Ini yaitu shubuh yang shubuh dan menjelang pagi-yang pagi. Aku ingin menulis(iya nulis aja!), tapi enggak jadi(yaudah!), ehh nulis lagi dehh(nulis ajaaaa!!!).
Kemarin Minggu saya dipaksa mengisi bahan untuk training kepengurusan di FLP, itu bukanlah bahan kepenulisan, alasannya saya payah juga dalam menulis (:P). Materi yang harus saya sampaikan yaitu materi wacana bagaimana menjadi seseorang yang kreatif. Katanya saya yaitu orang yang cukup kreatif (padhal saya yakin kalau itu mereka paksa aja alasannya tidak ada pemateri). Tapi itu buat saya jadi senang, oleh alasannya saya jadi harus googling untuk materinya dan itu yag menciptakan saya jadi tambah ilmunya.
Berbicara wacana kreatifitas itu berbicara wacana suatu yang baru, karya dan penciptaan! Dengan pemahaman itu saya ingin memberikan bahan yang tidak monoton, yang tidak sama dan yang tidak biasa. Akhirnya saya tertarik untuk memberikan bahan dengan presentasi yang tidak biasa. Aku mencoba menuliskan presentasiku dengan basis flash walaupun tidak benar-benar menuliskan script dalam flash, tapi hanya memakai aplikasi prezi. Itu menghabiskan waktuku satu malam penuh untuk menginstall dan mempelajarinya. Tapi bekerjsama insan itu pembelajar yang hebat, kau bisa kuasai kemampuan apapun itu hanya dengan google. karenanya saya sukses menciptakan presentasi yang yummy dilihat mata.
Langkah kedua sehabis presentasiku sukses yaitu menguji materi. Daripada saya resah saya eksklusif minta belum dewasa kontrakan untuk baca materiku itu.
“Boby kau baca materiku ini donk”
“Mana Mas?”
“Ini..”
“Udah Mas”
“Kamu ngerti gak?”
“Iya mas ngerti.”
“Sipp dehh kalau kau bisa ngerti”
“Ohh.. Makara maksudnya ini kalau saya aja bisa ngerti orang lain juga semua bisa ngerti gitu?”
“Haha.. yaiyalah.. kan saya udah punya standar terendahnya”
Begitulah hasil uji materiku.
Tetapi tampilan presentasi yang baik dan bahan yang baik tidak ada gunanya tanpa penyampaian bahan yang baik. Sejujurnya penyampaian bahan yang baik itu yaitu yang cukup sulit untuk saya lakukan, saya yakin saya akan bisa melakukannya jikalau berlatih dengan meluangkan banyak waktu, tetapi itu tidak saya lakukan. Aku lebih menentukan untuk menunjukkan beberapa latihan visual pada presentasiku, semacam teka-teki gambar, dan beberapa latihan berfikir kreatif. Dengan begitu berdasarkan aliran paling logis, saya tidak perli berbicara panjang lebar, dan hanya akan memberikan kesimpulan-kesimpulan dan menjawab pertanyaan.
Sesuai dugaan presentasi materiku cukup menarik dan tidak membosankan. menurutku Kreatifitas itu yaitu aliran yang menarik di dikala orang lain hanya melaksanakan kebiasaan. Orang-orang yang kreatif cenderung bisa menguasai dirinya untuk meninggalkan kebiasaan usang yang tidak produktif beralih pada sebuah aliran gres yang unik, dan itu terus berkembang! Cara melatihnya yang paling simpel ialah melaksanakan sesuatu dengan cara yang berbeda, menyerupai mengubah rute jalan yang akan anda lalui dikala ingin ke kampus, atau ke kantor alasannya bekerjsama kita melalui itu dengan tanpa sadar dan mengulangi rute yang sama setiap harinya, cobalah ubah itu! temukan banyak rute yang gres dan lalui semua rute itu secara acak. Akhirnya kreatifitas itu yaitu sesuatu yang dilatih, sehingga seberapa jauh perkembangannya itu bergantung kepada seberapa banyak anda melaksanakan latihan itu.
