyerupai Raden Adipati Tirtokoesoemo, mantan Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.

Tujuan Budi Utomo adalah memperoleh kemajuan yang serasi bagi nusa dan bangsa Jawa dan Madura. Pada waktu itu inspirasi persatuan seluruh Indonesia belum dikenal. Karena itu yang dikehendaki Budi Utomo, hanyalah perbaikan sosial yang mencakup Jawa dan Madura, juga kata kemerdekaan sama sekali belum disebut. Untuk melakukan tujuan tersebut ditempuh beberapa usaha:
  • Memajukan pengajaran sesuai dengan apa yang dicita citakan dr. Wahidin. Ini merupakan usaha pertama untuk mencapai kemajuan bangsa;
  • Memajukan pertanian, peternakan, perdagangan. Kaprikornus sudah dimengerti bahwa kemajuan harus juga mencakup bidang perekenomian;
  • Memajukan teknik dan industri, yang berarti bahwa ke arah itu sudah menjadi cita-cita;
  • Menghidupkan kembali kebudayaan.

Perkembangan

Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting ketika kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat pro terhadap usaha bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata "politik" ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnya pengertian mengenai "tanah air Indonesia" makin usang makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah usang dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui agresi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya "tanah air api udara" (Indonesia) ialah di atas segala-galanya.

Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Kongres yang pertama Budi Utomo di selenggarakan di Yogyakarta. Saat diadakannya kongres yang pertama ini, Budi Utomo telah mempunyai tujuh cabang di beberapa kota, yakni Batavia, Bogor, Bandung, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, dan Ponorogo. Pada kongres di Yogyakarta ini, diangkatlah Raden Adipati Tirtokoesoemo (mantan bupati Karanganyar) sebagai presiden Budi Utomo yang pertama. Semenjak dipimpin oleh Raden Adipati Tirtokoesoemo, banyak anggota baru Budi Utomo yang bergabung dari kalangan ningrat dan pejabat kolonial, sehingga banyak anggota muda yang menentukan untuk menyingkir dan anggota Budi Utomo ketika itu banyak dari golongan priayi dan pegawai negeri.

Dengan demikian, sifat protonasionalisme dari para pemimpin yang tampak pada awal berdirinya Budi Utomo terdesak ke belakang. Strategi usaha Budi Utomo intinya bersifat kooperatif.

Hasil Kongres I Budi Utomo di Yogyakarta ialah sebagai berikut:
  • Budi Utomo tidak berpolitik.
  • Kegiatan Budi Utomo ditujukan pada bidang sosial, budaya, dan pendidikan.
  • Ruang gerak Budi Utomo terbatas pada Jawa dan Madura.
  • Tirto Kusumo, Bupati Karanganyar, dipilih sebagai ketua Budi Utomo pusat.

Mulai tahun 1912, ketika Notodirjo menjadi ketua Budi Utomo menggantikan R.T. Notokusumo, Budi Utomo ingin mengejar ketinggalannya. Akan tetapi, balasannya tidak begitu besar sebab pada ketika itu telah muncul organisasi-organisasi nasional lainnya, menyerupai Sarekat Islam (SI) dan Indiche Partij (IP). Namun demikian, Budi Utomo tetap mempunyai andil dan jasa yang besar dalam sejarah pergerakan nasional, yakni telah membuka jalan dan memelopori gerakan kebangsaan Indonesia.

Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan nama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi pemberian dan dukungan. Tidak berapa lama, nama itu diubah oleh Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah niscaya keberadaan perkumpulan ini ditakuti orang Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menjadikan Budi Utomo agak terdesak ke belakang.

Kepemimpinan usaha nasionalisme ini kemudian diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij sebab dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman. Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. 

Agak berbeda dengan Goenawan Mangoenkoesoemo yang lebih mengutamakan kebudayaan dari pendidikan, Soewardi menyatakan bahwa Budi Utomo merupakan manifestasi dari usaha nasionalisme. Menurut Soewardi, orang-orang Indonesia mengajarkan kepada bangsanya bahwa "nasionalisme Indonesia" tidaklah bersifat kultural, tetapi murni bersifat politik. Dengan demikian, nasionalisme terdapat pada orang Sumatera maupun Jawa, Sulawesi maupun Maluku.

Pendapat tersebut bertentangan dengan beberapa pendapat lainnya yang menyampaikan bahwa Pergerakan Budi Utomo hanya mengenal nasionalisme Jawa sebagai alat untuk mempersatukan orang Jawa saja dengan menolak suku bangsa lain.


Sejarah Lengkap Organisasi Budi Utomo
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

√ Sejarah Lengkap Sarekat Islam (Si)

Syarikat Islam / Sarekat Islam (disingkat SI) dahulu berjulukan Sarekat Dagang Islam (disingkat SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal 16 Oktober 1905, Sarekat Dagang Islam merupakan organisasi pertama yang lahir di Indonesia, pada awalnya Organisasi Sarekat Islam yang dibuat oleh Haji Samanhudi ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang masuknya pedagang aneh yang ingin menguasai ekonomi rakyat.

Pada tahun 1912 berkat keadaan politik dan sosial pada masa tersebut HOS Tjokroaminoto menggagas SDI untuk mengubah nama dan berkembang menjadi menjadi organisasi pergerakan yang sampai kini disebut Syarikat Islam, Hos Tjokroaminoto mengubah yuridiksi SDI lebih luas yang dulunya hanya mencakupi permasalahan sosial dan ekonomi. kearah politik dan Agama untuk menyumbangkan semangat usaha islam dalam semangat juang rakyat terhadap kolonialisme dan imperialisme pada masa itu.
 didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal  √ Sejarah Lengkap Sarekat Islam (SI)
Logo Sarekat Islam (SI)

Sejarah Awal

Sarekat Dagang Islam (SDI)

Organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI) pada awalnya merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam. Organisasi ini dirintis oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada 16 Oktober 1905, dengan tujuan awal untuk menghimpun para pedagang pribumi Muslim biar sanggup bersaing dengan pedagang-pedagang besar aneh (Khususnya Tionghoa). Pada masa itu, pedagang-pedagang keturunan Tionghoa tersebut telah lebih maju usahanya dan mempunyai hak dan status yang lebih tinggi dari pada penduduk Hindia Belanda lainnya.

Berikut Latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam:
  • Perlawanan terhadap para pedagang mediator (penyalur) oleh orang Cina.
  • Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menawarkan kekuatannya
  • Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama Islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Di bawah pimpinan H. Samanhudi, SDI berkembang pesat sampai menjadi perkumpulan yang berpengaruh. R.M. Tirtoadisurjo pada tahun 1909 mendirikan Sarekat Dagang Islamiyah di Batavia. Pada tahun 1910, Tirtoadisuryo mendirikan lagi organisasi semacam itu di Buitenzorg. Demikian pula, di Surabaya H.O.S. Tjokroaminoto mendirikan organisasi serupa tahun 1912.

Tjokroaminoto masuk SI bersama Hasan Ali Surati, seorang keturunan India, yang kelak memegang keuangan surat kabar SI, Oetusan Hindia. Tjokroaminoto lalu dipilih menjadi pemimpin, dan mengubah nama Sarekat Dagang Islam (SDI) menjadi Sarekat Islam (SI). Pada tahun 1912, oleh pimpinannya yang gres Haji Oemar Said Tjokroaminoto, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Hal ini dilakukan biar organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tapi juga dalam bidang lain menyerupai politik. Jika ditinjau dari anggaran dasarnya, sanggup disimpulkan tujuan Sarekat Islam (SI) adalah sebagai berikut:
  • Mengembangkan jiwa dagang.
  • Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.
  • Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat.
  • Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama Islam.
  • Hidup berdasarkan perintah agama.

Sarekat Islam tidak membatasi anggotanya hanya untuk masyarakat Jawa dan Madura saja. Tujuan SI ialah membangun persaudaraan, persahabatan dan bahu-membahu di antara muslim dan mengembangkan perekonomian rakyat. Keanggotaan SI terbuka untuk semua lapisan masyarakat muslim. Pada waktu SI mengajukan diri sebagai Badan Hukum, awalnya Gubernur Jendral Idenburg menolak. Badan Hukum hanya diberikan pada SI lokal. Walaupun dalam anggaran dasarnya tidak terlihat adanya unsur politik, tapi dalam kegiatannya SI menaruh perhatian besar terhadap unsur-unsur politik dan menentang ketidakadilan serta penindasan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial. Artinya SI mempunyai jumlah anggota yang banyak sehingga menimbulkan kekhawatiran pemerintah Belanda.

Seiring dengan perubahan waktu, karenanya SI sentra diberi ratifikasi sebagai Badan Hukum pada bulan Maret tahun 1916. Setelah pemerintah memperbolehkan berdirinya partai politik, SI berubah menjadi partai politik dan mengirimkan wakilnya ke Volksraad tahun 1917, yaitu HOS Tjokroaminoto; sedangkan Abdoel Moeis yang juga tergabung dalam CSI menjadi anggota volksraad atas namanya sendiri berdasarkan ketokohan, dan bukan mewakili Central SI sebagaimana halnya HOS Tjokroaminoto yang menjadi tokoh terdepan dalam Central Sarekat Islam.

Namun Tjokroaminoto tidak bertahan usang di forum yang dibuat Pemerintah Hindia Belanda itu dan ia keluar dari Volksraad (semacam Dewan Rakyat), alasannya ialah volksraad dipandangnya sebagai "Boneka Belanda" yang hanya mementingkan urusan penjajahan di Hindia ini dan tetap mengabaikan hak-hak kaum pribumi. HOS Tjokroaminoto ketika itu telah menyuarakan biar bangsa Hindia (Indonesia) diberi hak untuk mengatur urusan dirinya sendiri, yang hal ini ditolak oleh pihak Belanda.

Sarekat Islam

Pada tahun 1912, oleh pimpinannya yang gres Haji Oemar Said Tjokroaminoto, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam (SI). Hal ini dilakukan biar organisasi tidak hanya bergerak dalam bidang ekonomi, tapi juga dalam bidang lain menyerupai politik. Tujuan SI ialah membangun persaudaraan, persahabatan dan bahu-membahu di antara muslim dan mengembangkan perekonomian rakyat.

Kongres-Kongres Awal

Kongres pertama diadakan pada bulan Januari 1913. Dalam kongres ini Tjokroaminoto menyatakan bahwa SI bukan merupakan organisasi politik, dan bertujuan untuk meningkatkan perdagangan antarbangsa Indonesia, membantu anggotanya yang mengalami kesulitan ekonomi serta mengembangkan kehidupan relijius dalam masyarakat Indonesia. Kongres kedua diadakan pada bulan Oktober 1917. Kongres ketiga diadakan pada tanggal 29 September sampai 6 Oktober 1918 di Surabaya. Dalam kongres ini Tjokroaminoto menyatakan jikalau Belanda tidak melaksanakan reformasi sosial berskala besar, SI akan melakukannya sendiri di luar parlemen.
 didirikan oleh Haji Samanhudi pada tanggal  √ Sejarah Lengkap Sarekat Islam (SI)
Potret bersama rapat Sarekat Islam di Kaliwungu. Hadir para anggota dari Kaliwungu, Peterongan, dan Mlaten, serta anggota Asosiasi Staf Kereta Api dan Trem (VSTP), Semarang.

Masuknya imbas komunisme

SI yang mengalami perkembangan pesat, lalu mulai disusupi oleh paham sosialisme revolusioner. Paham ini disebarkan oleh H.J.F.M Sneevliet yang mendirikan organisasi ISDV (Indische Sociaal-Democratische Vereeniging) pada tahun 1914. Pada mulanya ISDV sudah mencoba mengembangkan pengaruhnya, tetapi alasannya ialah paham yang mereka anut tidak berakar di dalam masyarakat Indonesia melainkan diimpor dari Eropa oleh orang Belanda, sehingga usahanya kurang berhasil. Sehingga mereka memakai strategi infiltrasi yang dikenal sebagai "Blok di dalam", mereka berhasil menyusup ke dalam tubuh SI oleh alasannya ialah dengan tujuan yang sama yaitu membela rakyat kecil dan menentang kapitalisme namun dengan cara yang berbeda.

Dengan usaha yang baik, mereka berhasil memengaruhi tokoh-tokoh muda SI menyerupai Semaoen, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin Prawirodirdjo. Hal ini mengakibatkan SI pecah menjadi "SI Putih" yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto dan "SI Merah" yang dipimpin Semaoen. SI merah berlandaskan asas sosialisme-komunisme.