Em.. Kelas 1 Sekolah Menengah Pertama tepatnya, pertama kali kita berguru sejarah, dan itu juga pertama kalinya saya tahu arti sejarah. Walaupun kenyataannya saya sekolah di MI(Madrasah Ibtidaiyah) yang sudah berguru Sejarah Kebudayaan Islam semenjak kelas satu, namun tetap saja saya belum mengerti makna dari kata sejarah. Aku kira sejarah itu artinya hanya dongeng masa lalu. Ternyata pada dikala kelas satu Sekolah Menengah Pertama saya menerima pengertian fundamental perihal apa itu sejarah, sejarah itu merupakan masa, masa dimana insan telah mengenal tulisan. Masa yang ada sebelum masa sejarah ialah masa Prasejarah, dimana insan tidak mengenal tulisan.
Sebenarnya ingatan itu berlalu begitu saja. Hingga dikala saya kuliah, saya berkumpul dan bertemu teman di blog, yang menuliskan dongeng mereka, singkat dongeng saya tertarik untuk menceritakan kisah hidupku, semoga bisa saya kenang, dan bisa dinikmati orang banyak. Bukankah kebahagiaan yang kita bagikan itu juga pahala?. Kurang lebih setahun lamanya saya hanya menulis di blog. Suatu ketika ada teman yang memperlihatkan saya untuk gabung komunitas penulis, alasannya ialah saya nggak bisa menulis dengan anggun jadinya saya bergabung. Tentu saja saya harus bergabung alasannya ialah saya belum bisa menulis, tujuan bergabungnya semoga bisa menulis!
FLP, saya kenal komunitas ini sebagai tempatnya penulis islami. Yah, sepakat lahh… saya bergabung dengan komunitas FLP Malang, dan ternyata isinya insan yang beragam, bermacam-macam cara pandangnya, bermacam-macam latar belakangnya, bermacam-macam pula kampusnya, dan yang paling penting ialah bermacam-macam macam tulisannya. Disini saya berguru beberapa teknik penulisan. Tapi jujur saja teknik menulis jenis apapun tidak ada sedikitpun yang membantuku untuk bisa menulis. Setelah bertemu dengan penulis yang sangat produktif, barulah saya tahu satu ilmu berharga.
“Satu-satunya cara untuk meningkatkan kemampuan menulismu ialah dengan menulis, dan kemampuan menulis ialah kelanjutan dari keahlian membaca, semakin banyak yang dibaca, semakin banyak yang bisa kau tuliskan!”
Belakangan saya kembali ingat pelajaran sejarah itu, jadi rasanya asing sekali jikalau kita sudah berguru menulis semenjak Taman Kanak-kanak kemudian kemampuan menulis itu hanya untuk mengerjakan PR saja, atau untuk mengerjakan laporan kerja saja. Aku kembali berfikir jikalau saja tidak ada PR, tidak ada Sekolah, tidak Kerja, Kita telah bisa menulis, tapi kita tidak menulis. Kuyakini itu tak ubahnya kita ini orang prasejarah, yang bertahan dengan kedunguan-nya. Kenapa saya bilang menyerupai itu?
Nyatanya insan prasejarah itu tidak bisa menuliskan kisahnya, bahkan untuk menceritakan kehidupannya sendiri saja mereka tidak mampu. Kemudian insan sejarah tiba untuk menceritakan kehidupan insan Prasejarah.
Sekarang logikanya, kalau kau nggak menuliskan kisahmu, kemudian suatu hari teman sekelasmu menuliskan ceritamu maka kau bisa pikir siapa yang Prasejarah. Dan lagi kalau saja teman sekelasmu tidak ada yang menuliskan ceritamu, maka kau tetap tahu berapa banyak insan prasejarah di abad modern.
At the first time I made up this blog, I really want to share my knowledge about sciences. But, when the time passed by, I’ve run out of ideas, then I wrote about poetry, ficton, and humor. The reader more likely to love my humor than my sciences stuff, so I sold my soul into a humor and jokes. I forgot about the sciences stuff.
I joined FLP Malang a writers organization, and it makes me really like to spend my time in writing humor, jokes and fiction. I really enjoy this things, write a humor, make the peoples laugh. I love it! And after so much time I spend on learning how to write humor and jokes, I understand one thing that humor is full of surprise.