Adapun faktor-faktor yang mempermudah infiltrasi ISDV ke dalam tubuh SI antar lain:
  • Centraal Sarekat Islam (CSI) sebagai tubuh koordinasi sentra mempunyai kekuasaan yang lemah. Hal ini dikarenakan tiap cabang SI bertindak sendiri-sendiri. Pemimpin cabang mempunyai imbas yang kuat untuk menentukan nasib cabangnya, dalam hal ini Semaoen ialah ketua SI Semarang.
  • Peraturan partai pada waktu itu memperbolehkan keanggotaan multipartai, mengingat pada mulanya organisasi menyerupai Boedi Oetomo dan SI merupakan organisasi non-politik. Semaoen juga memimpin ISDV (PKI) dan berhasil meningkatkan anggotanya dari 1700 orang pada tahun 1916 menjadi 20.000 orang pada tahun 1917 di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua SI Semarang.
  • Akibat dari Perang Dunia I, hasil panen padi yang buruk menimbulkan membumbungnya harga-harga dan menurunnya upah karyawan perkebunan untuk mengimbangi kas pemerintah kolonial menimbulkan dengan mudahnya rakyat memihak pada ISDV.
  • Akibat kemiskinan yang semakin diderita rakyat semenjak Politik Pintu Terbuka (sistem liberal) dilaksanakan pemerintah kolonialis semenjak tahun 1870 dan wabah pes yang melanda pada tahun 1917 di Semarang.

Sarekat Islam Putih (H. Agus Salim, Abdul Muis, Suryopranoto, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo) berhaluan kanan berpusat di kota Yogyakarta. Sedangkan Sarekat Islam Merah (Semaoen, Alimin, Darsono) berhaluan kiri berpusat di kota Semarang.

Sedangkan HOS Tjokroaminoto pada mulanya ialah penengah di antara kedua kubu tersebut. Jurang antara SI Merah dan SI Putih semakin melebar ketika keluarnya pernyataan Komintern (Partai Komunis Internasional) yang menentang harapan Pan-Islamisme. Pada ketika kongres SI Maret 1921 di Yogyakarta, H. Fachruddin, Wakil Ketua Muhammadiyah mengedarkan brosur yang menyatakan bahwa Pan-Islamisme tidak akan tercapai bila tetap bekerja sama dengan komunis alasannya ialah keduanya memang bertentangan. Di samping itu Agus Salim mengecam SI Semarang yang mendukung PKI. Darsono membalas kecaman tersebut dengan mengecam beleid (Belanda: kebijaksanaan) keuangan Tjokroaminoto. SI Semarang juga menentang pencampuran agama dan politik dalam SI. Oleh alasannya ialah itu, Tjokroaminoto lebih condong ke SI haluan kanan (SI Putih).

Penegakan disiplin partai

Pecahnya SI terjadi sehabis Semaoen dan Darsono dikeluarkan dari organisasi. Hal ini ada kaitannya dengan desakan Abdul Muis dan Agus Salim pada kongres SI yang keenam 6-10 Oktober 1921 wacana perlunya disiplin partai yang melarang keanggotaan rangkap. Anggota SI harus menentukan antara SI atau organisasi lain, dengan tujuan biar SI higienis dari unsur-unsur komunis. Hal ini dikhawatirkan oleh PKI sehingga Tan Malaka meminta pengecualian bagi PKI. Namun usaha ini tidak berhasil alasannya ialah disiplin partai diterima dengan dominan suara.

Saat itu anggota-anggota PSI yang dari Muhammadiyah dan Persis pun turut pula dikeluarkan, alasannya ialah disiplin partai tidak memperbolehkannya. Keputusan mengenai disiplin partai diperkuat lagi dalam kongres SI di Madiun pada bulan Februari 1923. Dalam kongres Tjokroaminoto memusatkan wacana peningkatan pendidikan kader SI dalam memperkuat organisasi dan pengubahan nama CSI menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Pada kongres PKI bulan Maret 1923, PKI memutuskan untuk menggerakkan SI Merah untuk menandingi SI Putih. Pada tahun 1924, SI Merah berganti nama menjadi "Sarekat Rakyat".

Kejadian-kejadian penting yang dialami Sarekat Islam pada Tahun 1923, antara lain:
  • Meninggalkan politik bekerja sama (= cooperation) dengan pemerintah Belanda.
  • Berubah menjadi suatu partai politik dengan nama Partai Serikat Islam ( = PSI). Serikat Islam (SI), tempat yang jumlahnya berbagai itu menjadi belahan dan PSI yang meliputi seluruh wilayah Indonesia. Namun Partai Serikat Islam pada tahun 1930 diubah menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSIP).

Partai Sarekat Islam Indonesia

Pada tahun 1927 nama Partai Sarekat Islam ditambah dengan “Indonesia” untuk pertanda usaha kebangsaan dan lalu namanya menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Perubahan nama itu dikaitkan dengan kedatangan dr. Sukiman dari negeri Belanda. Namun dalam tubuh PSII terjadi perbedaan pendapat antara Tjokroaminoto yang menekankan usaha kebangsaan di satu pihak, dan di pihka lain dr. Sukiman yang menyatakan keluar dari PSII dan mendirikan Partai Islam Indonesia (PARI).

Akibat keragaman cara pandang di antara anggota partai, PSII pecah menjadi beberapa partai politik, di antaranya Partai Islam Indonesia dipimpin Sukiman (PARI), PSII Kartosuwiryo, PSII Abikusno, dan PSII sendiri. Perpecahan itu melemahkan PSII dalam perjuangannya. Pada Pemilu 1955 PSII menjadi penerima dan mendapat 8 (delapan) dingklik parlemen. Kemudian pada Pemilu 1971 pada zaman Orde Baru, PSII di bawah kepemimpinan H. Anwar Tjokroaminoto kembali menjadi penerima bersama sembilan partai politik lainnya dan berhasil mendudukkan wakilnya di DPRRI sejumlah 12 (dua belas orang).