Technically we need two things to make up a good humor. First is set up, and second is puncline. Set up is just a sentence that make up peoples mind, bring them to think like what you think, the purpose of this sentence is to makes people thinking about your idea, and then the punchline or a twist is something that unpredictable, that surprise everyone. Example: The Set Up is “Why Penguins can’t fly?” this set up makes you think something scientifically proofed, like “Oh… Because penguins dont have a feather” or “Oh.. Because penguins too weight!” that tottally true! Because my set up make you think like that. And then the answer of “Why Penguins can’t fly?” is “Because Penguins never know where is the nearest Airports!” you got it right! A shocking answer, realistic, reasonable and clever answer thats make them surprise. Pretty simple right?
It takes me so much time to write down one humor book. May be It’s simply because this is my first time. But Alhamdulillah I finished one book, Mystupidtheory
After that one book, I don’t know why, but I can’t forget about my obsession to write a science article, science journal and more science stuff. I really never know how to give up in something, so I learn how to write a good sciences article, how to make up a well structured sciences article, after that I decided to write a sciences stuff in my personal blog.
And now, I’d like to write about a sciences again, I promise that this time, it won’t be boring, I’ try to write about the sciences around us, I hope you’ll enjoy this things and hopefully it’ll increase your knowledge.
Ahh… Ya, Why i wrote this post with English, It’s simply because I just want to try my English. Just for fun! If you can point out my mistakes, please let me know. 😀
Saat awal-awal blogging dulu saya termasuk yang terlalu tergila-gila pada visitor blog. Hampir setiap hari saya membagikan blog di FB, Email ataupun dengan blogwalking ke kawasan orang-orang hanya untuk menciptakan orang tiba dan membaca satu tulisanku. Entahlah mungkin saya termasuk insan mempunyai faham “aku terlahir untuk terkenal“.
Menjadi tergila-gila pada visitor yang banyak tanpa alasan yang terang itu bukanlah hal yang salah. Kemungkinan besar kita ingin dikenal alasannya yakni punya tulisan. Namun hal yang kurang sempurna ialah sibuk membagikan link tanpa menulis postingan baru.
Berawal dari itulah saya berguru blogging dan dunia menulis
Menulis goresan pena yang berarti
Menyadari bahwasannya menulissecara pribadi akan mendatangkan “visitor natural” yang rutin setiap hari, sedangkan menyebar link kesana kemari hanya mendatangkan “visitor sehari” maka saya menentukan untuk menulis konten lebih banyak lagi.
Waktu berlalu dengan blogging yang tak terang dan tak terarah sama sekali, sampai akibatnya saya memutuskan memoles skill menulisku di sebuah organisasi FLP Malang. Awalnya cuma mau berguru menulisnya, tetapi terjerumus masuk ke organisasinya, ya mau tak mau saya nimbrung dah.
Di FLP termasuk lebih banyak orang yang tergila-gila pada kualitas suatu goresan pena daripada banyaknya pembaca goresan pena tersebut. Makara untuk fokus menciptakan tulisanmu berkualitas ini merupakan organisasi yang sangat bagus.
Dengan perasaan bahwa saya telah memperbaiki teknik dan cara menulisku, saya kembali menulis di blog ini, entahlah apa tujuanku menulis dikala itu. Kemungkinan besar ialah untuk melatih skill menulis.
Fokus pada perbaikan kualitas goresan pena dan tidak pernah tertarik pada besarnya visitor blog menciptakan blogku menjadi blog yang “biasa” saja. Bayangkan bila saya sudah mempunyai ratusan tulisan di blog dan visitor blogku hanya berkisar 30/hari. Menyedihkan!
Seiring dengan berjalannya hari. Aku mengonsep ulang pemikiranku,
Buat apa tulisan manis banget, konsep matang, alur yang menarik dan pandangan gres yang sangat kreatif tetapi tidak ada yang membaca? Nol besar! Tidak ada pembaca = goresan pena tidak bermanfaat.
Setelah itu barulah terbuka mata dan meremake blog ini menjadi blog yang layak sebagai pajangan. Setidaknya pembacanya cukup banyak.