Sejarah Lengkap Sarekat Islam (SI)
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Thursday, June 28, 2018

√ 16 Keutamaan Di Bulan Ramadhan

Keutamaan di Bulan Ramadhan - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di Bulan ini setiap amalan yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya disisi Allah SWT. Oleh hasilnya kita sebagai umat muslim janganlah hingga melewatkan kemuliaan yang ada dibulan ramadhan dengan acara yang sia-sia, biar lebih termotivasi menjalani bulan ramadhan dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita pelajari bersama salah satu Kemuliaan dan Keutamaan di Bulan Ramadhan.
merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan √ 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
Keutamaan di Bulan Ramadhan

Di antara Banyaknya kemuliaan dan keutamaan di Bulan Ramadhan, berikut 16 Keutamaan diantaranya:

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran (Lailatul Qadr)

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci Al-Qur’an pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi insan dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Di ayat lain (QS. Al-Qadar: 1) Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar.”

Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama syahrul quran (bulan Al-Quran). Pada setiap bulan Ramadhan pula Rasulullah saw selalu bertadarus (berinteraksi) dengan Al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas r.a.

"Maka, pada bulan Ramadhan ini kita digalakkan untuk memperbanyak berinteraksi dengan Al-Quran, dengan cara membacanya, memahami dan mentadabburi maknanya, menghafal dan mempelajarinya, serta mengamalkannya." (HR. Bukhari)

2. Pahala Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai seorang muslim pada bulan ramadhan kita akan mendapat tanggapan pahala yang berlipat ganda hingga sebanyak 70 kali lipat, sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada simpulan bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya menyerupai orang yang melaksanakan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melaksanakan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah ialah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

3. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada Bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. menyerupai yang terdapat pada hadits dibawah ini:

“Sesungguhnya telah tiba kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kau berpuasa, lantaran dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapat itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

Khutbah Rasululah SAW pada simpulan bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya menyerupai orang yang melaksanakan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melaksanakan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah ialah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

Tidak hanya keberkahan menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Dari aspek ekonomi, Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Pada bulan ini seorang muslim dianjurkan untuk berinfaq dan beramal kepada yang membutuhkan. dan diwajibkan membayar zakat fitrah.

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa (Maghfirah)

Pada bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang tepat pada bulan ampunan akan menimbulkan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang gres lahir. Sesuai Hadist dibawah ini:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan lantaran kepercayaan dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)


الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ، إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, kalau dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Begitu pula dengan melaksanakan shalat malam menyerupai tarawih, witir dan tahajud pada bulan Ramadhan sanggup menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi saw:
”Barangsiapa yang berpuasa yang melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, pasti diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu nirwana terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat

“Jika tiba Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim dan Muslim)


إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيلَةٍ من شَهرِ رَمضَانَ صُفَّدتِ الشَّياطينِ ومَردَةُ الجنِّ وغُلِّقتْ أَبوابُ النِيرانِ فلَمْ يُفتَحْ منها بابٌ وفُتِّحتْ أَبوابُ الجنَّةِ فلَمْ يُغلَقْ منها بابٌ ويُنَادِي مُنَادٍ يا بَاغِيَ الخيرِ أَقبِلْ ويا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقصِرْ. ولله عُتَقَاءٌ من النَّارِ وذَلكَ كُلَّ لَيلَةِ
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu nirwana hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melaksanakan kejahatan! mundurlah kamu”. Akan terdapat orang-orang yang bakal dibebaskan Allah dari api neraka. Hal demikian itu berlaku pada setiap malam (di sepanjang Ramadhan).” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.)

6. Bulan Ramadhan ialah sarana bagi seorang muslim untuk berbuat kebaikan dan mencegah maksiat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu nirwana hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melaksanakan kejahatan! mundurlah kamu.” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.).
Para pelaku maksiat akan merasa dipersempit ruang geraknya di Bulan Ramadhan. Karena, pada bulan Ramadhan mereka harus menahan nafsunya. Terlebih lagi para syaithan yang menjadi guru para pelaku maksiat dibelenggu pada bulan Ramadhan. Begitu pula nafsu yang menjerumuskan insan ke neraka juga dikekang dengan ibadah puasa, lantaran Bulan Puasa merupakan penahan nafsu dan maksiat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Puasa itu Junnah (penahan nafsu dan maksiat).” (HR. Ahmad, Muslim dan An-Nasa’i)

Meskipun demikian, kalau perbuatan maksiat masih terjadi pada bulan Ramadhan, maka penyebabnya ada tiga:
Pertama, para pelaku maksiat pada bulan ini ialah murid syaithan. Mereka telah dilatih untuk berbuat maksiat sehingga perbbuatan tersebut menjadi suatu kebiasaan.

Kedua, puasa yang dilakukan oleh pelaku maksiat itu tidak benar (tidak sesuai dengan tuntunan Rasul SAW). Karena kalau ia berpuasa dengan benar, maka puasanya pasti sanggup mencegah perbuatan maksiat.

Ketiga, nafsunya telah menguasai dan menyandera dirinya. Puasa sebetulnya tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, namun juga menahan diri dari nafsu dan maksiat baik berupa ucapan maupun perbuatan. Oleh lantaran itu, tidak mengherankan bila pada bulan Ramadhan masih ada orang-orang yang berbuat maksiat.

7. Lima anugerah khusus Allah untuk umat Muhammad di bulan Ramadhan

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَاْنَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِيْ: أَمَّا الوَاْحِدَةُ فَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَاْنَ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِمْ وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا، وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفُ أَفْوَاْهُهُمْ حِيْنَ يُمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، وَأَمَّا الثَّاْلِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَأَمَّا الرَّاْبِعَةُ: فَإِنَّ اللهَ تعالى يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا: اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيَّنِيْ لِعِبَاْدِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعَبِ الدُّنْيَا إِلَى دَاْرِي وَكَرَامَتِيْ، وَأَمَّا الْخَاْمِسَةُ: فَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا، فَقَاْلَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: أَهِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ؟ قَالَ: لاَ أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ فَإِذَا فَرِغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ.

“Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu; Di permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Sesiapa Allah melihat kepadanya pasti ia tidak akan diazab selama-lamanya. Bau lisan mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari amis kasturi.

Malaikat akan memohon ampun untuk mereka di sepanjang hari. Allah menyuruh nirwana supaya bersiap-sedia dengan berkata kepadanya; “Bersiaplah kau dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Mereka hampir tiba untuk beristirahat dari kepayahan dunia menuju ke rumahKu dan kemuliaanKu”.

Pada simpulan malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa mereka. Seorang lelaki dari sobat Rosulullah bertanya; Apa itu malam Qodar ya Rosulullah ? Nabi menjawab : Tidak ! Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang berkerja. Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, pasti disempurnakan upah-upah mereka."
(Riwayat Imam Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Jabir r.a.)

8. Ramadhan bulan itqun minan nar (pembebasan dari Api neraka).

Setiap malam di bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba yang dikehendaki dari api neraka. menyerupai yang disabdakan Rasulullah SAW:
“Dan Allah membebaskan orang-orang dari api neraka pada setiap malam.” (HR. At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).

9. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Bulan Ramadhan sanggup membimbing kita mencapai ketawaan. Sesuai dalam surat Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kau berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kau biar kau bertaqwa.” (QS. Al Baqarah 183)

10. Puasa Ramadhan

Pada masa Rasulullah SAW ada 2 orang dari bani Qudha’ah yang masuk islam, kemudian salah seorang dari mereka mati syahid, sementara yang satunya wafat setahun kemudian, kemudian sobat berjulukan Thalhah bin Ubaidillah berkata: saya bermimpi melihat surga, kemudian saya melihat orang yang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga, akupun terheran – heran, maka tatkala pagi hari saya memberitahu Rasulullah, dan beliaupun bersabda:

"bukankah sesudah itu (dalam waktu setahun) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat ?." (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Albani)

11. Bau lisan orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat

Bau lisan yang ddimaksut bukan dari amis mulut, akan tetapi berasal dari lambung yang kosong. Uap tanggapan perut yang kosong naik ke atas sehingga mengakibatkan amis mulut. Ibnu Rajab Rahimahullah berkata:

"Bau yang naik berupa uap lantaran kekosongan lambung dari makanan ketika puasa. Bau yang tidak disukai oleh penciuman insan di dunia. Akan tetapi baik di sisi Allah lantaran muncul dari ketaatan dan mencari keridhaan Allah. Sebagaimana darah orang yang syahid akan tiba pada hari kiamat, warnanya warna darah tetapi baunya amis misk.” (Dinukil dari nida’ur rayyan fi fiqhi shaum, sumber: http://kanadeelfkr.com/vb/showthread.php?t=17739)
Bahkan ketika berpuasa Rasulullah SAW sering membersihkan gigi dengan siwak. Sahabat berkata:
“Aku pernah melihat Nabi SAW bersiwak beberapa kali hingga tidak sanggup kuhitung banyaknya, meskipun ketika itu ia sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 725 dan Ahmad 3/445)

Demikianlah lantaran membersihkan gigi banyak keutamaannya Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Andaikan tidak memberatkan umatku, pasti perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari, no. 887)

“Bersiwak sanggup membersihkan lisan dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Ada sebuah hadits shohih yang sering diperdengarkan ketika telah memasuki Bulan Ramadhan. Hadits tersebut diriwayatkan dari sobat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu:
"Sungguh amis lisan orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat dari pada wangi kasturi.” (HR. Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151)

12. Memasuki Surga Melalui Pintu Ar-Rayyan

"Sesungguhnya di dalam nirwana itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari qiyamat kelak. Tidak masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Diumumkan: Di manakah orang yang berpuasa? Maka mereka pun masuk melaluinya (pintu Ar-Rayyan). Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, ditutup (pintu itu) maka tiada lagi orang lain yang akan memasukinya." (HR. Bukhori dan Muslim)

13. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana pada malam tersebut alangkah baiknya diisi dengan doa-doa yang baik dan mukjizat sanggup turun pada umat Islam di malam Lailatul Qadar.


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kau apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Rasulullah SAW bersabda:
“Pada bulan Ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang dihalangi kebaikannya padanya, maka rugilah dia.” (H.R. Ahmad,An-Nasa’i & Baihaqi).

Maka kita sangat digalakkan untuk mencari malam lailatul qadar ini dengan i’tikaf, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengikuti perbuatan Rasulullah SAW.

Aisyah r.a berkata:
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (dari bulan Ramadhan), Nabi SAW menghidupkan waktu malam beliau, membangunkan keluarga ia untuk beribadah, dan mengencangkan ikat pinggang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Walaupun surah di atas tidak menjelaskan dimana munculnya malam al-Qadar, namun Rasulullah SAW bersabda;

تحرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاْخِرِ مِنْ رَمَضَاْنَ
“Carilah lailatul-Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Saidatina Aisyah r.a.)

14. Dijarakkan Wajahnya Dari Neraka

"Tidaklah seseorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah (sabiliLlah), melainkan kerananya Allah menjarakkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh 70 isu terkini luruh." (HR. Muslim)

15. Bulan Ramadhan merupakan Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan." (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) menyampaikan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.)

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi.” (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi menyampaikan bahwa hadits ini hasan.)

16. Bulan kegembiraan bagi pecinta kebaikan

Sahabat Arfah pernah berkata:
"Suatu ketika saya berada di rumah Uthbah bin Farqad, kebetulan ia sedang membicarakan puasa Ramadhan, kemudian masuk seorang laki-laki, salah seorang sobat Nabi SAW. Melihat pria itu Uthbah menaruh hormat padanya dan diam.

Tamu itupun memberikan hadis ihwal Ramadhan, la berkata, ’Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda ihwal Ramadhan, "Pada bulan itu pintu-pintu neraka ditutup, dibuka pintu-pintu nirwana dan dibelenggu syaitan-syaitan." Rasu¬lullah saw. mengulas lagi, "Dan seorang malaikat akan berseru: ’Hai pecinta kebaikan, bergembiralah! Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! Sampai Ramadhan berakhir’." (HR Ahmad, dan An- Nasa’i).



Sekian 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan, Orang yang tahu keutamaan di Bulan Ramadhan sudah pasti tidak akan mensia-siakan peluang untuk merebut Keutamaan tadi. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menegaskan;

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْخَيْرَاْتِ لَتَمَنَّوْا أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَاْنُ اَلسَّنَةَ كُلَّهَا
“Sekiranya insan benar-benar menyedari kebaikan-kebaikan yang ada di bulan Ramadhan ini, pastinya mereka akan mengharapkan supaya sepanjang tahun ialah Ramadhan.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Dalam riwayat lain:
“Nabi saw sangat ulet beribadah pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) melebihi ibadah ia pada hari-hari lainnya.” (HR.Muslim)

Mengingat banyak sekali keutamaan yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sangat disayangkan bila Ramadhan tiba dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada perjuangan maksimal dari kita untuk berlomba-lomba melaksanakan ibadah dan amal baik.