Kalau kalian termasuk yang enggan membagikan goresan pena alasannya yakni takut di copas atau di contek, maka ini yakni konsep yang saya pahami sekarang.
“Bagikan tulisanmu, jangan sok andal dengan pandangan gres briliant-mu sehingga tidak kamu bagikan alasannya yakni takut dicuri orang lain. No way!”
“Semua penulis mempunyai pandangan gres di kepala mereka yang akan digarap, yang mau mencontek idemu hanyalah penulis dibawah levelmu, dan kamu niscaya dapat mengunggulinya asalkan tetap menulis“
Ini tantangan untuk para penulis pemula juga;
Bagaimanapun ketika kamu mencicipi pembaca tulisanmu semakin banyak dan bertambah, maka kamu akan lebih tertantang untuk menciptakan tulisan yang lebih baik lagi, lebih baik lagi dan semakin berguru lagi.
Blogger ataupun Penulis, tetaplah berkarya!
Semakin banyak karya dan semakin banyak pembaca maka semakin bermanfaatlah kerja kita!
Jika saya duduk membisu di sore hari dan melihat matahari terbenam, kemudian ada seseorang yang menghampiri saya dan bertanya
“Mas sudah berapa buku yang diterbitkan?”
Maka saya yakin saya bakalan pukul keras-keras kepalanya. Pertama alasannya yaitu asing sekali ada insan macam itu, yang kedua alasannya yaitu balasan dari pertanyaannya itu menciptakan sakit hati. XD
Saya menentukan bergeming dan tidak menjawab, alasannya yaitu tidak ada karya saya yang sudah masuk percetakan! Puas?
Kemudian tiba lagi cowok kedua, dengan wajah tak layak, mungkin alasannya yaitu memendam pertanyaan yang tak kalah pentingnya.
“Mas sudah berapa banyak tulisannya?”
Nahh pertanyaan ini agak menyakitkan juga, tetapi tidak hingga berujung pukulan telak dari tangan kananku. Oke, mungkin lebih dari 250 goresan pena yang telah saya tuliskan. Entahlah… yang niscaya cukup banyak.
Asal Perdebatan
Pertanyaan pertama itu mengenai kualitas dari tulisanku. Jika saja saya jawab 2 buku, niscaya pertanyaan berlanjut ke “penerbit apa?” kalau saya jawab lagi, niscaya muncul pertanyaan lanjutan “Itu penerbit mayor atau indie?” ya.. ya.. ya… semua wacana kualitas dari tulisan. Kalau terbit di mayor maka itu berkualitas, kalau minor maka kurang berkualitas.
Kemudian pertanyaan kedua, itu yaitu mengenai kuantitas dari tulisanku. Jika saya jawab jumlahnya orang niscaya bertanya-tanya jenis goresan pena apa saja? Dimana di publish? Dapat apa aja dari menulis sebanyak itu? Biasanya akan kujawab asal aja.
Karena gotong royong itu hanya basa-basi. Mereka sedang membandingkan jumlah goresan pena yang beliau punya dengan jumlah tulisanku. Ketika jumlah goresan pena yang beliau punya tidak “wah” maka beliau beralih ke pertanyaan kualitatif.
Ini akan terus menjadi perdebatan yang menarik. Mana yang lebih penting kualitas goresan pena atau kuantitas tulisan?
Kualitas VS Kuantitas
Sejak dulu saya yakin kalau kuantitas goresan pena memperlihatkan pengalaman menulis lebih bagi para pendatang gres dalam dunia menulis. Sehingga sadar atau tidak karyanya akan meningkat kualitasnya dari sebelumnya.
Tetapi tak jarang saya berdiskusi dengan orang-orang yang fahamnya berbeda denganku, berdasarkan mereka kualitas lebih penting. Karena dengan kualitas yang manis maka karya akan mempunyai berbagai pembaca dan penggemar. Keyakinan ini mengarah pada keyakinan bahwa beliau sanggup tenar dan kaya dengan satu karya tunggal.
Banyak memang yang senantiasa menyampaikan kualitas itu lebih utama, alasannya yaitu lebih sulit dicapai.