Celakanya, bila Bulan Ramadhan yang seharusnya diisi dengan memperbanyak ibadah diganti dengan ajang maksiat. dalam hal ini Rasulullah saw telah memberi peringatan dalam sabdanya:

“Jibril telah tiba kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, Siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun sesudah bulan ini habis dan tidak mendapat ampunan, maka ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan Amin! Aku pun menyampaikan Amin!." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Celakalah bagi orang yang masuk pada bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. At-Tirmizi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi).

Tag: Bulan Ramadhan , Puasa Ramadhan , Puasa , Menyambut Ramadhan , Keutamaan Bulan Ramadhan.

16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Monday, June 25, 2018

√ Perbedaan Visi Dan Misi (Dengan Contoh)

Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Visi dan Misi, diharap dari pembehasan ini anda akan memahami Perbedaan Visi dan Misi sehingga anda sanggup menciptakan Visi dan Misi yang baik. berikut pembahasannya:

Secara umum Visi dan Misi merupakan suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan dimasa depan(Goal).

 Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Visi dan Misi √ Perbedaan Visi dan Misi (dengan Contoh)
Perbedaan Visi dan Misi

Pengertian Visi dan Misi

Visi adalah suatu pandangan jauh kedepan terhadap suatu objek (misal perusahaan).

Pengertian Lain, Visi adalah suatu pernyataan perihal citra keadaan dan karakteristik yang ingin di capai oleh suatu forum pada masa yang akan datang.

Pengertian Lain, Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa semoga sanggup eksis, antisipatif dan inovatif.

Pengertian Lain, Visi adalah suatu citra yang menantang perihal keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.

Visi sendiri tidak sanggup dituliskan secara terperinci mengenai detail citra yang ingin dituju (misal sebuah perusahaan), hal tersebut alasannya yaitu kemajuan dan perubahan situasi yang sulit diprediksi di masa yang akan datang. Karena Visi harus selalu berlaku pada semua kemungkinan yang sanggup terjadi, sehingga suatu Visi yang baik harus memiliki sifat fleksibel (tidak gampang berubah alasannya yaitu faktor perkembangan jaman).

Di bawah ini ada beberapa kriteria yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan Visi, diantaranya yaitu sebagai berikut:
  • Berorientasi ke masa depan.
  • Tidak dibentuk hanya menurut kondisi pada dikala ini.
  • Mengekspresikan kreatifitas.
  • Berdasar pada prinsip nilai-nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.

Misi adalah pernyataan atau langkah-langkah perihal apa yang harus dikerjakan oleh suatu objek (misal perusahaan) dalam usahanya mewujudkan Visi.

Pengertian Lain, Misi adalah pernyataan perihal apa yang harus dikerjakan oleh forum dalam usahanya mewujudkan Visi.

Pengertian Lain, Misi adalah pernyataan yang tetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya.

Pengertian Lain, Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi semoga tujuan organisasi sanggup terealisasi dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, dibutuhkan seluruh pihak yang berkepentingan sanggup mengenal organisasi dan mengetahui tugas dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.

Perbedaan Visi dan Misi

Dalam penerapannya orang berpedoman pada pernyataan Misi yang merupakan hasil perwujutan dari sebuah Visi. jadi Misi merupakan sesuatu yang konkret untuk dituju serta sanggup pula memperlihatkan petunjuk garis besar cara untuk mencapai Visi. Pernyataan Misi biasanya memperlihatkan keterangan yang terperinci perihal apa yang ingin dituju serta kadang-kadang memperlihatkan keterangan perihal bagaimana cara suatu objek (misal perusahaan) bekerja.

Baca Juga: Kumpulan Kata Motivasi dan Cerita Motivasi Terbaik

Kaprikornus kini terperinci perbedaan anatara visi dan misi, VISI merupakan sebuah harapan (tujuan masa depan), Sedangkan MISI yaitu Cara Untuk Mewujudkan Impian tersebut.

Contoh Visi dan Misi

Berikut teladan visi misi yang terdapat pada Bank BCA dan Mandiri.
 Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Visi dan Misi √ Perbedaan Visi dan Misi (dengan Contoh)
Visi Misi Bank Mandiri

 Pada postingan kali ini kita akan membahas mengenai Visi dan Misi √ Perbedaan Visi dan Misi (dengan Contoh)
Visi Misi Bank BCA

Kesimpulan dari visi dan misi, VISI yaitu sebuah harapan (tujuan dimasa yang akan datang), Sedangkan MISI yaitu Cara Untuk Mewujudkan Impian.


Sekian klarifikasi mengenai Visi dan Misi, semoga dari klarifikasi diatas anda sanggup memahami Visi dan Misi sehingga sanggup mengerti perbedaan dari kedua hal tersebut dan sanggup menciptakan Visi dan Misi anda secara pribadi.

Perbedaan Visi dan Misi (dengan Contoh)
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/

Monday, June 18, 2018

√ Macam Majas Beserta Contoh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ketiga. 2002) Majas / gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam (gaya bahasa) tertentu guna memperoleh efek-efek tertentu yang menciptakan kisah semakin mengalir dan hidup, majas juga disebut keseluruhan ciri bahasa pada sekelompok sastrawan dan cara yang khas dalam memberikan perasaan maupun pikiran, baik secara tertulis atau lisan.
 gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa √ Macam Majas beserta Contoh
majas majas

Jenis Majas beserta Contoh

Majas perbandingan

Majas Alusio, Majas ini digunakan untuk Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan alasannya sudah dikenal / diketahui. Contoh Majas Alusio:
  • Sudah tiga ahad ia tidak tampak batang hidungnya.

Majas Alegori, Majas ini digunakan untuk Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan maupun penggambaran. Contoh Majas Alegori:
  • Perjalanan hidup insan mirip sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang seringkali sulit ditebak kedalamannya, yang rela mendapatkan segala sampah, dan yang pada alhasil berhenti dikala berjumpa dengan laut.

Majas Simile, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti  bagai, bagaikan, layaknya, ibarat, umpama, bak. Contoh Majas Simile:
  • Kau umpama air saya bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

Majas Metafora, Majas ini digunakan untuk Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda yang lainnya alasannya benda tersebut mempunyai sifat yang sama atau hampir sama. Contoh Majas Metafora:
  • Kamulah belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)

Majas Antonomasia: Majas ini digunakan untuk Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis. Contoh Majas Antonomasia:
  • Suttt, lihat! Si centil datang.
  • Kalo mereka macam-macam! Biar si gendut saja nanti yang menghadapinya.