Tetapi saya mau melawan faham itu!
Dasar teori-nya ialah : dalam keilmuan kimia, analisis kualitatif itu lebih sederhana dibandingkan analisis kuantitatif dan analisis kuantitatif lebih utama alasannya yaitu memperlihatkan data yang lebih spesifik!
Oke teorinya nggak nyambung! LUPAKAN! Aku emang lagi ngawur!
Dalam dunia maya, kuantitas goresan pena juga menjadi pemicu sebuah blog menjadi dikenal. Setidaknya dikenal oleh Google.
Maka dalam hal ini bagi seorang blogger, kuantitas goresan pena juga sangatlah penting! Maka di awal-awal memulai blogging, yang perlu di kejar ialah kuantitas tulisan, sambil dengan perlahan memperbaiki tulisan.
Karena ketika diawal-awal itu, goresan pena kita tidak terlalu berharga untuk di beli, maka kita harus jualnya grosiran dalam jumlah banyak.
Setelah dijual grosiran, tinggal kita tingkatkan kualitasnya. Setidaknya kita sanggup terus menghasilkan uang semenjak awal masuk ke dunia blogging. Kemudian selanjutnya barulah bagaimana meningkatkan kualitas, biar income bertambah.
Ini wacana bisnis bung! Menghasilkan uang lewat tulisan!
Jangan jadi yang setengah-setengah!
Ada seorang Si Pro yang menciptakan satu goresan pena berkualitas dalam waktu satu bulan penuh, kemudian goresan pena itu diikutkan lomba dan memenangkan hadiah 1juta rupiah. Itu bagus, bahkan sangat bagus.
Tapi bisakah itu diraih oleh penulis yang gres belajar? Yang bahkan EYD aja nggak nyambung? dalam satu bulan?
Nggak mungkin!
Maka solusi buat si Newbie ini ialah memproduksi 10 goresan pena sehari yang harganya Rp. 2500, dalam satu bulan beliau akan mengantongi Rp. 750.000 dan pengalaman menulis massive(banyak).
Kalau dilihat dari sisi itu, Si Newbie niscaya rugi lahh… ‘Kan 300 tulisannya hanya mendapat jumlah pendapatan yang lebih kecil dari Si Pro.
Tetapi kalau dilihat dari sisi progress-nya maka Si Newbie lebih untung. Kenapa? Karena ketika bulan depan harga tulisannya naik Rp. 1000 saja beliau sudah sanggup mengantongi Rp. 1.050.000.
Si Pro apa nggak naik harga dan kualitas tulisannya? Saya yakin naik juga mungkin. Tetapi menulis satu goresan pena dibandingkan dengan menulis 300 tulisan, mana yang akan lebih terlatih dan meningkat kualitasnya?
Nah.. Jangan hingga kalian menjadi kelas di tengah-tengahnya. Bagaimana itu? Yang merasa satu karyanya bernilai sangat tinggi, padahal masih hijau dalam dunia menulis dan jam terbangnya masih sangat minim.
Akhirnya karyanya dikit, dan kualitasnya tidak bertambah.. Rugilah…
Mungkin kalian tidak sependapat denganku, atau apalah itu.. Tapi kenyataannya ketika kau menjadi Si Newbie, buatlah tulisanmu berharga sekecil apapun itu, biar kau termotivasi untuk menulis lebih banyak.
Dengan lebih banyak menulis, maka tulisanmu akan semakin baik dan logika menulismu a
kan terbangun dengan lebih baik.
Kualitas tulisanmu mungkin kini masih rendah, tapi jangan biarkan kuantitasnya juga rendah. Perbanyaklah!
Hello guys.. Sekarang saya lagi di Bandara Juanda, Surabaya nih.. Kebetulan travel dari Malang nganterin saya kecepatan. Makara masih ada sekitar 4 jam sebelum penerbanganku. This is the begining of my journey. Mumpung lagi nganggur nggak terang gini, saya ngetik aja, share perihal cara mencar ilmu bahasa inggris online otodidak. Silahkan baca artikelnya di bawah ini:
Cara Belajar Bahasa Inggris Online Otodidak
Baiklah saya akan menceritakan perjalananku untuk mencar ilmu bahasa inggris secara belajar sendiri di dunia maya. Ini menurut pengalaman pribadi yang saya rangkumkan, agar dengan begitu kalian tidak bosan membaca artikel ini. Silahkan menikmati.
belajar bahasa inggris online otodidak
When I was a child, I used to be suck in English.
Ketika saya masih kecil dulu, saya nggak ngerti Bahasa Inggris. Oke.. Nggak cuma aku, kalian juga kan? Karena kita sama-sama lahir di Indonesia, yang memakai Bahasa Indonesia. Ya nggak?
Karena orang tuaku guru maka saya diberikan pendidikan lebih (read: dipaksa) untuk les Bahasa Inggris. Aku ikut les selama 3 tahun dan saya tahu kalau tetap payah dalam pelajaran ini. (ssstt.. Ini alasannya saya nyontek sahabat terus selama pelajaran)
Setelah itu, dengan bekal Bahasa Inggris yang tentu saja mengecewakan, saya secara gila lulus SD dan masuk SMP. Tidak banyak perubahan disana. Sama, Hanya saja saya punya lebih banyak teman.. Yang lebih tidak bisa Bahasa Inggris. 😛
Next SMA. Di Sekolah Menengan Atas saya ketemu banyak sekali bawah umur pintar dari satu kabupaten. Banyak dari mereka yang benar-benar mempunyai kemampuan Bahasa Inggris yang diatas rata-rata. Tapi saya tahu, kalau saya bukan salah satunya.
Guru di Sekolah Menengan Atas ini sangat berkualitas, bahkan beberapa telah mencar ilmu di Luar Negeri pribadi (Khususnya Australia). Aku masih ingat beberapa pelajaran bahasa Inggris di SMA. Tetapi kenyataanya saya masih jelek dalam Berbahasa Inggris.
Tetapi di selesai masa sekolah, saya harus test TOEFL sebelum lulus dari SMA, saya menerima skor yang cukup memuaskan, kalau nggak salah 455 (ini alasannya saya menyadari bahwa menyontek ialah solusi terbaik untuk Bahasa Inggris)
Saat kuliah, Bahasa Inggris merupakan salah satu mata kuliah wajib. Aku mengikutinya dengan santai dan tidak berharap lebih. Selesai dengan nilai B sudah cukup buatku. B untuk Bahasa Inggris, kedengarannya sepadan.
Kebanyakan dari Mereka yang Mengerti Bahasa Inggris
Minat dan ketertarikanku terhadap Bahasa Inggris ada ketika semester selesai kuliah. Aku mempelajari bahwa beberapa anak yang kukenal pintar dalam Bahasa Inggris ialah penggemar komik, atau penggemar game. Itu pengalaman seumur hidupku, bahwa hampir semua penggemar game dan komik yang kukenal bisa mengerti Bahasa Ingris.
Mereka Menikmati Proses Belajar Bahasa Inggris
Pada dasarnya mereka tidak berniat mencar ilmu bahasa inggris. Tetapi mereka terbiasa dengan Bahasa Inggris. Kalau kau ingin menamatkan sebuah game, maka harus mengikuti kode yang diberikan game tersebut. Ini membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris, terutama ‘reading. Secara tidak pribadi mereka sedang mencar ilmu bahasa inggris secara otodidak.
Bagi para penggemar komik, kalau ingin update komik yang terbaru, terlengkap dan tercepat, maka harus membaca yang Bahasa Inggris. Ini memaksa para maniak komik untuk menguasai Bahasa Inggris. Karena saya menyukai komik, maka proyek mencar ilmu ini kumulai.
Aku memulai dengan menentukan komik-komik yang gampang dipahami. Pilihanku jatuh pada “Yotsubato” komik berlatar anak kecil ini memakai bahasa yang sederhana sehingga gampang dipahami. Kemudian alasannya komik ini cukup singkat, saya menyelesaikannya dengan mudah, selanjutnya saya membaca komik Naruto(TAMAT), Bleach, One Piece, Toriko, Gamaran(TAMAT), Gintama, Noblesse.