Majas Sinestesia, Majas ini digunakan untuk Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra (misal indra penciuman) yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya (misal indra pengecapan). Contoh Majas Sinestesia:
  • Dengan telaten, Ayah mengendus setiap Durian dalam keranjang dan menentukan yang berbau manis. (Manis: indera pengecapan, Bau: indera penciuman)

Majas Antropomorfisme, Majas ini digunakan untuk Majas Metafora yang memakai kata atau bentuk lain yang berafiliasi dengan insan untuk hal yang bukan manusia. Contoh Majas Antropomorfisme:
  • Mulut gua itu sangat sempit

Majas Aptronim, Majas ini digunakan untuk Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang. Contoh Majas Aptronim:
  • Karena sehari-hari ia bekerja sebagai tukang becak, ia dipanggil Andi Becak.

Majas Hipokorisme, Majas ini digunakan untuk Penggunaan nama timangan atau kata yang digunakan untuk memperlihatkan hubungan yang akrab. Contoh Majas Hipokorisme:
  • Lama Andi hanya memandangi ikatan bunga biji mata itu, yang menciptakan Andi kian terkesima.

Majas Metonimia, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi ciri khas, atribut atau merek, Contoh Majas Metonimia:
  • Karena sering menghisap jarum, ia terjangkit penyakit paru-paru.(Rokok dengan merek Djarum)

Majas Litotes, Majas ini digunakan untuk Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. Contoh Majas Litotes:
  • Terimalah kado yang tidak berharga ini sebagai tanda terima kasihku.

Majas Hiperbola, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan yang melebih-lebihkan dari kenyataan sebetulnya sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk kecerdikan (diluar nalar). Contoh Majas Hiperbola:
  • Gedung-gedung perkantoran di kota-kota besar telah mencapai langit.

Majas Pars pro toto, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan sebagian dari objek untuk memperlihatkan keseluruhan objek. Contoh Majas Pars pro toto:
  • Sejak kemarin ia tidak kelihatan batang hidungnya.

Majas Personifikasi, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan memakai sikap atau tingkah insan yang diberikan kepada yang bukan manusia. Contoh Majas Personifikasi:
  • Ombak berlarian ke tepi pantai.
  • Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

Majas Depersonifikasi, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan pembandingan insan dengan bukan insan atau dengan benda. Contoh Majas Depersonifikasi:
  • Seandainya kau bunga, saya akan jadi tangkainya

Majas Disfemisme, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya. Contoh Majas Disfemisme:
  • Apa kabar, Roni? (Padahal, ia sedang bicara kepada bapaknya sendiri)

Majas Totum pro parte, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Contoh Majas Totum pro parte:
  • Indonesia bertanding bola melawan Malaysia.

Majas Eufimisme, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa garang dengan kata-kata yang lebih halus atau lebih pantas. Contoh Majas Eufimisme:
  • Dimana saya sanggup menemukan kamar kecilnya?

Majas Fabel, Majas ini digunakan untuk Menyatakan sifat hewan sebagai insan yang sanggup berpikir, berprilaku dan bertutur kata. Contoh Majas Fabel:
  • Monyet itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap pisang yang ia pegang.

Majas Perifrasa, Majas ini digunakan untuk Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek. Contoh Majas Perifrasa:
  • Indonesia pernah dijajah oleh negeri matahari terbit (Jepang).

Majas Parabel, Majas ini digunakan untuk Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita. Contoh Majas Parabel:
  • Cerita Mahabarata menceritakan bahwa kebenaran selalu menang.

Majas Eponim, Majas ini digunakan untuk Menjadikan nama orang sebagai kawasan atau pranata. Contoh Majas Eponim:
  • Kita bermain ke Shabrina. (Dalam hal ini, 'Shabrina' menjadi perwakilan dari lokasi 'rumah milik Shabrina'.)

Majas Simbolik, Majas ini digunakan untuk Melukiskan sesuatu dengan memakai lambang atau simbol untuk menyatakan maksud. Contoh Majas Simbolik:
  • Rumah Gunawan hangus dilalap si andal merah.

Majas Asosiasi, Majas ini digunakan untuk perbandingan terhadap dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh Majas Asosiasi:
  • Semangatmu keras bagaikan baja.
  • Masalahnya terlalu rumit, sulit untuk mencari jalan keluarnya mirip benang kusut.

Majas penegasan

Majas Apofasis, Majas ini digunakan untuk Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan. Contoh Majas Apofasis:
  • Saya tidak mau berterus terang kepada wartawan bahwa anda telah menggelapkan uang negara.

Majas Repetisi, Majas ini digunakan untuk Perulangan klausa, kata, frasa yang sama dalam suatu kalimat. Contoh Majas Repetisi:
  • Dia niscaya akan datang, dan saya yakin, ia niscaya akan tiba ke sini.

Majas Pleonasme, Majas ini digunakan untuk Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah terang atau menambahkan keterangan yang sebetulnya tidak perlu. Contoh Majas Pleonasme:
  • Saya naik tangga ke atas.

Majas Paralelisme, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan memakai kata, frasa, atau klausa yang sejajar. Contoh Majas Paralelisme:
  • Cinta yaitu pengertian, Cinta yaitu kesetiaan, Cinta yaitu rela berkorban

Majas Pararima, Majas ini digunakan untuk Pengulangan konsonan awal dan final dalam kata atau bab kata yang berlainan. Contoh Majas Pararima:
  • bolak-balik, lika-liku, kocar-kacir.

Majas Aliterasi, Majas ini digunakan untuk Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan. Contoh Majas Aliterasi:
  • Dengar daku. Dadaku disapu. 

Majas Tautologi, Majas ini digunakan untuk Pengulangan kata dengan memakai sinonimnya. Contoh Majas Tautologi:
  • Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin membantumu saja.

Majas Sigmatisme, Majas ini digunakan untuk Pengulangan suara 's' untuk imbas tertentu. Contoh Majas Sigmatisme:
  • Saya Sudah bilang Sapi itu Sapi Spanyol

Majas Klimaks, Majas ini digunakan untuk Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut (runtun) dari yang sederhana atau kurang penting meningkat kepada hal yang lebih kompleks atau lebih penting. Contoh Majas Klimaks:
  • Baik rakyat jelatah, kalangan menengah, atau kalangan elit berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak pilih mereka. 