Meningkatkan Jumlah Vocab dengan Mudah
Dari kegiatan membaca ini, kurasa saya jadi banyak sanggup kosa kata. Kalau cara normal di sekolah untuk mempelajari kosa kata Bahasa Inggris ialah dengan menghapalkan kata-kata di kamus, maka caraku ialah dengan membaca komik ini.
Hanya dengan membaca komik, kau sanggup melihat gambar dan membaca percakapan tokoh dalam komik, ini merangsang otak untuk berfikir dan menebak-nebak makna percakapan tersebut. Tenang saja, otak kita terdesain untuk memahami ini dengan mudah. Kebanyakan dari tebakan tersebut niscaya benar.
Membaca komik ini memperlihatkan banyak sekali materi Bahasa Inggris, dari Ekspression, Greeting, sampai kosa kata baru. So kau mencar ilmu kosa kata gres secara belajar sendiri tanpa perlu menghapalkan.
Pada komik juga sering dilakukan perulangan kosa kata (ini ciri khas abjad di komik), dengan begitu kau akan mengulangi kosa kata gres beberapa kali. Secara tidak pribadi kau akan menghapalkan kosa kata tersebut diluar kepala, tanpa beban dan paksaan.
Perulangan kosa kata yang sama ini dilakukan pada situasi dan kondisi yang berbeda-beda sesuai adegan yang digambarkan. Mengerti penggunaan sebuah kosa kata untuk banyak sekali situasi dan kondisi merupakan tingkat pemahaman yang sangat tinggi dalam Berbahasa Inggris. Kalau bahasa kerennya ini ialah “Deep Learning”, dan lebih kerennya lagi alasannya kau akan menguasainya tanpa sadar.
Vocab-mu akan Berkembang Tidak Terbatas
Pasti akan banyak yang bilang kalau metode ini tidak efektif dan membuang-buang waktu. Menurutku sebaliknya.
Menghapalkan kamus tentu saja membosankan (aku nggak pernah berhasil melakukannya). Sebaliknya, Membaca komik yang mempunyai alur dongeng (yang didesain sangat menarik) maka kita akan ketagihan dan tertarik untuk membaca lanjutan kisahnya.
Artinya kau akan menemukan lebih banyak percakapan, ekspresi, gambar dan kosa kata baru. Dengan begitu kosa kata Bahasa Inggrismu akan berkembang Jauh lebih banyak, bahkan tak terbatas selama kau terus ingin tau pada lanjutan dongeng dalam komik tersebut.
Untuk mengakses Komik-komik dan Manga Jepang yang Berbahasa Inggris, kalian bisa buka di www.manga.life
Selanjutnya cara ini akan saya uji coba untuk mempelajari Bahasa Jepang. Karena penerbanganku selanjutnya ialah ke negeri sakura, Jepang.
Latih Telingamu Untuk Listening
Setelah mempunyai cukup kosa-kata bahasa inggris, maka level selanjutnya ialah untuk mencar ilmu listening bahasa inggris. Silahkan baca artikel lengkapu tentang: cara mencar ilmu listening bahasa inggris.
Kita akan latihan mendengarkan video berbahasa inggris yang ada di Youtube. Dengan cara ini kalian akan mengerti dan memahami bahasa inggris yang baik dan benar melalui media online secara belajar sendiri dan tentunya gratis.
Jadi kalau dirangkum, ada dua poin kunci cara mencar ilmu bahasa inggris online otodidak:
1. Banyak-banyak Membaca Komik Bahasa Inggris
2. Banyak-banyak mendengarkan video berbahasa inggris online.
Cara Belajar Bahasa Inggris Online Otodidak ini bisa kalian modifikasi sendiri. Kalau kalian tidak terlalu suka manga Jepang, bisa kalian ganti dengan komik-komik dari DC ataupun yang lainnya. Intinya ialah kalian habiskan waktu dengan bahasa inggris.
Selanjutnya saya akan share untuk Menambah skill Listening. Listening merupakan skill dasar yang harus kau kuasai sebelum reading.
Aktivitas ini sanggup dibilang yakni acara yang paling seru. Karena, selain akan banyak praktek yang menyenangkan, acara sains ini pastinya sarat akan ilmu pengetahuan. Apalagi, bagi belum dewasa yang selalu mempunyai rasa ingin tahu, sangat sempurna jikalau percobaan sains sederhana ini dipraktekkan sambil bermain.
Melakukan percobaan sains tidak harus mengeluarkan uang banyak, kita cukup memakai barang-barang yang ada di sekitar rumah saja. Bahkan beberapa materi kita dapatkan di dapur.
Percobaan Sains Sederhana untuk Liburan Anak
Percobaan Sains Sederhana Dengan Bahan Sehari-hari
Ada 5 aktivitas sains yang sanggup dimainkan bersama anak dengan alat dan materi yang gampang didapatkan.
1. Mencampur & Menebak Warna
Alat yang dibutuhkan:
Air
Gelas plastik kecil
Pewarna Makanan (merah, kuning, biru)
Cara bermain
Campur air dengan pewarna dalam gelas plastik. Tiap gelas diisi dengan warna yang berbeda.
Minta anak untuk mencampur 2 warna primer yang berbeda. Misalnya merah dengan kuning, merah dengan biru serta biru dengan kuning.
Biarkan anak menebak hasil warna yang dihasilkan dari percampuran warna tadi. Sambil memintanya untuk menghapal perubahan warna yang dihasilkan tadi.
Dari percobaan sederhana ini, anak akan memilki pengetahuan soal warna primer dan warna gres yang dihasilkan dikala 2 warna dicampurkan. Seru alasannya ada acara menuang air yang niscaya menyenangkan.
2. Gunung Meletus
Alat yang dibutuhkann
Playdoh
Soda kue
Cuka
Pewarna makanan
Cara Bermain
Buat gunung memakai playdoh
Buat lubang di tengah gunung. Lalu masukkan soda masakan ringan anggun dan pewarna.
Setelah itu gres masukkan cuka. Dan, gunungpun meletus mengeluarkan ‘lahar’.
Dari acara ini, anak diajarkan untuk mengenal reaksi dari asam yang di campur dengan soda. Atau istilahnya yakni reaksi kimia.
Masukkan soda masakan ringan anggun ke dalam balon dengan pinjaman kertas yang sudah digulung ibarat corong.
Isi botol dengan cuka
Lalu, pasang balon di bibir botol air mineral yang sudah diisi cuka
Dan, balon pun mengembang sendiri
Inti dari acara ini sama dengan acara nomor 3 yaitu mengenalkan reaksi kimia serta sifat wujud benda berupa gas.
4. Balon Dalam Botol
Alat yang dibutuhkan
Balon
Botol air mineral ukuran 1 liter
Lakban / Solasi hitam
Jarum
Cara Bermain
Pasanglah balon di dalam botol dengan biarkan ujung balon melekat di bibir botol
Minta anak untuk meniup balon. Maka balon tidak sanggup mengembang
Lubangi bab bawah botol dengan jarum. Buat 4 lubang.
Lalu minta anak untuk meniupnya, balon pun akan mengembang
Disini anak diajak untuk mengenal tekanan dan kekuatan udara.
5. Balon Tahan Api
Alat yang dibutuhkan
2 buah balon
Air
Lilin
Korek api
Cara bermain
Nyalakan lilin.
Tiup balon dan letakkan di atas lilin. Seketika balon akan meletus dan api akan mati
Tiup lagi sisa balon yang ada. Isi dengan air
Letakkan diatas lilin. Maka, balon tidak akan meletus
Aktivitas ini mengajarkan anak wacana konduktivitas panas dari air. Jadi, dikala balon diisi dengan air dan kemudian dipanaskan diatas lilin, balon tidak akan meletus alasannya sifat konduktivitas tadi.
Bagaimana? Seru kan. Masih banyak lagi Percobaan Sederhana Untuk Anak yang sanggup dilakukan bersama anak-anak. Dengan bermain percobaan ilmiah ini anak tidak hanya bersenang-senang, tapi juga dilatih untuk menyayangi ilmu pengetahuan yang bergotong-royong terselip dari permainan sains yang dilakukan. Dengan begitu anak akan menyukai sains dan acara liburan anak jadi menyenangkan.