Majas Antanaklasis, Majas ini digunakan untuk mengambarkan pengulangan kata yang sama tetapi mempunyai makna yang berbeda. Contoh Majas Antanaklasis:
  • Buah Tangan dari perempuan itu menjadi Buah Bibir di kampung kami.

Majas Antiklimaks, Majas ini digunakan untuk Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. Contoh Majas Antiklimaks:
  • Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT kota Semarang

Majas Elipsis, Majas ini digunakan untuk Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada. Contoh Majas Elipsis:
  • Kami ke rumah Andi (penghilangan predikat pergi).

Majas Inversi, Majas ini digunakan untuk Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya. Contoh Majas Inversi:
  • Dikejar oleh Anna kupu-kupu itu dengan begitu gembira.

Majas Retoris, Majas ini digunakan untuk Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut. Contoh Majas Retoris:
  • Mengapa kita berenang, apakah tidak lebih cepat dengan perahu?

Majas Koreksio, Majas ini digunakan untuk Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap salah atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya. Contoh Majas Koreksio:
  • Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

Majas Asindeton, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung. Contoh Majas Asindeton:
  • ungkapan veni, vidi, vici (saya datang, saya melihat, saya menang).

Majas Polisindenton, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung. Contoh Majas Polisindenton:
  • Sesudah menyandarkan sepeda, kemudian ia masuk ke teras rumah itu, kemudian mengetuk pintu, dan ditunggunya hingga tuan rumah tampak batang hidungnya.

Majas Interupsi, Majas ini digunakan untuk Ungkapan berupa penyisipan keterangan pelengkap di antara unsur-unsur kalimat. Contoh Majas Interupsi:
  • Pak Budi, lurah desaku, orangnya sangat baik.

Majas Eksklamasio, Majas ini digunakan untuk memperlihatkan Ungkapan dengan memakai kata seru. Contoh Majas Eksklamasio:
  • Aduhai, ramainya pertandingan ini!

Majas Alonim, Majas ini digunakan untuk Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan. Contoh Majas Alonim:
  • Bagaimana kalau perdarahan di otaknya tidak kunjung berhenti prof.?” tanya mahasiswa yang antusias pada kuliah kedokteran Prof. Budi Waseso.

Majas Enumerasio, Majas enumerasio yaitu majas gaya bahasa penegasan yang melukiskan atau menggambarkan suatu insiden atau insiden semoga seluruh maksud di dalam kalimat tersebut menjadi lebih lugas dan terang (Suprapto, 1991 : 27). Contoh Majas Enumerasio:
  • Korban kritis, motonya hancur lebur, darah menganak sungai, mengalir ke mana-mana.

Majas Preterito, Majas ini digunakan untuk Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Contoh Majas Preterito:
  • jangan kau beritahu andi, kalo saya tadi menyontek.

Majas Kolokasi, Majas ini digunakan untuk Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. Contoh Majas Kolokasi:
  • Nasibku, harus berurusan dengan si keras kepala.

Majas Silepsis, Majas ini digunakan untuk Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis. Contoh Majas Silepsis:
  • Ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

Majas Zeugma, Majas Silepsi dengan memakai kata yang tidak gramatis dan tidak logis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang membingungkan / rancu. Contoh Majas Zeugma:
  • Perlu saya ingatkan, Nenek saya itu peramah dan juga pemarah.


Majas sindiran

Majas Ironi, Majas ini digunakan untuk Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebetulnya dan menyampaikan kebalikan dari fakta tersebut. Contoh Majas Ironi:
  • Suaramu merdu mirip kaset kusut.

Majas Sarkasme, Majas ini digunakan untuk Sindiran eksklusif dan kasar. Contoh Majas Sarkasme:
  • Kamu tidak sanggup mengerjakan soal yang semudah ini? Dasar otak udang isi kepalamu!

Majas Sinisme, Majas ini digunakan untuk Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau inspirasi bahwa kebaikan terdapat pada insan (lebih garang dari ironi). Contoh Majas Sinisme:
  • Kamu kan sudah pandai ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?

Majas Innuendo, Majas ini digunakan untuk Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya. Contoh Majas Innuendo:
  • dia sanggup lolos ujian alasannya menyogok

Majas Satire, Majas ini digunakan untuk Ungkapan yang memakai sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Contoh Majas Satire:
  • ya ampun !!!, kiprah semudah itu kau tidak sanggup mengerjakan.
  • kamu itu budek atau tuli, punya pendengaran kok tidak mendengarkan.


Majas pertentangan

Majas Paradoks, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan menyatakan 2 hal yang seolah-olah bertentangan, padahal sejatinya keduanya yaitu benar. Contoh Majas Paradoks:
  • Aku merasa sendirian di tengah kota Semarang yang ramai ini.

Majas Anakronisme, Majas ini digunakan untuk Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara waktu dan peristiwanya. Contoh Majas Anakronisme:
  • Dalam goresan pena Cesar, Shakespeare menuliskan HP berbunyi tiga kali (saat itu HP belum ada)

Majas Oksimoron, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan yang mengandung pendirian/pendapat terhadap sesuatu yang mengandung hal-hal yang bertentangan atau Paradoks dalam satu frasa. Contoh Majas Oksimoron:
  • Siaran radio sanggup digunakan untuk sarana persatuan dan kesatuan, tetapi sanggup juga sebagai alat untuk memecah belah suatu kelompok masyarakat atau bangsa.

Majas Antitesis, Majas ini digunakan untuk Pengungkapan dengan memakai kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Contoh Majas Antitesis:
  • Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan pekan raya durian itu.

Majas Kontradiksi interminus, Majas ini digunakan untuk Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. Contoh Majas Kontradiksi interminus:
  • Semua sudah siap kecuali Rizqi. (pernyataan "kecuali Rizqi" menyangkal pernyataan sebelumnya, yaitu "semua sudah siap")


Sekian Artikel perihal Macam Majas beserta Contoh, semoga artikel diatas sanggup bermanfaat bagi sobat MARKIJAR, jangan lupa share artikel ini semoga bermanfaat bagi teman-teman sobat.

Macam Majas beserta Contoh
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Sumber http://www.markijar.com/